The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
57. POV Samuel I


__ADS_3


24 tahun yang lalu di laboratorium penelitian aku disetel ulang karena kehidupanku yang kurang beruntung, karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab aku dihajar dan dirusak oleh orang-orang jahat.


Setelah dihajar habis-habisan aku dibuang dan dibiarkan begitu saja, disitulah aku merasa bahwa gen clonning hanyalah dijadikan boneka oleh para manusia, dipaksa menjadi pesuruh dan jika menolak akan ditindas dan dibuang.


Waktu itu aku berumur 10 tahun setelah diciptakan, untung saja masih ada orang baik yang mau memungut ku dia membawaku ke laboratorium dan memperbaiki diriku.


"Tenang saja namaku Elena aku akan menyelamatkanmu kau akan aku perbarui, jadi kau tidak perlu menangis, kau tidak akan musnah. Tapi sebelum itu kau harus dinonaktifkan selama proses *restorasi selesai."


"Terima kasih, master."


"Haha ... Kenapa kau memanggilku master?"


"Menurutku panggilan itu pantas untuk anda karena anda telah menolong saya."


"Baiklah ... Baiklah ... Terserah kau memanggilku dengan sebutan apa? Tapi sebelumnya aku ingin memberitahumu satu kendala saat proses itu berlangsung, ini baru pertama kali aku merestorasi gen klonning, jadi aku tidak bisa menjamin kalau kau akan aktif kembali dengan cepat, akan butuh waktu lama bahkan sampai bertahun-tahun untuk memulihkan dirimu karena mengingat begitu parahnya kerusakanmu. Tenang saja ingatanmu masih bisa aku cadangkan kau tidak perlu takut kehilangan ingatanmu, jadi apakah kau bersedia?"


"Tidak masalah asalkan master terus menemaniku."


"Tenang saja aku akan terus disini menemanimu, melihatmu terus berkembang dan menunggumu sampai kau bangun kembali."


"Tunggu sampai aku bangun, aku akan membalas kebaikan anda."


"Ahahaha ... Baiklah ... Baiklah ... Waktunya penonaktifan aku sudah menonaktifkan saraf-saraf yang ada di tubuhmu, selamat hibernasi! Sampai jumpa lagi saat kau bangun."


Ngung ...


Ngung ...


Ngunggg ...


Gelap! Disitulah aku menemukan kegelapan. Tidak ada cahaya sedikit pun yang terlintas dan aku juga mulai kehilangan kesadaranku.


Sepuluh tahun kemudian aku tersadar dari proses restorasi dan aku merasa seperti terlahir kembali. Namun pertama kalinya aku bangun aku melihat pemandangan buruk tepat didepanku.


Suara ledakan yang dihasilkan membuat hancur ruang laboratorium, ledakan itu mengenai orang yang ada di depanku yang tak lain adalah malaikat pelindungku bernama Elena.


"Lama sekali kau bangun? Tapi sepertinya setelah kau bangun aku tidak bisa melihat wajahmu lagi ..."


"Master!" Aku berteriak dan menangis, baru kali ini aku bisa merasakan emosi.


"Kau menangis? Sepertinya perasaan yang aku tanam kepadamu bekerja. Fiuh ... Waktu berlalu begitu cepat ya? tidak terasa sudah 10 tahun dan aku juga semakin tua saja, haha ... sekarang kau juga sudah tumbuh dewasa kau adalah pria berumur 20 tahun sekarang. hentikan tangisanmu itu dan tetaplah berada dalam tabung standing itu."


"Kenapa? Kenapa kau mengeluarkan cairan merah?"


"Hahaha ... Rupanya kau masih harus banyak belajar ya? Ini adalah darah, ketika seorang manusia terluka dia akan mengeluarkan darah."


"Tapi kenapa begitu banyak? Master keluarkan aku dari sini! Aku ingin menolong mu."


"Tetaplah didalam kau akan aman disana! Untungnya aku membuat tabung standing dengan bahan kaca yang bagus dan tebal, jadi kau bisa terlindungi meskipun laboratorium ini runtuh."


"Master tunggu aku! Aku akan menyelamatkanmu!"


