Terra Online

Terra Online
58. Imp


__ADS_3

"Sial! Semuanya gunakan escape rune! Ke arah belakang! Jangan berpisah! Minotaur ini gila!" Ares berteriak dengan keras sesaat setelah ia terbang menabrak dinding karena serangan minotaur.


Sebelum pertarungan dimulai, Ares dan yang lain berjalan di lorong-lorong labirin dan berakhir di sebuah ruangan dimana Minotaur sedang makan yang menyebabkan pertarungan tidak seimbang terjadi.


Beberapa prajurit juga telah gugur setelah menerima satu serangan sedangkan Ares bisa bertahan karena ia memiliki anggur kehidupan dan rune untuk membantunya.


Sedangkan Kuro yang sudah mengambil second-class job Knife Master, melakukan serangan dengan hide and seek. Ia akan terus bersembunyi dan muncul untuk melemparkan pisau ataupun melakukan backstab. Dengan cara itu ia sampai sekarang sama sekali tidak terancam.


Untuk Alphios yang merupakan seorang hunter bersenjata busur ia menembak dari jarak yang jauh untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri.


Saat mendengar perintah Ares kapten Lasos tida mundur, ia justru maju ke depan seolah sudah bersiap untuk melawan Minotaur seorang diri.


"Kapten Lasos? Apa yang kau lakukan?!" Ares yang melihatnya berteriak dan saat ia hendak menghampiri Kapten Lasos, seorang prajurit menyentuh pundaknya dan menggelengkan kepala.


"Apa maksudmu?"


"Kapten, jika ia sudah memutuskan tidak akan ada yang bisa merubahnya," prajurit itu mengatakannya dengan sedih dan memandang punggung Kapten Lasos.


"Kalian semua! Ikuti perintah Tuan Alphios dan Ares, aku akan menahan ini untuk saat ini," Kapten Lasos berbicara dengan keras yang menyebabkan keheningan.


Sesaat setelah Kapten Lasos terlihat merapal mantra dan kulit tubuhnya mulai runtuh, tubuhnya menjadi seukuran anak-anak dan sayap merah serta tanduk kecil tumbuh.


Ares saat melihat itu hanya bisa memikirkan satu hal yaitu demon. Ras yang sedang dilawan oleh Instruktur Reo.


"Tuan Alphios, Ares tolong bawa sebanyak mungkin prajurit keluar, meskipun aku yang merupakan Imp, pengikut dewa yang ada di sisi gelap tidak pantas mengatakan ini tapi, tolong selamatkan sebanyak mungkin dari mereka! Mereka adalah orang-orang baik!" Kapten Lasos yang sudah tidak berwujud seperti manusia memohon pada Ares dan yang lain menyebabkan beberapa prajurit menangis.


"Kapten! Kamu seharusnya tidak perlu melakukan ini! Lagipula kami sudah siap mati!" Salah seorang prajurit berteriak dengan keras yang hanya mendapat senyum Kapten Lasos.


"Baik, kami akan mengusahakannya," Alphios yang sudah menenangkan diri menjawab permohonan Kapten Lasos.


"Aku juga berjanji memperkejakan mereka, lagipula aku adalah bangsawan dan bisa memiliki pasukan pribadi," Alphios menghela nafas dan tersenyum.


Ares yang melihatnya hanya mengganguk, ia sempat melihat level Kapten Lasos setelah membuka jati dirinya dan ia hanya berlevel 290.


Untuknya mencoba melawan Minotaur yang merupakan Special Territory Boss level 300 seorang diri sama saja dengan bunuh diri.


"Kita pergi," Ares dengan datar memberi perintah sambil menunjuk ke arah lorong di depannya.

__ADS_1


Yang lain mengikuti pandangan Ares mengganguk dan mulai menggunakan escape rune untuk melarikan diri.


Di belakang mereka, Kapten Lasos tersenyum saat ia melihat ke arah Minotaur yang marah karena mangsanya melarikan diri.


"Sepertinya ini akan jadi akhir bagiku. Jadi, paling tidak aku harus membuatmu susah," Kapten Lasos dengan pelan berbicara pada Minotaur yang entah paham atau tidak dengan perkataannya.


"Tolong Dewi Hecate, pinjami aku kekuatanmu untuk melindungi temanku," Sambil mengepalkan tangannya Kapten Lasos bergumam.


Setelah itu, tubuh Kapten Lasos terselimuti oleh kabut tebal yang penuh dengan mana.


(Kau memanggilku wahai pengikut dewa dunia bawah, aku akan membantumu sebagai bayarannya aku akan mengambil jiwamu.)


Suara seorang perempuan yang sangat tidak manusiawi dan menakutkan bergema di seluruh ruangan.


