The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
50. Musuh Terselubung


__ADS_3

Monster ya? Entah kenapa aku malas untuk merubah wajahku menjadi mengerikan.


Mereka selalu takut melihatku berubah seperti ini, bahkan waktu kecil teman-temanku dikastil semuanya menjauh. Mereka takut untuk berteman denganku. Makanya aku selalu diasingkan dan tidak dikenal oleh banyak orang. Bahkan ada yang mengira kalau orang tuaku tidak pernah punya anak.


Itulah yang menjadi perdebatan didalam dunia kepemimpinan. Mereka mempertanyakan penerus dari ketua klan Blue dan pemimpin dunia. Namun Ayahanda tetap merahasiakan keberadaanku, itulah mengapa aku sering mengamuk dan menghancurkan kastil White Blue karena aku pikir mereka tidak menganggapku sebagai putranya.


Tapi semua dugaanku ternyata salah, justru mereka sangat menyayangiku dan melindungiku dari orang-orang jahat, makanya mereka merahasiakan keberadaanku dari dunia luar. Orang tuaku pernah bilang kalau sejak aku berada didalam kandungan kelima dewa chakra menghampiri mereka dan menyuruh mereka untuk merahasiakan kelahiranku.


Aku mulai memahami perasaan mereka menjadi orang tua yang harus merahasiakan kelahiran anaknya sendiri demi masa depan dunia. Aku pun mulai menerimanya dan mengubah pandanganku akan dunia ini.


"Hey Agra! Kami datang untuk menyelamatkanmu, Jadi bersabarlah sebentar." - Axcel.


"Darling! Apa kau mendengar kami?" - Vendrinna.


Dan mereka mulai hadir dalam hidupku, menemani setiap detikku, terus berjalan disisiku. Benar-benar seperti keluarga, aku tidak ingin kehilangan keluargaku lagi.



"Kita harus bisa mendekatinya dan mencoba menaklukan Agra. Disitulah aku mampu memperbaiki segelnya yang rusak dan mengembalikan dia ke wujud aslinya." - Axcel.


"Tapi untuk mendekatinya itu sangat sulit, monster didalam dirinya menghalangi kita untuk mendekati tubuhnya." - Vendrinna.


"Kasus kedua Agra benar-benar aneh. Ini tidak seperti kasus pertama dulu dimana dia memunculkan wujud monsternya dan kesadarannya ditelan oleh chakra mengerikan itu hingga akhirnya menjadi satu dengan chakra five syclon. Namun kasus ini malah sebaliknya, aku melihat seakan-akan perubahan itu terpecah menjadi dua antara kesadaran Agra dengan keberadaan monster itu. Sepertinya faktornya bukanlah energi bulan purnama merah." - Axcel.


"Energi bulan purnama merah hanya mendukung kesempurnaan dari chakra five syclon, dengan adanya energi bulan purnama merah chakra five syclon menjadi tidak stabil dan terdapat guncangan arus chakra yang mengakibatkan tubuhnya kehilangan kendali dan kesadarannya terpisah oleh tubuhnya. Singkatnya tubuhnya saat ini dikendalikan oleh energi bulan dengan kesadaran masih terjaga. Namun dia tetap tidak bisa melakukan apapun kecuali mengurangi dampak serangannya." Jelas Mr.X


"Hemm ... teori itu benar juga, tapi entah kenapa aku masih belum yakin jika faktor penyebab Agra menjadi seperti ini adalah energi bulan purnama merah, ini benar-benar terlihat seperti sedang dikendalikan." Axcel menyanggah sembari berpikir.


"Vendrinna kenapa kau tiba-tiba diam?" Axcel merasa heran dengan Vendrinna yang tiba-tiba terlihat aneh.


"Tidak, aku tidak apa-apa." Jawab Vendrinna dengan kepala menunduk.


"Yakin tidak ada apa-apa?" tanya Axcel dengan penuh selidik.


"Eumm ... sebenarnya bolehkah aku menanyakan satu hal sebelum kita melakukan strategi kita?"


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Jadi darling pernah mengalami kasus yang sama? kenapa dia tidak cerita kepadaku?"


"Itu adalah masa kelamnya, mengingat hal itu membuat Agra semakin terpuruk. Mungkin dia tidak mau saja teringat masa lalunya."


"Ha?"


"Fiuhh ... sebenarnya aku tidak berhak mengatakannya tapi karena kau memiliki perasaan kepada adikku maka aku akan mengatakannya."


"Cepat katakan kak!"


"Lebih dari 1000 penduduk klan Blue telah menjadi korban dari kasus pertamanya dan naasnya mereka semua telah tewas, itulah yang membuat dirinya dihantui oleh kecemasan. "


Vendrinna terkejut mendengar cerita Axcel.


"Jadi begitu ya? Dasar darling hiks ... hiks ..." Vendrinna tiba-tiba menangis.


"Vendrinna? Ke–"


Belum selesai Axcel melanjutkan ucapannya Vendrinna langsung maju menghadapi Agra, Ia berlari sambil menangis.


