Terra Online

Terra Online
71. Shadow


__ADS_3

"Sudah lama aku tidak kesini," Kuro bergumam pelan melihat sekelilingnya dengan tatapan nostalgia.


"Berapa lama kau tidak kesini?" Ares bertanya dengan penasaran pada Kuro yang terlihat tersenyum kecut.


"Mungkin sekitar 4 bulan," Kuro menjawab dengan pelan sambil terus melihat daerah sekitarnya.


Di sekitarnya daun-daun di pepohonan bewarna kuning dan kemerahan mulai berguguran, suasana di kota juga terasa tenang.


Ares diikuti oleh Lysa dan Kuro berjalan menuju keluar kota, tepatnya di tempat biasa Kuro, Kiniro dan yang lain berkumpul.


Tetapi saat ini disana tidak seperti yang diharapkan Kuro, teman-temannya tidak ada disana selain Shiro dan beberapa orang yang tidak ia kenali.


"Kuro, Ares..." Menyadari kedatangan Kuro,  Ares dan Lysa, Shiro tersenyum dan menyapa mereka.


"Shiro! Hm? Dimana Guree dan Noukon?" Kuro yang melihat wajah-wajah didepannya tetapi tidak bisa menemukan Guree dan Noukon bertanya pada Shiro yang terlihat bermasalah.


"Shiro... Apa yang terjadi?" Kehilangan senyumnya, Kuro bertanya dengan serius pada Shiro yang akhirnya menghela napasnya.


"Mereka diculik," mendengarkan jawaban pendek Shiro, pikiran Kuro menjadi kosong ia tidak tahu lagi harus melakukan apa. Bagaimanapun ia sudah kehilangan salah satu temannya dan telah mencarinya lama, tapi sekarang temannya yang lain diculik saat ia tidak disana.


"Bagaimana bisa? Dan dimana Kiniro?" Dengan tatapan tajam, Kuro bertanya pada Shiro yang terlihat jelas bermasalah dengan pertanyaan Kuro, bagaimanapun ia tidak tahu pasti kejadiannya karena mereka diculik saat berada di kediaman Daimyo.


Setelah mendengarkan penjelasan Shiro, Kuro menengadah ke langit dia saat ini terlihat tidak baik.


Ares yang ikut mendengarkan menggigit ibu jarinya, dan berpikir. Padahal mereka kesini untuk meminta bantuan tapi sekarang situasinya terlihat tidak memungkinkan.


"Dimana Kiniro?" Ares bertanya pada Shiro sambil mengerutkan keningnya.


"Belum login, tadi dia log out dan belum login kembali sampai sekarang," Shiro menjawab pertanyaan Ares dengan senyum pahit.


"Jadi Kiniro belum login yah?" Ares berbicara setelah menghela napasnya sejenak, Kiniro yang belum login kembali juga merupakan masalah.

__ADS_1


"Ah aku lupa mengenalkan mereka, mereka adalah anggota Sunrise yang mengikuti Kiniro, dia yang berbadan besar adalah Gou, si kembar itu Ai dan Aiya, dan yang terakhir itu Taigen," Gou dan yang lain tersenyum hangat pada Ares, Kuro dan Lysa yang juga memperkenalkan diri mereka sendiri.


"Oh iya, kalian kesini pasti ada sesuatu kan?" Shiro kembali menjadi serius saat ia bertanya pada Ares.


Ares yang ditanyai menjelaskan tentang tujuan mereka untuk meminta bantuan, dan juga tentang rencana mereka. Tentu saja, dia juga menceritakan tentang pertemuan mereka dengan Blue yang mereka duga sebagai Aoi.


"Begitu, aku senang mendengar kabar jika Aoi ditemukan meskipun masih dugaan dan situasinya sepertinya sulit," Shiro terlihat senang dengan kabar jika Aoi ditemukan tapi disisi lain ia menjadi lebih serius bagaimanapun Guild Shadow bukanlah guild kecil.


"Tapi kau tahu kan bahkan kami tidak akan bisa memberikan banyak bantuan karena sudah pasti banyak player berlevel lebih dari 200 di Shadow sedangkan kita masih di pertengahan 100," Shiro berbicara dengan nada serius sambil menatap langsung pada Ares yang menghela napasnya.


"Ya, aku tahu, tentu saja huh," Ares memejamkan matanya sejenak dan menghela napasnya ia merasa saat ini dirinya memasuki sebuah kebuntuan yang parah.


Ares juga sempat memikirkan untuk meminta bantuan pada Kenzie, tapi ia segera membatalkannya ia tahu karena selain Underworld yang kelakuannya agak terlalu random yang lain mempertahankan posisi untuk tidak saling serang.


"Ah, Underworld," Ares bergumam rendah tapi Shiro yang mendengarnya mengerutkan keningnya sambil melihat ke arah Ares dengan dingin.


"Ares jangan main-main," Shiro dengan dingin berkata pada Ares yang bahkan mengejutkan bagi Gou dan teman-temannya.


