The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
33. Pohon Suci Vedernight


__ADS_3

..."Jika aku tidak bisa mendapatkannya setidaknya aku bisa melihat senyum bahagianya walau dia bersama dengan yang lain."...


...Itulah prinsip pria sejati....


...__________________________________________...



Krakk ... krakk ... krakk ...


Terdengar suara pijakan dedaunan kering di area pohon besar tersebut, suara itu bersumber dari rerimbunan semak belukar yang ada disisi kanan pohon besar. Axcel akhirnya memberanikan diri untuk mengeceknya.


Disisi lain Agra yang sejak tadi memusatkan chakranya berhasil masuk kedalam dimensi roh pohon tersebut. Di dimensi itu terdapat suatu tempat yang sangat indah dengan kepingan batu biru yang bercahaya, jumlah batu itu sangat banyak dan melayang di udara. Seperti kunang-kunang yang berterbangan disuasana malam.


Agra terus menelusuri dimensi roh milik pohon besar itu, disana terlihat begitu banyak kepingan batu biru yang bercahaya berterbangan sepanjang jalan, batu-batu itu saling terhubung satu sama lain seakan ia memberikan sebuah kehormatan untuk Agra.


"Tempat apa ini? indah sekali. Suasananya juga terlihat berbeda dari dimensi roh milik setiap orang di anggota klanku."


"Tentu saja."


Suara misterius itu muncul dari langit dan menggema disetiap sudut dimensi. Selang beberapa menit datanglah sekumpulan cahaya biru yang menyatu dan membentuk menyerupai tubuh manusia.


Semakin lama cahaya itu semakin menyatu dan terlihat lebih jelas. Ada sosok pria berbadan tinggi berambut putih dari balik cahaya tersebut, pria itu berjalan mendekati Agra dengan penuh kewibawaan, wajahnya pun mulai terlihat jelas saat pria itu datang dihadapan Agra.


"Dimensi ini adalah tempat berkumpulnya chakra milik klan Blue, itulah mengapa suasana dimensi ini sedikit berbeda dari dimensi roh pada umumnya karena tempat ini telah dipenuhi kepingan chakra dari saudara-saudara klanmu yang sudah mati."


"Tunggu dulu! Siapa kau?"


"Perkenalkan namaku Rei aku adalah penjaga pohon suci ini."


"Rei?"


"Iya, aku diciptakan dari gen clonning angkatan kedua tugasku adalah mengumpulkan energi dan chakra dari anggota klanmu lalu memasukkannya kedalam pohon suci ini."


"Gen clonning?" Agra terkejut mendengar perkataan dari Rei.


"Iya kenapa kau terkejut seperti itu?"


"Tidak apa-apa."


"Apakah kau putra dari Kay Katryne?"


"Benar! Kau mengenal ibuku?"


"Bukan hanya mengenalnya tapi aku dan ibumu dulu sudah akrab, meskipun aku bukan manusia tapi hubunganku dengan ibumu sangat baik, kita bersahabat sejak kecil."


"Huh? jadi paman adalah sahabat dari ibuku. Tapi kenapa dia tidak cerita tentang paman kepadaku?"


"Karena ak–"


Blughh!


Buakk!


"Arggghhh ... Ke–kenapa kau tiba-tiba memukulku?"


"Jangan berbohong kepadaku! Aku tahu kau pasti hanya menjebakku."


"Dasar bocah kampret, aku berbicara sejujurnya."


"Jika kau sahabat ibuku pasti ibuku mengatakannya kepadaku."


"Aku belum selesai bicara bocah!" Bentakan Rei menggelegar.

__ADS_1


Agra hanya diam dan menatap Rei dengan wajah dingin.


"Ehhmm ... Maaf ... Biarkan aku bercerita sedikit tuan muda. Aku yakin kau juga ingin mengorek informasi tentang gen clonning kan?"


"Iya, Apa?"


▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪


Dahulu waktu masa penciptaanku, itulah awal dari segalanya. Saat pertama kali aku keluar dari tabung kaca laboratorium aku telah disambut oleh ratusan peneliti dari organisasi Science Clonning System.


Mereka bilang kalau aku adalah gen klon terbaik dari ribuan gen yang dibuat oleh mereka. Dari ukuran tubuhku yang masih anak-anak, aku sudah memiliki tingkatan chakra yang paling tinggi yaitu mencapai tingkat Master level 10.


