The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
42. Pembebasan Raja Cavalerie


__ADS_3


"Hey sayang, bangunlah ..."


Ucap Laurent dengan nada lirih, ia mencoba menyadarkan Agra yang saat itu masih tertidur didalam tahanan. Masih didalam penjara Laurent mencoba menengok sisi kanan kirinya, ia ingin memastikan bahwa tidak ada orang lain yang menguping pembicaraannya. Saat kembali terfokus kedalam penjara, ia merasa geram karena Agra tak kunjung bangun dari tidurnya.


"Agraaaa!!! Banguuunnn!!!" Bentak Laurent yang seketika mengagetkan Agra, ia pun bergegas bangun dari tidurnya.


"Vendrinna, jangan mengagekanku seperti ini!"


Mendengar ucapan Agra, Laurent marah dan memukul Agra dengan tongkat yang dari tadi tersandar disudut tembok tahanan.


Bugh ... bugh ... buakk ...


"Aduhh ... Eh ... Laurent! Hentikan!" Teriak Agra kesakitan.


"Akhirnya kembali juga nyawamu."


"Kenapa kau memukulku? Kau tidak tahu betapa sakitnya badan ini setelah menjadi bola untuk ajang menendang massal, dan sekarang kau malah ikut memukulku tanpa sebab. Huh! Jika saja aku tidak sedang mengumpulkan energi mungkin aku akan menghajar orang yang telah menganiaya diriku!"


"Bicara saja terus, aku tidak peduli seremuk apa badanmu kena pukulan. Kau telah menyakiti hatiku."


"Ada apa sebenarnya, kenapa kau tiba-tiba marah?"


"Kau sangat ingin tahu apa kesalahanmu ya? Baiklah aku katakan padamu kalau kesalahanmu terletak pada nama gadis sialan itu."


"Siapa yang kau maksud? Apakah Vendrinna?"


"Benar! Dan kau baru saja memanggilku dengan nama itu! kau tahu kan aku muak mendengar namanya kau sebut."


"Cuma masalah itu? kenapa kau semarah ini?"


Tuangggg ...


Laurent memukul kepala Agra.


~"Astaga, apakah aku salah berbicara lagi?" Batin Agra menangis melihat semua ini.


"Bisa tidak jangan pikirkan gadis sialan itu!"


"Tidak bisa."


"Huh?"


"Dia gadis yang baik, mandiri dan ceria. Energi positif selalu mengalir dari dalam dirinya, dialah orang yang pertama kali membantuku bahkan mencoba menyembuhkan ku dari ambang kematian. Wajar saja kalau aku terus memikirkan keadaanya."


Laurent tiba-tiba terdiam dan menundukkan kepalanya.


~"Ternyata aku kalah jauh dari gadis sialan itu, dia telah berhasil membuat blue ku terpesona."


Agra pun memeriksa kondisi sekitar dan ia ternyata sudah dipindahkan ketahanan lain.


"Tempat ini ... konsep tatanan dari tahanan ini sedikit berbeda, aku dibawa kemana?"


"Itulah yang ingin kuberitahu dan juga ada sesuatu yang sangat penting ingin ku sampaikan padamu."


"Apa itu?"


"Hmm ... Tapi sayangnya tuan putri yang anggun ini sedang marah jadi butuh ditenangkan terlebih dahulu."


"Apalagi maumu?"


"Hmm ... Berbaringlah!"


"Apa?"


"Cepatlah!"

__ADS_1


Agra menuruti keinginan aneh Laurent, ia pun bergegas berbaring dengan posisi telentang.


~"Perasaanku mendadak tidak enak." Batin Agra.


Laurent tanpa berpikir panjang langsung naik keatas tubuh Agra dan menatap mata Agra dengan begitu dalam.


"Tunggu dulu! Bukankah ini seperti ..."


"Aku akan mendaratkan *first kiss dibibir mu."


"Apa!?"


~"Tidak! Dia akan merenggut kemurnian yang telah lama ku jaga." Batin Agra yang sedang menangis.


Laurent memulainya namun Agra mengelak dan menggeser kepalanya kearah samping. Akhirnya Laurent telah mengalami situasi dimana ia mencium permukaan bumi secara langsung dari dalam tahanan.


"Hueeeekkk ... bibirku terkena tanah semua! ini gara-gara kau Agra! kenapa kau mengelak?"


"Makanya kalau meminta sesuatu itu jangan yang aneh-aneh, itulah akibatnya."


"Huh!!"


"Lagipula tanpa kau beri tahu saja aku sudah mengetahui semuanya."


"Apa maksudmu?"


"Tempat ini adalah tahanan di kastil White Blue kan? Kastil milik ayahku ini desain interiornya sangat rapi."


"Iya memang benar tebakanmu, mereka menahanmu disini karena raja Leviathan sedang melakukan rapat tertutup oleh para pengurus tahanan. Sepertinya mereka merencanakan sesuatu kepadamu."


"Biarkan sejauh mana ia mengatur siasat untukku. Aku juga ada misi disini, mereka benar-benar tepat mengurungku disini aku jadi mudah melakukan rencana selanjutnya."


"Apa itu?"


"Nanti kau akan tahu sendiri."


"Itu gampang, tongkat ini bisa menjadi jalan untuk keluar dari dalam tahanan ini."


"Begitu ya? Aku yakin kau pasti bisa melewati semuanya. Aku pergi dulu ya, Rival pasti mencariku."


