
"Tunggu! Dia adalah paman yang waktu itu didalam tabung kaca kan?" - Agra.
"Benar, perkenalkan dirimu pangeran kecil." - Kai Katryne.
Bruaakkk ....
"Maukah kau jadi temanku!!?" - Agra.
"Pangeran Agra! Turunkan kaki dan tanganmu dari meja makan! Kau sudah melanggar etika keluarga dan klan kita! Sekarang minta maaf kepada tuan Samuel." - Agruero.
"Ahh ... Tidak perlu tuan Agruero, mungkin pangeran saat ini terlalu bersemangat jadi dia melakukan hal yang diluar dugaan kita. Haha ..."
"Baiklah kalau begitu, saya sebagai ayah dari pangeran Agra memohon maaf atas ketidaknyamanan tuan! Mari lanjutkan sarapan kita."
Saat itu adalah pertama kalinya aku berkenalan dengan tuan muda Agra, Haha ... Suatu perkenalan yang unik bukan? Tapi disitulah aku merasa beruntung bahwa aku masih diberi kesempatan untuk membalas budi kebaikan Master Elena.
Usai sarapan tuan Agruero mengajakku untuk berbincang-bincang mengenai kasus kematian Master Elena. Sebagai saksi aku memperkenankan diriku untuk menjelaskan semua kejadian yang ada di laboratorium mulai saat aku dan master pertama kali bertemu sampai kematiannya yang tragis. Tuan Agruero saat itu masih terlihat tenang setelah mendengar kesaksian ku atas kematian kakak perempuannya.
"Kenapa anda terlihat tenang usai mendengar insiden yang menimpa kakak anda?"
"Tuan Sam, sebelumnya saya berterima kasih karena anda sudah berkenan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Namun melihat sosok musuh yang ia lawan saat itu saya sudah menduganya."
"Memangnya siapa tuan?"
"Dia adalah teman seperguruan kakakku waktu di negeri Shirei. Setelah menjadi senior disana kakak perempuanku pernah memiliki kelompok tim dengan jumlah anggota 6 orang yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 3 orang laki-laki. Entah bagaimana sekarang kelompok yang dibuat oleh kakakku menjadi kacau semenjak salah satu dari mereka berkhianat dan laki-laki yang menyerang kakakku itu adalah temannya sekaligus orang yang paling dia sayangi."
"Ma–Maksud anda laki-laki itu adalah kekasihnya?"
"Benar! tepat satu tahun yang lalu kekasihnya berkhianat dan bergabung dengan organisasi gelap. Dia membunuh satu per satu temannya dan menghancurkan semua yang ada. Semenjak kekasihnya bergabung dengan organisasi gelap ia menjadi sangat murung, ia selalu bertekad untuk menyadarkannya dan membawanya kembali kepelukannya, namun semua usahanya gagal dan berakhir seperti ini."
"Pantas saja Master meledakkan laki-laki itu bersama dengan dirinya."
"Hufftt ... Dengan begini kasus kematian kakakku akan ditutup secepatnya."
"Maaf tuan kenapa anda tidak bersedih?"
"Sebenarnya saya sedih kehilangan saudara saya tetapi sebelum kematiannya tiba, dia berpesan kepada saya jika terjadi sesuatu kepadanya jangan menangis dan tetap kuat karena saya adalah keturunan Bluezer yang digariskan sebagai penerus pemimpin klan beserta pemimpin seluruh dunia."
"Begitu ya maaf tuan telah menyinggung hal ini."
"Tidak masalah ... Haha ... Terkadang cinta bisa membuat hati seseorang lumpuh dan berani mengorbankan apapun demi melelehkan separuh hatinya yang membeku."
"Cinta ya?"
"Suatu saat anda akan tahu apa itu cinta."
"Entahlah tuan saya hanyalah hasil eksperimen gen clonning apa pantas saya mendapatkan perasaan seperti itu."
"Aku yakin kau bisa merasakannya suatu saat nanti."
Entah bagaimana setelah tuan besar Agruero mengatakan hal seperti itu kepadaku, aku terus mengingatnya dan menanam didalam hatiku bahwa cinta didalam diriku itu nyata adanya.
"Ohya tuan Agruero, saya ingin bertanya satu hal kepada anda. Sebelum kematian Master dia meminta saya untuk melindungi keluarga Bluezer terutama keponakannya. Apakah keponakan yang dia maksud itu adalah tuan muda Agra? Setelah kata-kata itu terucap ledakan itu terjadi namun aku masih mendengar bisikan suaranya bahwa tuan muda Agra sedang diincar oleh beberapa organisasi gelap."