"Kenapa? Kenapa kau memikul bebanmu sendirian, jika kau punya beban yang berat setidaknya bagilah kepadaku, rasanya tidak adil jika kau saja yang memikul beban itu sendirian. Kita sudah berjanji untuk terus bersama kan? dasar Bodoh! hiks ... hiks ..."


Hoaaarrgghhh ...


"Vendrinna! Awas! Argghh ... Dasar gegabah! Orang misterius itu juga pergi kemana lagi?" Axcel menggerutu.


Vendrinna terkena hempasan dari Agra untung saja ia mampu menghindari serangannya, Selang beberapa detik kalung Vendrinna pun mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Disitulah Vendrinna melanjutkan larinya dan bergegas mendekati Agra.


"Darling! Lihatlah kalung pemberianmu bercahaya, apakah kau juga merespon keberadaanku." Teriak Vendrinna.


Hoaaargghhh ... Ven ... drin ... naa ...


"Iya, aku disini darling! Keluarlah dari sana dan peluk aku!"


Akhirnya Vendrinna mampu mendekatinya dan mencoba memeluknya erat. Saat dipelukan Vendrinna Agra pun terdiam dan tidak melakukan serangan.

__ADS_1


"Tetaplah begini darling!"


Vendrinna ...


Suara Agra mulai mendominasi, disitulah orang misterius muncul dibelakang Agra dan membantu mengembalikan wujudnya.


Arrrggghhhh ...


"Hey pemuda pedang sekarang giliranmu untuk memperbaiki segelnya." -Mr.X


"Baik!" Axcel bergegas mendekati Agra.


Axcel pun mengerahkan chakra five sealer yang berarti lima segel. Ia menggunakan chakra itu untuk memperbaiki, membuka, dan menutup segel yang tertanam didalam tubuhnya.


"Aku yang akan mengambil energi bulan purnama merah dari dalam dirinya sedangkan kau bertugas mengatur ulang segelnya, bagaimana?" Mr.X memberi penjelasan.


"Iya, ayo lakukan sekarang!" - Axcel.


Mereka pun mencoba mencabut energi bulan purnama merah namun dalam prosesnya membuat Agra merasa kesakitan dan kembali mengamuk. Untung saja hal itu masih bisa ditangani oleh Vendrinna.


Aaaarrrggghhhh ...


"Tenanglah Agra peluk aku jika kau merasa sakit."


Agra mengikuti instruksi dari Vendrinna, tangannya pun bergerak untuk memeluk Vendrinna kembali.


"Bagus, ambil alih kendali tubuhmu jangan sampai chakra lain mengendalikanmu!" Ucap Vendrinna.


"Akhirnya!" Mr.X berhasil mengeluarkan energi bulan purnama merah.


"Tinggal sedikit lagi segelnya akan tertutup." - Axcel.


Hoarrggggghhhh ...


Agra semakin mengamuk dan ia melakukan serangan mendadak kepada mereka bertiga.


"Sip! Selesai ayo kita lari!" Teriak Axcel.


Mereka bertiga kemudian menjauhi tempat Agra dan memantau dari jarak jauh.


"Seharusnya sudah." Jawab Axcel.


"Belum! Kita harus memutus pusat dari energi bulan merah itu supaya energinya tidak masuk lagi ketubuhnya." Mr. X menyela.


"Benar juga tuan misterius." - Axcel.


"Kalau begitu kita memanggil awan putih milik Jessy saja untuk menyelimuti bulan itu." - Vendrinna.


"Benar juga, Itu ide yang bagus." - Axcel.


"Hey Jessy! Kesini!"


Vendrinna pun memanggil Jessy yang dari tadi menunggu dibalik rerumbunan semak belukar bersama Nekko, Rival dan Laurent.


"Kenapa dia memanggilku? Hey tukang mengamuk aku kesana dulu, aku titipkan Nekko kepadamu."


"Kau bodoh atau bagaimana? Kau menitipkan Hewan aneh ini kepadaku yang jelas-jelas menjadi musuhmu?"


"Hemm ... Benar juga, tapi aku lihat-lihat kau tidak seburuk ayahmu. Jika kau memang berniat untuk membunuh kami semua mungkin sejak awal kau melakukannya tapi sampai sekarang sih kau tidak melakukannya, bahkan memberikan informasi penting untuk kami."


"Kau–"


"Aku pergi dulu jaga istrimu dan kucing kesayanganku ya?" Jessy bergegas pergi.


"Berapa kali aku mengatakannya! Dia bukan istriku!"


Jessy tidak menghiraukan protesan dari Rival, ia terus berjalan menuju tempat Vendrinna, Axcel dan Mr.X.


"Ada apa?" Tanya Jessy.


"Berhubung kau adalah anggota klan Loneblast kami meminta tolong kepadamu untuk memanggil awan putih milikmu untuk menyelimuti bulan purnama merah." - Vendrinna.


"Hemm ... Kalau itu urusan gampang, tapi itu membutuhkan banyak chakra untuk mengumpulkan awan putih menjadi gumpalan gumulus yang tebal, jadi ..."