Namun karena aku masih dalam tahap pengawasan, tanpa sadar tubuhku kadang kehilangan kendali dan aku sering menghancurkan benda-benda yang ada disekitarku. Aku juga pernah melukai orang-orang yang ingin menghentikanku. Mungkin karena mereka memasang inti chakra merah kedalam tubuhku jadi aku sering kehilangan kendali.


Hingga suatu saat aku dikurung oleh ketua organisasi SCS karena chakraku yang mulai berbahaya.


Disitulah kesendirianku terus bertabur, orang-orang menjauhiku karena takut kalau aku mengamuk. Hingga suatu hari ada seorang anak perempuan berumur 12 tahun datang menghampiriku, tanpa rasa takut ia mendekat dan mengajakku bicara.


Awalanya aku kesal dengan manusia-manusia seperti mereka, karena mereka menciptakanku hanya untuk percobaan semata, setelah tahu kemampuanku yang sangat berbahaya mereka malah membuangku. Tapi setelah melihat perempuan itu pandanganku tentang dunia sedikit berubah.


Dia mencoba menenangkan diriku saat inti chakra merah itu keluar.


"Hey! aku yakin kau bisa mengatasi ini, jadi jangan kau tahan kekesalanmu itu! Lampiaskan saja kepadaku, aku akan menahan sakitnya."


"Apa kau bercanda hah? Chakra ini begitu besar jika kau membebaskanku dari tahanan ini, kau akan mati!"


"Hm ... menurutku tidak! selama kau memiliki perasaan seperti manusia yang lain. Ya ... Aku cukup tahu juga tentang dirimu, kau hanyalah klon dan tidak mungkin bisa merasakan cinta dan kasih sayang. Tapi yang aku yakini saat ini adalah bahwa keajaiban pasti datang dari hal-hal yang mustahil. Ayo keluarlah! Ohya satu lagi untuk kalian para peneliti gen klon jika kalian takut pergi saja! biar aku yang mengurusnya."


"Tapi nona!"


"Pergi saja! Aku akan membuka pintu penyegel ini!"


Dengan bodohnya dia mengeluarkanku dari tahanan itu dan dia membiarkan aku mengamuk. Tapi anehnya wajahnya malah tidak menunjukkan rasa takut sekalipun, dia tetap tenang menghadapiku meski aku menyerangnya berkali-kali.


Aku merasa muak karena dipermainkan oleh gadis itu dan akhirnya aku memiliki niatan untuk membunuhnya. Aku mengumpulkan chakra inti merah dan melontarkan serangan dahsyat itu kepadanya.


"Kenapa berhenti? Kau sudah menemukan jawaban yang kumaksud?"


"Apa maksudmu? hiks ... hiks ..."


Waktu itu air mataku mulai menggenang dipipiku. Entah perasaan apa ini tapi aku merasa bahwa diriku sedikit tenang setelah mengeluarkan air mata.


"Kau menangis! itulah bukti bahwa klon juga memiliki perasaan! secara alamiah kau diciptakan dari gen manusia. Manusia memiliki perasaan dan emosi yang kuat, itu juga berlaku bagi klon untuk terus berkembang kedepannya."


Aku pun menghentikan tangisanku dan menghapus air mata yang masih begelinang dipipiku.


"Aku tidak lemah! aku kuat!"


"Justru jika kau tidak menangis kau adalah orang yang lemah. Menangislah jika kau ingin menangis! ohya kenalkan namaku Kai Katryne, namamu siapa?"


"Namaku R-08 Angkatan klon 2."


"Biasa dipanggil apa?"


"R-08!"


"Aku panggil kamu Rei saja ya? Ayo pergi!"


"Kemana?"


"Disuatu tempat dimana kau tidak merasa menjadi makhluk buangan."


Dia akhirnya membawaku pergi dari pusat organisasi SCS dan memperkenalkanku kepada teman-temannya, termasuk Agruero pangeran dari kastil whiteblue.

__ADS_1


Setelah aku tahu dia adalah putri dari keluarga kaya no.3 di klan blue, aku merasa bahwa aku tidak ada apa-apanya dibanding dengan dirinya, dia anak dari keluarga kaya sedangkan aku hanyalah klon yang terbuang. Aku hanya membawa beban bagi dirinya.


