
Di jalanan Kota Knossos, Ares dan Kuro berjalan hendak menuju ke restoran yang akan digunakan untuk makan malam dengan Putri Ariadne.
"Kau serius?" Kuro bertanya dengan ragu dan mengerutkan kening saat ia berjalan di samping Ares.
"Apa? Tentu saja aku serius," Ares menjawab dengan acuh dan terus berjalan dengan mantap.
"Ayolah paling tidak pakai jas! Kau benar-benar akan makan malam dengan seorang putri dengan baju besi seperti itu?!" Kuro mengusap wajahnya dengan frustrasi, ia telah menyuruh Ares untuk menggunakan pakaian yang pantas untuk makan malam hanya untuk tidak digubris.
"Apa bedanya? Bukankah sudah kubilang harga mereka mahal?" Ares membuat argumen dan tidak mendengarkan Kuro sama sekali, ia benar-benar tidak peduli dengan apa yang ia pakai. Tetapi, tentu saja ia tidak akan melepas armornya begitu saja lagipula jika itu dilepas pertahanannya akan menurun.
"Ayolah! Hanya satu jam yang singkat! Lagipula armor bisa langsung digunakan dari inventory!" Kuro berteriak pada Ares dan karena mulai tidak sabar segera menarik Ares menuju distrik bisnis untuk membeli pakaian yang layak untuk digunakan saat makan malam.
Ares tidak menolak lagi dan hanya menghela napas pasrah, ia memutuskan untuk membeli beberapa jas dan pakaian dan tentu saja yang akan membayarnya adalah Kuro, ia pasti tidak akan menghabiskan uang hanya untuk pakaian.
Kuro disisi lain tidak terlalu memikirkannya dan senang Ares membeli beberapa dan memakainya, paling tidak makan malam dengan putri nanti tidak akan memalukan.
***
Di salah satu restoran terbaik di pusat kota, seorang putri tersenyum manis saat duduk. Ia menggunakan chiton yang terlihat indah, tidak hanya itu ia juga mempunyai wajah yang sangat cantik.
Para pemain ataupun penduduk yang mengunjungi terpana melihatnya, beberapa bahkan memerah hanya dengan melihatnya segera memalingkan muka.
Untuk para penduduk mereka tentu tahu siapa sang putri karena itu mereka hanya kagum sejenak dan segera memalingkan wajah dan hanya membicarakannya dengan orang lain dan tidak berani untuk memandangnya.
Untuk para pemain, mereka terbagi menjadi beberapa, bagi mereka yang pintar dan memperhatikan para penduduk mereka segera melakukan hal yang sama.
Bagi pemain yang berani bahkan ada yang mendatanginya dengan sombong dan mengajak putri berkencan, hal itu membuat semua yang mendengarnya menahan napas lebih parah lagi penduduk kota menunjukkan permusuhan kuat pada pemain itu.
Tentu saja tawaran kencan langsung ditolak yang membuat pemain pemberani itu marah dan berniat memaksanya, tapi sebelum hal itu bisa terjadi pemain pemberani itu seluruh tubuhnya berubah menjadi pohon anggur kecil dan pengumuman sistem membuat semua orang terkejut.
{Seorang pemain membuat marah Dewa Dionysus! Selama 20 hari siapa saja yang bisa membunuhnya akan dihadiahi satu anggur kehidupan.}
Setelah pengumuman sistem semua orang terdiam, sangat jarang ada pengumuman sistem apalagi pengumuman semacam ini. Hal ini juga membuat semua orang bersemangat sebulan yang lalu karena banyaknya pemain baru untuk menyeimbangkan pemain lama dan baru hukuman mati meningkat menjadi hilang satu level.
Hal itu membuat banyak pemain lebih mencari alat penyelamatan hidup seperti Escape Rune ataupun alat lain, diantara itu anggur kehidupan adalah salah satu yang paling populer, tidak hanya bisa menghidupkan kembali tetapi bahkan bisa memberikan buff. Sayangnya, anggur kehidupan hanya ada sejumlah kecil dan hanya anggota Kuil Dewa Dionysus yang bisa memilikinya.
__ADS_1
Ares yang melihat pengumuman itu hanya bisa turut berduka untuk pemain yang dimaksud, orang itu pasti akan mengalami hari-hari yang sangat sulit.
Sesampainya di restoran dengan tidak peduli Ares berjalan langsung menuju meja yang ditempati oleh wanita paling cantik disana.
Orang-orang yang melihatnya hanya mencemooh bahkan beberapa bersiao untuk membunuhnya dengan harapan Dewa Dionysus akan menjatuhkan hukuman lagi.
