
Matahari telah berada di ujung barat saat kedua tim sudah memasuki hutan untuk melakukan pertandingan yang terakhir dan menentukan siapa yang akan menjadi juara di lomba ini.
Kali ini Party New Olympus tidak memilih tempat yang jauh dari lawan melainkan tempat yang agak dekat di bawah pohon yang cukup rindang dan tidak terlalu terbuka.
"Ini akan sulit tapi kita akan menang!"
"Tentu saja, Ares kami percaya padamu," Minerva tersenyum manis saat ia menyentuh pundak Ares agar ia tidak tegang.
"Kita akan menyerang langsung?" Jedi yang sedang memasang beberapa jebakan bertanya.
"Ya dan kita akan manfaatkan semua yang kita punya sekarang juga," Ares tersenyum kecil saat ia melemparkan empat beast rune.
Di depan mereka muncul empat hewan, seekor beruang berlevel delapan, Giant Worm berlevel 50, Red Bat berlevel 20 dan kelinci berlevel 2.
"Baiklah kalian harus menjaga bendera itu,"Ares berusaha berkomunikasi dengan hewan-hewan yang muncul dari beast rune sambil menunjuk ke arah bendera milik partynya,"Napoleon jaga mereka," Ares memberi perintah pada Napoleon yang mengaum tanda setuju.
"Baik kita maju!"
"Ya!"
Ares dan anggota partynya berlari untuk mencari tempat dimana musuhnya berada, Kuro dan Jedi memilih untuk mencari dari atas dahan pohon dengan alasan karena lebih mudah untuk mengamati wilayah sekitarnya.
"Awas atas!" Jedi berteriak memberikan peringatan pada teman-temannya saat sebuah anak panah peledak mengarah pada mereka.
Ares, Iris dan Minerva yang mendengar peringatan segera menghindar untuk menghindari ledakan dan melihat ke arah asal anak panah yang saat ini sedang dibalas oleh Jedi dengan hujan anak panah.
"Dimana Kuro?" Ares berteriak pada Jedi, ia tidak bisa merasakan keberadaan Kuro bahkan setelah mengaktifkan skill sight, padahal musuh yang menembakkan panah bisa ia deteksi keberadaannya.
"Tidak tau! terpisah!" Jedi berteriak sambil terus menembakkan anak panah dan bergerak maju mendekati musuhnya.
"Kalian pergi duluan aku akan menahan yang satu ini," tanpa menunggu persetujuan Jedi telah pergi ke arah orang yang menembakkan anak panah.
__ADS_1
"Kita juga pergi, ayo!" Ares tanpa ragu berlari lurus langsung memasuki wilayah hutan lebih dalam.
***
"Ketemu," Ares tersenyum kecil melihat bendera milik musuhnya, di depan bendera hanya ada sedikit jebakan, dan seorang berjubah putih yang sedang tiduran dengan sebuah nodachi di genggaman tangannya.
"Uahaha, kalian menemukan tempat ini ya, kalian sudah melewati Guree?" Shiro bangun secara perlahan dan tersenyum lebar saat melihat Ares dan yang lainnya," tiga lawan satu nih? Sepertinya seru."
"Kau hanya sendiri? Dimana yang lain?" Ares bertanya dengan menahan teriakan, jika benar disini hanya ada Shiro maka bendera partynya dalam bahaya besar.
"Khi..khi..tentu tidak," Kiniro yang jubah emas yang berkibar keluar dari balik bayang-bayang sebuah pohon langsung mencabut katananya dan bersiap untuk bertarung.
"Kalian berdua, tolong tahan Shiro aku akan mencoba melawan Kiniro," Ares membuat keputusan saat ia memanggil Wolfshef untuk membantu Iris dan Minerva untuk melawan Shiro.
Ares segera mencabut Dragon Fang dari sarungnya dan berlari ke arah Kiniro dengan cepat, di tangan kirinya ia menggenggam restraint rune yang langsung ia lemparkan ke arah Shiro yang tidak memperhatikan.
"Wind slash!" Saat jarak mereka tinggal beberapa meter Ares melancarkan serangan pertamanya yang dihindari Kiniro dengan cukup mudah.
"Fly," memilih untuk mencari aman, Ares terbang agak tinggi sebelum menukik menuju Kiniro dengan pedang siap untuk menebas,"Lightning Slash!"
