
Masih di arena pertempuran, suasana sekitar mulai berubah menjadi menegangkan apalagi Vendrinna yang saat itu menjadi incaran oleh sosok misterius sedang berada diujung tanduk.Tak lama dalam hitungan detik tiga orang misterius itu muncul dihadapan Agra dan yang lainnya.
Tiga orang tersebut adalah sosok wanita dengan pakaian sama seperti yang dikenakan pria misterius, dua diantaranya memakai jubah hingga menutupi rambut dan kepalanya, sedangkan satunya mengenakan topeng menutupi setengah wajah atasnya terutama di area mata dan dahinya. Mereka menyusul pria misterius itu dan terlihat sedang membantunya.
Pria itu terlihat senang ketika teman-temannya datang dan dia mulai menatap Agra dengan tatapan bringas, ia juga tidak segan-segan untuk mengancam Agra.
"Kukatakan sekali lagi kepadamu! Cepat serahkan gadis itu kepada kami maka kau akan selamat." Ancam pria itu.
"Haah ... mau mengancamku silahkan! tapi aku tidak akan menyerahkannya, meski aku harus mati demi Vendrinna."
~Tunggu sepertinya kata-kataku sedikit berlebihan. Jika mereka serius membunuhku bisa gawat! Apalagi dalam kondisi chakraku yang masih tingkat umum level 2, pasti konyol jika aku mati membawa malu karena aku adalah petarung tingkat terburuk didunia clonning. Tidak! tidak akan kubiarkan!
"Baiklah jika kau mau kubunuh!" - Mr. X
"Heh yuan! jangan lupa kalau kita masih dalam persembunyian, jadi kau harus tahan sebentar emosimu! lain kali saat ketua benar-benar melakukan agresi ini, kita akan hajar bocah itu sampai dia kehilangan harapan untuk hidup." Bisik wanita berjubah itu.
"Benar yang dikatakan Velicia, ingat tujuan kita disini untuk memantau perkembangan gadis itu. Bukan untuk menyerangnya ataupun melukainnya, berdasarkan perjanjian dengan pak tua plin-plan itu kita tidak boleh melukainya kan? Apa kau ingat!" Gadis berjubah satunya yang membawa rantai itu ikut memberi tegasan terhadap Yuan.
"Yuan, Velicia, Luxy kita harus pergi sekarang! Keluarkan bom asapmu untuk menutup indra mereka, kita sudah dipanggil oleh ketua untuk menghadiri pertemuan itu."
Wanita bertopeng itu pun mengambil bom asap dan melemparkannya kearah Agra beserta yang lainnya. Bom asap itu mulai bereaksi mengeluarkan kabut asap berwarna abu-abu tebal.
"Hey Reinna, apakah alat ini cukup untuk menghalangi mereka?" -Yuan.
"Tenang saja! aku akan menambah ketebalan kabut ini agar mereka tidak mengejar kita." -Reinna.
"Rencana yang bagus! sebaiknya kita harus secepatnya pergi dari sini!" - Velicia.
Mereka berempat bergegas pergi menggunakan jurus teleportasi penembus portal. Jurus ini adalah jurus langka yang jarang dipelajari oleh para petarung karena tingkat kerumitannya yang kompleks.
Agar bisa menguasai jurus ini dibutuhkan kesadaran penuh dan tingkat kefokusan yang tinggi, oleh karena itu tidak jarang orang yang mau mempelajari jurus ini. Tingkat keberhasilannya pun minim, hanya 5% dari para petarung yang bisa menguasainya.
Jika ada yang berhasil menguasai jurus itu sampai ketingkat lebih lanjut maka mereka tidak boleh diragukan lagi. Mereka secara otomatis akan mudah mengetahui gerak-gerik lawan dan menyerang dengan tepat sesuai targetnya. Mereka tidak pernah meleset dalam menyerang serta mampu mengunci titik pembidik kepada lawannya. Jadi kemanapun lawannya pergi pasti akan terkena serangannya, meski ia bersembunyi kelubang semut sekalipun.
Segala yang direncanakan atau dipikirkan oleh mereka 100% akurat dan pasti tercapai, karena mereka berhasil meningkatkan kesadaran dan kefokusannya setinggi mungkin kepada suatu lingkungan, lawan bahkan keberadaan benda kecil sekalipun.
Oleh karena itu jurus teleportasi penembus portal menjadi jurus terlangka bahkan lebih hebat dari jurus teleportasi biasa. Hanya orang-orang terpilih yang bisa menguasai jurus ini, dan efek dari menguasai jurus ini sungguh luar biasa. Pengguna yang mampu menguasai jurus teleportasi penembus portal secara otomatis kemampuannya akan naik dua kali lipat dari level sebelumnya.
Sementara itu kembali kepihak Agra dan lainnya, mereka saat ini masih terselimuti oleh kabut asap tebal. Untung saja kupu-kupu Vendrinna masih bisa menyerap asap itu sehingga kabut asap tersebut cepat menghilang.
__ADS_1
"Fiuhh ... Mereka pergi! Apa yang akan mereka rencanakan selanjutnya ya? Haha ... Hari ini kalian panen asap ya?" Vendrinna terlihat sedang berbicara dengan kupu-kupunya.
