
"Akhirnya kita bisa masuk dengan mudah."
"Sebenarnya siapa saja teman-temanmu yang kau tolong?"
"Jessy, Vendrinna dan Nekko."
"Vendrinna? seperti pernah mendengar namanya?"
Axcel memutar bola matanya kesebelah kiri atas, tangan kirinya dilipat sedangkan tangan kanannya menempel pada dagu. Hal ini merupakan suatu kebiasaan yang selalu dilakukan seseorang saat sedang mencoba mengingat sesuatu.
"Vendrinna adalah putri raja Vedern Mighton."
"Apa? Apa kau gila?"
"Kenapa?"
"Pantas saja kau diserang pasukan Venderland, ternyata kau berhubungan dengan putri Vendrinna? setahuku dia pernah menjadi buronan oleh ayahnya kan?"
"Iya."
"Astaga sob, seharusnya kita jangan berurusan lebih dalam dengannya."
"Aku hanya mengikuti permintaannya, putri Vendrinna memintaku untuk membawanya pergi."
"Tapi itu adalah kesalahan besar, rumahnya ada disini dan ayahnyalah yang menahan dia. Kita tidak punya hak untuk membawanya pergi, itu sama saja penculikkan."
"Berisik aku hanya ingin membalas kebaikan mereka, jadi inilah saatnya. Jika kau tidak mau membantuku sebaiknya kau disini saja!"
Agra bergegas menerobos pertahanan kastil, dia masih mengenakan pakaian prajurit. Axcel pun terpaksa mengikuti Agra karena dia takut kecerobohannya akan merugikan dirinya sendiri.
Mereka mengendap-endap masuk kedalam kastil Venderland dan mengecek detail ruangan-ruangan yang ada di bangunan bagian utara dekat dengan gerbang utama kastil.
"Sebaiknya kita berpencar saja, kau mencari mereka disudut bangunan barat sedangkan aku ke timur."
Agra membuat rencana itu agar mempercepat proses pencarian dan juga mempersingkat waktu mereka. Axcel menyetujui rencana itu dan bergegas mengikuti arahan Agra menuju bangunan kastil sebelah barat.
Pencarian terus berlangsung hingga satu jam, begitu banyak kendala yang sudah mereka hadapi dari mulai bertemu dengan para prajurit sampai dicurigai oleh para petarung istana, semua mereka lewati dengan baik dan mulus.
****
"Nekko!"
"Miauw ..."
"Sampai kapan kita bebas dari penjara terkutuk ini? Vendrinna juga tidak ada kabar."
Insting Nekko kembali bereaksi saat Agra pertama kali menginjakkan kaki di kastil Venderland. Nekko yang tadi hanya diam dan menyelonjorkan kepalanya langsung mendongak keatas dan telingannya yang terus bergerak menandakan ia sedang menangkap sinyal aura milik Agra.
"Miauw miauw ..."
"Kenapa tiba-tiba kau bereaksi seperti itu, apa ada sesuatu?"
"Miauw ..."
"Apa Agra datang kesini untuk menyelamatkan kita?"
"Miauw."
Nekko menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia benar-benar merasakan keberadaan Agra disini.
"Kuharap instingmu itu benar."
Di dalam sel tahanan Jessy hanya bisa berharap ada seseorang yang mau membebaskannya dan membawa pergi Vendrinna dari kastilnya.
****
Sementara itu Axcel sudah menemukan lorong gelap menuju sel tahanan tempat dimana Jessy dan Nekko ditahan. Dia terus mengikuti lorong itu dan akhirnya sampailah ditempat mereka.
Sebelumnya Axcel menemukan empat penjaga yang sedang bertugas didepan lorong sel tahanan, namun Axcel berhasil menipu mereka dengan menyamar sebagai pengantar makanan untuk para penjaga.
Saat penjaga sedang istirahat dan memakan makanan dari Axcel mereka pun mengijinkan Axcel masuk dengan alasan mengantar makanan para tawanan juga.