"Oh? Ares? Kuro?" Dari arah kota, Kiniro dengan wajah mengantuknya yang biasa berjalan sambil melambaikan tangan saat melihat Ares dan Kuro.


"Apakah ada sesuatu?" Kiniro bertanya dengan santai pada mereka berdua, ia juga sudah berkenalan dengan Lysa.


"Alat pelacak yang kami pasang pada Blue, yang mungkin adalah Aoi ada di Kerajaan Naira, dan ada informasi jika Shadow sepertinya memiliki rencana disana," Ares berbicara pada Kiniro dengan serius, Kiniro yang mendengarkan juga menjadi serius setelah mendengar itu menyangkut Aoi.


"Jadi bagaimana?" Bertanya dengan tenang, Kiniro melihat wajah Ares dan Kuro secara bergantian.


Ares dengan jelas menjelaskan rencana yang ia miliki, dan tentang kerjasamanya dengan pihak Empire. Serta, tujuannya untuk meminta bantuan Kiniro untuk menyelidiki apa yang terjadi di sisi Kerajaan Naira.


***


"Huh, ada lagi?" Blue bergumam pelan saat melihat beberapa orang bertopeng membawa beberapa npc yang entah mereka dapatkan darimana.

__ADS_1


Seperti yang sebelum-sebelumnya para npc dibuat pingsan lalu diikat. Yang bisa dipikirkan Blue saat melihatnya adalah kasian karena ketidakberuntungan mereka yang akan digunakan untuk ritual.


"Blue."


"Komandan Kirin," Blue bergumam perlahan saat ia berbalik dan melihat seorang pria dengan topeng kirin dan sedikit percikan petir. Ia terlihat sangat tenang, meskipun begitu kehadirannya agak membuat Blue terganggu lagipula Kirin adalah komandan terkuat dibawah petinggi Thunder.


"Apa yang anda lakukan disini? Bukankah ritual dan tempat ini dibawah petinggi Fire?" Blue bertanya dengan penasaran, meskipun ia agak tidak tenang tapi ia masih bisa berbicara dengan lancar.


"Hem? Ya, dimana Phoenix? Ada perintah dari Chairman," Chairman yang dimaksud oleh Kirin adalah Ketua Guild Shadow, yaitu Dark Shadow, Arsalan.


Dan kenapa jika ada perintah bukannya langsung menghubungi tapi malah mengutus seseorang, alasannya karena tiap anggota tidak saling menambahkan teman dan pesan guild ditutup. Lagipula setengah dari komandan dan salah satu petinggi adalah NPC yang membuat pesan guild tidak terlalu berguna untuk menghubungi.


"Disana, Nona Phoenix sepertinya sedang beristirahat," Blue menunjuk sebuah gubuk kecil yang dijaga beberapa orang dengan topeng, salah satunya adalah Pigeons.


"Oke," Tanpa melihat ke belakang, Kirin langsung pergi meninggalkan Blue dan menuju ke tempat Phoenix beristirahat.


Sekedar informasi, Shadow dulunya bukanlah sebuah guild melainkan organisasi assassin milik NPC, tapi Chairman atau Dark Shadow membunuh pemimpin puncak sebelumnya dan akhirnya merubahnya menjadi sebuah guild.


Bahkan hingga kini, masih banyak anggota guild yang merupakan mantan anggota organisasi lama, termasuk salah satu petinggi, Thunder yang merupakan seorang NPC.


Jadi diantara sepuluh guild teratas Shadow adalah yang memiliki umur termuda sekaligus paling tua tergantung dihitung sejak kapan, jika dihitung sejak sebelum direbut Dark Shadow maka menjadi yang paling tua tapi jika sebaliknya maka akan menjadi guild termuda.


"Pink? Kenapa?" Melihat Pink, anggota Shadow yang dulu sempat terjebak di labirin bersama dengannya berlari dengan terburu-buru, Blue bertanya dengan bingung.


"Blue? I-itu! Sepertinya kegiatan kita mulai terendus oleh orang-orang," Pink yang telah sedikit menenangkan dirinya, berkata pada Blue.


"Bukankah Star World sudah mengatasi mereka?" Blue bertanya dengan bingung.


"Memang, tapi sepertinya ada guild-guild yang tidak puas dengan perlakuan Star World karena sekitar sini bukanlah wilayah mereka," Pink berbicara dengan kesal, wilayah Star World sendiri harusnya ada di Timur Dinasty Wei.


"Itu merepotkan, kita tidak menghubungi Empire yang memiliki wilayah disekitar sini karena pasti tidak akan terjadi kesepakatan dengan mereka begitu juga dengan Eternity," sedikit menghela napasnya, Blue berbicara, setelah itu ia memberitahu Pink untuk melapor ke salah satu kapten yang ada disini karena komandan mereka Phoenix sedang bersama Kirin.

__ADS_1


__ADS_2