The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
48. Ritual Transform Chakra


__ADS_3


Malam Hari


Di Bukit Sealer Blue


Bekas Peninggalan Blue Clan


Saat itu Agra masih kehilangan kesadarannya kemudian dia dibaringkan kesebuah tempat dengan tubuh yang terikat keseluruhan, disekitarnya pun sudah dikelilingi oleh 5 orang dari anggota Redfire clan untuk melakukan tranformasi chakra five syclon.


Mereka terdiri dari Raja Leviathan, Seigiro Hakku, Alexander Vichi, Fierza Delfixer, Zein Marfes, keempat orang yang bersama Raja Leviathan adalah duta besar yang berperan aktif dalam proyek klan Redfire. Mereka sangat banyak membantu Raja Leviathan dan menjadi abdi setianya.


"Wahai para kedutaan klan Redfire, malam hari ini kejayaan kita akan datang dan kalian yang akan menjadi para saksi untuk pengubahan chakra five syclon yang ada ditubuh anak ini. Disini aku akan mengubah chakra five syclon menjadi chakra gelap dengan aura merah darah seperti dewa kematian. Aku juga akan menjadikan pemilik tubuh ini sebagai wadah untuk membangkitkan monster buatanku ini."


Laurent yang ikut berkumpul bersama para klan Redfire terkejut mendengar pengumuman yang diumumkan oleh Leviathan. Ia pun menanyakan kepada Rival yang dari tadi berdiri disampingnya.


"Hey Rival! Apa yang akan ayahmu lakukan kepadanya? Monster apa yang dia maksud?"


"Hahh ... Intinya dia akan mengubah bedebah sialan itu menjadi monster mengerikan yang nantinya bisa kita manfaatkan untuk menguasai dunia clonning ini. Kau tahu kan masih banyak petarung tingkat tinggi yang memberontak kepada kita. Jadi ini salah satu dari rencana ayahku dan selangkah lagi para klan Redfire akan menguasai dunia ini."


"Bukankah Raja Leviathan menginginkan chakra itu dan menstransfer chakra five syclon kedalam tubuhnya? Kenapa dia mengubah rencana awalnya."


"Didalam pertemuan rahasia oleh kedutaan besar dan raja-raja besar klan Redfire, ada yang mengusulkan mengenai transformasi chakra. Salah satu dari mereka mengusulkan untuk tidak memindahkan chakra five syclon kedalam tubuh ayahku dikarenakan sumber kekuatannya yang dahsyat. Chakra itu diduga mampu meledakkan tubuh seseorang apabila tidak kuat menampung kekuatannya, disamping itu ayahku juga bukan wadah asli untuk memiliki chakra five syclon jadi hal itu akan menjadi kendala dalan rencana mereka. Makanya mereka memilih untuk mengubah chakra tersebut tapi tetap didalam tubuh pemilik aslinya. Namun demi menghindari pemberontakan yang dilakukkan oleh si bedebah itu mereka memutuskan untuk merubahnya juga menjadi monster dan menghapus seluruh ingatannya sampai ia benar-benar menjadi monster seutuhnya."


"Kenapa kalian kejam sekali!"


"Kejam? Kita sejak dulu mengetahui rencana para tetua kan? Kenapa sekarang kau malah mengeluhkannya?"


Laurent tak menjawab pertanyaan Rival ia merasa marah hingga menatap mata Rival dengan sorotan tajam.


"Apa hatimu mulai tergerak lembut hah? Apa jangan-jangan kau menyukainya?"


"Diam kau! Aku harus menyela–"


Sringg ... Srattss ...


"Mau apa kau?"


Rival menghadang Laurent dengan pedangnya, ia mengulurkan pedangnya ke leher Laurent.


"Kalau kau berani melawanku kau tidak akan kuampuni!"


Laurent yang merasa marah langsung melawan Rival dengan menggunakan teknik pelintir tangan. Ia memegang tangan Rival dan melintirkan tangannya sampai Rival merasa kesakitan disitulah Laurent mulai merampas pedangnya dan kini giliran dia yang mengancam Rival.


Namun sayangnya dari belakang Laurent dikejutkan oleh seseorang dan memukul tengkuk lehernya sampai pingsan.


Ilusioner closed !


"Hah ... merepotkan sekali putri Maxime ini."


Rival ternyata menggunakan chakra ilusinya untuk melumpuhkan Laurent. Ia pun membawanya pergi ketempat aman agar tidak diketahui orang lain.


Kembali dengan kondisi Agra saat ini, ia masih saja belum sadarkan diri dan kelima tetua itu mulai melakukan pengumpulan chakra dan energi bulan purnama merah.


"Dengan penggabungan chakra antara bulan purnama dan chakra five syclon maka monster yang tertanam didalam tubuhnya akan bangkit, hahaha ... akhirnya kejayaan kita datang."


