
Dua jam telah berlalu sejak Ares bisa menguasai salah satu teknik yang diajarkan oleh Kakek Wasa, tapi ia masih belum bisa menguasai Wind Step yang membuatnya sedikit frustasi karena ia mulai kehabisan stamina walaupun tadi sudah sempat istirahat.
"Kakek, bisa berikan saya pertolongan? Saya tidak paham sama sekali," Ares dengan ekspresi putus asa di wajahnya meminta tolong pada Kakek Wasa yang sedang mengamati sambil bermain dengan Adya dan beberapa hewan kecil.
"Baiklah, akan saya berikan satu contoh lagi, cobalah amati nak," Kakek Wasa dengan senyum ramah mulai berjalan dengan santai saat langkahnya tiba tiba naik ke atas dan akhirnya meninggalkan tanah.
"Itu terlihat mudah, tapi ternyata sangat sulit," Ares terus mengamati yang dilakukan Kakek Wasa dengan sangat fokus.
"Sekarang cobalah," masih diatas angin Kakek Wasa menyuruh Ares dengan senyum ramah.
Menstabilkan napasnya, Ares mulai mencoba lagi menggunakan Wind Step, kali ini dengan lebih fokus. "Garuda Sword Technique: Wind Step," Ares berjalan dengan berusaha menapakkan kakinya ke atas angin.
Ares berhenti sejenak karena ada notifikasi pesan, setelah beberapa percobaan yang gagal.
[Pesan Pribadi Kuro
Kuro: Kau dimana? Disini sepi! Pada kemana astaga!
Ares: Berlatih, jangan ganggu.
Kuro: Dimana? Aku kesana!
Ares: Tolong beritahu yang lain, nanti kita dua jam lagi kumpul ada yang ingin kubicarakan.
Kuro: Oi oi, jawab pertanyaanku dulu?]
Tanpa menjawab pesan terakhir Kuro, Ares melanjutkan pelatihannya untuk menggunakan Wind Step.
"Kita akhiri dulu latihan hari ini nak," Setelah banyak kali percobaan Ares gagal, Kakek Wasa berbicara pada Ares.
__ADS_1
"Eh?" Ares yang terlihat bingung ingin bertanya pada Kakek Wasa, tetapi terpotong karena Kakek Wasa berbicara kembali sebelum Ares sempat bertanya.
"Kita lanjutkan besok, aku harus pulang, kamu boleh mempelajari itu lagi setelah ini tapi saran saya beristirahatlah," Kakek Wasa dengan ramah berbicara pada Ares yang menjawab dengan anggukan yang mengartikan jika ia mengerti.
Setelah Kakek Wasa berjalan menjauh, Ares memanggil Wolfshef dan Napoleon untuk membantunya levelling di area level 50-80 yang terletak agak jauh dari pintu masuk hutan tempat Ares berada saat ini.
Mulai memasuki kawasan hutan yang diincar oleh Ares, kewaspadaan mereka meningkat pesat yang awalnya santai menjadi sangat serius.
"Werewolf? Ah sepertinya ini akan merepotkan" Ares tersenyum kecut, didepannya saat ini berdiri dengan kokoh Werewolf setinggi empat meter.
"Manusia? Dan sepasang hewan lucu?" Ares mengedipkan matanya, ia tidak menyangka Werewolf didepannya bisa berbicara, karena Werewolf liar biasanya tidak bisa berbicara. Werewolf sendiri dibagi menjadi dua, yang pertama Werewolf liar yang merupakan monster di hutan. Sedangkan yang satu lagi adalah Ras Werewolf yang perilaku dan pikirannya lebih condong ke manusia walaupun tidak kehilangan sifat sifat buasnya.
Saat mengecek Werewolf didepannya Ares bisa tahu jika Werewolf ini mempunyai nama Heath dan berlevel 75.
"Sepertinya kalian makanan yang enak!" Werewolf di depan Ares tiba tiba mengeluarkan air liur yang membuat Ares, Wolfshef dan Napoleon menjadi sangat waspada, Ares bahkan sudah menyentuh gagang Dragon Fang dan siap bertempur.
Tanpa ada aba-aba Heath menyerang mencoba menyerang Ares dengan mengayunkan cakarnya yang kuat, untungnya Wolfshef yang menjadi tunggangan Ares berhasil menghindarinya dengan sangat baik bahkan menyerang balik Heath yang menyebabkannya terkena luka kecil.
"Fly," Ares melompat saat sayap mulai tumbuh di punggungnya, sayapnya yang bewarna hitam nampak indah.
Ares sendiri merasa sedikit terpukau dengan sayapnya, karena meskipun menggunakan sedikit efek sihir agar bisa terbang tapi ini sangat bagus.
Terus terbang lebih tinggi, Ares melihat ke bawah, dibawahnya Ares bisa melihat Napoleon dan Wolfshef sedang berusaha menahan Heath.