Kiniro yang melihat itu menarik katana kedua miliknya dan memfokuskan matanya pada lokasi Ares saat ia bersiap untuk menyerang," Nitoryu Kiniro, Soratobu Usagi!"
Kiniro tiba-tiba menghilang dengan sangat cepat ia sudah berada di depan Ares yang ada di ketinggian dan menebaskan katananya ke arah Ares yang segera memasuki keadaan bertahan.
Serangan demi serangan diluncurkan oleh Kiniro dengan mata seriusnya sedangkan Ares terus menerus bertahan sambil menggertakkan giginya dengan muka masam.
Setelah beberapa saat Kiniro melompat kembali ke tanah sedangkan Ares menukik untuk memberikan serangan setelah daritadi hanya bisa bertahan.
Kiniro yang melihatnya tersenyum tenang, ia melompat mundur dan memejamkan matanya,"Nitoryu Kiniro, Eien no Yuki," Kedua katana milik Kiniro mulai terlihat putih seperti salju saat ia melaju ke arah Ares yang sudah berdiri di atas tanah dengan sedikit kesal.
"Demon Power," Ares dengan hati-hati mengaktifkan skill Demon Power yang sebenarnya tidak ingin ia aktifkan.
__ADS_1
Armor hitam legam Ares mulai muncul corak bewarna merah darah di wajah Ares juga muncul rajah yang tidak bisa dimengerti artinya. Aura Ares juga mulai meledak-ledak yang cukup mengagetkan Kiniro dan Shiro yang baru pertama kali melihatnya.
"Akhirnya, ini seperti yang waktu itu," Kiniro sedikit menyunggingkan senyum saat ia mengingat Ares yang hampir membuatnya tewas sebelumnya.
Ares melancarkan serangan yang sangat kuat ke arah Kiniro yang langsung menahannya dengan katananya yang menyebarkan hawa dingin.
Sekejap Ares sempat merasakan dingin yang membuatnya terbang mundur dan kembali melancarkan serangan-serangan dengan skill skill miliknya dengan cepat.
Kiniro yang tidak mau kalah dengan cepat menghindar dan membuat serangan balasan masih dengan mata terpejam.
"Nitoryu Kiniro, Furasshu!" Kiniro menyilangkan kedua katananya dan melesat cepat ke arah Ares, sebelum sempat melewati Ares, Kiniro terlempar ke belakang karena efek Dragon Protection yang diaktifkan oleh Ares.
"Garuda Sword Technique, Destroyer!" Ares bergerak dalam gerakan yang indah tetapi tiap ayunan dalam pedangnya mengandung kekuatan yang cukup kuat untuk menghancurkan.
"Nitoryu Kiniro, 20 Renda!" Kiniro membalas tiap serangan yang diluncurkan oleh Ares dan mencoba melakukan serangan balik yang sangat susah.
Ares melompat mundur saat ia menonaktifkan skill fly miliknya dan menebaskan pedangnya secara horizontal dengan skill fire executed yang dengan cepat membakar semua yang ada didepannya.
Kiniro di sisi lain bergerak dengan cepat untuk menghindari serangan Ares sebelum kembali menebaskan katananya ke arah Ares.
Ares disisi lain mengeluarkan Storm Cutlass yang ia pegang secara terbalik dan menyerang Kiniro dengan cepat, kali ini ia agak terburu-buru karena efek dari Demon Power yang tinggal beberapa detik saja.
Kiniro yang menyadarinya memilih untuk menghindar dan menghemat stamina miliknya, ia bahkan melepas efek Eien no Yuki miliknya dan sesekali mengeluarkan skill untuk menyerang Ares.
"Exceed Strike!" Ares dengan muka suram mengangkat Dragon Fang dan menebaskannya secara vertikal yang membuat energi pedang kuat langsung mengarah ke Kiniro yang masih hanya berusaha menghindar dan bertahan.
Membarengi skillnya Ares menggunakan wind step dan berlari di udara ke arah Kiniro dengan cepat dan melancarkan serangan serangan fatal pada Kiniro yang masih bisa ditahan oleh Kiniro meskipun Kiniro mulai terlihat mengalami luka-luka di tubuhnya.
Ares yang menyudahi serangannya mundur dan secara perlahan-lahan efek dari skill Demon Power menghilang.
...****************...
__ADS_1
Happy New Year📯📯 semoga tahun 2021 bisa jadi lebih baik ya:)