
Duarr ...
Duarr ...
Alat peledak yang dilemparkan pria misterius itu mengalami dua kali ledakan dalam satu menitnya. Sementara durasi ledakan alat itu mencapai lima menit. Benar-benar alat peledak yang dahsyat untuk menghancurkan area sekitar.
Axcel terus memperkuat pertahanannya untuk membangun perisai disekitar mereka, hingga waktu 5 menit itu habis Ledakan pun terhenti. Namun kabut tebal bekas ledakan itu masih menyelimuti area sekitar, mereka masih kesulitan melihat kondisi pertarungan antara Agra dan pria misterius itu.
~Gawat kabutnya semakin tebal akibat ledakan dari alat itu. Untung saja gadis-gadis ini bisa kuselamatkan dengan pedang Axceleton. Jika tidak entah apa yang terjadi dengan mereka dan aku.
Terlihat dari kejauhan laki-laki itu menyerang Agra dan Nekko secara brutal hingga mereka tidak bisa memiliki celah untuk menyerang balik. Akibat kabut yang tebal Agra dan Nekko mengalami kesulitan untuk melihat gerak-gerik pria itu.
"Agra!" -Vendrinna tiba-tiba berteriak menyebut nama Agra.
"Vendrinna? kenapa kau tiba-tiba ..."
Belum selesai Jessy bicara, Vendrinna langsung berdiri dan memusatkan chakranya kedalam inti kesadaran. Dengan mata terpejam dia mulai mengeluarkan jurus pemanggil.
"Kalau aku tidak bisa menyelamatkan Agra, tapi setidaknya aku akan membantunya menghilangkan kabut ini. JURUS PEMANGGIL METALARVA." -Vendrinna.
Jurus pemanggil metalarva adalah nama jurus untuk memanggil ratusan kupu-kupu beracun, jurus ini dugunakan saat dalam keadaan darurat.
Tidak lama setelah mengeluarkan jurus pemanggilnya kupu-kupu itu muncul dengan jumlah yang banyak. Mereka siap melakukan perintah dari Vendrinna.
"Wahai kupu-kupuku, aku punya makanan untuk kalian. Serap kabut ini sampai habis dan olah kabut ini menjadi racun cadangan kalian. Hahaha ..." -Vendrinna.
"Eee ... Lebih baik kau kembali menjadi tokoh baik saja." -Jessy.
~Luar biasa! kupu-kupu itu sepertinya memiliki tingkat energi yang tinggi, coba aku analisis dengan mata kiriku.
Axcel mulai menggunakan mata kirinya untuk menganalisis potensi energi dari kupu-kupu beracun itu.
______________________________________________________
...HASIL ANALISIS...
Kupu-Kupu Beracun.
Kemunculan : Jurus Pemanggil Metalarva.
Energi : 95%
Level Chakra : Tingkat Master Level 2.
Fungsi : Menyerang dan mengobati.
Kemampuan :
- Mengatur enzime makanan menjadi racun dan obat.
- Menyebar racun dengan sekali sentuh.
- Memiliki dua organ pencernaan.
______________________________________________________
__ADS_1
"Luar biasa!" -Axcel.
"Kau? Bisa menganalisis kemampuan kupu-kupuku dengan mata kirimu?" -Vendrinna.
"Ahaha ... iya, ini adalah kemampuan yang diturunkan dari leluhur klanku." - Axcel.
"Hm ... Begitu ya!" -Vendrinna.
~Kemampuan? andai aku seperti mereka yang memiliki darah keturunan pemimpin klan "The kings of clan" aku pasti juga bisa menjadi kuat. -Jessy.
Kupu-kupu itu telah menyerap kabut tebal dengan sangat banyak dan area pertempuran mulai terlihat jelas. Kini saatnya mereka memulai sebuah rencana.
Saat mereka hendak menghampiri Agra dan Nekko, terlihat penampilan Agra berubah drastis, rambutnya yang berwarna putih kini berubah menjadi hitam semu coklat, sedangkan warna matanya yang biru kini berubah menjadi coklat terang.
Nekko juga kembali ke bentuk pertamanya setelah diserang bertubi-tubi oleh pria misterius itu. Kabut pekat itu pun menghilang dari area pertarungan setelah diserap oleh kupu-kupu milik Vendrinna.
"Akhirnya kabut itu hilang, tapi dimana pria misterius itu pergi?" -Agra.
"Miauw (Tidak tahu)."
"Agra!" -Vendrinna.
"Huh? seperti suara Vendrinna?" -Agra
Agra saat itu melihat Vendrinna berlari kearahnya sesampainya ditempat Agra dia kembali memeluk Agra dengan erat.
"Uhh ... Vendrinna?" - Agra.
"Kuharap kau tetap disini dan jangan jauh-jauh dariku!" -Vendrinna.
~Kenapa dia akhir-akhir ini terlihat aneh. Dia seakan-akan takut apabila aku pergi. Lalu bagaimana aku sanggup untuk menjalankan rencanaku selanjutnya?
Deheman Jessy begitu keras hingga terdengar oleh Agra dan Vendrinna. Wajah Vendrinna tersipu malu saat Jessy hanya meliriknya sambil senyum-senyum, Vendrinna pun seketika melepaskan pelukannya dan menjauh dari Agra.
"Agra sebenarnya apa yang terjadi disini?" -Axcel.
Agra hanya diam mendengar pertanyaan dari Axcel, dia masih terlihat kesal dengan penolakan yang Axcel lontarkan tadi.
"Apa kau marah denganku? Maaf kalau aku salah paham padamu. Manusia tidak luput dari kesalahan kan?" -Axcel.
"Lebih baik kau maafkan saja kakakmu ini." -Jessy.
"Baiklah, aku maafkan." -Agra.
