The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
55. Transformasi Nekko


__ADS_3


5 menit sebelumnya ...


Ruang tamu kediaman Axcel.


"Jadi kau punya penyakit jantung?" Tanya Axcel kepada Laurent yang saat itu sudah siuman.


"Iya." Jawab Laurent singkat.


"Kenapa kau nekat untuk pergi ketempat ini? Kau tahu kami ini adalah musuhmu kan?"


"Iya aku tahu bagaimana posisiku, tapi aku ingin menemui Agra aku ingin berbicara dengannya. Makanya aku kesini diam-diam tanpa ijin siapapun, aku juga bisa menjamin kalau aku saat ini sendirian."


"Bukan itu maksudku, aku tahu kalau kau datang kesini sendirian tapi yang aku khawatirkan jika kau terus datang kesini berulang kali maka keselamatan kami akan terancam. Mereka lambat laun akan curiga dengan dirimu lalu mereka akan mengirimkan mata-mata untuk membuntutimu."


"Aku akan berhati-hati."


"Itu tidak cukup!"


"Apapun akan aku lakukan demi terus bersama dirinya, meskipun aku harus menjadi penghianat sekalipun!"


"Itu adalah permintaan yang konyol, terkadang kau harus memikirkan posisimu dan Agra. Kau adalah bangsawan dari kerajaan maximus aku yakin ayahmu raja Alexanders Maxime menyewa pasukan khusus untuk mengawasimu meskipun kau tidak mengetahuinya tapi mereka akan terus ada disekitarmu."


"Iya ayahku memang menyewa seseorang untuk terus mengawasiku tapi berkat kemampuan ilusiku aku mampu memanipulasi penglihatan mereka lalu mengelabuhinya makanya aku berani datang kesini."


"Lebih baik jauhi Agra mulai dari sekarang. Aku tidak ingin persembunyian kami hancur karenamu."


Laurent terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun, lalu Axcel memanggil Agra untuk datang keruang tamu.


"Agra! Kau boleh kesini sekarang."


"Hah? Sebenarnya apa yang kalian bicarakan? Ohya! Laurent maaf kalau aku tadi sempat menyerangmu, aku benar-benar tidak tahu kalau kau punya penyakit jantung."


"Tidak masalah." Jawab laurent singkat.


"Ini sudah malam, kau bisa menetap disini malam ini. Tapi besok kau harus pulang ketempat asalmu." Tegas Axcel.


"Benarkah?" Wajah Laurent seketika berubah senang.


"Hanya malam ini saja!" - Axcel.


"Baiklah aku akan tidur bersama Agra nanti." - Laurent.


"Hah!? Hey! Apa kau ingin menjualku kepada putri sadis itu!?" Agra menyela.


"Jangan mengada-ada kau, kalau kau ingin tidur pergi kekamarku saja!" - Axcel.


"Mulai deh." Agra menatap Axcel dengan wajah datar.


"Sementara aku akan tidur dikamar Agra, aku tidak yakin kalau kau dan dua gadis brutal itu tidur sekamar. Kalian pasti akan merusak rumahku dalam satu malam." Lanjut Axcel.


~Oh ... ternyata itu yang dia pikirkan. (Batin Agra)


"Baik, terima kasih sudah percaya padaku." - Laurent.


"Terserah." Axcel menanggapi dengan ekspresi dingin.


Tiba-tiba pintu rumah terbuka.


"Oh masih ada ternyata." - Jessy.


"Iya hari ini aku memetik ba–"


"Ada apa Vendrinna?"


Jessy penasaran setelah Vendrinna berhenti berjalan didepan pintu. Alih-alih ia menodong kesamping untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"Huwaaaa ... Penyusup!!"


Vendrinna marah kemudian ia mengeluarkan chakranya untuk mengendalikan tumbuhan-tumbuhan disekeliling rumah. Tumbuhan tersebut mulai menjalar masuk kerumah dan mencekik leher Laurent.


