The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
41. Diri Yang Hilang


__ADS_3


"Hey bangunlah tukang tidur!"


Mendengar suara orang yang membangunkannya Agra pun membuka matanya, ia tiba-tiba berada di suatu tempat dimana suara aliran sungai masih begitu jernih untuk didengar. Agra berdiri dan melihat sekitar, benar-benar terasa aneh.


"Dimana aku? Perasaan aku berada di dalam tahanan, kenapa aku bisa ada ditempat ini?"


Ia kembali melihat pemandangan sekitar, disana terdapat beberapa bunga lavender yang baru tumbuh. Agra juga melihat pohon besar yang tumbuh sendirian ditengah luasnya padang rumput, pohon itu terlihat subur dan rindang. Disitulah ia mulai merasakan bahwa tempat itu sangat tidak asing baginya.


Namun saat Agra menatap pohon itu munculah sosok gadis kecil berambut panjang sedang berdiri dibalik pohon besar, dengan uraian rambut warna ungu membuat Agra terkejut karena warna rambut dan matanya sangat mirip dengan Vendrinna. Gadis itu melambaikan tangannya kearah Agra dan memanggilnya.


"Hey ... kesini!"


Agra yang masih bingung mencoba menghampiri gadis kecil dan menanyakan nama tempat itu kepada si gadis kecil.


"Maaf gadis kecil, kalau boleh tau tempat apa ini?"


Gadis kecil itu tidak menjawab pertanyaan Agra, ia memutuskan untuk pergi dan lari kearah sungai yang begitu banyak bebatuan.


"Hey ... gadis kecil jangan lari kearah situ!"


Agra meneriaki gadis kecil namun teriakannya hanya menghasilkan gema saja. Gadis kecil itu berhenti berlari dan menatap Agra dari kejauhan sembari tersenyum.


"Ada yang aneh dengan tempat ini, dan juga siapa gadis kecil itu? Rambutnya mirip dengan Vendrinna, jangan-jangan dia juga bagian dari Vander Clan." Batin Agra.


Saat Agra membubarkan lamunannya gadis kecil itu menghilang secara misterius. Agra semakin merasa kebingungan dan mencob mencari jalan untuk keluar.


"Bagaimana aku bisa keluar dari tempat aneh ini."


Disaat Agra sedang berfikir keras, tiba-tiba muncul suara tawa dari gadis itu namun ia tidak melihat wujudnya.


Usai mendengar tawanya kepala Agra seketika terasa sakit dan berdenyut, pandangannya kabur dan tempat itu terasa berputar. Titik puncaknya dari sakit yang Agra rasakan adalah saat beriringan dengan kencangnya suara tawa si gadis kecil.


Semakin keras suara tawa dari si gadis kecil, semakin pusing kepala Agra.


"Argghhh ... Tolong hentikan!"


Agra berteriak dan suara itu berhenti. Selang beberapa detik suara tadi muncul kembali dan berubah menjadi sebuah tangisan.


"Argghh ... kenapa muncul kembali! Siapa gadis kecil itu sebenarnya!?"


"Hiks ... Hiks ... Blue!"


Agra terkejut mendengar si gadis kecil menyebut nama Blue.


"Blue jangan pergi!"


Suara teriakan dari gadis kecil muncul dan menusuk gendang telinga Agra.


"Arghh ... Diam!"


Saking sakitnya Agra memejamkan mata dan ternyata suara itu tiba-tiba kembali menghilang.


Agra kemudian ditarik oleh sosok misterius dan masuk kedalam tuang dimensi yang berbeda, dimana semuanya gelap tanpa penerangan sedikitpun. Disanalah Agra mulai merasakan sosok bayangan hitam yang menyerangnya secara tiba-tiba, dan tubuh Agra pun terselimu oleh kabut hitam tersebut.

__ADS_1


"Tidak akan kubiarkan kau membukanya!"


Suara aneh muncul kembali namun kali ini suaranya lebih besar dan lebih berat. Tubuh Agra pun sulit digerakkan, ia hanya bisa pasrah oleh bayangan hitam itu.


Tak lama kemudian sosok bayangan putih menyerang dan membawa Agra ke dimendi yang lain, dimensi itu sepenuhnya berubah menjadi putih dan terlihat begitu terang.


"Sudah saatnya kau mencari dirimu yang hilang. Sebelum kau ditelan oleh bayangan hitam tadi."


Sosok pria berjubah putih datang dihadapan Agra, namun wajah pria itu tidak begitu jelas.


"Siapa? Siapa kau? Dan ... Siapa aku?"


Agra tiba-tiba merasa linglung saat disadarkan oleh pria jubah putih. Bahkan ia melupakan namanya sendiri.


"Tanyakan pada dirimu dan biarkan energi murni masuk kedalam tubuhmu. Jangan biarkan sesuatu masuk dan mengontrol jiwamu."


Pria berjubah kemudian lenyap dari pandangan Agra dan disitulah Agra mulai mendengarkan suara-suara kecil yang memanggil dirinya. Suara-suara yang terus memanggil namanya dan menyadarkan dirinya akan kenyataan yang telah hilang.