Aku terus mendobrak kaca itu namun tidak berhasil terbuka. Tiba-tiba saja perempuan itu dihantam oleh seorang pria dari arah kanan sehingga membuat kondisinya melemah.


"Keluarga Bluezer harus musnah!"


"Kau rela membunuh teman-temanmu hanya demi organisasi gelap itu? Kenapa kau begitu tega! Lihatlah teman-teman kita telah mati! Apa kau buta!"


"Aku tidak peduli!"


Mendengar percakapan mereka membuatku semakin sedih ditambah lagi perempuan yang ku anggap keluargaku sendiri menangis didepan temannya yang sudah berkhianat.


"Jangan menangis! Kau tidak pantas menangisi pria jahat itu!"


Dia seketika melihat ke arahku dan mencoba mendekatiku, lalu ia menempelkan tangannya ke kaca.


"Kau juga jangan menangis, Maaf ya membiarkanmu melihat apa yang tidak seharusnya kau lihat. Mulai sekarang nama panggilanmu adalah Samuel dan kode seri barumu adalah SAM-100 karena kau sekarang adalah satu-satunya gen klonning yang tersisa."

__ADS_1


"Ba–Bagaimana mungkin?"


"Kau akan tahu sendiri Samuel. Tetaplah bertahan disini dan jangan keluar sampai bala bantuan itu datang. Waktu ku tidak lama lagi, aku harus mengakhiri semuanya."


"Apa yang kau lakukan?"


"Segel pengorbanan diri terbukalah! Tariklah dia dengan cahaya birumu dan hancurkan! hancurkan bersama dengan tubuh ini dan biarkan cahaya birumu menyala sebagai kemenangan."


Disitulah aku menyaksikan malaikat penolongku mengeluarkan sebuah chakra pengorbanan diri dan mengikat pria jahat itu bersama dengan dirinya. Cahaya biru muncul begitu terang seperti energi nuklir yang ingin meledak.


"Sam, jagalah keluarga Bluezer untukku! Terutama keponakanku tercinta."


"Jangan ... jangan pergi ..."


"Kau juga jagalah dirimu baik-baik Samuel. Aku menyayangimu seperti adikku sendiri."


"Tidak ... Jangan pergi ..."


Aku terus menangis dan dia mulai mengucapkan kata terakhir.


"Selamat tinggal, Sam ..."


Duarrrrr ...


Ledakan besar terjadi malaikat pelindungku sudah pergi untuk selamanya. Aku benar-benar tidak tahu lagi apa yang harus ku perbuat setelah itu, percuma saja aku bangun kembali jika alasanku untuk tetap bertahan sudah tiada.


Disitulah aku memutuskan untuk menonaktifkan diriku selama 7 hari sebagai bentuk penghormatan terakhirku kepadanya.


Tepat pada hari kedelapan usai berkabung aku memutuskan bangun lagi, berharap ada cahaya lagi dan disitu aku melihat seorang anak berdiri menatapku dari balik kaca tabung. Warna mata biru yang memancar begitu mirip dengan perempuan itu.


"Dia bangun!"


"Tuan muda tenang saja, dia akan dikeluarkan dari tabung kacanya. Anda bisa berteman dengannya nanti."


"Benarkah paman?"


"Benar tuan muda."


Aku dibersihkan dan diberi pakaian mewah, ditempat itu begitu banyak pelayan-pelayan yang ramah dan tempatnya juga tidak terlalu buruk. Tempat itu memiliki pemandangan yang sangat indah.


"Tuan! Tuan besar menunggu anda dimeja makan."


"Tuan besar?"


"Silakan lewat sini tuan, saya akan mengantar tuan."


Sampai dimeja makan aku melihat ada dua orang menyambutku dengan begitu ramah.


"Selamat datang di kastil White Blue tuan Samuel silakan duduk disini untuk ikut sarapan bersama kami."


"Siapa kalian?"


"Ah ... Maaf kami lupa memperkenalkan diri, perkenalkan saya adalah Agruero Le Bluezer dan disebelah saya saat ini adalah istri saya Kai Katryne Le Bluezer."


"Salam kenal ya." Perempuan itu menyapaku dengan begitu ramah.


"Nama belakang kalian Bluezer?"