Suasana hutan itu pun perlahan kembali normal, sinar matahari mulai memancar hingga ke serat-serat terdalam dari tanah dan dedaunan yang lembab. Setelah kepergian orang-orang misterius itu hutan yang tadinya berselimut kabut tebal dan gelap kini berubah menjadi hutan yang rindang dan asri.
"Ternyata ini sudah siang ya? kupikir masih pagi."
Sambil meneladahkan tangannya seakan ia menampung sebuah sinar harapan yang mungkin akan dia temukan suatu saat nanti.
"Vendrinna!"
Agra tiba-tiba menghampiri dan memanggil Vendrinna dengan tatapan serius, sepertinya Agra ingin membicarakan hal penting dengannya.
"Huh kenapa?"
"Ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu!"
"Apa?"
"Tentang Ayahmu!"
"Ayahku!?"
Agra kemudian mengajak Vendrinna kesuatu tempat untuk berbicara empat mata kepadanya. Sementara Axcel, Jessy dan Nekko beristirahat sejenak untuk mengembalikan energinya.
Sambil duduk bersila dibawah pohon tidak jauh dari bekas area pertempuran Agra dan pria yang bernama Yuan tadi. Sedangkan Nekko saat ini sedang tertidur pulas akibat kelebihan penggunaan chakra mode harimau api.
~Setelah mengetahui umurku gadis ini memanggilku kakak juga. Aku jadi merasa paling tua disini.
"Kak? Apa kau sedang berkonsentrasi, kok diam?"
"Oh anu ... masalah Vendrinna aku juga tidak tahu. Biar Agra saja yang mengurusnya, sebaiknya kita diam saja dan ikuti saran Agra."
"Baiklah kak!"
Mereka kembali memusatkan energinya kedalam tubuh, dan terus mengatur keluar masuknya udara melalui pernapasan hidung dan mulut.
****
Disisi hutan jauh dari tempat peristirahatan mereka, terlihat Agra dan Vendrinna sedang serius berbicara.
"Hey! jangan lama-lama ayo cepat katakan kau mau bicara apa?"
__ADS_1
"Langsung saja kukatakan padamu kalau ... Ayahmu ..."
"Kenapa dengan ayahku?"
"Ayahmu terlibat dalam rencana ini!"
"Huh?"
Vendrinna tersentak dan dia mulai menundukkan kepalanya kebawah, dia pun melanjutkan bicaranya.
"Ternyata benar dugaanku, ayahku adalah dalang dibalik semua ini."
"Jadi ... kau ..."
"Aku juga mengetahuinya, saat aku dibawa oleh mereka tubuhku sempat merasakan tidak enak badan dan aku merasa demam. Saat itu aku merasakan kehadiran ayahku bersama panglima Askaria, tapi aku merasa kalau aku tidak begitu nyaman ditempat itu. Biasanya waktu aku masih kecil aku tahu persis suasana dikamar kastilku, suasananya selalu hangat seakan aku merasa ada ibuku disana. Tapi waktu aku demam kemarin, suasana kamarku berubah menjadi gelap dan sunyi. Aku bingung, dan aku benar-benar tidak nyaman. Tapi aku melihat ayahku menyentuh dahiku, dan itu nyata, ayahku ada disampingku."
"Itulah yang ingin aku jelaskan padamu, sebenarnya ini hanya sebuah rencana untuk menangkapmu Vendrinna. Orang misterius itulah yang membuat ilusi ini, sementara ayahmu berperan untuk meyakinkanmu bahwa kau benar-benar berada dirumah. Ayahmu melakukan ini agar kau tidak curiga kalau kau sedang dalam incaran."
Vendrinna hanya diam dan tak mau mengatakan apapun setelah mendengar penjelasan dari Agra.
"Maafkan aku Vendrinna, aku mengatakan dengan sejujurnya, mungkin ini terlihat menjatuhkan martabat ayahmu sebagai pemimpin klan Vander. Tapi aku harus menyampaikan itu kepadamu meski semua terasa pahit."
Vendrinna menggenggam dan mengepalkan tangannya begitu erat, namun dalam hitungan detik ia mulai melemaskan kepalan tangannya kembali. Bersamaan dengan itu Vendrinna juga menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan berat.
"Eumm ... Apakah kau marah?"
Agra menanyakan keadaan Vendrinna dengan rasa cemas dan takut jika Vendrinna marah dan melakukan tindakan diluar kepala.
"Marah? Apa kau tidak melihat tatapan mataku ini!"
"Huh?"
Agra terkejut mendengar Vendrinna berteriak dihadapannya.
"Hahahaha ... jangan terlihat serius begitu, aku tadi hanya bercanda kok."
"Kau ... kupikir kau benar-benar marah dan kecewa."
"Mana mungkin aku marah, sejak aku masih kecil sikap ayahku memang sudah mencurigakan. Dan mungkin ayahku masih memiliki ambisi itu serta keterikatan dirinya dengan organisasi misterius itu mungkin masih kuat."
"Organisasi Misterius?"
__ADS_1
Agra mulai berpikir dan mencoba menelaah cerita dari Vendrinna. Dia mulai mengumpulkan satu per satu fakta dan mencoba mengambil kesimpulan dibalik rencana misterius yang dilakukan oleh raja Vedern Mighton dan juga orang-orang misterius itu.
BERSAMBUNG