The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
28. Organisasi Perancang Sistem Clonning


__ADS_3

Akhir-akhir ini begitu banyak masalah datang menimpa kami, mulai dari penyerangan oleh pasukan Redfire Clan sampai kemunculan organisasi misterius.


Untung saja ibuku sudah memberitahuku sebelumnya tentang rahasia ayah, setidaknya aku jadi waspada oleh kejadian apapun di masa depan. Agra juga sudah kujelaskan mengenai organisasi misterius itu dan dia terkejut mendengar penjelasan dariku bahwa ayahku bersekongkol oleh mereka.


Saat ini wajahnya terlihat cemas dan khawatir dengan diriku, tapi entah kenapa saat melihat dia terus memikirkanku aku jadi sangat bahagia. Apakah aku mencintainya?


Tapi rasanya tidak mungkin jika aku mengungkapkan perasaan ini kepadanya karena aku harus menghilangkan perasaan ini. Aku dan Blue sudah mengikat janji untuk terus bersama, aku harus terus mencari informasi tentang Blue.


Bagaimana pun caranya aku harus mencarinya sampai ketemu dan meminta pertanggung jawaban atas janjinya yang telah dia ingkari.


...****************...



"Vendrinna! kalau begitu kau harus hati-hati jangan pernah pergi sendirian, aku takut kalau–"


"Kalau kau kehilangan diriku?! Katakan saja!" Vendrinna memotong cepat.


"Tidak! Aku takut saja kalau kau mati konyol, mana masih muda lagi."


"Huh ... Dasar! Ohya ... bagaimana ceritanya kau bisa mengetahui kalau ayahku sempat bersekongkol dengan mereka. Padahal sebelumnya aku tidak memberitahumu."


"Oh ... itu ... saat aku ingin masuk kekamarmu aku melihat ayahmu keluar dari kamar itu, sebelumnya aku melihat aura para prajurit dan petarung itu agak sedikit aneh, seakan mereka bukan manusia. Namun setelah melihat aura Ayahmu yang menunjukkan sisi manusianya aku semakin yakin kalau ayahmu juga ikut merencanakan sesuatu." - Agra.


"Sebenarnya ayahku tidak sendirian, ada panglima Askaria yang juga turut membantunya." - Vendrinna.


"Hmm ... sudah kuduga, sebaiknya kita kembali saja ke tempat tadi, aku ingin mengatakan sesuatu kepada kak Axcel. Ayo!"


Agra menarik tangan Vendrinna dan menggeretnya kembali ketempat Axcel dan lainnya. Sesampainya ditempat itu Agra melihat Axcel dan Jessy sedang duduk bersila sembari menutup matanya, sedangkan si kucing pintar itu masih tertidur dengan sangat pulas.


"Hey senior, bangun!"


Agra mencoba membangunkan Axcel dengan mengeraskan suaranya, Jessy yang merasa terganggu akhirnya membuka mata dan membuyarkan konsentrasinya untuk memusatkan chakra pengembalian energi.


"Hey bisa diam tidak? Aku sedang mengembalikan energiku yang sudah habis gara-gara kejadian tiga hari yang lalu." -Jessy.


"Sejak kapan kau bisa memusatkan chakra sendiri?" - Vendrinna.


"Haha ... pangeran Axcel yang mengajariku." - Jessy.


"Apa?! Hahahaha ... lucu sekali." -Agra.


"Kenapa tertawa kau pikir ini lucu?" - Jessy.


"Hadeh kau ini, dia hanya memberimu teori saja dan tidak berniat untuk mengajarimu. Kalau pun kau bisa, itu juga hasil usahamu sendiri. Cuma memusatkan chakra semua orang juga bisa, tujuan dia menyuruhmu melakukan ini agar kau tidak mengganggu tidurnya." Jelas Agra.


"Jadi ... dia hanya mengerjaiku?" - Jessy.


"Iya, aku sudah biasa dikerjai seperti itu." - Agra.


Mendengar penjelasan dari Agra, seketika Jessy merasa marah kemudian mengambil panci teflon dari dalam tas Vendrinna dan memukulnya ke kepala Axcel.


"Dasar pembohong kau!" - Jessy.


Tuangggggg ....


"Aduhh ... kepalanya itu lho ..." - Vendrinna.