Kapten Lasos yang mendengarnya tersenyum pahit, ia sudah menduga bayaran yang diminta Hecate akan sangat mahal lagipula tidak ada dewa-dewi dunia bawah yang murah hati.


Setelah mendapatkan bantuan Dewi Hecate, Kapten Lasos mengeluarkan busur yang telah dilapisi busur dan membuat anak panah dari mana.


Sambil menjaga jarak ia terus menembakkan panah ke Minotaur yang sudah semakin marah.


Minotaur yang sepertinya merasa kesulitan berhenti bergerak, lalu ia melemparkan kapak yang ia bawa ke arah Kapten Lasos.


Tidak berhenti sampai disitu, Kapten Lasos menggunakan kemampuan yang dipinjamkan Dewi Hecate manipulasi mana, sebuah skill yang hanya bisa dipakai oleh orang-orang yang mendapat berkat Hecate.


Dengan manipulasi mana, Kapten Lasos menciptakan banyak pedang mana di sekitarnya yang langsung ia arahkan ke Minotaur yang sedang berlari ke arahnya dengan sangat cepat.


"Ah ini berakhir," Kapten Lasos yang sedang memanipulasi lebih banyak mana untuk menciptakan berbagai senjata untuk melawan Minotaur mulai merasakan efek samping skillnya, yaitu debuff untuk tidak bisa menggunakan mana sementara waktu.


Pada akhirnya Kapten Lasos yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa tewas setelah kepalanya dipenggal oleh Minotaur, Minotaur sendiri kehilangan 1/2 dari seluruh HP miliknya.


Minotaur yang masih marah karena tubuhnya terluka mengambil tubuh Kapten Lasos dan membawanya pergi.


***


"Sial! Itu gila!" Alphios mengumpat saat ia memperhatikan ke arah dimana Minotaur tadinya berada.


"Kita bisa lari, tapi kita kehilangan Kapten Lasos dan ini baru pertemuan pertama dengan Minotaur bagaimana selanjutnya?" Ares dengan frustasi terduduk bersandar pada dinding labirin.

__ADS_1


"Ini salahku, aku seharusnya tidak mematikan skill deteksiku meski hanya sebentar," Ares bergumam pelan, ia merasa sangat bersalah dengan tragedi yang menimpa.


"Tidak Ares, ini salahku, lagipula harusnya aku yang bertugas mendeteksi musuh," Kuro menepuk bahu Ares dengan senyum kecut sebelum menghela napasnya.


"Ayo kita lanjut," Ares berdiri dan mengarahkan para prajurit untuk mulai berjalan.


Shuus...


Tanpa aba-aba Alphios menembakkan panahnya dengan cepat yang membuat semua orang terkejut.


"Apa yang kau lakukan?" Kuro bertanya pada Alphios yang tetap diam dan membuat gerakan untuk diam.


Alphios maju dan berjalan ke arah ia menembakkan anak panahnya, disana terdapat seekor burung merpati.


"Aneh jika ada hewan di labirin ini, karena kita bahkan tidak menemukan monster," Secara perlahan Alphios menyuarakan pikirannya.


"Itu artinya ada orang lain di depan."


Mendengar perkataan Alphios, Ares segera menggunakan sight dan berjalan mendekat untuk mendeteksi apakah ada orang disana atau tidak.


"Keluarlah," Ares dengan dingin menatap tepat ke arah orang yang berada dalam gelap.


"Kami tidak memiliki niat buruk! Sungguh!" Orang yang keluar adalah dua orang gadis dengan topeng biru langit dan pink.


"Mereka mengingatkanku dengan dua orang yang kita tangkap sebelumnya," Alphios yang terlihat sedang mengingat sesuatu berucap dengan ringan.


"Y-ya kau benar,"Kuro yang entah mengapa merasa agak aneh menjawab dengan gugup.


"Kalo begitu kau Blue kan?" Ares menatap gadis bertopeng biru langit dengan senyum kecil.


"Apa kau Aoi?" Kuro bertanya dengan berharap, jika ia benar maka pencarian ini berakhir dan mereka bisa keluar dari tempat terkutuk ini.


Melihat keduanya tubuh Aoi sedikit gemetar dan secara reflek menggenggam tangan Pink yang membuat Pink sedikit terkejut.


"Blue? Ada apa?" Pink bertanya pada Blue dengan agak khawatir sambil melihat ke arah pasukan dengan waspada.


"Mereka orang yang tidak bisa diremehkan," Blue bergumam dengan pelan saat ia mencoba menenangkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Bind!" Ares mengeluarkan sulur anggur yang langsung mengikat Pink dan Blue yang terlihat membeku karena terkejut.


"Kita bawa mereka keluar," Ares membuat keputusan saat ia tersenyum kecil menatap Blue.


__ADS_2