The Hope

The Hope
Chapter 37


__ADS_3

Grim membanting berkas di tangannya ke atas meja dan mengusap wajahnya dengan kasar. Sudah nyaris setengah bulan ia tidak menemukan keberadaan Cessa. Wanita mungil itu benar-benar menghilang bagai ditelan bumi. Grim tidak tahu lagi bagaimana menemukan Cessa di saat kondisinya seperti ini, kalut, bingung, dan marah bercampur jadi satu dalam benaknya.



"Di mana kau sebenarnya, Princess?" lirih Grim.



Pria itu menghembuskan nafas dengan kasar dan mencoba kembali focus pada pekerjaannya saat dia mendengar ponselnya berbunyi. Ia meraih benda tersebut dan menerima telepon yang masuk, "Halo?"



"Kau pasti yang bernama Grimvon Verleon," suara di seberang telepon terdengar dibuat-buat seperti suara anak kecil, "Kuperingatkan kau satu hal, jauhi bonekaku sebelum aku mendatangimu dan mengorek isi perutmu."



Kening Grim berkerut. Kenapa orang ini menelepon dan tahu-tahu mengancamnya? Dan lagi, boneka ... apa maksudnya Cessa? Apa yang menelepon ini adalah Chris?



"Chris? Apa kau sedang bercanda denganku?" tanya Grim, "Kalau iya, candaanmu sama sekali tidak lucu. Aku suami Princess."



Suara di seberang telepon tertawa. Karena menggunakan alat pengubah suara, Grim malah seperti mendengar suara kaset rusak yang diputar berkali-kali.



"Kau berani menyebutnya milikmu. Akulah pemiliknya yang sebenarnya." Suara itu kembali berbicara, "Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku, Grimvon. Jauhi boneka kesayanganku sebelum aku membunuhmu."



Telepon ditutup begitu saja sebelum Grim sempat membalas. Ia menatap layar ponselnya dengan geram. Siapapun yang tadi meneleponnya, pastilah dia yang menyembunyikan Cessa selama ini. Tangannya bergerak mengetuk-ngetuk layar ponselnya dan menelepon Chris.



"Kau mau apa?" tanya Chris tak bersahabat di seberang sana.



"Apa kau yang meneleponku barusna?"



"Menelepon apa? Kalau kau sadar, Grimvon, aku sedang merasa kecewa padamu karena membuat hidup Cessa lebih menderita," balas Chris, "Kau yang membuatnya kabur dan kini dia berada di tangan bajingan yang membuatnya sakit selama ini!"



"A-apa?" Grim terenyak mendengarnya, "Kau bilang ... bajingan yang membuat Princess sakit? Princess diculik?"



"Tidak perlu kusebutkan dan jangan berlagak bodoh. Yang jelas, aku kecewa padamu karena membuat Cessa menangis lagi. Jika aku menemukan Cessa lebih dulu, aku pastikan kau tidak akan bisa melihatnya lagi, Grimvon!"



Sambungan telepon diputus, dan Grim terdiam selama beberapa saat mencerna ucapan Chris. Ketika dia benar-benar sadar, Grim mengumpat dalam hati.



Kenapa dia bisa lupa kalau keluarga Cessa, terutama kakak dan ayah Cessa bisa saja berada di benua ini saat ini?



Dan diculik? Astaga. Dia bahkan tidak memikirkan sampai ke sana!



Dengan tergesa, Grim menelepon beberapa pengawal kepercayaannya, menyuruh mereka untuk melacak keberadaan keluarga Lahemian dan melaporkan hasilnya secepat mungkin. Begitu meletakkan kembali ponsel di atas meja, Grim menyuarakan frustasinya dengan menggebrak meja.


__ADS_1


Kenapa aku bisa lupa kalau Princess sangat takut pada keluarganya itu?



***



Cessa membuka mata dan mendapati pemandangan yang sama seperti yang ia lihat selama ini. Glenn duduk sambil membaca buku di sofa marun yang pernah ia duduki. Begitu pria itu mendongak, mata mereka berdua bertemu.



"Kau sudah bangun," Glenn menghampiri Cessa, "Kau membutuhkan sesuatu?"



Cessa menggeleng. Ia hanya perlu berada di dekat Grim saat ini. Ia sangat merindukan suaminya yang brengsek itu.



Katakan saja Cessa bodoh. Tapi dia benar-benar ingin bertemu dengan Grim. Dia ingin pria itu memeluknya saat ia kesakitan seperti ini.



Selama ia berada di tempat ini, Cessa praktis tidak memakai bahasa Inggris dan menggunakan bahasa Jepang yang merupakan bahasa ibunya. Agak canggung ketika ia menggunakan bahasa itu hanya untuk berbicara pada Glenn yang tidak mau ia mengatakan apa pun dalam bahasa Inggris.



Glenn meremas tangan Cessa, mengembalikan wanita itu dari lamunannya, "Kau mau kita pergi ke luar? Kurasa bunga-bunga kesukaanmu sudah mekar saat ini di rumah kaca."



"Eh? Ke luar?"



"Kau pasti bosan berada di tempat seperti ini, 'kan? Sedikit perubahan suasana pasti bisa membuatmu lebih baik."




"Sepertinya ada tikus yang masuk," kata pria itu, "Tunggu sebentar, aku akan melihat apa yang sedang terjadi."