~Waduh dia ternyata membawa panci itu kemana-mana, kalau tidak salah panci itu pernah digunakan Jessy untuk memukul Vendrinna saat mereka sedang diruang tamu. Jika salah bicara sedikit bisa benjol kepalaku nanti. (Self talk by Agra)


~Panci teflon yang awet, benda itu tidak pernah penyok meski alih fungsi menjadi senjata pemukul, sepertinya inilah yang dinamakan definisi panci serba guna. (Self talk by Vendrinna)


Axcel yang saat itu sedang menerima pukulan dadakan dari sebuah panci penggorengan langsung mendadak pingsan.


"Apa? Se ... sekali pukul langsung pingsan?"


Agra melihat Axcel hanya dengan menelan ludah saja, bagaimana bisa pukulan bebas tak beraturan ala Jessy bersama teflon penggorengnya bisa membuat sang Master Sword pingsan seketika.


Padahal semua orang tahu kalau seseorang yang sudah memiliki gelar Master Sword pasti mempunyai kekebalan tubuh yang kuat bagai baja. Bagaimana mungkin Axcel yang sekuat itu bisa dikalahkan oleh Jessy yang tidak memiliki kesetaraan tingkat dan level para petarung.


"Kenapa kalian semua diam? Mau kupukul juga!?" -Jessy.


"Ehh ... jangan kami cuma terpukau saja dengan kehebatan teflonmu, jadi jangan pukul kami ya?" Vendrinna terlihat menenangkan Jessy.

__ADS_1


"Lalu bagaimana kita bisa berunding kalau dia pingsan?" - Agra.


"Sebenarnya kau ingin mengatakan apa?" - Vendrinna.


"Aku ingin mencari tempat tinggal sementara untuk kalian." - Agra.


"Apa? tempat tinggal?" - Jessy.


"Iya, setidaknya tempat itu bisa kita gunakan untuk mengatur rencana serta menjadi pelindung saat kita dalam bahaya." - Agra.


"Kalau begitu kita tunggu saja kak Axcel sadar dari pingsannya." - Vendrinna.


"Baiklah kalau begitu, Nekko juga masih belum bangun." - Agra.


Mereka akhirnya menunggu Axcel dan Nekko bangun. Waktu pun berlalu begitu cepat hingga pergantian menit ke menit tidak begitu terasa. Kini sudah satu jam mereka menunggu kesadaran Axcel namun tidak ada perkembangan darinya.


"Sampai kapan dia sadar? Aku sudah bosan menunggunya. Lihatlah Nekko dia sudah bangun dari tadi, tapi orang ini lama sekali." Keluh Jessy.


"Siapa suruh kau memukulnya?!" - Vendrinna.


"Yaa ... maklumlah, aku tidak tahu kalau situasinya jadi seperti ini, padahal tadi aku memukulnya juga tidak sekuat tenaga." - Jessy.


"Hoahmm ... kenapa kalian pagi-pagi sudah berisik?" -Axcel.


"Hah? Barusan dia bilang apa?" - Jessy.


"Sepertinya otaknya agak korslet gara-gara kau pukul tadi." -Vendrinna.


"Ini masih sore woi!!" - Agra.


"Oh masih sore ternyata?" - Axcel.


"Hey! kali ini aku ingin bicara serius kepadamu!" - Agra.


"Apa?" - Axcel.


*******


Pusat Organisasi Perancang Sistem Clonning.


