
"Yo! Kalian tidak apa?" Minerva yang baru saja masuk ke dalam gua menyapa kedua temannya.
"Yah, tapi itu tadi sangat menguras stamina dan mana," Jedi menjawab saat ia tiduran di tanah untuk beristirahat.
"Benar sekali," Iris yang sedang duduk bersandar membenarkan ucapan Jedi.
"Hi..shi..shi..shi.. paling tidak kita berhasil untuk bertahan," Minerva dengan tawa kecil berucap saat ia berjalan keluar dari gua untuk kembali mengamati wilayah sekitarnya.
Disisi lain, Ares yang sedang mencari keberadaan tim lawannya terkepung oleh lima orang player.
"Menyerahlah!" Salah satu player yang membawa pedang besar membentak dengan senyum sinis dan merendahkan.
"Menyerah? Maaf saja, Dragon Roar!" Ares berteriak dengan sangat keras dengan skill Dragon Roar yang menyebabkan semua orang yang ada di sekeliling ares terkena efek Fear bahkan ada dua orang yang K.O.
"Aku tidak bisa kalah disini," dengan ekspresi datar Ares bergumam pelan saat ia menebas satu persatu para player yang mengepungnya.
"Wolfshef kamu menemukan sesuatu?" Ares melihat ke arah Dire Wolf yang berdiri di hadapannya dengan senyum kecil. Wolfshef yang ditanya hanya melolong dan memberikan menyuruh Ares untuk menaiki punggungnya.
Beberapa saat menaiki Wolfshef, Ares bisa melihat sekelompok orang manusia dan beberapa ras lain.
Jika dilihat dari jumlah orang yang ada disana, Ares menyimpulkan bahwa mereka bukan hanya satu kelompok karena jumlah mereka yang lebih dari lima ditambah aura permusuhan yang terlihat jelas diantara mereka.
Karena jumlah lawan yang terlihat banyak, Ares menghubungi Kuro untuk membantunya. Ia juga memanggil kembali Napoleon yang masih pergi mencari musuh.
"Jika mereka musuh, kenapa mereka tidak bertarung?" Ares bergumam saat ia mulai bingung karena sejak ia datang sampai sekarang orang-orang yang ada disana tidak bertarung sama sekali.
Setelah beberapa menit, Kuro akhirnya tiba di tempat Ares. Saat Kuro melihat jumlah musuh yang lebih dari sepuluh ia mengerutkan kening, karena walaupun jika dihitung paling tidak ada tiga tim tapi mereka sama sekali tidak bertarung.
"Yo! Apa yang sebenarnya terjadi?" Kuro menyapa dengan berbisik-bisik supaya tidak ketahuan oleh orang-orang yang ada didepannya.
"Entahlah, dari tadi mereka hanya diam dan tidak ada yang bertarung sama sekali," Ares menggelengkan kepalanya saat ia menjelaskan apa yang ia tahu dari pengamatannya.
"Aku punya teori tentang ini, walaupun terdengar gila, mungkin saja mereka beraliansi," Kuro menjelaskan pendapatnya dengan berbisik," walaupun begitu, bukannya tidak masalah? Langsung kita hajar saja!" Dengan senyum lebar Kuro menyiapkan belati miliknya untuk bertarung.
"Tunggu, jangan gegabah, lebih baik kita amati dulu," Ares menahan Kuro yang hendak keluar dari tempat sembunyi untuk bertarung.
__ADS_1
"Huh, oke," Kuro menghela napasnya dengan pasrah.
Setelah menahan Kuro supaya tidak keluar, Ares melemparkan Beast Rune ke arah kelompok yang ada didepannya, saat Beast Rune jatuh ke tanah, asap mengepul mengurangi jarak pandang mereka.
Kepanikan mulai terjadi dalam kelompok itu. Saat asap mulai menghilang sesosok anjing hitam dengan mata merah muncul dari balik asap.
"Crazy Dog, monster level 25," Kuro berbisik saat melihat hewan yang muncul dari balik asap.
"Wolfshef, Napoleon, gunakan serangan kejutan," tanpa menghiraukan Kuro, Ares memberikan perintah pada Wolfshef dan Napoleon yang segera pergi.
"Kita akan menyergap mereka," Ares melihat ke arah Kuro yang memiliki ekspresi cemberut di wajahnya.
"Ada apa denganmu?" Mengerutkan keningnya, Ares bertanya pada Kuro dengan datar.
"Huh, tidak tidak," Kuro menghela napasnya dengan pasrah sesaat setelah ia melihat ke arah Ares.
Kembali melihat ke depan, mereka saat ini melihat sekelompok pemain yang memandangi anjing hitam dengan cemoohan dan meremehkan.
