The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
59. POV Samuel III


__ADS_3


"Tuan muda! sudah saatnya makan siang, sebenarnya saya kesini untuk menjemput anda, tolong buka pintunya!"


"Aku tidak mau!"


"Yakin anda tidak ingin pergi? nyonya besar Kai menunggu tuan muda lho ... anda sudah berjanji dengannya kan?"


Blakk ...


"Ayo pergi!"


"Hmm ... Rupanya tuan muda lumayan tepat janji."


"Berisik!"


(Saat dimeja makan)


"Kenapa tuan Samuel berdiri disitu ayo bergabunglah untuk makan siang dengan kami."


"Tapi tuan saya–"


"Tuan Sam anda tidak perlu sungkan saya menganggap anda sebagai partner bukan bawahan ataupun pelayan, anda adalah bagian dari keluarga kami sekarang kemarilah dan duduk bersama kami untuk makan siang."


"Baik!"


Kekagumanku dengan tuan besar Agruero semakin bertambah, meskipun saya sekarang menjadi bawahannya namun dia tidak pernah memperlakukan diriku sebagai bawahan. Dia seakan ingin menjadikanku sebagai saudaranya dan bagian dari keluarga Bluezer.


"Ayah aku selesai makan! Besok aku ingin keluar! Jika ayah tidak mengijinkanku keluar aku akan merusak semua fasilitas kastil." - Agra.


"Pangeran Agra siapa yang mengajarimu bicara seperti itu! Bersikaplah sopan kepada orang tuamu!" - Kai.


"Besok pagi adalah hari dimana temanku menunggu di suatu tempat, aku harus menepati janjiku untuk datang." - Agra.


"Lagi-lagi yang kau bicarakan itu!" - Agruero.


"Pangeran Agra diluar sana berbahaya kau tidak ingat apa yang orang-orang jahat itu lakukan kepadamu satu tahun yang lalu?" - Kai.


"Ibumu sampai terluka karena menyelamatkanmu kan? Jadilah patuh!" - Agruero.


"Ayah aku merindukan temanku dialah yang membantuku mencari tempat persembunyian dan saat aku bersembunyi dari orang-orang jahat itu dia juga mengunjungiku setiap hari hanya untuk mengantar makanan. Saat ini dia menungguku aku harus kesana." - Agra.


"Mohon maaf menyela pembicaraan kalian, kalau berkenan biarkan saya yang menemani tuan muda." - Sam.


"Apakah anda bisa bertarung?" - Agruero.


"Saat usia 10 tahun saya dilatih di suatu agensi pertahanan dan keamanan di wilayah barat, yaitu Negeri Blues Forest."

__ADS_1


"Benarkah?"


"Tetapi saya bukanlah anggota khusus yang terampil melainkan saya adalah anggota buangan karena kemampuan saya yang dibawah rata-rata."


"Tapi anda bisa bertarung dengan teknik dasar kan?"


"Bisa tuan."


"Hmm ... Baiklah!" - Agruero.


"Hah? Jadi ..." - Agra.


"Ayah ijinkan kau keluar." - Agruero.


"Horeee ... Akhirnya." - Agra.


"Sayang kenapa kau mengijinkan putra kita keluar?" - Kai.


"Seorang laki-laki harus menepati janjinya kan?" - Agruero.


"Hm ... Kau benar ... Baiklah pangeran Agra, ibu juga menyetujui permintaanmu kali ini, tapi kau harus berhati-hati jangan sampai kau dikenali oleh orang lain dan jangan jauh-jauh dari paman Sam." - Kai.


"Tuan Samuel sebelum keberangkatan kalian saya ingin berbicara sesuatu kepada anda, nanti sore temui saya di ruangan pribadi saya." - Agruero.


"Baik tuan!" - Samuel.


Sebuah kekuatan besar yang masih tertidur didalam dirinya membuat semua orang ingin mengambil kekuatan itu terutama organisasi-organisasi ilegal yang terus mengincar dirinya. Tuan Agruero menceritakan semuanya kepada saya mulai kelahiran tuan muda sampai masalah yang dialami tuan muda sekarang.


Saat itu aku baru tahu kalau Dewa Chakra menurunkan kekuatannya kepada tuan muda Agra, pantas saja tempramen tuan muda selalu bergejolak itu karena tubuh tuan muda masih kecil belum mampu menyeimbangkan kekuatan sebesar itu. Tuan Agruero juga mengatakan bahwa tuan muda pernah kehilangan kendali akibat pengaruh bulan purnama merah dan mengamuk.


