
"Gawat gawat harus cepat," Kuro yang perhatiannya sempat teralihkan dengan buru-buru menonaktifkan jebakan jebakan yang tersisa.
Saat ini ia hanya berjarak sepuluh meter dari bendera tim Shira sedangkan jebakan yang harus ia hilangkan masih sekitar empat untuk mencapai bendera dengan jalur tercepat.
Dari sudut matanya melihat Shira yang akan menyerangnya segera mengeluarkan doubleganger miliknya untuk mengganggu Shira walaupun ia tidak optimis hal itu bisa membuat Shira sibuk terlalu lama.
Ares yang baru bisa berdiri memberikan perintah pada silver ape untuk membantu Kuro, sedangkan ia menatap ke arah Code dengan senyum kecil seakan-akan bukan ia yang tadi hampir mati di tangan Code.
"Yah... Itu tadi hebat," Ares berbicara saat ia berjalan untuk mengambil Dragon Fang,"Tapi sayang sekali kau tidak menyelesaikannya tadi," Ares dengan sekejap mendekati Code dengan Dragon Fang dalam posisi siap menebas.
"Dragon Breath," Ares dengan ringan menebaskan pedangnya langsung ke arah Code, napas naga muncul di jalur pedang yang dengan cepat membakar pepohonan dan membuat Code terbuyarkan.
"Fly," tanpa membuang-buang waktu, Ares segera terbang ke arah Shira dengan pedang dalam kondisi siaga siap untuk menebas.
"Garuda Sword Technique: Garuda Invansion," Ares dengan sorot mata tajam mengayunkan pedangnya dengan cepat yang membuat banyak energi pedang yang langsung mengarah ke Shira.
Sebagai pencegahan agar Shira tidak menggunakan barrier Ares melemparkan restraint rune. Shira yang melihatnya mulai merasa pasrah, ia sudah dibuat sibuk oleh Silver Ape, Kuro tinggal beberapa langkah lagi dari mengambil bendera milik timnya dan ia akan terkena serangan Ares.
Shira akhirnya buyar setelah berusaha menghindari serangan Ares begitu juga Silver Ape yang secara tidak sengaja terbunuh karena serangan yang diluncurkan Ares.
Disaat itu juga Kuro akhirnya berhasil mendapatkan bendera tim Shira dan membuat New Olympus menjadi pemenang yang akan bertanding di babak terakhir.
***
Di luar hutan, Ares dan yang lain mulai berkumpul kembali sambil menunggu pertarungan di sisi lain hutan yang masih belum selesai.
Disaat Ares sedang duduk bersama teman-temannya untuk beristirahat Laks dengan hati-hati memanggilnya yang membuat Ares sedikit bingung lagipula mereka tidak akrab dan baru sekali bertemu.
"Kenapa?" Ares berjalan mendekati Laks dan bertanya sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kenzie, ya dia ingin bertemu denganmu," dengan senyum kaku Laks memberitahu apa yang ingin ia katakan dan menunjuk ke arah tepi tanah lapang yang terlihat berdiri sebuah rumah yang tidak terlalu besar.
"Disana?" Ares bertanya sambil melihat ke arah yang ditunjuk oleh Laks.
"Iya."
Ares tanpa keraguan segera berjalan ke arah rumah yang ditunjuk oleh Laks, saat hanya berjarak beberapa meter Ares untuk berjaga-jaga mengaktifkan skill sight miliknya.
Setelah mengamati sejenak dan memastikan hanya ada Kenzie di dalam rumah Ares masuk dan melihat Kenzie dalam balutan armor merah ia tersenyum ramah.
"Hay Ares, lama tidak bertemu," Kenzie menyapa Ares sambil tersenyum ramah.
"Yah, lama tidak bertemu," Ares dengan acuh menjawab dan menatap Kenzie langsung yang membuat Kenzie tersenyum pasrah ia masih tidak bisa memahami orang seperti apa Ares itu.
"Jadi ada apa?" Tanpa basa basi Ares langsung bertanya tentang apa yang Kenzie inginkan dengan bertemu dengannya.