Titik koordinat SP^12°"Ketua apakah anda memanggil kami?" - YuanMereka berempat sedang menghadap ke sosok laki-laki yang diduga adalah ketua dari organisasi PSC. Laki-laki tersebut memiliki postur tubuh yang tinggi dengan baju berbulu dikerah lehernya."Iya, bagaimana perkembangan gadis itu?" - Zagas (Ketua Organisasi PSC)"Sepertinya perkembangannya mulai meningkat." - Yuan."Hmm ... Reinna apa kau punya data lengkap mengenai potensi kemampuannya." - Zagas."Iya aku sudah mengumpulkannya jauh-jauh hari, perkembangannya sangat pesat." - Reinna."Munculkan data itu sekarang! aku ingin melihatnya." - Zagas."Baik." - Reinna....--------------------------xxxxxxxx------------------------...DATA MONITOR NYALA....SEDANG MENGANALISIS......||################################||......SELESAI......HASIL ANALISIS...Nama : Vendrinna MightonKemampuan : Petarung Medis tingkat IIILevel Perform. : Tingkat Master Level 7Chakra :-- Jurus Pemanggil Metalarva.Fungsi menyerang dengan sistem racun berkadar 55%.-- Jurus Pemanggil Greenplant.Fungsi penyembuh dengan sistem obat berkadar 75%.Chakra Baru :( ! ) Pembuka Dimensi Roh.Level Chakra : Error (?)Fungsi : Error (?)☡Waspada kemunculan chakra baru sulit terdeteksi.^^^Laporan sistem 057-R^^^...-----------------------------xxxxxxxx---------------------------...Zagas yang saat itu melihat laporan data dari Reinna terkejut."Apa?! Chakra baru? Bagaimana chakra baru itu tidak terdekteksi oleh sistem kita?" - Zagas."Kami juga tidak mengetahuinya, sampai saat ini kami masih melakukan pemantauan lebih lanjut mengenai chakra baru yang dimiliki gadis itu." - Reinna."Setahuku chakra itu bukankah chakra yang hanya dimiliki oleh Clan Blue?" - Velicia."Benar, bagaimana caranya dia bisa menguasai chakra itu?" - Luxi."Yuan! Bawa orang itu kesini sekarang!" - Zagas."Baiklah ketua!" - Yuan.Yuan pergi dari ruangan tersebut dan memanggil seseorang yang berhubungan dengan Vendrinna. Setelah lima menit menunggu akhirnya yuan kembali bersama kedua laki-laki yang satu sedikit tua dan satu lagi terlihat muda dan tinggi."Ada apa lagi kau memanggilku Zagas? Aku harus kembali kekastilku banyak yang harus aku urus disana."Dialah raja dari kastil Venderland sekaligus The kings of clans dari klan Vander, dia datang bersama panglimanya yang sangat setia yaitu panglima Askaria."Hey pak tua, sebelum kau kembali ke kastilmu kau harus menjelaskan ini terlebih dahulu." - Zagas."Apalagi?" Tanya Raja Veden Mighton."Aku meminta penjelasan mengenai ini?" Sambil menunjukkan data monitor dari Reinna.Raja Vedern Mighton mencoba mengamati data tersebut dan merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Chakra baru Vendrinna membuat semua orang tercengang, pasalnya hanya anggota klan Blue yang bisa menggunakan chakra Pembuka Dimensi Roh.~ Astaga? Apakah ini petunjuk untuk kebebasan putriku?"Katakan Tuan Vedern Mighton! Jangan hanya diam! Anda tahu jika Pembuka Dimensi Roh itu aktif, maka rencana kita yang telah kita buat sejak 15 tahun yang lalu akan hancur begitu saja." - Zagas."Aku juga tidak tahu kalau dia mampu menguasai chakra tersebut, kalian tahu pasti kalau hubunganku dengan Vendrinna sekarang sedikit renggang. Dia akhir-akhir ini sering kabur dari kastil." - Vedern Mighton."Sepertinya yang dikatakan tuan Vedern Mighton benar, mereka tidak mungkin menghianati kita." - Yuan."Hmm ... Kalau begitu kita harus menghilangkan chakra itu dari tubuh Vendrinna secepatnya! sebelum dia benar-benar menghancurkan proyek sistem clonning kita." - Velicia."Hey tapi ingat! Jangan pernah sesekali kalian melukai putri kesayanganku." Ancam raja Vedern Mighton."Tenag saja tuan, sesuai dengan janji kami." - Yuan.~ Tidak semudah itu kalian menghilangkan chakra Pembuka Dimensi Roh milik putriku. Kali ini akan kugagalkan rencana kalian demi kebahagiaan putriku, apapun caranya dia harus bebas dari pengawasan mereka. Vendrinna, ayah rela melakukan apapun demi kebahagiaanmu, ayah akan mengganti kerugianmu di masa lalu nak ... terutama untuk menebus kematian ibumu.BERSAMBUNG


"Ketua apakah anda memanggil kami?" - Yuan


Mereka berempat sedang menghadap ke sosok laki-laki yang diduga adalah ketua dari organisasi PSC. Laki-laki tersebut memiliki postur tubuh yang tinggi dengan baju berbulu dikerah lehernya.



"Iya, bagaimana perkembangan gadis itu?" - Zagas (Ketua Organisasi PSC)


"Sepertinya perkembangannya mulai meningkat." - Yuan.


"Hmm ... Reinna apa kau punya data lengkap mengenai potensi kemampuannya." - Zagas.


"Iya aku sudah mengumpulkannya jauh-jauh hari, perkembangannya sangat pesat." - Reinna.