"Mau apa kau kesini hah!?" Tanya Vendrinna dengan wajah menyeramkan.

__ADS_1


"Menurutmu bagaimana?" Jawab Laurent dengan wajah santai.


"Vendrinna hentikan!" Perintah Axcel.


"Kenapa kau membiarkan gadis licik itu menginjak rumah ini. Aku tidak akan membiarkan rumah ini kotor dengan tangan licikmu itu." - Vendrinna.


"Tidak perlu cemas."


Agra datang dan mengusap rambut Vendrinna, ia pun tersenyum kepada Vendrinna.


"A ... Agra ..."


Vendrinna kemudian melonggarkan cengkraman dari akar tumbuhan yang menjalar ke leher Laurent.


"Bisa lepaskan tumbuhan itu dari lehernya? Nanti dia bisa mati lho." Agra mencoba membujuk Vendrinna.


"Ba ... Baiklah ..."


Tanpa berpikir panjang Vendrinna melepaskan akar tumbuhan itu dan menyembunyikan chakranya kembali.


"Jika bukan karena Agra kau akan mati!"


Vendrinna bergegas pergi dari ruang tamu, Jessy dan Nekko pun menyusulnya namun Agra menahan Nekko.


"Nekko, bisa kau tetap tinggal sebentar disini?"


"Miauw" (Baiklah)


"Laurent! Aku ingin tanya lebih jauh lagi tentang diriku dimasa lalu dan rahasia dibalik kekuatan Nekko. Aku tahu kau pasti punya banyak informasi mengenai Nekko juga." - Agra.


"Apa kau yakin Agra?" - Laurent.


"Aku yakin! Ada sesuatu yang sudah aku lewatkan tentang diriku dimasa lalu, aku ingin mengetahuinya aku tidak bisa menunggu ingatanku kembali." - Agra.


"Maaf Agra mengenai ingatanmu aku tidak bisa memberitahumu lebih banyak karena aku hanya bertemu denganmu sekali saja. Hanya dihutan itu kenanganku bersamamu."- Laurent.


"Ceritakan apa saja yang kita lakukan selama dihutan itu, apa kita berhasil keluar dengan selamat?" - Agra


"Agra kenapa kau begitu ingin mengingat masa lalumu?" - Axcel.


"Lalu bagaimana organisasi yang telah menculik Vendrinna?" - Axcel.


"Mereka sepertinya berasal dari organisasi yang berbeda. Aku bisa melihat dari cara mereka menyerangku, Organisasi yang menculik Vendrinna itu selalu menggunakan senjata dan bom peledak dalam setiap pertarungan, sementara Organisasi yang menyerangku tempo hari tidak mengenakan senjata apapun, mereka tidak berusaha membunuhku bahkan mereka sempat mengatakan bahwa aku adalah aset berharganya dan mereka akan menjemputku suatu hari nanti." - Agra.


Mendengar penjelasan itu Axcel seketika terkejut dan tiba-tiba berubah tegang.


"Apa ciri-ciri organisasi itu?" tanya Axcel dengan wajah Interogasi.


"Yaahh ... Intinya salah satu diantara mereka memiliki tanda khusus di lengan kanannya. Kalau dilihat-lihat tanda itu menyerupai bintang dengan tepian garisnya berbentuk kotak." - Agra.


"Apa!" Axcel dan Laurent terkejut.


"Kenapa kalian terkejut apa ada sesuatu?" - Agra.


"Tidak ada, ohya kenapa kau tidak menanyakan soal Nekko juga aku ingin tahu latar belakangnya." - Axcel.


"Nekko? Ohya! Aku hampir lupa, kudengar Nekko adalah hasil eksperiment para peneliti di kastil Redfire Klan? Apa itu benar?"


"Benar, tapi dia seharusnya sudah dibuang dan dibinasakan oleh tuan Seigiro Hakku karena kucing itu sudah melanggar peraturan dan tugas-tugasnya." - Laurent.