__ADS_1


"Kuberi 2500 keping untuk ganti rugi modal usahamu yang hancur bagaimana?"


"Setuju!"


Gumulucus Skytroph !


Tanpa berpikir panjang Jessy mengeluarkan mantra yang mampu mengumpulkan awan putih dan mengontrolnya, ia kemudian mengarahkan gumpalan awan tersebut tepat dibawah Bulan purnama merah dan menyelimutinya sampai tidak ada cahaya yang masuk sedikit pun.


"Bagus! Kita lihat reaksinya apakah chakranya mulai menyusut atau tidak." - Axcel.


Setelah beberapa menit berlalu, Agra tidak kunjung berubah disitulah mereka mulai cemas sudah begitu banyak upaya untuk mengembalikan Agra kewujud aslinya namun masih belum berhasil juga.


"Kenapa Agra? Kenapa kau tidak ingin keluar dari sana?" - Vendrinna.


"Ada sesuatu yang membuatnya tidak ingin keluar, seharusnya jika chakra itu tenang dia bisa memanfaatkan situasi ini untuk keluar dan mengambil alih kembali tubuhya." -Mr.X


"Apa boleh buat aku harus menggunakan kartu As ku." - Vendrinna.


"Jangan-jangan ..." - Axcel.


"Ya! Membuka dimensi roh nya." - Vendrinna.


"Apa? Bukankah hanya anggota klan Blue yang bisa melakukannya?" - Mr.X.


"Anggap saja itu seperti ikatan dari hubunganku dengan darling." Vendrinna sembari tersenyum.


Vendrinna pun akhirnya melakukan pembukaan portal dimensi roh dan mencoba menyatukan batin antara dirinya dengan Agra.


~Terhubunglah! terhubunglah! terhubunglah!


Batin Vendrinna sembari memejamkan mata. Dimensi roh akhirnya telah terhubung, Vendrinna berhasil memasuki ruang dimensi roh Agra. Ia membuka matanya dan didepannya sudah ada Agra yang sedang bermeditasi.


~Gelap sekali tempat ini.


"Eumm ... Darling!"


Mendengar suara Vendrinna memanggil, Agra langsung membuka matanya dan menoleh kebelakang.


"Vendrinna?"


"Ada apa dengan dimensi rohmu?"


"Aku sekarang telah terputus oleh portal dimensi para klan Blue dan sekarang aku resmi menjadi satu-satunya anggota klan Blue, menyedihkan kan? Sampai-sampai dimensi rohku mirip dengan masa-masa kelamku, hahaha ..."


"Darling~" Vendrinna berjalan mendekati Agra dan memeluknya.


"Jangan menyimpan beban itu sendirian. Kami disini untukmu."


"Aku mengerti apa yang kau pikirkan, tapi sekarang aku tidak menganggap semua itu beban. Hanya saja aku mulai beranggapan bahwa yang ku pikul saat ini adalah tanggung jawabku, jadi jangan cemaskan aku."


"Tapi–"


"Sssttt ... Ada musuh terselubung yang harus kita hadapi sekarang."


"Musuh terselubung? Siapa?"


"Emm ... sebelum kuceritakan bisakah kau melepas pelukanmu?"


"Ehehehe ... Maaf ..."


~Syukurlah aku masih bisa terhubung dengan Vendrinna didimensi rohku ini, meskipun dia tidak seharusnya memiliki chakra itu tapi aku merasa tenang dengan kehadirannya disini.


"Darling! Kau bilang ingin bercerita tapi kenapa kau malah melamun?"


"Vendrinna, saat ini tubuhku sedang dikendalikan oleh seseorang dari jarak jauh. Setelah aku mendeteksinya ternyata ada sekelompok orang yang terlibat dalam proyek ini selain klan Redfire."


"Apa!? Jadi benar dugaan kami kalau darling sedang dikendalikan. Hemm ... aku mulai berpikir apakah mungkin klan Redfire bekerja sama dengan kelompok itu?"


"Tidak! Malah mereka tidak tahu apapun mengenai kelompok ini. Kelompok ini tidak bisa kita anggap remeh, mereka bergerak secara diam-diam dan mengambil kendali penuh dari dalam."


"Bagaimana mereka bisa melakukan agresi ini. Kekuatan pertahanan klan Redfire sangat kuat, apalagi raja Leviathan telah memasang 100 bayangan ilusinya dari beberapa sudut kastil."


"Entahlah bagaimana mereka bisa lolos, yang jelas mereka telah mengetahui bahwa aku akan dijadikan proyek transform chakra oleh klan Raja Leviathan makanya mereka memanfaatkan situasi ini."

__ADS_1


"Namun yang aku bingungkan sekarang adalah kenapa mereka melakukannya sampai sejauh ini dan sangat terencana. Apa tujuan mereka melakukan ini? Aku benar-benar khawatir denganmu darling!"


"Sudahlah Vendrinna, aku punya ide untuk memancing mereka keluar dari sarangnya."


__ADS_2