Waktu itu dunia sudah berevolusi dan hubungan manusia dengan gen kloning sangat baik. Para gen klon dari angkatan satu dan dua selalu membantu kegiatan para manusia dan meringankan pekerjaan mereka.


Dunia pun telah berubah, semua orang mengatakan bahwa para gen klonning sangat membantu dalam bidang ekonomi dan juga ketenagakerjaan. Mereka juga sepakat memberi nama dunia ini menjadi dunia clonning.


Namun seiring berjalannya waktu semakin lama mereka semakin merasa bahwa kelebihan para gen kloning membuat manusia rendah dan tereliminasi dari populasi pekerja. Kinerja manusia semua tergantikan oleh para klonning, tenaga mereka yang kuat dan tak pernah lelah membuat para manusia merasa direndahkan harkatnya.


Oleh sebab itu terjadilah kontra antara manusia dan gen clonning. Para manusia tidak ingin pekerjaannya diambil oleh kaum klon. Mereka memerangi para peneliti gen klon sekaligus menghancurkan kami para gen klonning. Satu per satu dari kami dimusnahkan tanpa sisa.


Selama 6 tahun berlangsung mereka terus memerangi kami, segalanya hancur dan manusia kembali mendapatkan reputasi mereka sedangkan para klon musnah dari peradaban.


Kehancuran itu terjadi pada masa Agruero dilantik sebagai calon penerus tahta dari kastil Whiteblue dan Kai Katryne yang juga dijodohkan oleh Agruero.


Kehancuran dan kehilangan membuatku merasa tidak berguna, saudara-saudaraku pun juga sudah musnah. Kini hanya aku yang tersisa. Selang beberapa hari setelah persembunyianku aku pergi meninggalkan Kai dan Lainnya.


Aku mendapatkan penawaran dari para petinggi Dewa chakra di pusat Nirwana untuk bekerja sama mengatasi masalah besar yang mungkin akan terjadi dimasa depan dan aku juga mendapat jaminan pelindung oleh mereka supaya aku terus hidup.


Segalanya sudah ku ikhlaskan dan aku sudah memiliki hidup sendiri, dia juga sudah memiliki kebahagiaan itu saat bersama dengan Agruero. Jika aku tidak bisa mendapatkannya setidaknya aku bisa melihat senyum bahagianya walau dia bersama dengan yang lain. Itulah prinsip pria sejati


▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪°▪


Agra yang mendengar cerita itu terdiam dan mencoba mengambil kesimpulan.


"Hmm ... jadi paman dulu pernah menyukai ibuku namun ibuku mencintai ayahku, lalu menikah dan ..."


"Punya anak dirimu." Tambah Rei.


"Hmm ... Estetik sekali, seperti pesona keindahan dunia romansa."


"Kau pikir perasaanku hanya mainan?"


"Tidak."


"Huh! Oya dari sini kau sudah paham kan maksud ceritaku?"


"Iya paman Rei aku paham, terima kasih telah bercerita panjang kali lebar meski kau tadi sebelumnya berkata sedikit."


"Haha ... maaf."


"Oya ada lagi yang ingin kutanyakan kepadamu."


"Apa?"


"Apa itu inti chakra merah?"


"Inti chakra merah adalah pusat energi pembangkit dalam pembuatan sistem Klon. biasanya mereka menggunakannya untuk membangkitkan ribuan lebih gen klonning. Inti chakra merah dirancang setelah inti chakra biru, mereka merancang inti chakra merah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ribuan gen klonning yang akan diluncurkan pada gelombang ketiga nantinya. Namun setelah mengetahui kejadian-kejadian dalam percobaan yang dilakukan kepadaku inti chakra merah pun dihentikan."


"Mengapa dihentikan?"


"Karena jika dibiarkan inti merah ini akan menjadi monster jika setiap unit tidak bisa mengendalikan dirinya."


"Lalu yang paman kenakan itu apakah masih inti chakra merah?"


"Iya, satu-satunya yang bisa mengendalikan inti chakra merah adalah aku."


"Paman!"


"Iya apa?"


"Temanku juga diincar oleh Organisasi Perancang Sistem Clonning. Aku tidak tahu permasalahannya tapi mereka sempat mengatakan bahwa temanku adalah aset penting bagi mereka."


"Hmm ... jangan-jangan ..."

__ADS_1


"Apa paman?"


❣BERSAMBUNG❣


__ADS_2