Terra Online

Terra Online
76. Persiapan


__ADS_3

Dua hari waktu game berlalu dengan cepat, Ares, Kuro dan Lysa yang berada di camp Star World sudah bersiap-siap untuk bentrokan yang akan datang.


Sebenarnya beberapa kali sebelumnya sempat terjadi bentrokan kecil antara anggota aliansi Empire-Eternity dan Star World yang sedang mengintai.


Dan untuk sekarang sudah dipastikan menurut pengintai yang bertugas anggota Aliansi Empire-Eternity sudah bersiap untuk melakukan pertempuran skala besar.


Dan di puncak kepemimpinan mereka adalah Aether dari Eternity dan Whoiam dari Empire. Sedangkan untuk Star World dipimpin oleh salah satu wakil ketua Guild, Yuwen yang sangat ahli dalam menggunakan tombak, ia bahkan dijuluki Spear King of the East atau Raja Tombak dari Timur.


Meskipun begitu job milik Yuwen sampai saat ini masih menjadi misteri banyak orang yang menebak jika ia memiliki Third-Class Job yang berhubungan dengan tombak tapi tidak sedikit juga yang menebak jika ia memiliki Special-Class Job.


"Ares," Lysa yang berdiri di sebelah Ares dengan suara pelan memanggilnya.


"Apa?" Ares yang sedang mengelus kepala Wolfshef sedikit menengok saat mendengar Lysa memanggilnya.


"Aku hanya ingin memastikan, saat pertempuran pecah kita akan mencari kesempatan masuk ke dalam hutan benarkan?" Lysa bertanya dengan serius sambil menatap langsung mata Ares.


"Ya, begitulah rencananya," Ares menjawab sambil sedikit menganggukkan kepalanya.


"Kalo begitu siapkan stamina, kekuatan dan mana mu, aku sudah mengamati daerah sini, dan kamu tau? Wilayah hutan di belakang kita ini sangat banyak anggota Shadow mereka orang-orang yang menggunakan topeng," Lysa menjelaskan pada Ares dengan suara yang agak kecil, bagaimanapun ia tidak ingin ada orang lain yang mendengar apa yang ia ucapkan.


"Aku sudah menduganya sih, tapi memang ini akan menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan," Ares menghela napasnya sebelum melanjutkan,"Bagaimana dengan Kuro? Dimana dia?"


"Kuro saat ini sedang mengintai, sekarang adalah gilirannya," Lysa memberitahu sambil mengangkat bahunya.


"Hey kalian berdua!" Mendengar suara, Ares dan Lysa hampir berbarengan menengok ke arahnya.


Di depan mereka seorang laki-laki berambut panjang yang dikuncir kuda dan di punggungnya sebuah pedang panjang yang nampak indah terlihat.


"Ah iya?" Ares dengan sedikit bingung menjawab laki-laki yang saat ini sudah berdiri didepannya dan Lysa.

__ADS_1


"Perkenalkan namaku Yuze, apakah kalian mau bergabung dengan kelompokku?" Yuze dengan senyum ramah dan sopan bertanya pada Ares dan Lysa yang menjadi lebih bingung.


"Ah, kalian pasti bingung, jadi begini aku adalah salah satu pemimpin kelompok di Star World, dan aku ingin merekrut kalian, karena kulihat kalian sepertinya tidak mempunyai kelompok," Yuze yang sepertinya menyadari kebingungan Ares dan Lysa menjelaskan dengan lembut.


"Tapi untuk apa kelompok? Bukankah kita semua akan ada dibawah Tuan Yuwen?" Ares menyuarakan kebingungannya.


"Ya itu memang benar tapi dalam pertempuran sebenarnya Star World selalu membagi kembali anggota nya menjadi beberapa kelompok dan yang tidak mendapat kelompok pasti akan kesulitan saat menghadapi musuh khususnya saat kalian terkepung tidak akan ada yang membantu kalian," Jelas Yuze.


"Meskipun terlihat kejam tapi jika kita terlalu mencampuri pertarungan anggota yang tidak dalam satu kelompok itu akan membuat kita kalah," Lanjut Yuze, kali ini ekspresi yang dimilikinya sedikit berubah dengan agak muram.


"Jadi begitu, intinya membentuk kelompok dalam pertempuran besar untuk saling melindungi," Lysa mengangguk-angguk mengerti.


"Ya begitulah."


"Bagaimana Ares?" Lysa bertanya pada Ares, ia merasa Ares yang harus menentukannya.