"Wolfshef! Napoleon! Awas! Fire Executed!" Setelah menyuruh Wolfshef dan Napoleon untuk menyingkir, Ares mengarahkan telapak tangan kanannya kearah Heath yang berusaha mengejar Wolfshef. Dari telapak tangan Ares, semburan api yang berkobar keluar langsung menuju Heath yang terkejut saat menyadarinya. Saat Heath menyadarinya, api sudah menyebar di sekitarnya bahkan bulunya sudah sedikit terbakar yang membuat HP miliknya terus menerus turun karena efek Burnt.
"Sekarang! Wolfshef Wind Cutter! Napoleon! Thunder Strike!" Mendapat perintah, keduanya segera melaksanakan. Wolfshef mengibaskan ekornya saat menciptakan Wind Cutter disisinya yang langsung bergerak kearah Heath, sedangkan Napoleon meraung dengan sangat keras yang menyebabkan awan petir muncul yang langsung menyambar kearah Heath.
Heath yang sedang tidak fokus terkena serangan beruntun ambruk, HP miliknya hanya tersisa setengahnya yang sedikit membuat Ares senang karena sepertinya ia bisa mengalahkan Werewolf yang ada didepannya.
__ADS_1
"Manusia sialan!" Heath meraung dengan sangat keras yang membuat Ares kehilangan sedikit kewaspadaannya.
"Kena kau!" Ares terkejut, Heath yang tadi masih dibawah saat ini ada tepat dibelakangnya dan siap mengayunkan cakarnya. Ares dengan tangan kiri menarik Storm Cutlass dari sarungnya yang ia pegang secara terbalik dan segera sedikit berputar tapi ia sedikit terlambat ayunan cakar Heath sudah hampir mengenainya.
"Dragon Protection," merasa tidak mempunyai pilihan lain, Ares menggunakan Dragon Protection yang memberikannya efek kebal selama 10 detik. Saat cakar Heath mengenainya, Ares terpental jauh kebawah dan sayapnya juga menghilang, tetapi karena efek Dragon Protection Ares hanya merasakan sakitnya dan HP miliknya tidak berkurang sama sekali.
"Skill yang berguna," Ares bergumam saat ia kembali berdiri dan bersiap bertarung. Di tangan kanannya Dragon Fang siap menebas, sedangkan di tangan kirinya Storm Cutlass yang dipegang secara terbalik juga sudah siap untuk digunakan bertarung.
Karena ini adalah pertama kalinya ia bertarung menggunakan dua senjata secara langsung, Ares sebenarnya agak ragu apakah ia bisa atau tidak.
"Grr," Heath sekali lagi secara tiba-tiba muncul di belakang Ares, tetapi kali ini ia tidak terkejut dan sudah berputar sedikit kesamping saat ayunan cakarnya bergerak yang membuatnya berbenturan dengan Storm Cutlass yang digunakan Ares untuk bertahan.
"Frozen Area!" Masih beradu kekuatan, Ares mengeluarkan Frozen Area untuk membekukan daerah sekitarnya. Di sekitar Ares mulai menjadi beku saat Frozen Area telah aktif bahkan kaki Heath sedikit membeku yang membuat Ares tersenyum.
"Bash!" Memanfaatkan keadaan yang sangat menguntungkan baginya, Ares dengan terus menerus menyerang dengan Bash, Lightning Slash dan Wind Slash yang membuat HP Heath sedikit demi sedikit turun.
"Beraninya! Beraninya! Beraninya!!!" Saat HP miliknya hanya tersisa 20% Heath berteriak dengan sangat keras. Selain itu, Ares bisa melihat jika otot-otot Heath seperti membesar yang membuat tubuhnya terlihat lebih besar dan aura haus darahnya menjadi sangat kental yang bahkan membuat Ares menjadi was was.
Karena merasa sedikit khawatir Ares mengecek Heath, ia melihat jika status Heath memasuki keadaan Rampage. Mengetahui itu, Ares meningkatkan kewaspadaannya dengan kedua senjatanya siap digunakan kapan saja, selain itu Wolfshef dan Napoleon juga sudah berada disisinya siap untuk kembali bertarung.
Blaaarr
Ares yang sudah sangat waspada terpental dan mengenai pohon yang membuatnya kehilangan cukup banyak HP saat Heath menyerang.
"Kecepatan macam apa itu?" Ares bergumam saat ia kembali berdiri dan mulai menstabilkan napasnya yang sedikit terengah-engah.
Blaaaarr
Tidak cukup sampai disitu, Ares kembali diserang yang membuatnya terpental jauh, ia bahkan tidak bisa melihat pergerakan Heath yang membuatnya sedikit kesal, selain itu Wolfshef dan Napoleon yang ingin membantu Ares hanya bisa melolong dan mengaum dengan putus asa, mereka sama sekali tidak bisa melihat pergerakan Heath yang cukup mengerikan.
__ADS_1
'Bukankah jika dipikir lagi aku dengan title Baal Protection ditambah saat ini sedang bertarung sendiri seharusnya lebih kuat dari Heath?' Ares menggigit ibu jarinya dan berpikir saat ia mulai kembali berdiri. Ares menyimpulkan, Heath terlihat lebih kuat darinya karena efek rampage miliknya.