
Keduanya saling tatap dengan intens, tidak ada yang bergerak lebih dulu, seakan mencari celah yang mungkin ditunjukkan oleh lawannya.
"Dragon Breath!"
"Hiryu Tobu!"
Ares dan Kiniro melepaskan skill mereka hampir secara bersamaan. Napas naga yang merupakan api dilepaskan oleh Dragon Fang bergerak langsung ke arah Kiniro.
Disisi lain, dari katana Kiniro secara sekilas terlihat muncul naga cina bewarna merah yang bergerak lurus.
Keduanya bertabrakan ledakan besar timbul darinya, Ares dan yang lain secara reflek menutupi mata mereka karena silau.
Walaupun menutup mata bisa menghalangi sinar yang masuk, tapi karena kuatnya ledakan Ares dan Kiniro yang paling dekat dengan ledakan terpental mundur dan menabrak pohon.
Beberapa menit dalam keheningan, disaat semua orang mulai membuka matanya tempat bertemunya kedua skill banyak pohon-pohon yang jatuh karena efeknya.
Kuro yang melihat Ares dan Kiniro masih bersandar pada pohon menghela napasnya, ia tidak mengerti mengapa mereka sampai melakukannya sejauh itu.
Disaat ia akan bergerak, ia bisa merasakan beberapa hawa keberadaan berada di sekitar tempatnya saat ini.
"Sial," Dengan suram Kuro menggertakkan giginya. Ia mengamati wilayah sekitarnya dengan hati-hati.
Sambil mengerutkan kening, Kuro mengeluarkan doppelgangernya segera ia dan doppelgangernya menuju ke arah Ares dan Kiniro masing-masing berlari untuk membawa mereka sedikit menjauh paling tidak.
Saat hendak masuk ke dalam hutan pasukan undead yang didominasi oleh skeleton dan zombie menghalangi jalannya.
Saat memikirkannya Kuro merasakan dingin di tulang belakangnya, seharusnya di tempat ini tidak ada undead.
"Khu khu khu," suara tawa yang dalam terdengar dari belakang pasukan undead yang membuat Kuro bergidik, hanya ada satu penjelasan untuk itu, Necromancer!!!
Walaupun sudah memiliki dugaan Kuro tetap ragu karena Necromancer walaupun salah satu Third-Class Job terkuat dari Mage itu tidak terlalu diminati karena respect dan sikap npc akan menjadi bermusuhan kecuali npc yang terikat dengan kegelapan.
Menimbang dari faktor ini saja Necromancer kemungkinan besar tidak bisa masuk ke ibu kota Nusantara apalagi mengikuti lomba yang diadakan oleh keluarga kerajaan!
"Bagaimana kamu bisa disini? Necromancer!" Kuro menyipitkan matanya untuk mengamati musuh. Lagipula Necromancer bukan sesuatu yang bisa ia lawan meskipun level mereka disesuaikan.
"Khu khu khu, tentu saja aku ikut lomba, yah Raja disini tidak mendiskriminasi ras kegelapan jadi aku berpartisipasi tentu saja!" Suara dalam Necromancer terdengar dan ia membuat senyum mengerikan di wajahnya yang terlihat sangat pucat.
Kuro menatap kosong saat mendengarnya, dia benar benar baru tahu jika Raja di Nusantara tidak memusuhi Ras Kegelapan! Yah dia tidak bisa disalahkan lagipula Kuro kebanyakan menghabiskan waktu di Kekaisaran Sakura.
__ADS_1
"Lupakan, sekarang yang terpenting aku harus membunuhnya," Kuro bergumam pelan sebelum meletakkan Kiniro dan Ares di salah satu pohon dan memberikan tanda pada Guree untuk membantunya.
"Stealth, Backstab," Kuro menghilang begitu saja beberapa saat kemudian Kuro kembali muncul di belakang Necromancer dengan belati siap untuk menusuknya.
Tidak seperti yang diharapkan Kuro, Necromancer terlihat sangat tenang dan bahkan terlihat bergumam?
Tidak ingin ambil pusing Kuro buru buru menusukkan belatinya ke arah Necromancer yang tubuhnya tiba tiba membesar seperti balon.
Sial!
Kuro mengutuk didalam hati, dia salah perhitungan, Necromancer ini jelas siap dengan serangan dadakannya dan ia jelas terjebak saat ini.
Boom!
Tubuh Necromancer yang membesar meledak, membuat Kuro terlempar agak jauh dan menabrak pohon.
Disaat itu Kuro dengan cepat menulis pesan darurat pada tim untuk membantunya.
"Ternyata hanya orang bodoh yang ada disini," Suara dalam Necromancer kembali terdengar dari tengah kawanan undead.
Kuro menggertakkan giginya saat ia kembali bangun dan bersiap menyerang. Tentu saja kali ini ia tidak akan melakukan serangan menyelinap karena Necromancer itu jelas bisa mengatasinya.
Kuro sendiri juga berlari ke depan sambil melemparkan pisau yang ia ambil dari inventorinya untuk mengacaukan pasukan undead yang menjaga Necromancer.