"Kalo memang begitu kami akan masuk, tapi bisakah satu orang temanku lagi juga bergabung? Dia saat ini sedang kebagian jadwal mengintai," Ares melihat ke arah Yuze untuk menerima tawarannya sekaligus meminta tempat untuk Kuro.


***


{Flashback}


Di dalam Terra Online, Akari atau yang lebih dikenal dengan nama Aoi saat ini berada di salah satu rumah besar milik kakaknya yang terletak di Kekaisaran Roma, Eropa.


"Jadi kamu sudah datang Akari, ah tidak maksudku Blue."


Aoi dengan wajah tertekuk melihat ke arah orang yang sedang berbicara, kakaknya yang terlihat memakai setelan ringan bewarna hitam dan topeng hitam legam dengan sedikit corak merah.


"Bagus, kamu akhirnya datang kesini, padahal aku sudah menyiagakan anak buahku di tempat tempat tertentu sebagai jaminan jika kamu tidak datang," sambil melepas topengnya, wajah dibalik topeng tersenyum.

__ADS_1


"Aku sudah disini, jangan ganggu teman-temanku kak, aku mohon," Aoi menundukkan kepalanya saat ia memohon agar kakaknya tidak menggangu teman-temannya.


Sambil mengangkat bahunya dengan tidak peduli kakak Aoi mengeluarkan sebuah topeng dari dalam inventori miliknya, itu adalah topeng bewarna biru.


"Ini milikmu, selamat sudah bergabung dengan Shadow, mulai sekarang kamu adalah Blue bukan Aoi, ingat itu," sambil menyerahkan topeng yang dipegangnya kakak Aoi memberi selamat dan menekankan kata terakhirnya.


Tanpa memberikan jawaban jelas, Aoi atau yang mulai sekarang dikenal sebagai Blue memakai topeng yang baru saja diberikan sambil menggertakkan giginya.


Untuk Aoi jika ia ditanya apa hal yang paling ia benci ia akan menjawab itu adalah sifat pemaksa kakaknya, dan jika ditanya apa yang paling ia sayangi dia akan menjawab dengan tegas ia menyayangi kakaknya.


Seperti saat ini ia sangat membenci jika kakaknya memaksanya apalagi ia ingin menikmati bermain Terra Online dan bukannya bermain dengan cara paksaan.


"Jadi Blue, misi pertamamu adalah berusahalah agar kau bisa bergabung di bawah Petinggi Fire."


"Tidak bisakah kakak langsung memasukkanku begitu saja?" Blue bertanya dengan bingung.


"Tidak, kita tidak bisa terlihat dekat, terlalu bahaya, aku adalah Dark Shadow jika ada yang tau orang yang dekat denganku mereka pasti akan diincar," kakak Blue atau Chairman Guild Shadow, Dark Shadow, Arsalan memberikan penjelasan dengan muka datar.


"Ah aku lupa, kamu boleh duduk," Arsalan yang menyadari Blue sedari tadi berdiri diam menawarkan agar ia duduk.


Setelah Blue duduk di sofa di depannya, Arsalan kembali berbicara,"Petinggi Fire adalah salah satu petinggi terdahulu di Shadow, bahkan sebelum aku menjadi Chairman."


"Apakah kakak berpikir dia akan berkhianat?" Blue bertanya pada kakaknya sambil mengerutkan keningnya, ia tidak tahu jika kakaknya bahkan tidak mempercayai anak buahnya seperti itu.


"Sama sekali tidak, justru sebaliknya aku sangat mempercayai Fire, orang itu sudah sering membantuku dari dulu, hanya saja anggota dibawahnya banyak dari mereka pembuat masalah," Arsalan terdiam sebentar sebelum mulai melanjutkan kembali.


"Aku risau, mereka akan membuat masalah yang tidak bisa dengan mudah diperbaiki, karena itu aku ingin kau bergabung dengan mereka, memberitahukan apa saja yang mereka lakukan," Arsalan menatap mata Blue secara langsung ingin melihat apa yang akan dikatakan oleh adiknya, lagipula ia sudah memaksanya bergabung dengan Shadow.


"Kenapa aku? Jika hanya itu bukannya kakak bisa mengutus orang lain?" Blue balas melihat kakaknya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Simple, kamu tidak bisa dibeli dengan uang, khususnya karena aku, selain itu aku tidak mungkin memasukkan orang acak ke dalam Shadow," mengangkat bahunya, Arsalan memberikan jawaban untuk pertanyaan Blue.


__ADS_2