Axcel tiba-tiba memeluk Agra dengan penuh kebahagiaan. Dia bahagia melihat Agra masih selamat dalam ledakan itu dan juga mendengar Agra memaafkan dirinya.
"Ke ... kenapa semua orang memelukku? kenapa tidak sekalian sapi, kerbau ataupun kuda-kuda dikastilmu itu! ugh ... lepas nggak?" -Agra.
"Aku senang kau selamat adikku!" -Axcel.
"Adik? Apa karena orang tuaku alasanmu ingin menjadi kakakku?" -Agra.
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Axcel sambil melepaskan pelukannya.
"Aku sudah tahu sejak lama, saat mereka ingin mengatakan sesuatu kepadamu, aku menguping pembicaraan kalian." -Agra.
"Iya ayahmu berpesan kepadaku untuk menjagamu, entah itu ramalan atau firasat mereka, aku rasa itu semua benar. Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa berubah seperti ini?" - Axcel.
__ADS_1
"Aku sengaja mengubah penampilanku agar mereka tidak mengetahui identitasku." Bisik Agra ke Axcel.
"Jadi tempat ini ..." -Vendrinna.
"Bukan kastil Venderland." Agra menegaskan kesimpulan Vendrinna.
"Bagaimana mungkin, sejak kapan mereka menjebak kita?" -Jessy.
"Kemungkinan semenjak kau dan Vendrinna dibawa oleh mereka. Mereka sengaja memasang ilusi chakra milik klan Redfire dan mereka sengaja membuat suasana menyerupai kastil Venderland karena dia menginginkan sesuatu dari putri Vendrinna. Mana mungkin seseorang melakukan rencana serinci ini tanpa maksud dan tujuan yang pasti. Tapi entah kenapa instingku mengatakan kalau rencana ini bukan campur tangan klan Redfire." -Agra.
"Apa? Lalu siapa?" - Vendrinna.
"Ada beberapa pihak yang ikut campur dalam rencana ini, termasuk orang yang menyerangku tadi. Vendrinna aku minta padamu kau harus lebih hati-hati kedepannya, aku tidak mau kau ..."
Agra menghentikan bicaranya.
"Apa? Apakah kau mau mengatakan kalau kau takut aku terluka?"
"Pede sekali! aku tidak mau kalau kau akan membebaniku!"
"Apa katamu!"
Vendrinna marah dan ingin memukul Agra, namun tindakannya ditahan oleh Jessy. Axcel pun mendekati Agra dan mencoba menanyakan sesuatu.
"Agra kapan kau menyadari jebakan ini, jujur saja mata kiriku kesulitan menganalisis data-datanya. Semuanya benar-benar terlihat seperti aslinya." -Axcel.
"Percuma saja kau menggunakan mata kirimu, karena kelemahan dari mata analis milik klan Cavalie adalah jurus ilusi. Jadi kemampuan itu tidak akan berfungsi dengan sempurna jika sudah memasuki jurus tersebut. Aku saja menyadari keganjalan itu dengan permainan otakku, awal curigaku saat kita mengikuti para petarung kastil, waktu kau bicara denganku, aku melihat mereka berputar badan kehadapan kita. Mereka hanya melihat kita dengan lirikan aneh, aku sempat berpikir mana mungkin mereka membiarkan kita mengikutinya? orang umum pasti merasa waspada jika diikuti seseorang, disitulah aku merasa kalau ini semua hanyalah jebakan." -Agra.
"Ternyata kau mengetahuinya sejauh itu, tapi sayang umurmu tidak akan panjang lagi. Karena setelah aku menangkap gadis itu, kau akan kubunuh."
Pria misterius itu datang setelah beberapa menit menghilang, namun kali ini dia tidak sendirian. Agra merasakan kedatangan tiga orang lagi setelah kemunculan pria misterius itu.
"Tidak akan kubiarkan tanganmu menyentuhnya meski hanya sejengkal!" -Agra.
Agra seketika berdiri didepan Vendrinna seakan dia ingin melindunginya. Melihat sikap peduli Agra, matanya mulai berkaca-kaca dia mulai mengingat sesuatu, sebuah memori kecil namun begitu berharga baginya.
▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪
Ditepi sungai Hollow Vender.
"Dasar gadis aneh! kau mau menentang kami?"
Tiga anak laki-laki itu mendorongku sampai aku terjatuh, padahal waktu itu aku hanya berniat menemui bocah itu kembali. Tapi tidak kusangka mereka trio usil itu malah mengikutiku sampai kesungai Hollow Vender.
Mereka adalah teman sekelasku di Akademi Medis Fair Vender. Setiap hari mereka menyuruhku seenaknya dan aku tidak mungkin menolaknya karena kekuatan mereka lebih unggul dariku.
Saat itu disungai Hollow Vender mereka mengikutiku dan menyerangku dari belakang, mereka menyuruhku memakan buah beracun yang tumbuh ditepi sungai. Aku menolak suruhan mereka namun mereka terus membullyku. Mereka tidak peduli meski aku adalah putri raja klan Vander sekalipun, mereka malah membullyku tanpa pandang bulu.
Hingga tiba sosok bocah laki-laki berambut putih dengan mata birunya yang menyala. Wajahnya terlihat berkerut saat melihatku dibully oleh tiga bocah laki-laki itu.
"Hei! Lepaskan dia! Tidak akan kubiarkan kau menyentuhnya meski hanya sejengkal!"
"Huh!? Blue?"
Kalimat itulah yang membuatku terngiang-ngiang sampai sekarang, setiap kali aku dalam bahaya dia selalu datang menyelamatkanku dan mengucapkan kalimat tadi untuk penegasannya.
▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪
__ADS_1
~Kedua kalinya Agra mengingatkanku padamu Blue.