Hingga beberapa saat, anjing hitam yang mereka remehkan melompat ke arah mereka yang membuat mereka agak terkejut, karena monster dengan level lebih rendah biasanya tidak menyerang pemain lebih dulu.
"Frozen Area!" Setelah merasa cukup dekat dengan kelompok pemain yang ingin ia serang, Ares menggunakan skill miliknya untuk membekukan wilayah di sekitarnya.
"Sekarang!!!" Ares berteriak setelah melihat beberapa pemain yang terkena efek beku, sedangkan ia sendiri mulai mengeluarkan pedangnya untuk melawan orang orang yang tidak membeku setelah terkena skillnya.
"Maaf aku harus menghabisi kalian disini," Kuro tersenyum lembut saat ia muncul dari kekosongan dengan belati penuh darah yang menusuk leher salah satu pemain yang langsung menghilang.
"Kau!" Salah seorang pemain dengan amarah berlari ke arah Kuro dengan tombak yang mengacung ke arah Kuro.
Melihat hal itu Kuro hanya menanggapi dengan senyum pasrah saat ia menggunakan Fatal Fury dan melakukan serangan cepat yang menyebabkan pemain yang membawa tombak sekarat.
"Kuro awas! Dragon Breath!!!" Setelah menggunakan Enchant Blade Ares mengayunkan Dragon Fang secara vertikal dari atas ke bawah yang mengeluarkan semburan api yang cukup kuat langsung mengarah ke arah kerumunan yang membeku.
Kuro yang melihatnya segera melompat dan naik ke dahan pohon, selain Kuro, beberapa pemain juga berusaha menghindari serangan mematikan milik Ares.
"Kau mau membunuhku?!" Kuro berteriak dengan kesal pada Ares dari atas dahan pohon.
__ADS_1
"Tidak, aku sudah memberitahumu kawan," dengan tampang datar, Ares berbicara pada Kuro.
"Wolfshef! Napoleon! Selesaikan!" Ares menyuruh Wolfshef dan Napoleon untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka perbuat, karena pemain yang tersisa memang hanya ada sekitar tiga sampai lima orang dan mereka dalam keadaan sekarat dan sulit bergerak.
"Apa kamu tidak berlebihan?" Kuro yang berjalan di samping Ares bertanya dengan senyum di wajahnya.
"Hem? Mungkin, tapi aku benar-benar ingin menang untuk kalian," Ares menjawab dan menjadi pelan di kata kata terakhir yang ia ucapkan.
"Ingin menang itu bagus, tapi cobalah untuk menikmatinya Kevin," Kuro menepuk pundak Ares dan tersenyum lebar.
Mata Ares terbuka lebar saat ia melihatnya, karena menginginkan hasil yang bagus ia sampai lupa untuk menikmati permainan bersama teman-temannya yang merupakan tujuan awalnya.
"Terimakasih," Ares tersenyum kecil sambil menutupi kedua matanya dengan telapak tangannya, ia benar-benar merasa menjadi bodoh sekarang.
"Santai saja, kita ini teman kan?" Dengan senyum ramah Kuro menjawab Ares sambil merangkulnya.
"Ya,"Ares tersenyum kecil saat menjawab Kuro dengan nada sedikit rendah.
***
Di dalam sebuah ruangan yang terlihat gelap dan suram, seorang wanita berambut merah dengan jubah hitam menatap lurus pada seorang laki-laki berambut hitam berantakan yang sedang duduk layaknya seorang raja dengan para menteri di kedua sisinya.
"Joker, setelah mempermalukan Sunrise, sekarang apa yang ingin kau lakukan?" Wanita itu bertanya dengan muka masam yang terlihat jelas.
"Ayolah Capsa, aku ingin beristirahat dulu," Joker berucap dengan senyum main-main di wajahnya.
"Joker jika ini hanyalah masalah biasa, aku juga tidak akan ribut, tapi kali ini kau membangunkan singa!" Capsa berucap dengan sangat kesal pada Joker yang hanya duduk mendengarkannya.
"Kamu tau? Jika dia singa maka aku adalah naga," Joker berdiri dan menyentuh pipi Capsa, ia mendekatkan wajahnya saat berbicara dengan nada dingin.
Capsa yang mendapat perlakuan seperti itu jantungnya mendadak menjadi berdetak dengan keras, ditambah lagi ia merasa wajahnya seperti terbakar.
Secara reflek Capsa mendorong Joker untuk menciptakan jarak diantara mereka,"ma-maaf!" Dengan masih berdebar-debar Capsa berbicara pada Joker.
"Santailah Capsa, ah tolong panggilkan Baccarat ya," Joker berbicara dengan senyum main-main di wajahnya.
__ADS_1
"Ba-baik!" Masih belum bisa mengkontrol emosinya, Capsa segera berlari keluar ruangan.