"Jadi benar dugaanku anda adalah orang pilihan kakak perempuan saya."
"Maaf, maksud anda?"
"Fiuhh ... Masalah ini sebenarnya sangat rahasia dan tidak pernah bocor oleh siapapun, seluruh wilayah kastil dan penduduk White Blue yang mengetahuinya sudah sepakat merahasiakan identitas putraku. Sudah lima tahun semenjak kelahirannya aku menyembunyikan pangeran Agra didalam kastil ini dan hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk menemui pangeran. Sebagai pemimpin dari kelima klan aku juga terpaksa mengatakan bahwa aku tidak memiliki anak karena tepat satu tahun yang lalu istriku tertusuk pedang dan terluka di bagian perutnya. Akhirnya dia harus mengangkat rahimnya dan kami tidak bisa memiliki seorang anak lagi, saat ini hanyalah Agra putra satu-satunya yang kami miliki."
"Kalau boleh tahu kenapa Nyonya bisa terluka separah itu?"
"Itu semua dia lakukan demi putra kami, saat itu pangeran Agra diculik oleh sekelompok organisasi gelap yang dipimpin oleh Keito kekasih kakakku itu, dia juga telah menghianati klan Loneblast yang merupakan sendiri."
"Maafkan aku, saat itu aku masih belum sadar aku melewati 10 tahun didalam tabung kaca ... Jika saja ..."
"Itu bukan kesalahan anda, itu sudah takdir masing-masing orang. Jalan yang dipilih setiap orang berbeda kan?"
Saat itu adalah pertama kalinya aku berbicara dengan tuan Agruero, aku sudah bisa menilai dirinya sejak saat itu. Dia benar-benar memiliki wibawa dan kebijaksanaan yang tinggi, apalagi dalam dia bersikap antara keluarga dan pemerintahan.
Setiap kali dekat dengan dirinya aku merasakan kedamaian, apalagi para pelayan dan orang-orang di kastil ini benar-benar ramah dan murah senyum. Apakah ini prinsip sebenarnya klan Blue?
"Ohiya! Mungkin ada informasi yang kurang enak untuk didengar mumpung aku ingat aku akan memberitahu anda satu hal."
__ADS_1
"Apa tuan?"
"Sebenarnya setelah anda direstorasi oleh kakakku selang beberapa bulan gen clonning dimusnahkan secara besar-besaran dan mungkin anda adalah salah satu dari 15% gen clonning yang tersisa, jadi anda harus berhati-hati jika ingin keluar."
"Iyha saya sudah mendengarnya dari master, kalau boleh tahu siapa yang memusnahkan seluruh gen clonning?"
"Semua klan selain klan Blue. Saya menolak keputusan yang melanggar prinsip klan kami."
"Tidak masalah bagiku, lagipula dulu saya tidak pernah dianggap ada oleh siapapun baik manusia maupun generasi clonning lalu master memungutku dan hidupku sekarang terselamatkan berkat master."
"Kalau begitu maukah anda menjadi penanggung jawab keluarga Bluezer?"
Saat itu aku terkejut mendengar tawaran tuan Agruero.
"TUAN MUDA TURUNLAH!"
"AKU TIDAK AKAN TURUN SAMPAI AYAH MENGIJINKANKU KELUAR!!"
Saat itu kami mendengar suara teriakan pangeran Agra dan beberapa pelayan wanita dari balik jendela. Tuan Agruero yang melihat ulah pangeran Agra dari jendela merasa kesal dengannya.
"Aish ..."
"Hahaha ... Tuan pergi saja saya akan tetap disini."
"Tidak perlu! Tenang saja sudah ada seseorang yang ahli menanganinya."
"Siapa tuan?"
"Kemarilah tuan Samuel."
Tanpa berpikir panjang aku melihat situasi diluar dari jendela, disitulah pangeran Agra naik ke pohon belakang kastil.
"Tuan muda kami mohon turunlah!" - Pelayan.
"Tidak mau!" - Agra.
"Anda akan terluka nanti." - Pelayan.
"Aku tidak akan semudah itu!" - Agra.
"Kau mau membohongiku?" - Agra.
"Tidak, tapi ratu memang sudah ada disini." - Pelayan.
"Ada apa?" - Ratu Kai.
"Lihatlah Ratu tuan muda sedang demo lagi." - Pelayan.
"Pangeran Agra turun sekarang juga! Ini perintah!" - Ratu Kai.
"Ibu akan keluar kastil kan? Aku mohon bawa aku juga!" - Agra.
"Permintaanmu ku tolak!" - Ratu Kai.
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan turun." - Agra.