"Iya, Kami dari keluarga Bluezer, kami menemukan anda dalam laboratorium pribadi milik kakak perempuan saya."


"Jadi anda adalah adik dari master Elena."


"Benar sekali, ada banyak hal yang ingin saya tanyakan kepada anda perihal kematian kakak perempuan saya. Tapi sebelum kita mengobrol panjang kita sarapan terlebih dahulu agar anda nyaman ketika memberikan kesaksian."


Waktu itu aku hanya diam dan murung mengingat kematian Master Elena. Dia adalah perempuan yang tangguh dan kuat, dia memiliki tanggung jawab yang besar dan memiliki jiwa yang tulus. Tapi kenapa dia harus berakhir seperti ini.


"Pelayan tolong panggil pangeran Agra kesini, waktunya untuk sarapan." - Agruero.


"Maaf tuan besar, saat ini tuan muda tidak mau keluar kamar sama sekali." - Pelayan.

__ADS_1


"Hah ... Kenapa harus disaat seperti ini." - Agruero.


"Biarkan aku saja yang membujuknya." - Kai.


"Baiklah, ajak dia untuk makan juga." - Agruero.


"Pasti, kalau begitu aku ijin pergi dulu." - Kai.


"Pergilah ... Ohya! Berapa lama anda mengenal kakak saya tuan Samuel?"


"Sejak 10 tahun yang lalu."


"Jadi anda sudah lama berteman dengan kakak saya?"


"Tidak, maksudku ada beberapa kejadian yang mungkin tidak anda ketahui saat itu, saya sebenarnya ada–"


"TIDAK MAU!"


Disaat itulah aku bertemu kembali oleh anak itu, wajahnya selalu terlihat murung dan dingin.


"Agra! Jangan berlari kearah sana!" - Kai.


"Tuan muda kesini!" Pelayan itu juga turut meneriakinya.


"Aku tidak mau makan! Setiap hari aku dikurung ditempat ini! Membosankan!"


Anak itu berteriak begitu keras sampai semua pelayan menunduk kepadanya dan tidak berani mengatasinya.


"Pangeran Agra patuhlah! Jangan membuat masalah lagi!"


"Kai, duduklah biarkan aku yang mengatasinya."


"Agruero apa kau yakin mampu menanganinya?"


"Aku punya trik untuk mengatasinya, tuan Samuel maaf atas ketidaknyamanan anda, tunggu sebentar ... Saya akan segera kembali!"


"Baik."


Tuan Agruero pun menghampiri tuan muda dan memasang wajah menyeramkan.


"Pangeran Agra! Jika kau ingin protes dengan aturan yang Ayah buat, maka bertarunglah dengan Ayah dibelakang kastil. Jika Ayah menang kau harus patuh dan ikut sarapan dengan kami."


"Lalu bagaimana jika aku menang?"


"Jika kau menang Ayah ijinkan kau keluar sesukamu!"


"Baiklah setuju! Aku pasti menang!"


"Kai! Temani tamu kita di meja makan biar aku yang mengurus tuan muda keras kepala ini."


"Baiklah."


Ayah dan anak itu pun menerima sebuah tantangan, dan bertarung satu sama lain, lima menit kemudian akhirnya pertarungan mereka usai. Aku melihat tuan Agruero menjewer telinga Agra dan memaksanya duduk dimeja makan.


"Bagaimana siapa yang menang?" - Kai.


"Aku." - Agruero.


"Ouuhh ... Kasian anak ibu kalah ... Jangan kemana-mana ya sayang, diluar tidak aman bagimu." - Kai.


"Aku tetap ingin keluar! Suatu saat aku akan mengalahkan Ayah!" - Agra.


"Duduklah dengan sopan!" - Agruero.


"Hm." - Agra.


"Maafkan kami tuan Samuel anda juga tidak perlu sungkan ataupun berbicara terlalu formal. Kami juga jarang menggunakan kata formal kecuali saat-saat tertentu saja." - Agruero.


"Baiklah tuan Agruero." - Aku.

__ADS_1


"Tunggu! Dia adalah paman yang waktu itu didalam tabung kaca kan?" - Agra.


*Restorasi \= Pemulihan.


__ADS_2