"Peraturan apa?" - Agra.


"Kucing itu ditugaskan untuk membunuh keluarga Bluezer dan menculik bocah pemilik chakra Five Syclon, yaitu kau, Agra." - Laurent.


"Jadi waktu itu mereka sudah mengetahui bahwa aku adalah putra dari raja Agruero?"


"Benar, mereka mulai curiga dengan sikap Raja Agruero saat dalam rapat pertemuan kelima pemimpin klan. Para pemimpin klan selalu mempertanyakan penerus dari tuan Agruero namun tuan Agruero selalu menghindar saat mereka membahas penerusnya. Dilihat dari kondisi tubuh Raja Agruero pun juga sepertinya segar bugar itulah yang membuat Raja Leviathan menaruh kecurigaan terhadapnya." - Laurent.


"Nekko! Kau boleh berubah sekarang." - Agra.


Nekko yang mendengar perintah Agra langsung melakukan aksinya. Dia pun merubah wujudnya menjadi sosok pria yang tampan berbadan kekar dan tinggi. Rambutnya berwarna oranye dengan warna mata yang biru terang. Semua orang yang melihat perubahan wujud Nekko menjadi manusia merasa kaget dan melongo. Termasuk Vendrinna dan Jessy yang sudah lama menguping di balik tembok kamar.


"Tampan sekali." ucap Axcel dan Laurent secara bersamaan.

__ADS_1


"Tuan muda! Kenapa anda menyuruhku untuk berubah didepan semua orang, aku merasa malu." - Nekko.


"Tenang saja Nekko, anggap saja ini adaptasi barumu, ohiya yang dibalik tembok kenapa tidak kesini saja melihat penampilan baru Nekko, kalian pasti tercengang kan dengan penampilan barunya. Apalagi kalian juga pernah tidur bareng Nekko hehehe ..." - Agra.


"Diam kau pembohong!" Vendrinna muncul dari balik tembok.


"Jadi selama ini kau sudah membohongi kami ya?" - Jessy.


"Bohong? Coba katakan dimana letak berbohongku?" - Agra.


"Pertama kau tidak pernah terus terang mengatakan kalau kau adalah putra dari Agruero Le Bluezer yang terkenal itu, Kedua kalau kau mengingat sesuatu setidaknya beritahu aku Blue! Kenapa orang yang pertama kali kau ingat adalah gadis itu bukan aku? Katakan saja kalau keberadaanku disini sudah tidak dibutuhkan, apalagi pembicaraan kalian itu sangat penting!"


Vendrinna tiba-tiba menangis tiada henti lalu ia pergi menuju kamarnya dengan perasaan marah.


"Vendrinna mau kemana kau? Agra kenapa kau diam saja kejar dia!" - Jessy.


Agra bergegas mengejar Vendrinna dan ia mulai menghentikan langkahnya namun usaha itu tidak membuahkan hasil sama sekali, sampai-sampai Agra terpaksa mencengkram erat lengan kanan Vendrinna.


"Vendrinna dengarkan aku!" Agra seketika menahan Vendrinna dengan cengkramannya.


"Ahh ... Sakit! Lepaskan aku Agra!"


Agra tanpa basa-basi langsung memeluk Vendrinna dengan erat, tangisan Vendrinna pun mulai berhenti.


"Vendrinna dengarkan aku baik-baik! Ingatanku baru saja kembali dan kini aku hanya mengingat serpihan tentang masa laluku dengan Laurent. Hanya itu saja yang aku ingat, jadi maaf kalau aku tidak memberitahumu mengenai siapa aku sebenarnya. Karena kau dan Jessy sudah banyak membantuku, aku tidak ingin kau terlibat masalah lagi denganku jadi tolong maafkan aku."