"Kamu akhirnya datang," Ariadne berkata dengan lembut kepada Ares, saat Ares menatapnya mata Ariadne terlihat sangat memikat dan indah. Setelah beberapa saat terdiam Ares mengganguk dan duduk.
Orang-orang yang melihatnya terdiam mereka sama sekali tidak bisa mempercayai mata mereka saat melihat Ares duduk bersama Ariadne.
Ares tentu saja tidak peduli dan mulai mengobrol ringan dengan Ariadne, setelah perbincangan sejenak Ares bisa bilang kepribadian Ariadne cukup bagus.
"Putri, sebenarnya saya mempunyai permintaan," Ares dengan agak ragu bertanya.
"Katakan," masih tersenyum Ariadne sepertinya tidak terlalu memikirkan apa yang akan diminta Ares.
"Bisakah anda menolong saya menjelajahi labirin?" Ares bertanya dengan tekad saat ia menatap langsung ke mata Ariadne.
Mendengar itu senyum Ariadne menghilang dan ia menjadi serius saat mengamati Ares.
"Kamu akan mati."
"Tidak, saya tidak ingin melawan Minotaur, tujuan saya adalah menyelamatkan teman saya yang terjebak," dengan serius Ares mengucapkan tujuannya kepada Ariadne.
"Begitu? Kamu sepertinya orang baik ambil ini," Ariadne tersenyum kecut saat ia meletakkan benang yang digulung di sebuah kayu kecil.
Saat Ares melihatnya awalnya ia bingung, benang ini jika di lepas mungkin hanya akan beberapa meter tapi saat ia melihat informasinya ia tersenyum.
{Divine Thread(Legendary)
Benang yang mendapat berkah dewi, memiliki ketahanan yang sangat kuat dan panjang tak terbatas. Tidak bisa terputus.
Kemampuan hanya bisa digunakan di dalam labirin daedalus.}
"Terimakasih putri! Aku akan mengembalikannya padamu setelah aku keluar dari labirin," Ares dengan agak bersemangat berterimakasih pada Ariadne.
__ADS_1
Ariadne menggelengkan kepalanya,"tidak perlu, ambil saja," Ariadne tersenyum ramah sekali lagi, udara serius di sekitarnya telah menghilang.
Setelah itu Ares dan Ariadne mengobrol ringan dan makan makanan yang telah mereka pesan.
"Baiklah, aku harus pergi," Ariadne tersenyum ramah saat ia berdiri dan pamit.
"Selamat jalan putri," Ares yang paham langsung berdiri dan agak membungkuk untuk memberi hormat.
Saat Ares berjalan keluar dari restoran pengumuman sistem membuatnya agak terkejut.
{Selamat kamu memenangkan bantuan Ariadne, Dewa Dionysus yang mengamati memutuskan untuk membantu! Mendapatkan berkah Dewa Dionysus dan dua anggur kehidupan.}
{Berkah Dewa Dionysus(bertahan selama 5 hari)
Berkah dari dewa anggur, Dionysus
Menambah afinitas terhadap tumbuhan anggur sebesar 20%
Mendapatkan skill sementara bind, membuat sulur anggur untuk mengikat.
Menambah mana sebesar 30%
Menambah poison resistance sebesar 50%}
Setelah melihat itu Ares agak bingung berkah dari Dewa Dionysus sebenarnya tidak terlalu bagus untuk pertempuran hanya tambahan mana yang cukup membantu.
Tidak ingin terlalu memikirkannya,Ares segera pergi ke salah satu penginapan untuk beristirahat dan membuat beberapa rune sebelum memutuskan untuk log out.
***
Kevin yang baru keluar dari Terra Online langsung mengambil hoodie hitam kesayangannya dan pergi keluar untuk membeli makan, sekarang hari sabtu jadi untuk memanfaatkan waktu luangnya ia ingin sekalian berjalan-jalan sebentar.
Setelah berjalan sekitar 20 menit, Kevin akhirnya sampai ke rumah makan padang kegemarannya.
Tanpa menunggu lebih lama Kevin memesan yang biasa ia pesan dan duduk di salah satu bangku untuk makan.
__ADS_1
Sebelum mulai makan Kevin mengecek hp miliknya dan melihat ada pesan masuk dari Liyana yang mengatakan ia ingin bertemu karena ada sesuatu yang mendesak.
Kevin segera membalas dan menyuruh Liyana mendatanginya, setelah selesai membalas pesan Kevin segera memakan makanannya dengan senang.