The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
62. POV Samuel VI


__ADS_3

Selamat pagi yang mulia, ada yang bisa saya bantu?"


"Katakan kepada masing-masing tim untuk menghentikan pencarian pangeran Agra!"


"Apa!?"



"Kenapa tuan Agruero menghentikan pencariannya?"


"Sudah satu tahun dia tidak kunjung ditemukan, petunjuk-petunjuk untuk menemukannya juga tidak ada. Semua upaya yang kita lakukan tidak membuahkan hasil, daripada kita mengerahkan ratusan pasukan untuk mencarinya dan itu akan menguras tenaga mereka lebih baik kita hentikan saja."


"Tapi tuan ... Tuan muda masih–"


"Aku tahu apa yang kau rasakan panglima Sam, tapi jika kita terus melakukan pencarian terus menerus sebagian dari pasukan kita akan berkurang. Diluar sana masih banyak para pemburu yang membantai klan kita. Jika terjadi sesuatu kepada semua rakyatku khususnya seluruh anggota klan Blue maka aku tidak akan memaafkan diriku sendiri."


"Baiklah tuan Agruero, saya mengerti posisi anda saat ini. Kalau begitu saya pamit undur diri, saya akan memerintahkan pasukan untuk menghentikan pencarian."


Menjadi seorang pemimpin benar-benar berat, sang pemimpin mengikat dirinya pada sebuah pondasi yang kokoh meski tulang-tulang nya sudah tak mampu menjadi penyanggah, ia juga di haruskan mampu menanggung resiko sampai yang terbesar sekalipun.


Ibarat pepatah satu butir tak sebanding dengan ribuan butir beras artinya satu nyawa dari pemimpin tak akan sebanding dengan ribuan nyawa orang yang dipimpin. Pemimpin harus berani menanggung semua kerugian dari negaranya, semua itu ternyata sudah tercerminkan dari sikap tuan Agruero.


Saat itu saya melihat rasa putus asa dari anggota klan Blue, bahkan sudah empat bulan kristal styga biru masih belum dinyalakan.


Tepat sekitar lima bulan dari pemadaman kristal styga biru saya meminta ijin kepada tuan Agruero untuk terus mencari tuan muda Agra sendirian.


"Apa kau yakin panglima Samuel?"


"Demi menebus hutang budiku kepada keluarga Bluezer, saya membuat keputusan bulat untuk terus mencari tuan muda meskipun saya harus kehilangan anggota tubuhku sekalipun saya tetap mencarinya sampai saya menemukannya."


"Aku tahu kemurahan hatimu panglima Samuel tapi ini bukan saatnya untuk keluar, diluar sana masih banyak para pembunuh yang terus mengawasi kita."


"Saya akan menggunakan jalur khusus untuk keluar masuk wilayah kastil, jadi berikanlah saya ijin untuk melaksanakan tugas ini. Saya janji akan membawa tuan muda kembali."


"Baiklah kalau itu maumu aku akan mengijinkanmu tapi sebelum berangkat pergilah ke pemakaman kakakku."


"Baiklah tuan!"


Saya pun menuruti perintah tuan besar untuk mendatangi pemakaman Master Elena, saat itu pemakaman Master benar-benar di hias sangat indah, bunga-bunga baru yang harum bertebaran di pemakaman.


"Master hari ini aku akan pergi untuk mencari tuan muda, maaf selama ini aku belum bisa menjaga keponakanmu dengan baik. Tapi aku janji! aku akan memperbaiki semuanya, aku akan menemukan tuan muda sampai ketemu."

__ADS_1


"Ternyata kau sudah disini panglima Samuel?"


"Yang mulia!"


"Tenang saja, di sini kau tidak perlu formal jangan ragu untuk menganggap diriku seperti keluargamu."


"Tapi ..."


"Prajurit! Kalian boleh pergi."


"Baik!" Prajurit.


"Sekarang bisa kita bicara?"


"Baik tuan Agruero."


"Bagaimana menurutmu tentang suasana pemakamannya sekarang?"


"Cantik, Rasanya tempat ini bukanlah  pemakaman tapi malah terasa seperti taman, sangat indah ..."


"Itu karena dia menyukai taman, sejak kecil kakakku menyukai taman dia selalu menambahkan berbagai macam bunga setiap tahunnya."


"Memangnya apa yang pertama kali kau pikirkan saat bertemu dengannya?"


"Saya sempat berpikir kalau dia adalah seorang wanita yang tangguh, pemberani dan kuat seperti seorang laki-laki."


"Dia memang berperilaku seperti itu karena dia sebelumnya adalah panglima di kastil Whiteblue."


"Apa!? Panglima?"


"Benar, haha ... aku lupa tidak memberitahumu, tapi dia sebenarnya adalah perempuan dengan hati yang lembut dia selalu memikirkan keadaan orang lain dan tidak pernah egois seperti perlakuannya kepadamu dulu."


"Saya?"


"Benar, dia selalu bercerita kepadaku tentang keadaanmu sampai dia mau mengembangkan teknologi barunya demi meregenerasi dirimu. Sejak dulu sebelum dia membawamu ke laboratorium aku dan kakakku sering melihat kau dihina dan dicaci oleh satu angkatanmu oleh karena itu kakakku bertekad membuatkanmu alat untuk membuatmu menjadi lebih sempurna."


