
Di markas utama Guild Sunrise, Kota Ryusei. Di dalam kantor ketua guild, Kiniro dengan tatapan marah melihat ke arah kakaknya yang merupakan ketua guild Sunrise, Benjiro.
"Kamu mengatakan akan mencari informasi tentang Aoi jika aku bergabung! Tapi ini sudah berbulan-bulan!" Kiniro mengebrak meja saat ia berteriak marah.
Benjiro yang duduk di kursi melihat ke arah Kiniro dengan tenang,"aku sudah bilang kan? Aku sudah mencarinya! Lewat game ini? Mustahil! Tapi di dunia nyata itu harusnya mudah apalagi kau punya nomor teleponnya," Benjiro menekankan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya dengan kesal.
"Dan saat kita melacak nomor yang kau berikan, apa yang kita temukan? Sebuah rumah kosong!" Benjiro melanjutkan dengan kesal, Kiniro yang mendengarkan mengerutkan keningnya, ia tau itu tapi ia tidak ingin menyerah begitu saja.
"Kalo begitu, aku akan keluar! Tidak ada gunanya aku disini," Dengan tatapan tajam Kiniro melepas lambang Guild Sunrise yang ia pakai.
"Jangan seenaknya! Apa kau pikir kau bisa keluar dari sini?" Dengan senyum sinis Benjiro berdiri dan bersiap mengeluarkan katana miliknya.
"Kak, apa kamu lupa? Kamu tidak dipilih sebagai kepala keluarga dengan keputusan bulat, banyak yang memilihku. Tentu saja banyak anggota inti guild ini adalah pengikutku," Kiniro tersenyum lebar saat ia membalas perkataan kakaknya.
"Jadi kamu harus membiarkanku pergi jika tidak ingin guild ini pecah menjadi dua," setelah mengucapkannya Kiniro berbalik dan hendak keluar dari ruangan, meninggalkan Benjiro yang dipenuhi dengan amarah.
"Oh ya, jangan pikir bisa melakukan sesuatu di dunia nyata, pengikutmu tidak akan ada yang mau melawan ayah," Kiniro melambaikan tangannya dengan halus sebelum benar-benar pergi darisana.
"Apa yang harus kita lakukan tuan Benjiro?" Saito yang masuk ke kantor ketua guild setelah Kiniro keluar bertanya pada Benjiro.
"Biarkan dulu, seperti katanya guild akan terpecah jika kita melawannya sekarang," Dengan tatapan tajam dan amarah yang membara Benjiro berbicara pada Saito.
"Oh satu lagi, cari siapa saja anggota guild yang berada di bawahnya," Benjiro menyeringai sebelum melanjutkan,"Kita hancurkan mereka dulu."
"Baik."
***
Di sebelah barat luar Kota Ryusei, yang seluruh tempatnya dipenuhi batu batu besar yang tidak beraturan, yang membuat tempat ini unik selain batuannya yang berukuran besar adalah tidak adanya monster yang menghuni daerah itu meskipun itu sudah di luar kota sehingga menyebabkan tempat itu menjadi cukup populer di kalangan NPC maupun player yang ingin santai.
__ADS_1
"Jadi Kiniro kita akhirnya keluar dari sana?" Shiro yang tersenyum bertanya dengan santai pada Kiniro yang sedang duduk dengan ekspresi muram yang tidak biasa terlihat padanya.
"Mereka tidak bisa menemukan Aoi jadi percuma tetap disana," dengan datar Kiniro menjawab ia bahkan tidak melihat ke arah Shiro.
Shiro yang melihatnya hanya menghela napas, Kiniro yang biasanya selalu ceria meskipun selalu terlihat mengantuk saat ini terlihat sangat murung.
Ditambah selain hilangnya Aoi, Kuro yang masih mencari entah kemana, Guree dan Noukon entah kenapa mendapat panggilan dari Daimyo wilayah Azuchi.¹
Hal itu membuat Kiniro lebih khawatir dan terlalu banyak berpikir tentang apa yang harus dilakukan saat ini.
"Kiniro, apa kita sebaiknya menemui Ares? Atau mencoba ke tempat Daimyo yang memanggil Guree dan Noukon?" Shiro mencoba untuk membuat saran yang dibalas dengan gelengan Kiniro.