Agra teringat dimana dia lahir, putra dari siapa, dan apa tujuan dia bertahan didunia Clonning. Ingatannya pulih semula setelah melewati dimensi gelap yang mungkin akan menenggelamkan memorinya sendiri. Namun usai memorinya kembali pulih, sedikit terlintas sebuah serpihan ingatan yang tidak begitu jelas juga terselip didalam otaknya.


******


"Agra! Hey!"


Dimensi itu lenyap dan ia kini berada ditempat lain. Ia melihat sosok gadis remaja berambut ungu dengan ikat kepala berbentuk kupu-kupu datang memanggilnya. Itulah Vendrinna yang sejak tadi memanggil namanya, ia telah berhasil menembus dimensi roh milik Agra.


"Vendrinna!? Apa itu kau?"


"Iya, aku hebatkan bisa menembus portal dimensimu dua kali hahaha ..."


Agra tiba-tiba memeluknya dengan erat dan membiarkan ketakutannya meredam begitu saja.


"Wow ...sepertinya ada hal buruk yang menimpamu, sampai-sampai sosok pria yang cerdas dan pemberani ini bisa merasakan takut yang sangat hebat."


"Diamlah dan tetaplah seperti ini dulu!"


"Hey! Kedatanganku kesini tidak untuk dipeluk olehmu saja, tapi aku ingin membahas rencanamu yang selanjutnya."


"Rencana apa?"


"Nah lupa!"


Vendrinna menepuk jidatnya dan membiarkan Agra mengingat misi utamanya.


"Ohiya! Aku baru ingat, terimakasih gadis imut." Sembari mencubit pipi Vendrinna.


"Wow ... Peluang besar." Vendrinna menatap Agra dengan mata berkaca-kaca.


"Apa?"


"Ah ... tidak ... lupakan! Aku sudah membuka kertas mantra itu dan mengikuti intruksimu untuk datang ke portal dimensi roh, sekarang katakan apa yang akan aku lakukan selanjutnya."


"Pergilah ketempat tahanan rahasia, bebaskan orang-orang yang tidak bersalah di sana. Dan untuk pangeran tidur itu aku tugaskan dia untuk menjaga sisi bagian utara kastil Redfire Clan, disitulah penjagaan diperketat karena diarea itu ada lorong yang akan membawamu ke tempat tahanan rahasia itu."


"Siapa saja yang akan aku bebaskan nanti."

__ADS_1


"Hehe ... nanti kalian akan tahu sendiri."


"Lalu bagaimana denganmu?"


"Sepertinya saat ini tubuhku sedang dibawa ke bukit sealer blue. Disitu aku akan mengeluarkan chakra five syclon dari dalam diriku."


"Apa kau gila! Chakra mengerikan itu akan bangkit jika kau membukanya. Lagipula kau masih belum siap untuk mengontrol chakra itu."


"Tenang saja urusan itu biar aku saja yang menanganinya, ohiya! kirimkan Nekko untuk menyusul ku dan letakkan kalung yang kau pakai itu keatas kepala Nekko. Dia akan mendapatkan petunjuk arah nantinya."


"Baiklah! Berhati-hatilah, nanti aku akan menyusulmu setelah urusan tahanan selesai."


"Sampai jumpa Vendrinna. Kuharap aku masih bisa selamat agar aku bisa terus melihat senyummu."


"Pastikan itu Agra!"


Agra telah lenyap dari pandangan Vendrinna. Gadis itu pun melepaskan chakra penghubung dimensi roh dan juga ikut kembali ke tubuh semula.


******


"Vendrinna, bagaimana? Kau berhasil?" Tanya Jessy yang sejak tadi berada disampingnya.


"Ya aku berhasil. Ohya! dimana kak Axcel?"


"Dia tidur dibawah pohon besar itu."


"Pantas saja dia dijuluki pangeran tidur oleh Agra."


Vendrinna berdiri dan berjalan kearah Axcel.


"Bangun pangeran tidur!" Teriak Vendrinna.


"Eh ... Tuan putri telah kembali. Bagaimana? Apa kau sudah bertemu dengan Agra."


"Sudah."


"Lalu?"


"Kita sudah berada didepan gerbang kastil, Agra meminta kita untuk memutar arah ke sisi utara disitu ada tahanan yang tidak bersalah. Agra meminta kita untuk membebaskan mereka."


"Tunggu dulu! dia meminta kita untuk menyelamatkan orang lain sementara dia tidak ingin ditolong?"


"Ini adalah rencananya kita lakukan saja."


"Apa kau percaya bahwa dia akan pulang dengan selamat?"


"Aku percaya." Tegas Vendrinna.


"Aku juga percaya!" Jessy ikut mengajukan suaranya.


"Baiklah kalau begitu. Mari kita jalankan misi ini!"


Mereka memulai pergerakan ke sisi utara kastil, sebelum itu Vendrinna meletakkan kalung pemberian Agra di atas kepala Nekko dan cahaya kecil itu muncul. Vendrinna menarik kalungnya kembali sedangkan Nekko langsung pergi mengikuti petunjuk dari cahaya kecil yang menempel di atas kepala Nekko.


#Bersambung

__ADS_1


Maaf lama up😅


Thanks for Reading🤩


__ADS_2