"Jadi selama ini ... Sebelum kita bertemu anda dan master sudah pernah mengenalku."


"Sudah ... Bahkan di hari sebelum kematiannya, dia mengatakan kepadaku untuk menjagamu seperti saudara sendiri. Dia bilang kepadaku bahwa kelak saat kau sudah siap menjadi dirimu sesungguhnya dia akan menurunkan jabatan panglimanya kepadamu dan sekarang kau terlihat sudah siap untuk menerimanya makanya aku menaikkan pangkatmu sebagai panglima kastil Whiteblue."


"Master ..."

__ADS_1


"Makanya saat aku mendengar kau meminta ijin untuk keluar mencari pangeran Agra aku takut kau juga tidak akan bisa pulang dengan selamat, ini adalah perasaan egoisku jadi harap maklumi saja diriku aku hanya tidak ingin merasa kehilangan lagi saudara-saudara ku sudah terbunuh satu per satu sekarang kakak perempuan lalu putraku menghilang entah kemana?"


"Aku tahu kekhawatiran anda tuan Agruero, keputusanku saat ini sudah bulat aku akan membawa tuan muda kembali dengan selamat. Aku hanyalah sampel gagal dari sebuah eksperimen yang kebetulan mendapatkan keberuntungan. Jadi aku tidak bisa berharap banyak untuk hidupku yang terbaik selanjutnya."


"Jadi kau tetap mempertahankan keinginanmu?"


"Benar tuan!"


"Baiklah aku hargai keputusanmu. Panglima Samuel saat ini aku tugaskan kepadamu untuk mencari putraku sampai dia benar-benar ditemukan dan bawa dia kembali dengan selamat!"


"Baik yang mulia! Dengan hormat tugas ini saya terima!"


"Berhati-hatilah panglima Samuel, kupercayakan semuanya kepadamu."


"Terima kasih tuan Agruero."


Persiapan pemberangkatan sudah siap waktu itu saya merasa bahwa saya benar-benar meninggalkan kastil ini untuk misi pencarian tuan muda. Sebelum saya berangkat gadis pelayan yang bernama Lilie dan nyonya Kai menemuiku di gerbang kastil Whiteblue.


Mereka memberiku banyak perbekalan makanan dan juga obat-obatan, dari sudut mata mereka terlihat begitu banyak harapan yang tertuju kepada saya jadi saya tidak boleh mengecewakan mereka. Selain Lilie dan nyonya Kai, tuan Agruero juga sudah menyiapkan kendaraan berupa seekor kuda kastil terbaik milik tuan Agruero.


Perjalanan dimulai, saya menunggangi kuda yang sudah disiapkan tuan Agruero. Perjalanan itu saya lalui selama berhari-hari dengan transit ke berbagai kota yang ada di dunia. Setiap malam saya istirahat dan mencari penginapan disekitar kota lalu esoknya saya kembali melakukan perjalanan, begitu sampai seterusnya namun sayangnya saya tak kunjung menemukan keberadaan tuan muda.


Satu bulan telah berlalu, tak terasa saya berkelana mencari tuan muda sudah begitu lama. Sudah satu setengah tahun tuan muda menghilang saya pun memutuskan untuk kembali ke tempat dimana tuan muda pertama kali diculik. Saya sampai di sungai Hollow Vender saat malam hari kala itu saya menyalakan sebuah lilin kecil dengan harapan tuan muda bisa kembali. Rasa keputusasaan saya juga semakin bertambah semenjak perjalanan hampa itu saya lalui.


Hingga seketika saya merasakan ada getaran aneh dari area sungai itu. Saya kemudian bersembunyi di balik semak dan melihat sebuah cahaya kecil melebar seperti pintu portal.


Selang beberapa menit usai pintu itu terbuka saya melihat beberapa kelompok bertopeng yang dimaksud preman kastil itu. Mereka terdiri dari lima anggota dengan pakaian serba putih, topengnya tergambar seperti rubah putih yang merupakan makhluk mitologi era dewa chakra.


Disitu saya melihat salah satu dari mereka menggendong tuan muda, lalu mereka membaringkan tuan muda diantara rerumputan sambil membicarakan sesuatu.


"Dia masih kecil jadi jangka energinya hanya bertahan satu setengah tahun saja. Sebaiknya kita kembalikan saja dia kepada keluarganya dan kita tunggu sampai dia berusia 20 tahun lalu kita ambil anak ini lagi."


"Eh tunggu gadis yang dia temui dulu sudah kau hapus ingatannya?"


"Sudah tapi aku hanya bisa menghapus memorinya saat kita bertemu dengannya saja. Ingatan gadis itu tentang anak ini lebih kuat dibanding dengan dirinya jadi aku lebih mudah menghapus ingatan anak ini daripada gadis kecil itu."


"Tidak masalah yang penting mereka tidak mengetahui siapa kita."


Disitulah saya benar-benar merasa marah karena mereka telah menahan tuan muda begitu lama hanya untuk keperluan pribadi mereka.


"Siapa kalian! Jadi selama ini kalianlah orang bertopeng yang menahan pangeran Agra?"

__ADS_1


__ADS_2