Glenn melepaskan tangannya dan meninggalkan Cessa semdirian. Wanita itu hanya bisa menatap pintu yang tertutup tersebut dengan gelisah. Ia ingin keluar. Ia ingin bertemu dengan Grim. Seandainya saja ia bisa meminta pertolongan ...



Suara pintu yang kembali terbuka membuat Cessa menoleh. Matanya melebar ketika melihat yang masuk bukanlah Glenn, tapi orang lain yang tak pernah ia sangka bisa sampai kemari.



"Kau ...."



***



Grim mendapatkan informasi yang sangat lengkap dari para pengawalnya. Kapan Cessa menghilang, dan di mana lokasi wanita itu kini berada. Pengawalnya juga mengatakan bahwa Chris, kakak angkat Cessa sudah bergerak lebih dulu menuju villa tempat Glenn Lahemian berada.



Pria itu memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju villa yang disebutkan pengawalnya berada di pinggir kota. Beberapa mobil pengawal turut mengikuti di belakang.



Saat ini yang paling ia khawatirkan adalah Cessa. Ia membaca ulang profil Glenn Lahemian dan juga keluarga Lahemian yang lain. Di antara kedua pria yang disebut Cessa pernah memperkosanya, Glenn-lah yang paling ditakutinya. Glenn adalah sumber utama trauma yang dialami Cessa selama lebih dari sepuluh tahun ini.

__ADS_1



"Damnit!" Grim memukul kemudi mobilnya karena kesal, "Princess, please hold yourself 'till I get there."



Semoga ia masih sempat menyelamatkan Cessa dari cengkeraman binatang buas bernama Glenn Lahemian.



***



Chris menarik nafas dalam-dalam dan melayangkan satu pukulan yang membuat satu lagi penjaga yang menyerangnya terbaring di tanah. Pakaiannya sudah berlumuran darah walau tidak terlihat karena warnanya yang hitam, beberapa bagian wajahnya juga bernasib sama walau tidak parah. Dibandingkan terluka, Chris terlihat kelelahan. Stamina pria itu patut diacungi jempol karena berhasil menumbangkan lebih dari lima puluh orang penjaga dengan kemampuan beladiri di atas rata-rata dan ahli menggunakan senjata yang disewa oleh Glenn.



Pria Asia itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan bersiul pelan, "Kau benar-benar hebat bisa mengalahkan lima puluh orang seperti mereka dengan mudah."



Chris meludahkan darah dari mulutnya dengan tatapan tajam yang ia layangkan pada Glenn, "Sekali lagi kutanya, di mana Cessa?"



"Kau mungkin bisa menemukannya," Glenn mengedikkan bahu, "Tapi kau tidak akan bisa melihatnya lagi seperti dulu."



Chris mendecih. Ia paham maksud ucapan pria sialan itu: Cessa akan makin terbelenggu karena penyiksaan yang dilakukan oleh Glenn.



Pria berambut pirang itu berjalan cepat dan menghampiri Glenn. Satu pukulan ia layangkan ke wajah tampan pria itu hingga Glenn terdorong mundur beberapa langkah.



"Apa kau masih belum puas membuat Cessa menanggung kebencianmu dan ayah brengsekmu itu?" tanya Chris tajam, "Kalian berdua membuatnya merasa bersalah karena Nyonya Naomi meninggal, padahal itu karena ulah kalian sendiri!"



Chris tidak buta, ia juga tidak tuli dengan segala hal yang terjadi dalam keluarga Lahemian. Cessa mungkin anak yang dicintai di dalam keluaga itu, tetapi ada sebuah rahasia lain yang membuat wanita mungil itu juga dibenci di dalam keluarga tersebut, yang menyebabkan Naomi Lahemian, memutuskan untuk bunuh diri di ulang tahun Cessa yang ke lima belas.



Akar permasalahan dari trauma Cessa berawal dari hari ulang tahun wanita itu, di mana ia menyaksikan sendiri Naomi Lahemian bunuh diri dan esoknya ia mengalami pemerkosaan keji dari Glenn dan ayahnya, Zared Lahemian.



Kerabat dan kolega keluarga tersebut semuanya menyalahkan Cessa karena mengira wanita itulah yang menjadi penyebab kematian Naomi Lahemian yang lembut dan pendiam, padahal semua itu karena ulah Zared Lahemian yang tidak pernah dibicarakan oleh masyarakat luas.



Chris masih ingat dengan jelas bagaimana Cessa yang awalnya ceria dan senang mengobrol menjadi pendiam dan paranoid ketika berada di keramaian hanya dalam waktu semalam. Chris masih ingat dengan jelas ketika wanita mungil itu berlari kabur dari rumah dengan pakaian berantakan dan menangis ketakutan.



Astaga. Chris tidak ingin mengingat masa-masa itu lagi. Dia sudah sangat bersyukur Cessa mulai kembali menjadi dirinya yang normal ketika ia dan keluarganya membawa Cessa kabur dari Jepang dan memiliki hidup baru di Amerika.



Tapi, kemudian muncul Grimvon Verleon ... kemudian Glenn juga kembali menampakkan diri. Memikirkannya membuat Chris menggertakkan gigi karena amarah yang meluap.



"Kalian akan kubunuhkarena sudah menyakiti Cessa," desis Chris, "Aku akan membunuhmu, Glenn, laluGrimvon. Kalian yang menyakiti Cessa tidak akan kubiarkan hidup!"



__ADS_1


__ADS_2