"Tidak semudah itu tuan Leviathan!" Agra seketika tersadar dari pingsannya.


"Apa? Bagaimana mungkin?"


"Kau mau mengubahku menjadi monster ya? sayang sekali aku tidak suka wajahku menjadi seram!"


"Hemm ... Kupikir kau lebih baik tenang dan biarkan aku mengubahmu menjadi monster terkuat didunia ini."


"Sayang sekali tapi aku lebih mencintai tubuhku yang sekarang."


Agra bangun dan menghancurkan tali yang mengikat dirinya dengan erat.

__ADS_1


"Hah ... Aku tidak suka main permainan kuno seperti ini, mengikatku seperti daging asap yang akan dipanggang dan menggeromboliku seperti lebah kehausan darah."


"Diam kau disana!"


"Kalau aku tidak mau bagaimana?"


Agra mulai berdiri dan melihat sekelilingnya begitu banyak pasukan Redfire Clan yang melihat Agra dengan tatapan tajam.


"Kenapa kalian melihatku dengan tatapan seperti itu hah?"


Agra pun menyadari hal aneh ditubuhnya.


"Huwaaaa!! Dasar kalian! Dimana bajuku?"


Agra menyadari bahwa dia saat ini tak mengenakan pakaian luar ia hanya mengenakan celana saja.


"Pengumpulan chakra bulan selesai, kau sudah terlambat untuk menghindar! Waktunya untuk–"


"Dimana!! Dimana bajuku!!" Agra berteriak dan menonjok muka Leviathan.


"Dasar bocah tidak punya sopan santun!" - Seigiro Hakku.


"Maaf tuan kedutaan besar redfire Clan dan ketua Redfire klan yang terhormat, aku tidak bermaksud melakukan hal tidak sopan disini. Tapi berhubung kalian semua melakukan hal yang tidak sopan juga kepadaku dengan mengambil pakaianku tanpa seizinku jadi aku juga berhak untuk melakukan tindakan diluar batasanku. Jujur saja aku bukan tipe orang yang suka menunjukkan otot."


Agra pun berjalan dan mencari pakaiannya namun ia disergap oleh empat orang prajurit.


"Hey bocah apa ini yang kau cari? Sepertinya kau sangat membutuhkan pakaian ini padahal ini hanya secarik kain. Hmm ... Sepertinya tubuhmu tidak terkontrol jika mengenai sinar bulan purnama langsung ya?" - Seigiro Hakku.


"Apa maksudmu?" - Agra.


"Kami tahu letak kelemahanmu, kau tidak kuat jika tubuhmu terkena pantulan cahaya dari bulan purnama merah kan? Kau berusaha membodohi kami tapi sayang sekali kau masih harus belajar lagi untuk melakukanya, karena kekuatan kami besar, informasi-informasi mengenai dirimu sudah kami dapatkan sebelumnya." - Zein Marfes.


"Makannya kami melepaskan pakaianmu dengan tujuan untuk membangkitkan five symbol clonning itu sendiri tanpa harus mengikuti omong kosongmu itu!" - Alexander Vichi


"Jangan pernah mencoba meremehkan kekuatan Redfire Clan! Hiaatt ..." Leviathan menyerang.


"Sepertinya kalian tidak mau melepaskanku dengan mudah ya?" Agra sembari mengelak serangan dari Leviathan.


Deg!


~"Urghh ... Jantungku! Sepertinya tubuhku mulai merespon sentuhan bulan purnama merah. Sebentar lagi aku akan kesulitan mengontrol chakra itu. Tapi aku harus tetap tenang, jika aku panik mereka akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menghancurkan pertahananku." Batin Agra.


"Kenapa diam? Apa kau mulai merasakan sakit disekitar tubuhmu?" - Leviathan.


~"Arghh ... Efek bulan purnama merah itu menyebar ke seluruh tubuhku." Batin Agra sembari kesakitan.


~"Ini adalah kesempatan bagus untuk melanjutkan ritualnya." Batin Leviathan.


"Bersiaplah! Hiatt!" Leviathan menyerang.


"Hah!? Aargh!!" Leviathan memukul dada Agra dan memasukkan energi bulan kedalam tubuh Agra.


"Apakah berhasil?" -Seigiro Hakku.


"Entahlah." -Zein Marfes.


Seketika suasana menjadi hening, raja Leviathan menjadi kebingungan karena energi dari bulan purnama merah tidak memunculkan reaksi ketika ditanam kedalam tubuh Agra.


~Bertahanlah! Bertahanlah! Jangan sampai chakra ini keluar dari dalam tubuhku, apalagi jika aku harus berubah menjadi monster mengerikan. Aku tidak mau menyakiti siapapun." - Batin Agra.


"Hey kenapa kau diam? Bereaksilah sesuatu, aku ingin kau memunculkan wujud itu!" - Leviathan.