"Aku ingin memperingatkanmu Ares, berhati-hatilah pada Underworld, aku mendengar kabar jika mereka mencari identitas dari dewa perang,"Kenzie dengan serius berkata sambil mengamati raut wajah Ares yang tidak banyak berubah.
"Aku akan mengingatnya," Dengan datar Ares menjawab peringatan Kenzie, walaupun begitu Ares serius akan mengingatnya lagipula ia tidak ingin terlibat masalah yang merepotkan.
"Hanya itu?" Setelah hening beberapa saat Ares bertanya untuk memastikan apakah hanya itu yang ingin diucapkan Kenzie.
"Eh- yah kami akan mengirim bantuan untuk perang melawan demon, jadi bisakah aku membeli power rune dalam jumlah banyak?" Kenzie menatap Ares dengan senyum ramah saat ia berbicara mengenai tujuannya yang lain untuk menemui Ares.
Ares yang terlihat tertarik dengan perkataan Kenzie mengganguk dan mengatakan beberapa hal sebagai persyaratan yang harus dipenuhi Kenzie jika ingin bertransaksi power rune.
"Danadyaksa sanggup memenuhi syarat itu, tapi siapa Instruktur Reo?" Kenzie mengerutkan keningnya saat mendengar nama yang ia tidak kenali sama sekali, ia cukup yakin jika itu bukan nama seorang tokoh berpengaruh maupun tokoh terkenal di Terra Online.
"Dia seorang instruktur di kamp pelatihan," Ares menjawab singkat dan mulai menjelaskan mengenai siapa Instruktur Reo tentu saja ia menyembunyikan fakta jika ia mewarisi Special-Class Job maupun tentang ia belajar cara membuat rune dari Instruktur Reo.
__ADS_1
"Baiklah kami bisa mengusahakan untuk menemuinya tapi aku tidak bisa janji karena bisa saja kami berada di medan perang yang berbeda berhubung pasukan demon terus maju," Kenzie dengan senyum ramah menjawab Ares.
"Terimakasih," Ares berdiri dan agak membungkuk sebelum berbalik untuk kembali ke partynya yang sedang beristirahat.
***
Ares dengan langkah lambat berjalan mendekati teman-temannya yang sedang beristirahat di tepi tanah lapang dekat pohon yang lumayan besar.
"Darimana saja kamu?" Iris yang melihat kedatangan Ares bertanya sambil mengelus-elus Wolfshef yang ada di dalam pangkuannya.
"Hem? Bertemu teman," Ares dengan singkat menjawab dan duduk bersandar pada pohon di sebelah Minerva.
"Hi...shi...shi...shi... Kamu dapat masalah ya?" Minerva tertawa kecil dan bertanya pada Ares yang telah duduk di sebelahnya.
"Huh, mungkin saja," Ares sambil menghela napas menjawab dengan pelan.
"Tenang saja, kita disini bersama-sama oke? Kami akan membantumu jika kamu terkena masalah," Minerva tersenyum lembut sambil memegang tangan Ares dengan lembut.
"Makasih," Ares tersenyum kecil ia hampir saja melupakan jika ia tidak sendiri disini paling tidak ia mempunyai beberapa orang yang bisa disebut sebagai teman.
"Baik teman teman, kenapa kita tidak makan dulu?" Iris dengan senyum kaku berkata dan menyiapkan beberapa bahan makanan yang ia serahkan pada Jedi untuk dimasak.
"Hei ada apa dengannya?" Jedi yang agak kebingungan bertanya pada Kuro yang ada di sampingnya.
"Kau seperti tidak tau perempuan saja, mereka memang susah dimengerti, turuti saja mending," Kuro dengan tatapan jail memberikan nasihat pada Jedi yang membuat Jedi lebih bingung lagi.
Pasrah akan hal itu Jedi mulai memasak, kali ini ia menyiapkan panci untuk memasak sup hangat yang merupakan hidangan paling mudah dan memberikan banyak manfaat menurutnya.
"Boleh aku pinjam Napoleon?" Sambil terkikik melihat Jedi yang kebingungan, Minerva bertanya pada Ares.
__ADS_1
"Ya, tentu," Ares memanggil Napoleon dalam wujud chibi yang langsung berlari ke arah Minerva dengan senang.