"Aku sudah bilang pada Ares akan mencari di Kekaisaran Sakura, dan untuk Guree dan Noukon jika kita kesana tanpa tahu apapun mungkin akan menyebabkan masalah bagi mereka," Kiniro menjelaskan sedikit sambil mencoba untuk tersenyum.
"Kalo begitu ikut aku ayo!" Shiro mencoba mengajak Kiniro pergi ke tempat lain untuk menghilangkan perasaan tidak enak.
"Kiniro-sama!"
"Apa yang terjadi pada kalian?" Kiniro bertanya dengan dingin, meskipun ia tidak tahu apa yang terjadi ia memiliki dugaan dan itu membuat matanya menatap lebih tajam.
"Anggota Sunrise yang memiliki hubungan dengan Kiniro-sama saat ini diincar banyak dark guild sebagai target player kill!" Salah satu ninja menjelaskan sambil menggertakkan giginya dengan marah.
"Bagaimana dengan anggota yang setia pada kakakku?" Kiniro bertanya dengan was was, jika yang diserang hanya orang-orangnya maka kakaknya berniat membersihkan mereka tanpa mengotori tangannya sendiri.
"Sampai saat ini tidak ada."
"Bagaimana mereka tahu siapa yang berafiliasi denganku atau tidak?!" Disaat Kiniro mendengarnya ia langsung memutuskan jika kakaknya ada dibalik kejadian ini dan berniat menemuinya.
Saat Kiniro sudah mau pergi, Shiro yang sedari tadi hanya mendengarkan menyentuh pundak Kiniro dan menyuruhnya tenang dan mengatakan ia yang akan mengurus ini untuk sementara.
__ADS_1
"Ap-"
"Tenang saja, kamu istirahat Kiniro," Shiro tersenyum lembut pada temannya yang sudah terlalu berlebihan dalam beberapa hal.
"Kalian bertiga, hubungi mereka yang berafiliasi pada Kiniro dan kumpulkan di Ishimori," Shiro langsung memberi perintah saat ia mengambil nodachi miliknya yang ia sandarkan pada salah satu batu besar.
"Oh iya Kiniro, untuk beristirahat lebih baik kamu ke Kerajaan Nusantara dan temui party mereka," sebelum Shiro pergi bersama ketiga ninja ia memberi saran pada Kiniro yang masih menatapnya dengan tatapan aneh.
Sampai di Kota Ishimori, Shiro segera memimpin ketiga ninja ke luar kota tepatnya ke dalam hutan yang ditutupi banyak pohon besar untuk menyembunyikan keberadaan mereka.
Setelah mereka tiba di tempat Shiro yang memegang nodachi-nya menyuruh ketiga ninja untuk menghubungi yang lain dan menyuruh mereka datang.
Waktu terus berlalu satu persatu orang-orang yang berafiliasi dengan Kiniro mulai dari berlevel rendah hingga lumayan tinggi hadir.
Yang paling tinggi adalah seorang Shield Warrior berlevel 190 tiga puluh level lebih tinggi dari Shiro yang berlevel 160.
"Apa sudah semua?" Saat Shiro bertanya mereka menjawab serentak dengan ya.
Total yang datang adalah 400 orang yang untuk sebuah guild teratas adalah jumlah yang cukup untuk membuat sebuah pasukan tersendiri maupun untuk membuka sebuah cabang guild.
"Kita akan hancurkan salah satu cabang Guild Sunrise," Shiro menyeringai lebar saat ia berbicara.
"Cabang wilayah mana yang akan kita serang?" Salah seorang ninja bertanya dengan hormat.
"Kota Miru, kota ini ada di ujung negeri dan biasanya hanya ada sedikit anggota, jadi kita bisa menang dengan cepat," Shiro menjawab dengan senyuman sejenak sebelum ekspresinya berubah menjadi muram.
"Yah itu jika empat jendral matahari tidak disana, jika mereka disana maka tamatlah kita," Shiro dengan muram melanjutkan apa yang ia bicarakan sebelumnya.
"Baik ayo kita berangkat," Shiro melambaikan tangan, disaat itu juga yang lain mulai pergi dengan memberi jarak supaya tidak dicurigai, Shiro sendiri ia memilih untuk keluar terakhir karena ia melihat sesuatu yang menarik.
__ADS_1
...****************...
¹Daimyo wilayah Azuchi adalah daimyo yang berkuasa atas wilayah yang didalamnya terdapat kota tempat tinggal Guree dan Noukon