
Ngung ... Ngung ... Ngung ...
Tiba-tiba telinga Agra berdengung tanpa sebab, ia baru menyadari ada sesuatu yang masuk kedalam tubuhnya. Mengetahui ada hal aneh dibuku tersebut Agra pun membuang buku itu. Buku tersebut tiba-tiba terbuka secara magis dan mampu membalikkan halaman sendiri, halaman itu berhenti tepat ditengah tali penjilid buku.
Agra mencoba mengintip buku itu namun lagi-lagi kertas halaman itu kosong tanpa tulisan apapun. Pada akhirnya ia memberanikan diri untuk memegang buku itu lagi namun siapa sangka halaman itu tiba-tiba memunculkan sebuah simbol dengan cahaya biru yang merekah di tubuh Agra.
"Huh? Simbol ini ... Simbol ini adalah simbol five syclon ! Ba–Bagaimana mungkin ..."
Tubuh Agra tiba-tiba mengalami gemetar hebat, tanda five syclon didalam tubuhnya juga ikut keluar.
"Sistem telah diaktifkan! Selamat datang tuan Agra Le Bluezer, selamat menikmati perjalanan supranatural anda."
Jaringan otak Agra kini telah terhubung oleh sebuah sistem yang tertanam di dalam kepalanya. Sekarang Agra bisa mendengarkan suara sistem dari kepalanya.
"Hah? Perjalanan kemana? Apanya yang diaktifkan?"
"Saya sistem anda dari buku sejarah dunia, saya akan membantu anda untuk masuk kedalam dimensi waktu lampau."
"Siapa yang menciptakanmu?"
"Sistem menjaga kerahasian pencipta, saat ini saya
tidak bisa memberitahu anda."
"Aku mau dibawa kemana?"
"Ke abad pertama sampai abad pertengahan dimana dunia clonning baru dibentuk."
"Tunggu dulu apakah kau akan membawaku kelilingi jaman?"
"Benar tuan!"
"Aku tidak mau! Membuang waktuku saja."
"Tenang saja tuan, waktu akan saya persingkat menjadi 1 jam 30 menit untuk perjalanan waktu mode cepat. Silakan anda bersiap dalam hitungan mundur."
"Haahh ... Sama saja!" Agra dengan memasang wajah acuh.
"Satu ..."
"Lho! Tunggu dulu aku belum sempat menjawab dan memberi keputusan."
"Dua ..."
"Aku tidak mau!" Berteriak sambil mewek.
"Tiga... portal penghubung mode cepat siap! Saya harap anda menikmati perjalanan ini."
"Huwaaa ..."
"Menikmati your head! Aku belum sempat mengatakan setuju atau tidak kau malah asal menarik tubuhku saja, dasar sistem sialan!"
Agra terus masuk kelorong dimensi mode cepat dan ia tertarik oleh portal tersebut sampai tubuhnya berputar dua kali lebih cepat seperti jatuh dari langit.
"Huhuhu ... rasanya aku ingin mual."
"Sebentar lagi anda sampai ke era pertama dimasa Dewa Chakra."
"Ha?"
__ADS_1
Blugh ....
Agra terjatuh diatas rerumputan hijau dan ia merasa tubuhnya remuk seperti guci yang jatuh dan lantai.
"Akh ... Sistem sialan ... kenapa tidak mencari tempat yang lebih empuk untuk mendarat?"
"Karena ditempat inilah anda bisa bertemu dengan para Dewa."
"Dewa? Coba jelaskan apa maksudmu?"
"Didalam catatan sejarah pertama sebelum munculnya sebuah kontroversi dunia, dahulu para dewa lah yang menjaga alam di seluruh dunia ini."
"Wah ... Suasananya indah sekali. Rasanya sangat damai."
"Tentu saja, karena pada masa ini kelima klan masih belum terbentuk."
"Apakah mereka benar-benar mengisi dunia ini dengan kedamaian? Lalu kenapa mereka membiarkan kedamaian itu hilang, mereka bahkan tidak segan menurunkan tanggung jawab dunia kepada manusia biasa seperti kami?" Tanya Agra.
"Kedamaian tidak akan pernah hilang, kedamaian akan terus ada jika manusia tidak egois."
"Eh ... Sistem, kenapa suaramu tiba-tiba berubah?"
Agra terkejut mendengar suara sistem yang tiba-tiba berubah menjadi suara sosok laki-laki, suara itu bukan lagi seperti suara program melainkan suara yang berasal dari manusia asli. Terbesit dibenaknya bahwa sistem itu telah dikendalikan oleh seseorang dan kemungkinan Agra terjebak dalam dimensi buatan dari pemilik suara tersebut. Agra pun menghela nafas dan tetap tenang menghadapi jebakan tersebut.
Sistem terprogram kembali!
"Maaf tuan! Saya sedang teralihkan!"
"Hemm ..." Agra memasang wajah curiga.
"Anda juga bisa mengelilingi tempat ini dan menikmatinya selagi masih ada waktu tuan. Anggap saja dunia ini seperti dunia nyata yang mungkin belum pernah anda bayangkan selama hidup anda."
"Benarkah?"
Dengan rasa ingin tahunya Agra memutuskan untuk mengelilingi area sekitar dan dia akhirnya melihat suasana yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Ada sosok anak kecil dan kedua orang tuanya saling tersenyum bahagia tanpa konflik apapun, mereka terlihat sangat bahagia dan momen itulah yang benar-benar diinginkan Agra selama ini.
"Mereka ... para anak-anak berlarian bebas kesana kemari, apakah mereka tidak takut?"