"Tapi setidaknya jangan membunuh harapanku dimasa lalu Blue, aku sudah cukup menderita karena menunggumu selama bertahun-tahun kupikir sosok Blue memang sudah mati tapi kenyataan itu tidak benar. Entah aku harus bahagia atau sedih. Saat melihat kenyataan bahwa kau adalah Blue aku merasa bahagia tapi disisi lain aku merasa sedih bahwa kau telah melupakan janjimu dan semua kenangan kita, apalagi saat kau mulai mengingat masa lalumu, orang yang pertama kali kau ingat bukanlah diriku itu membuatku merasa sangat hancur."


"Sekali lagi maafkan aku Vendrinna aku akan berusaha untuk mengembalikan ingatan tentang kita."


"Hiks ... hiks ... hiks ... Maafkan keegoisanku Agra, aku tidak berusaha untuk mengerti kondisimu, kau sedang kehilangan ingatanmu jadi aku tidak akan memaksamu untuk mengingatku."


"Tidak, ingatan kita sangatlah penting aku ingin tahu janji apa yang aku buat bersamamu dan aku juga ingin mengingat perasaanku terhadapmu. Aku akan berusaha Vendrinna jadi tunggulah aku sekali lagi."


Agra kemudian melepaskan pelukan Vendrinna, dan menawarkan Vendrinna untuk kembali ke ruang tamu karena ada sesuatu yang ingin Agra sampaikan kepada semua orang. Vendrinna pun menyetujuinya dan ia kembali keruang tamu untuk berdiskusi mengenai rencana Agra.


"Vendrinna! Syukurlah kupikir kau akan bunuh diri." - Jessy.


"Kepalamu yang bunuh diri! Aku bukan tripikal orang yang mudah depresi." Ujar Vendrinna sembari melirik kearah Laurent.


"Huh!? Dasar cengeng!" - Laurent.


"Apa katamu!" - Vendrinna.


"Dasar Cengeng!" ejek Laurent.


"Laurent!" Bentak Agra.


Laurent dan Vendrinna pun terdiam.


"Nekko kenapa selama ini kau menyembunyikan identitasmu?" - Axcel.


"Maaf aku tidak bermaksud menyembunyikan identitasku tapi tuan Agra menyuruhku untuk tetap merahasiakannya." - Nekko.


"Apa benar Agra?" - Axcel.


"Yups!" - Agra


"Tapi kenapa?" - Axcel.


"Aku hanya ingin membuat kejutan saja, lagipula Nekko bisa berubah menjadi manusia juga baru-baru ini." - Agra.


"Ohh ... Begitu." - Axcel.


"Nekko perkenalkan dirimu yang sebenarnya." - Agra.


"Baik! Semuanya! Perkenalkan saya adalah gen klonning angkatan terakhir dengan kode serial SAM-100. Saya ditugaskan sebagai penanggung jawab keluarga Bluezer, saya juga bertugas mengasuh dan mengawal tuan muda Agra kemanapun dia pergi. Nama panggilan saya dalam keluarga Bluezer adalah Samuel."


"Jadi Nekko adalah tuan Samuel yang dikabarkan menghilang itu? Waktu itu aku baru mengenalmu jadi aku tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan tuan Samuel." - Axcel.


"Benar kak. Saat kau mengurungku dikamar, Nekko mengalami perubahan aneh aku pun terbangun karena suara aumannya, kemudian tiba-tiba cahaya putih muncul dari dalam tubuhnya hingga menyilaukanku. Disitulah aku melihat wujud sosok pria dengan senyuman ramah menghadap diriku yang tak lain adalah paman Sam penanggung jawab keluarga Bluezer." - Agra.


"Bagaimana anda bisa berubah menjadi kucing tuan Samuel?" - Axcel.

__ADS_1


"Tolong jangan panggil saya tuan, pangeran Axcel. Saya merasa di tinggikan." - Samuel.


"Tidak masalah lagipula kita sekarang tidak berada di kastil jadi orang yang lebih tua akan dihormati bukan kedudukannya. Jadi apa anda bisa bercerita sekarang?" - Axcel.


__ADS_2