~Ughh ... Ternyata energi bulan purnama merah mampu membocorkan segelnya. Chakra five syclon mulai mengalir tak beraturan, apakah aku bisa menahannya sampai bala bantuan datang? Sebenarnya mau dijadikan apa aku ini? Mereka terlihat antusias sekali melihat wujud chakra five syclon.


"Hey jangan diam saja! Apa kau mencoba menahan chakra itu keluar? Tapi sayang sekali kau tidak bisa menahannya karena cepat atau lambat kau sendiri akan berubah menjadi monster mengerikan, hahahaha ..."


"Aku sudah mengatakannya kan? kalau aku tidak suka wajahku menjadi menyeramkan."

__ADS_1


"Benar-benar keras kepala, kalau begitu akan kuperbesar tekanan energi bulan purnama merah kedalam tubuhmu."


Raja Leviathan bergegas mendekati Agra dan ia menambahkan energi bulan lagi kedalam tubuh Agra.


"Aaaaaarrrrghhh!!! Kau akan menyesal telah membangkitkannya!!!" Agra berteriak sangat kencang melepaskan rasa sakitnya.


Agra pun berubah, tubuh dan matanya mengeluarkan cahaya biru terang namun seketika berubah menjadi merah terang. Wajahnya memunculkan sebuah senyuman menyeramkan yang mungkin akan siap mencari mangsanya.


Ditubuh bagian belakang terdapat dua sayap yang tercipta dari cahaya energi bulan merah. Tangan Agra juga mengeluarkan sebuah kuku yang tajam dan panjang. Auranya benar-benar berubah drastis menjadi merah darah seperti dewa kematian.


"Hahaha ... Akhirnya ... akhirnya aku bisa mengubah bocah itu menjadi monster." - Leviathan.


"Tuan apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Alexander Vichi.


"Bantu aku untuk menangkapnya. Ambil rantai yang sudah aku siapkan khusus untuknya." Perintah Leviathan.


Mereka kemudian melemparkan rantai kearah Agra dan mencoba melumpuhkannya. Namun Agra mengamuk dan menghancurkan sekitarnya dengan sekali kepakan sayap.


Huaaaaarrgghhh!!


Nekko akhirnya datang dan mengetahui bahwa tuannya sedang berubah menjadi monster mengerikan. Ia juga merasa kasihan melihat penderitaan tuannya saat berubah, hingga Nekko memutuskan untuk berubah juga menjadi harimau api. Ia menyelamatkam Agra dari lilitan rantai milik Leviathan dan mencoba menyadarkan Agra.


~"Tunggu dulu! Harimau api? Dengan ukuran sebesar itu? Jangan-jangan itu hewan yang pernah menjadi bahan eksperimenku." - Batin Seigiro Hakku.


"Apa itu?" - Leviathan.


"Entahlah tuan, tapi yang jelas dia mencoba menyelamatkan Bocah itu. Lihatlah rantai ini telah hancur karenanya." - Alexander Vichi.


"Benar tuan, kita harus bagaimana lagi?" - Fierza Delfixer.


"Dasar pengganggu!" - Leviathan.


******


Ditempat lain.


Jauh dari perkumpulan para anggota Redfire.


"Blue!"


Laurent tersadar dari pingsannya, ia saat ini sedang bersandar dibawah pohon besar dekat bukit sealer blue.


"Laurent! Siapa yang kau sebut tadi? Apa jangan-jangan Agra? Dari tadi kau melawanku dan mencoba ingin menyelamatkannya, apa kau punya hubungan khusus dengannya?"


Rival menggertak Laurent dan melontarkan pertanyaan yang membuat laurent tersudutkan. Namun laurent hanya duduk dan terdiam mendengar pertanyaan Rival, ia kebingungan untuk menjawabnya.


"Jawab aku Putri Laurent! Apa kau mencoba menghianati kami?"


"Dia berubah?" Laurent menjawab Rival dengan ngelantur.


"Bicara apa kau?"


"Dia berubah?'


"Laurent!" Rival menggertaknya lagi.


Kali ini ia terdiam dengan tatapan yang kosong dan ia terus mengatakan hal serupa ketika ditanyai oleh Rival.


Bloomm !! Duaaarr !!


"Apa itu?" Rival sembari melengos kearah sumber ledakan.


"Dia ... Dia berubah! Bahaya dia berubah! Hiks ... hiks ..."


"Laurent, ada apa denganmu hari ini?"


Laurent hanya terdiam dan kini ia ketakutan sambil menangis.

__ADS_1


"Ayo!" Rival menggendong Laurent ia kemudian mengeluarkan jurus teleportasi untuk melihat situasi di bukit sealer blue.


Apa yang sebenarnya terjadi disana? Kuharap para tetua tidak melakukan hal yang berlebihan.


__ADS_2