"Di era pertama yang dipimpin oleh dewa chakra masih memprioritaskan kedamaian dan kebersamaan penduduk. Mereka yang berlarian dan tersenyum bahagia itu adalah manusia."
"Manusia?"
"Benar, manusia dahulunya hidup dengan sangat teratur dan mereka memiliki nurani yang bersih serta prinsip yang kokoh akan persatuan."
Tatapan Agra begitu dalam melihat situasi tersebut, binaran air matanya terpancar setelah ia mengeluarkan senyum dibibirnya.
"Andai suasana seperti ini masih terjadi dijamanku aku pasti akan terus mempertahankannya."
"Tuan? Apa yang anda pikirkan?"
"Sepanjang hidupku aku tidak pernah melihat rakyat klanku keluar dengan rasa aman. Dan itu semua karena diriku."
Agra seketika teringat masa kecilnya dimana ayahnya Agruero Le Bluezer tidak pernah memberikan ijin untuk keluar dari kastil meski itu hanya sekedar bermain. Alasan orang tuanya memilih mengurung Agra karena didalam tubuhnya terdapat chakra five syclon yang sewaktu-waktu muncul dan mengendalikan tubuh Agra.
Setiap kali Agra keluar dari kastil ia pasti kehilangan kendali dan mulai menyerang orang-orang disekitarnya. Setiap chakra itu keluar tanah dan langit seakan runtuh menghancurkan dunia, itulah sebabnya ayah Agra menyegel chakra five syclon dan mengurung Agra didalam kastil karena kekuatan chakra five syclon setara dengan kekuatan dewa chakra tingkat lima.
Agra pun juga tidak pernah ikut dalam pelatihan manapun baik dalam pelatihan berpedang, bela diri, ataupun berkuda. Itulah mengapa Axcel dikirim untuk menemani Agra karena ia diduga mampu menangkal chakra five syclon didalam tubuh Agra.
Seperti racun yang bertemu dengan penawarnya, begitulah hidupnya saat itu. Axcel terus menjaga Agra bahkan ia mampu mengajari Agra hal-hal baru yang belum pernah ia pelajari.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit Axcel mengajarinya ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk masa depan Agra setidaknya Agra masih bisa menguasai kemampuan dasar.
"Tuan! Anda melamunkan apa?"
"Ahh ... Tidak ada, hehe ..."
"Tuan jangan melupakan saya, saya adalah sistem yang tertanam dari otak tuan. Saya tau apa yang tuan pikirkan."
"Kalau sudah tahu kenapa kau bertanya."
"Aku yakin kau akan mampu merubah dunia ini kembali, Aku selalu mengawasimu Agra Le Bluezer!" Suara aneh itu muncul kembali didalam sistem.
"Siapa sebenarnya kamu?" Tanya Agra dengan penasaran.
Sistem terprogram kembali!
"Haah ... Pengecut kau!"
"Waktu anda sudah habis tuan, waktunya menuju dimensi selanjutnya."
"Apalagi hah?"
Pemindahan dimensi dimulai dari hitungan ...Tiga ...
"Hah ... kebiasaan!" Agra dengan wajah malasnya.
Dua ... Satu ...
Agra tertarik kedalam dimensi lain dan mungkin suasana tersebut berbeda dari dimensi sebelumnya. Disini ia merasakan perubahan dunia dan kemunculan sebuah konflik yang mulai memanas didalam sosialitas manusia. Agra melihat kegaduhan para penduduk dan kekacauan ada dimana-mana.
"Tunggu! bukankah tempat ini adalah tempat yang tadi? Bukankah tempat ini tadinya terasa tentram kenapa sekarang menjadi gaduh?"
"Tuan, saat ini kita telah berada di sepuluh tahun usai era pemerintahan para dewa. Sekarang adalah era pembagian kelima klan dan wilayahnya. Mulai disini manusialah yang memimpin." Jelas sistem.
"Tapi kenapa bisa segaduh ini?"
"Karena mereka memperebutkan chakra elemen milik dewa chakra, dijaman inilah dewa chakra membagi chakra mereka menjadi 5 kelompok yang disebut klan dan mereka sedang mencari lima orang terkuat yang mampu menerima chakra tersebut dan menjadi pemimpin klan."
"Wow ... benarkah?"
"Benar, Kegaduhan yang sekarang ini terjadi disebabkan karena keegoisan manusia untuk menjadi orang yang terkuat. Itulah sebabnya mereka saling mengadu kekuatan mereka dan merendahkan orang lain."
"Hmm ... Jadi itulah akar permasalahannya?"
"Benar tuan!"
Agra seketika terdiam dan mencoba mengumpulkan informasi-informasi yang ia dapatkan untuk mengambil sebuah kesimpulan.
Ditengah kegaduhan tiba-tiba munculah sosok laki-laki gagah, tampan dan pemberani yang sedang melerai pertengkaran para petarung.
"Apa? Siapa dia? Jangan-jangan ...."
Agra terkejut melihat kemunculan sosok lelaki yang sedang melerai kegaduhan para petarung.
Siapakah dia?
Ikuti kelanjutan kisahnya hanya di THE LAST CLAN BLUE🤩
...HAI READERS SEJATI😍...
...MAAF BANGET AUTHOR BARU BISA LANJUTIN PART-NYA🙏 SETELAH BERBULAN-BULAN HIATUS AUTHOR JADI KANGEN NULIS KISAHNYA AGRA😭...
__ADS_1
...DAN SEKARANG AUTHOR SIAP MELANJUTKAN PART-NYA SAMPAI TAMAT, YEAH💪...
...~SAYONARA~...