Itulah yang membuat Axcel mudah untuk masuk kedalam lorong sel tahanan. Karena chakra penirunya yang begitu kuat dan mampu menirukan gaya bicara dan gelagat target yang ditiru membuat semua orang termanipulasi olehnya. Dan satu lagi, jurus penirunya pun mampu bertahan selama tiga hari.
Sesampainya di lorong sel tahanan, dia hanya melihat satu sel tembok besi yang tertutup rapat. Tiga sel tembok besi lainnya masih terbuka dan sepertinya tidak ada orang lain lagi yang ditahan didalam sel ini.
"Hm ... apa karena sel ini hanya untuk tawanan biasa ya? jadi tidak ada penjagaan ketat disini. Aku jadi lebih mudah bergerak sesuai strategiku.
Axcel pun mendekati satu ruangan sel bertembok besi itu, disana terlihat ada satu pintu yang didesain seperti jeruji besi pada umumnya namun jeruji itu lebih kuat dan kokoh.
__ADS_1
Sementara Itu Didalam Sel Tahanan.
"Hm ... kapan kita bisa bebas dari sini, penjara ini pengap sekali. Aku jadi sesak nafas."
Susasana kini sedikit sunyi, tidak ada jawaban dari Nekko.
"Nekko?"
Jessy berbalik arah dan dilihatnya Nekko sedang tertidur sangat lelap.
"Astaga kondisi seperti ini kau masih sempat-sempatnya tidur. Dasar kucing!"
"Ehmm ... permisi apakah kau bernama putri Vendrinna?"
Axcel muncul dari luar pintu tahanan dan seketika mengejutkan Jessy sampai dia tersontak kaget.
"Putri Vendrinna kepalamu! Aku Jessy!"
"Hm ... jadi salah orang ya ... Apakah kau temannya?"
"Iya ... Masak kau tidak tahu wajah junjuganmu itu? kau kan bekerja dikastil juga kan?"
Axcel tidak menggubris omongan Jessy, dia masih fokus untuk membuka pintu itu.
"Hei! apa yang kau lakukan?"
"Diamlah! Sial kunci ini susah sekali dibuka!"
Cklek ... (Suara Gembok Locked)
"Akhirnya hehehe ..."
Axcel kemudian membuka pintu itu.
"Ayo pergi! Oya dimana teman-temanmu yang lain?"
"Tunggu dulu siapa kau sebenarnya?"
"Ohiya ... Aku lupa memperkenalkan diriku."
Dari wujud samaranya Axcel mengubah wujudnya kembali keaslinya.
~Woah ... chakra peniru tingkat akhir, getaran chakranya tidak seperti biasanya. Siapa dia?
Jessy hanya diam dan terus memandangi wajah Axcel.
"Hey?"
"huh apa? siapa?"
"Putri Vendrinna dan Nekko."
"Oh ... sepertinya Vendrinna, emm ... maksudku putri Vendrinna ditahan dikamarnya."
"Kalau Nekko dimana?"
"Dia dari tadi bersamaku."
"Dimana?"
Axcel sambil clingak-clinguk kebelakang Jessy.
"Ini dia."
Jessy sambil menunjuk kebawah dimana Nekko sedang duduk layaknya kucing biasannya.
"Hah!? jadi Nekko itu seekor kucing?"
"Iya."
"Kupikir manusia."
"Tapi kau jangan menyepelekannya, dia itu kucing pintar."
"Kucing pintar?"
"Ck ... nanti kau akan tahu sendiri, memangnya Agra tidak memberitahumu?"
"Tidak."
"Ohya ... Agra sekarang ada dimana?"
__ADS_1
"Dia sedang menyusup ke bangunan kastil bagian timur."
"Apakah dia sedang mencari putri Vendrinna?"
"Iya, saat kami akan berpencar aku melihat dia sudah memiliki insting tentang keberadaan putri Vendrinna dan gelombang sinyal dari kalian."
"Insting?"