"Munculkan data itu sekarang! aku ingin melihatnya." - Zagas.


"Baik." - Reinna.


...--------------------------xxxxxxxx------------------------...


DATA MONITOR NYALA.


...SEDANG MENGANALISIS...


...||################################||...


...SELESAI...


...HASIL ANALISIS...


Nama : Vendrinna Mighton

__ADS_1


Kemampuan : Petarung Medis tingkat III


Level Perform. : Tingkat Master Level 7


Chakra :


-- Jurus Pemanggil Metalarva.


Fungsi menyerang dengan sistem racun berkadar 55%.


-- Jurus Pemanggil Greenplant.


Fungsi penyembuh dengan sistem obat berkadar 75%.


Chakra Baru :


( ! ) Pembuka Dimensi Roh.


Level Chakra : Error (?)


Fungsi : Error (?)


☡Waspada kemunculan chakra baru sulit terdeteksi.


^^^Laporan sistem 057-R^^^


...-----------------------------xxxxxxxx---------------------------...


Zagas yang saat itu melihat laporan data dari Reinna terkejut.


"Apa?! Chakra baru? Bagaimana chakra baru itu tidak terdekteksi oleh sistem kita?" - Zagas.


"Kami juga tidak mengetahuinya, sampai saat ini kami masih melakukan pemantauan lebih lanjut mengenai chakra baru yang dimiliki gadis itu." - Reinna.


"Setahuku chakra itu bukankah chakra yang hanya dimiliki oleh Clan Blue?" - Velicia.


"Benar, bagaimana caranya dia bisa menguasai chakra itu?" - Luxi.


"Yuan! Bawa orang itu kesini sekarang!" - Zagas.


"Baiklah ketua!" - Yuan.


Yuan pergi dari ruangan tersebut dan memanggil seseorang yang berhubungan dengan Vendrinna. Setelah lima menit menunggu akhirnya yuan kembali bersama kedua laki-laki yang satu sedikit tua dan satu lagi terlihat muda dan tinggi.


"Ada apa lagi kau memanggilku Zagas? Aku harus kembali kekastilku banyak yang harus aku urus disana."


Dialah raja dari kastil Venderland sekaligus The kings of clans dari klan Vander, dia datang bersama panglimanya yang sangat setia yaitu panglima Askaria.


"Hey pak tua, sebelum kau kembali ke kastilmu kau harus menjelaskan ini terlebih dahulu." - Zagas.


"Apalagi?" Tanya Raja Veden Mighton.


"Aku meminta penjelasan mengenai ini?" Sambil menunjukkan data monitor dari Reinna.


Raja Vedern Mighton mencoba mengamati data tersebut dan merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Chakra baru Vendrinna membuat semua orang tercengang, pasalnya hanya anggota klan Blue yang bisa menggunakan chakra Pembuka Dimensi Roh.


~ Astaga? Apakah ini petunjuk untuk kebebasan putriku?


"Katakan Tuan Vedern Mighton! Jangan hanya diam! Anda tahu jika Pembuka Dimensi Roh itu aktif, maka rencana kita yang telah kita buat sejak 15 tahun yang lalu akan hancur begitu saja." - Zagas.


"Aku juga tidak tahu kalau dia mampu menguasai chakra tersebut, kalian tahu pasti kalau hubunganku dengan Vendrinna sekarang sedikit renggang. Dia akhir-akhir ini sering kabur dari kastil." - Vedern Mighton.


"Sepertinya yang dikatakan tuan Vedern Mighton benar, mereka tidak mungkin menghianati kita." - Yuan.


"Hmm ... Kalau begitu kita harus menghilangkan chakra itu dari tubuh Vendrinna secepatnya! sebelum dia benar-benar menghancurkan proyek sistem clonning kita." - Velicia.


"Hey tapi ingat! Jangan pernah sesekali kalian melukai putri kesayanganku." Ancam raja Vedern Mighton.


"Tenag saja tuan, sesuai dengan janji kami." - Yuan.


~ Tidak semudah itu kalian menghilangkan chakra Pembuka Dimensi Roh milik putriku. Kali ini akan kugagalkan rencana kalian demi kebahagiaan putriku, apapun caranya dia harus bebas dari pengawasan mereka. Vendrinna, ayah rela melakukan apapun demi kebahagiaanmu, ayah akan mengganti kerugianmu di masa lalu nak ... terutama untuk menebus kematian ibumu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2