"Saya ingin kedepannya anda bisa menjadi teman putra saya, dia terlihat sangat kesepian karena dia tidak memiliki teman di kastil ini. Semua teman bahkan sepupu-sepupunya sendiri tidak berani mendekatinya karena takut kalau dia suatu saat mengamuk lagi."


Itulah yang diharapkan dari tuan Agruero kepadaku, seperti harapan sang master semua orang ingin aku melindungi tuan muda.


"Jadi selama ini tuan muda sangat tertekan?"


"Benar."


"Ini sebenarnya bukanlah keinginan saya tapi semua yang saya lakukan saat ini demi keselamatan dia juga."


"Baiklah tuan tanpa anda minta sekalipun saya akan terus melindunginya."


"Terima kasih tuan Samuel."


"Sama-sama, anggap saja ini hutang budi saya kepada keluarga Bluezer karena telah menolong saya."


Esok hari saat di gerbang kastil aku dan pangeran Agra menaiki seekor kuda dengan posisi boncengan, aku yang mengendalikan kuda sementara tuan muda duduk didepan saya. Akhirnya selang beberapa menit untuk persiapan, kami pun pamit untuk memulai perjalanan, kami juga memakai jubah dengan penutup kepala supaya tidak terlihat menonjol saat melewati pemukiman.

__ADS_1


Saat ditengah perjalanan pun saya melihat tuan muda tersenyum riang itu adalah pertama kalinya saya melihat tuan muda begitu gembira.


"Huufft ... Haahh ... Segar sekali udaranya."


"Udara pagi hari memang segar tuan muda."


"Hah ... Sudah lama aku tidak keluar kastil rasanya bebas."


"Kalau begitu saya pelankan kudanya supaya tuan muda bisa menikmati pemandangan luar."


"Siap kapten!"


"Waaah ... Paman Sam lihatlah ada burung warna-warni terbang di atas langit!"


"Haha ... Itu adalah burung Blue Bird, klan Blue memang sangat mempesona dengan keindahan warna birunya bahkan burung dan langit pun sangat indah dipandang saat berada ditempat ini."


"Paman ... paman ... Lihatlah gunung disana indah sekali jika dilihat dari sini! Waah ... benar-benar menakjubkan! Ohya temanku ada dibalik gunung itu dia nanti akan menungguku disebuah sungai yang lebar dan indah disana akan banyak bunga-bunga ungu yang bermekaran. Paman pasti suka!"


Saat itu juga aku merasa kasihan dengan tuan muda Agra diusianya 5 tahun dia masih belum memiliki pengalaman apapun karena penjagaan ketat dari tuan besar. Bahkan dia tidak bisa menikmati masa kanak-kanaknya, dia benar-benar mirip denganku sewaktu aku masih kecil.


Meskipun aku gen clonning sekalipun aku juga ingin merasakan masa kanak-kanak layaknya manusia biasa. Bermain, bernyanyi bersama teman dan selalu riang gembira tanpa tahu masalah yang dialami orang dewasa, tanpa ikut pertarungan dan peperangan, tanpa harus memegang sebuah pedang dan peralatan senjata asli.


"Tuan muda!"


"Ya?"


"Apakah anda juga merasa kesepian?"


"Maksud paman?"


"Dulu paman tidak memiliki seorang teman satu pun dan paman selalu sendirian, paman merasa kesepian karena tidak punya seseorang untuk diajak bicara."


"Benarkah? jadi kita senasib?"


"Hahaha ... Bisa dikatakan seperti itu."


"Bisakah kita berteman? Berkat paman aku bisa keluar dari kurunganku."


"Anda tidak boleh berkata seperti itu bagaimana pun juga tempat yang paling aman dan nyaman adalah rumah. Jika kita tidak punya rumah dan keluarga kita tidak akan bisa mengenal kata "pulang" lagi."


"Pulang? Apa yang dikatakan paman Sam benar, waktu itu aku diculik dan tidak bisa apa-apa. Aku hanya menangis dan berharap supaya aku bisa pulang memeluk ayah dan ibu."


"Itulah yang paman maksud tuan muda."


"Baiklah paman aku tidak akan menganggap buruk rumahku."


Selama diperjalanan itu aku dan tuan muda semakin terhubung erat dan kami terus mengobrol dan bercerita dengan santai sambil menikmati suasana pagi di alam yang bebas.

__ADS_1


Aku pun membuat ikrar di dalam hatiku sendiri untuk terus melindungi tuan muda Agra dan menjadi abdi setia klan Blue terutama untuk keluarga Bluezer sampai kapanpun aku akan terus berdiri dengan klan Blue sebagai prinsip ku.


__ADS_2