"Iya, tidak mungkin kalau dia asal mengarahkan. Karena bangunan di kastil ini ada lima dan itu sangat luas. Dia juga pasti akan menghemat waktu agar tidak ketahuan oleh prajurit kastil yang sedang berjaga."
"Hm ... Alasan yang logis."
"Sebaiknya kita segera bergegas pergi sebelum para prajurit itu sadar kembali."
"Huh? kau apakan mereka?"
"Aku tadi memberi makanan kepada mereka."
"Huh? lalu kau campuri obat tidur."
"Bukan."
"Lalu."
"Ck ... nanti kau tahu sendiri."
"Huh ... kau meniruku!"
"Ahaha ... kita imbang kan? ayo cepat!"
Mereka akhirnya bergegas keluar dari sel tahanan, namun saat melewati lorong langkahan mereka terhenti. Terlihat empat penjaga prajurit kastil sedang tertidur dan satu lagi tergeletak kekenyangan dengan kesadaran minim. Axcel pun kembali merubah wujudnya menjadi pengantar makanan kastil.
"Huh? mereka tertidur karena mereka kebanyakan makan?"
"Benar! aku memberi makanan banyak kepada mereka dan aku juga meminta kepada mereka untuk menghabiskan semua makanan ini, siapa yang tidak mau menolak makanan seenak ini kan? hahaha ..."
"Wah kamu pintar juga."
"Tanpa obat tidur mereka bisa kita buat tidur dengan makanan yang banyak. Logikannya jika mereka kekenyangan mereka tidak akan bisa berdiri apalagi berjalan kan? karena mereka kehilangan keseimbangan akibat kelebihan beban makanan didalam lambung. Apalagi lambung membutuhkan proses pencernaan yang sangat lama saat makanan didalam lambung melebihi ukuran normalnya."
"Hmm ... bisa gitu ya."
"Satu hal lagi yang membuat mereka cepat tidur."
"Huh? apalagi emangnya?"
"Angin sepoi-sepoi dari alam. aku sengaja mengundang angin ini agar mereka cepat tidur, dengan sedikit chakra aku berhasil memasukkan angin sepoi-sepoi kedalam kastil, hahaha ..."
"Oh gitu."
~Astaga dia keren sekali, jarang orang-orang melakukan ide ini. Jangankan ide kepikiran saja nggak pernah.
"Kupikir responmu lebih wah ... ternyata biasa saja. Sudahlah ayo kita pergi, kali ini Agra membutuhkan bantuan kita!"
"Baiklah."
"Ohya! kuncinya!"
Axcel mengambil kunci sel tahanan dari dalam sakunya. Dan mengembalikan kuncil itu kesalah satu penjaga yang masih tersadar.
"Ini ya paman ... kukembalikan kuncinya."
"Ohh iya, makasih juga makanannya aku jadi kekenyangan dan setelah makan rasanya ingin tidur ... hoahh ... ngantuk."
Blugh ....
Salah satu prajurit itu akhirnya tertidur pulas, rencana Axcel kini berhasil tanpa meninggalkan jejak apapun. Mereka kemudian bergegas menyusul Agra ke bangunan kastil bagian timur. Nekko kali ini yang memimpin jalan karena instingnya dari tadi sering muncul malah semakin menguat.
****
Sementara itu ditempat lain puluhan ruangan kastil sebelah timur sudah Agra telusuri, namun dia masih belum menemukannya, kini tinggal satu ruangan lagi yang belum dicek olehnya.
Dia melihat ruangan itu dipenuhi penjagaan yang ketat dari prajurit kastil. Tak lama setelahnya terlihat raja Vedern Mighton keluar dari ruangan itu dan berbicara kepada kedua prajurit kastil tersebut.
"Tetaplah disini dan jaga putri Vendrinna, jangan biarkan dia kabur!"
"Baiklah tuan."
Agra sengaja menguping pembicaraan mereka dari balik pilar kastil.
"Hm ... bagaimana caraku untuk membebaskan putri Vendrinna ya?"
__ADS_1
BERSAMBUNG