"Baiklah ... Ohya! terima kasih telah menjengukku dan memberi informasi penting ini." Agra tersenyum kearah Laurent.


"Sama-sama sayang."


Wajah Agra seketika berubah datar usai mendengar panggilan khusus yang dilontarkan Laurent ke Agra.


"Bisa tidak menghapus panggilan itu dari otakmu? Panggil aku dengan nama saja!"


"Tidak mau!"


"Aku risih mendengarnya."


"Bodo amat! mau tidak mau panggilanku untukmu tetap sayang."


"Terserah kau saja."


"Baiklah, sampai jumpa sayang. Aku akan terus memantau dirimu dari kejauhan, aku tidak akan membiarkan mereka melukaimu."


"Baiklah, jangan lupa dirimu juga butuh perlindungan."


"Siap sayang."


Usai mengunci kembali pintu tahanan Laurent kini harus meninggalkan Agra sendirian lagi.


******


Sementara itu ditempat lain Vendrinna, Jessy dan Axcel berhasil mengelabuhi para penjaga itu dan mereka mulai masuk kedalam tahanan.

__ADS_1


"Banyak sekali orang yang ditahan." - Jessy.


"Benar, aku yakin mereka adalah orang-orang yang dimaksud Agra." -Vendrinna.


"Kalau begitu waktu kita tidak banyak. Ayo bebaskan mereka sebelum bayangan Leviathan datang." - Axcel.


"Kak, apakah kau masih membawa kertas mantra itu?" - Vendrinna.


"Iya aku masih membawanya." - Axcel.


"Pantas saja, pasti bayangan Leviathan itu telah tertangkap oleh sinyal dari kertas mantra ini." - Vendrinna.


"Tunggu! Yang membuatku heran sejak kapan dia membuat bayangannya sendiri. Apakah dia sudah tahu tentang rencana ini?" - Jessy.


"Aku juga tidak tahu, chakra Agra yang masuk kedalam kertas mantra itu juga tidak memberitahuku detailnya." - Axcel.


"Kalau begitu kita harus extra hati-hati." - Vendrinna.


Mereka kemudian melanjutkan misi pembebasan namun ditengah misi tersebut, ada sesuatu yang tidak terduga terjadi pada Axcel. Saat ia membuka salah satu pintu tahanan, setetes air mata keluar dari pelupuk matanya karena melihat sang ayah yang tertahan didalam penjara dengan kondisi kelaparan dan kehausan.


Rasa rindu sang anak pun tertuai dalam kesedihan kala ia harus bertemu kembali oleh keluarganya dalam situasi yang buruk.


"Ayahanda, apa kau baik-baik saja." Tanya Axcel.


"Pangeran Axcel kenapa kau bisa ada disini?"


Suara sang pemimpin klan Cavalie yang mulai melemah membuat para pengabdi setianya menangis dan pasrah.


"Maaf tuan muda, tolonglah raja Cavalerie! Kondisinya saat ini terluka dan mulai melemah akibat disiksa oleh klan keji itu." - Panglima Shin.


"Bagaimana kalian bisa ditahan oleh mereka? Bukankah kalian menandatangani surat perjanjian itu?" - Axcel.


"Klan Redfire memang licik dan serakah, kami menyesal telah mempercayai mereka." -Panglima Shin.


"Ehemm ... permisi pangeran Axcel, kita harus bergegas pergi, semuanya telah dibebaskan." - Vendrinna.


"Baiklah, kalian semua ikutlah dengan kami ketempat yang aman, kami akan membebaskan kalian semua. Ayo!" - Axcel.


Mereka berbondong-bondong pergi ketempat yang aman namun ditengah perjalanan bayangan Leviathan telah menemukan mereka, akibatnya terjadilah pertempuran sengit antara bayangan Leviathan beserta Axcel.


Kini giliran Vendrinna dan Jessy yang memimpin jalan untuk membebaskan para tahanan agar bisa selamat dari Leviathan. Sementara Axcel yang akan menahan Leviathan agar tidak mengejar mereka.


"Vendrinna, kak Axcel sendirian melawan Leviathan. Bagaimana ini?" Jessy yang terlihat khawatir dengan keselamatan Axcel mencoba berpikir untuk membantunya.


"Tenanglah Jessy, tak perlu khawatir kak Axcel pasti bisa melawannya."


"Tapi ... Tidak! Aku harus tetap membantunya."


Jessy berbalik arah dan menuju ketempat Axcel bertarung.


"Jessy kemana kau?" Teriakan Vendrinna kini sia-sia karena Jessy telah pergi terlalu jauh.


"Permisi nona, tuan Cavalerie sekarang kondisinya mulai parah, kita harus secepatnya membawa tuan ketempat yang aman untuk diobati." Panglima Shin menyela perdebatan tersebut.


"Baiklah kalau begitu aku yang akan memimpin jalannya dan untuk tuan Cavalerie apakah anda masih kuat untuk berjalan? jika tidak kami akan membuatkanmu tandu khusus."


"Tak apa aku masih kuat." Jawab raja Cavalerie.


"Baiklah semuanya ayo kita lanjutkan perjalanannya."


Mereka akhirnya bergegas melanjutkan perjalanan ke Negeri Shin.


~"Agra, Kak Axcel, Jessy. Semoga kalian aman dan pulang dengan selamat. Aku akan menanti kalian."


#BERSAMBUNG


*First Kiss \= Ciuman Pertama

__ADS_1


__ADS_2