"Kau mengancamku pangeran Agra?" - Ratu Kai.
"Ratu ... Aku punya ide." - Pelayan.
Disitu aku melihat salah satu dari pelayan wanita itu membisikkan sesuatu ke telinga nyonya Kai.
"Pangeran Agra cepat turunlah sekarang, jangan membuat Ibumu marah!"
"Tidak akan sampai Ayah dan Ibu mau mengijinkanku keluar rumah."
"Kau sudah mendengar jawaban Ibu tadi kan?"
"Ayolah hanya lima menit saja."
"Kau jangan membantah apa yang aku katakan kepadamu, pangeran Agra! Atau ... Ahh ... Perutku sakit!"
"Ratu! Ratu! Ada apa ratu?" - Pelayan.
"Ibu?" - Agra.
__ADS_1
"Sakit sekali ... Agra putraku ... Tolong Ibumu ini nak." - Ratu Kai.
"Ibu ... Ibu ... Ak–Aku akan turun! Aku akan menolongmu ... Tunggulah!" - Agra.
"Sip Ratu lanjutkan! Kalau perlu anda pura-pura pingsan saja." (Pelayan itu berbisik lagi)
"Apa!? Tidak ada cara lain selain pingsan? Aku akan ada pertemuan habis ini, aku malas jika harus merias wajahku dua kali." (Ratu Kai ikut bicara sambil berbisik)
"Hanya cara ini yang mampu menghentikannya urusan rias biar aku yang membantu Ratu." - Pelayan.
"Hah ... Baiklah ..." - Ratu Kai.
Blugh ...
"Huwaa ... Ratu pingsan! Hey kalian kenapa diam saja?cepat tolong Ratu!" (Pelayan itu mengedipkan mata ke pelayan lainnya seakan memberi kode rahasia)
"Ah ... Ratu ... Tolong jangan tinggalkan kami ..." (Semua pelayan pura-pura ikut menangis)
Tuan muda Agra saat itu langsung turun dan ikut panik dia menangis sejadi-jadinya.
"I–Ibunda apa perutmu kambuh lagi? Tolong jangan tinggalkan aku, aku janji aku akan menjadi anak baik aku juga janji untuk tidak membantah perkataanmu ... Tapi kumohon bangunlah ..." - Agra.
"Euumm ... Pangeran Agra ..." - Ratu Kai.
"Iya Ibunda, aku disini." - Agra.
"Tolong menurutlah dengan ibu." - Ratu Kai.
"Baiklah ... Baiklah ... Aku akan menuruti semuanya." - Agra.
"Janji?" - Ratu Kai.
"Aku janji." - Agra.
"Baiklah kau sudah berjanji! Kalian semua bawa aku ke kamar." - Ratu Kai.
Terlihat nyonya Kai sedang melihat kearah kami, dia memasang wajah senyum sambil mengangkat jari jempolnya. Lalu tuan Agruero membalas dengan mengangkat jari jempolnya juga.
"Benar-benar cerdik ide mereka ... Haha ..."
"Tuan Agruero kalau boleh tau pelayan yang bersama nyonya Kai itu siapa?"
"Oh ... Dia ..."
"Iya."
"Kenapa anda tidak menemuinya dan berkenalan langsung dengannya."
"Bolehkah saya menemuinya?"
"Anda boleh menemui siapapun karena anda sudah menjadi bagian dari keluarga kami."
"Ah ... Terima kasih ..."
"Besok adalah pengangkatanmu sebagai penanggung jawab keluarga Bluezer."
"Terima kasih tuan Agruero."
Disitulah awal dari hidupku yang indah dimulai. Disana aku bisa hidup sepuasku tanpa ada seseorang yang menghinaku, orang-orang didalam kastil juga menghormatiku meskipun mereka tahu bahwa aku adalah hasil eksperiment Gen Clonning. Saat pengangkatanku sebagai penanggung jawab keluarga Bluezer aku mulai ditugaskan oleh tuan Agruero untuk mengawasi tuan muda Agra.
"Selamat siang tuan muda Agra."
"Kenapa kau datang kekamarku?"
"Saya ditugaskan oleh tuan Agruero untuk mengawasi dan menjaga anda."
"Lalu?"
"Kita belum sempat berkenalan secara formal jadi perkenalkan nama saya adalah Samuel saya adalah gen clonning dengan kode serial SAM-100. Bolehkah saya tahu nama lengkap anda?"
"Namaku sesuai yang kau panggil saat menyapaku tinggal ditambah nama keluargaku."
"Hemm ... Bagaimana itu?"
"Pikir sendiri!"
__ADS_1
Bruakk ...