Necromancer yang melihat roh disamping Kuro mengerutkan keningnya disaat bersamaan ia mengacungkan staffnya untuk mengeluarkan mantra energi negatif untuk menghancurkannya.
Yang membuatnya terkejut, serangannya benar benar menembus roh, dengan buru buru ia memerintahkan pasukan undead untuk menyerang Kuro.
Saat pasukan undead bergerak maju, lusinan panah api menyerbunya dan membuyarkannya yang sekali lagi membuat Necromancer terkejut.
Walaupun hanya sesaat karena setelah itu ia mulai mengeluarkan prajurit skeleton baru untuk membantunya, tidak hanya itu ia juga mengeluarkan beberapa skeleton mage dan archer yang langsung melancarkan serangan pada Guree yang bersembunyi di atas dahan pohon.
Kuro yang melihatnya menampilkan ekspresi muram, tapi ia menggertakkan giginya dan menambah kecepatan.
"Double Attack," Kuro langsung melancarkan serangan pada Necromancer tanpa memperdulikan pasukan undead di hadapannya.
"Vital Strike!"
"Fatal Fury!"
__ADS_1
Serangan demi serangan Kuro berlanjut saat ia menatap Necromancer dengan niat membunuh yang sangat kentara.
Disisi lain semua serangan Skeleton Mage dan Archer yang mengarah pada Guree gagal karena kemunculan Dire Wolf yang terlihat sangat akrab bagi Kuro.
Kuro yang mengetahuinya menyipitkan matanya dan menyeringai lebar. Ia tidak berharap pemulihan Ares akan secepat ini, meskipun belum benar benar pulih tapi segala bantuan untuk saat ini sangatlah penting baginya.
"Fuuh, benar benar tidak enak kehabisan stamina," Ares yang membawa Dragon Fang berjalan keluar dari dalam kegelapan dengan wajah tanpa ekspresi saat ia mengamati pertarungan Kuro dan Necromancer.
"Guree tembakan panah!" Ares berteriak pada Guree yang terakhir langsung menembakkan panah panahnya ke arah Necromancer.
Ares sendiri karena staminanya baru terisi sedikit ia tidak bisa bertarung secara langsung, yah dengan catatan jika ia tidak ingin mati.
Karena itu ia hanya memanggil Wolfshef dan Napoleon untuk bertarung melawan pasukan undead yang menggangu Kuro.
Ares juga mempertimbangkan apakah ia akan melemparkan Beast Rune tapi ia segera membatalkan pemikiran itu karena beast rune yang baru saja terbangun akan menyedot staminanya juga.
"Napoleon, Thunder Strike!"
Auman singa yang terdengar sangat kuat dan mengerikan menggelegar menyebabkan medan perang hening sesaat dan banyak skeleton warrior tiba tiba runtuh ke tanah.
Necromancer yang melihatnya merajut alisnya ia benar benar ingin mengeluarkan pasukan undead lagi tapi karena Kuro yang terus terusan melancarkan serangan padanya, ia tidak bisa membangunkan pasukan.
"Haha! Necromancer sialan! Mati kau sekarang!" Kuro yang dipenuhi dengan semangat menyerang terus menerus dengan belatinya.
Dibelakangnya pasukan undead sedikit demi sedikit dibantai oleh Wolfshef dan Napoleon dan yang sedikit lebih beruntung tewas karena panah api Guree.
"Wolfshef! Wind Cutter!" Ares berteriak saat ia duduk dengan santai melihat pertempuran yang sedang berlangsung.
Wolfshef yang mendengarnya melompat sambil melolong, di sisi-sisinya keluar wind cutter yang segera melesat menuju para undead yang malang.
Disisi Kuro, Necromancer benar benar sudah terdesak, Kuro yang dengan gila menyerangnya tiba tiba menghilang, dan muncul kembali di belakangnya dengan Backstab membuat HP Necromancer hanya tersisa sedikit yang langsing habis saat Kuro menggunakan Vital Strike dengan menusukkan belatinya ke leher Necromancer yang membuat kepalanya melayang.
Saat itu juga pasukan undead yang tersisa berubah menjadi abu, menyisakan Wolfshef dan Napoleon yang bergerak ke arah Ares.
Ares dengan lembut mengelus keduanya, disaat hampir bersamaan seorang anak perempuan yang memakai pakaian kulit abu-abu yang sama dengan rambutnya muncul sambil terengah-engah.
"Guree, ah tolong bawa Kiniro ya, Wolfshef akan membantumu," Ares melihat ke arah Guree dan memberitahunya untuk membawa Kiniro kembali tanpa merubah ekspresinya.
Guree yang sudah paham segera mengangguk dan bergerak ke arah Kiniro yang belum bisa bergerak bersama Wolfshef.
__ADS_1
Disisi lain Ares bergerak ke arah Kuro yang masih menstabilkan napasnya setelah pertarungan panjang dengan Necromancer yang membuatnya benar benar repot.