The Last Clan Blue

The Last Clan Blue
31. Pergerakan Awal


__ADS_3

Matahari di tanah klan Loneblast memang terkenal indah, begitu banyak pegunungan-pegunungan yang berada disebelah timur wilayahnya. Keindahannnya bisa dipetik saat matahari terbit, bernuansa kabut putih bercampur juluran sinar matahari pagi yang baru muncul, membuat segalanya seperti berada di nirwana.


Begitu banyak jajaran bunga yang mekar di sekitar pegunungan hingga kepemukiman warga. Mereka turut serta menyambut matahari datang apalagi Vendrinna yang sejak pagi buta sudah ada di area itu. Dia sedang menunggu kemunculan matahari diarea taman pemukiman.


"hurfhhh ... Haaahh ... Rasanya lebih tenang setelah menghirup udara pagi di tempat ini, apalagi bunganya yang harum. Meskipun tak seindah dan seharum di Negeri Lavender, tapi tempat ini asik juga."


"Aku memang sengaja memilih tempat ini, karena aku tahu kau begitu mencintai alam."


Axcel datang dengan kedua tangan dimasukkan kedalam sakunya.


"Bukan mencintai alam tapi tepatnya menimbun energi dari alam, biasanya aku melakukan meditasi setiap pagi di negeri Lavender tapi semenjak pengepungan dari pasukan Redfire Clan semua jadi kacau."


"Oh ... begitu, bukan karena hal lain juga kan?"


Vendrinna tersontak mendengar pertanyaan Axcel dan ia kemudian memutuskan untuk diam sejenak.


"Tempat itu memang tidak bisa dikalahkan ya? Keindahannya membuat semua orang terpesona apalagi kenangannya, benar kan?"


~Kenapa kak Axcel terlihat seperti memojokkanku? Jangan- jangan ....


"Kalau begitu aku pergi dulu ya."


"Ohh ... baiklah!"


Axcel pergi meninggalkan Vendrinna, dan menuju kebelakang rumah. Sedangkan Vendrinna masih mengolah pembicaraan Axcel tadi, ia merasa Axcel mengetahui sesuatu tentang masa lalunya bersama Blue.



"Huh? uhuk ... uhuk ... Arghh! Perutku sakit sekali!"


Agra akhirnya tersadar dan dia sesekali melihat kearah jendela, ia merasakan sinar matahari yang kini tengah memancar ketubuh lemahnya.


~Beruntung aku masih bisa melihat matahari pagi.


Rasa sakit yang mendalam ia rasakan saat dia terbangun dan mencoba beranjak berdiri. Ia kemudian ingat jika dia dulu pernah terluka akibat tusukan pedang Celectron milik raja Leviathan.


"Rasanya masih sakit ... Urghh ..." Sambil membuka bajunya. Dia melihat balutan perban sudah terpasang ditubuhnya.


"Sepertinya bekas lukaku membengkak. Ohya! dimana aku?"


Tiba-tiba.


Cklekk ... (Suara pintu terbuka)


Pyaarr ...


Baskom kaca berisi air dingin dan kain kompres sukses mendarat jatuh ke lantai. Baskom itu seketika pecah berkeping-keping setelah melihat Agra tersadar. Ia bergegas lari menuju jendela tempat Agra berdiri menatap sinar matahari.


Seperti biasa Vendrinna memeluknya dari belakang dengan erat. Dia mulai meneteskan air mata sebagai tanda syukurnya karena Agra telah sadar.

__ADS_1


"Hiks ... hiks ..."


"Hey kenapa kau menangis?"


"Aku semalam terus berdoa untuk kesembuhanmu, ji– jika kau tidak sadar sampai matahari terbit kau mungkin bisa dalam bahaya. Aku takut hal buruk terjadi padamu, semalam kau juga mengalami demam tinggi dan kehilangan kesadaran. Aku ... aku benar-benar takut ... hiks hiks."


Vendrinna mengungkapkan perasaan khawatirnya terhadap Agra.


"Hey hey ... sekarang aku sudah bangun dan doamu sudah terkabulkan, jadi ..."


Agra kini melepas pelukannya dan berbalik kebelakang menghadap Vendrinna. Dia pun mengusap pipi gadis itu dengan lembut.


"Jangan menangis."


Senyuman yang hangat dia dapatkan dari Agra, gadis itu benar-benar beruntung bertemu dengan laki-laki yang mampu menghargai perasaan wanita, dengan sikapnya yang lembut membuat Vendrinna terpesona hingga pipinya memerah.


~ Seri wajahnya, tatapan yang penuh makna, senyum bibirnya yang hangat, membuatku ingin terus memeluknya. Dia benar-benar mirip dengan Blue.


Tangan Vendrinna kini mulai menggapai pinggang Agra dan memeluknya untuk kedua kalinya.


~ Memeluknya dari depan membuatku merasa lebih nyaman dan tenang. Kehangatan selalu menyelimutiku setelah memeluk erat tubuh Agra.


Agra pun membalas pelukan Vendrinna dengan mengangkat kedua tangannya. Tangan kirinya memeluk pinggang Vendrinna sedangkan tangan kanannya mengusap rambut Vendrinna yang terurai lembut.


Mereka terlihat pasangan yang saling melindungi dan memiliki jiwa yang sama-sama menguatkan. Diantara mereka tidak ada masalah yang tidak bisa mereka hadapi selama mereka terus bersama.


Namun tiba-tiba Jessy muncul didepan pintu kamar Agra.


Vendrinna terkejut mendengar Jessy yang tiba-tiba datang hingga pada akhirnya dia melepaskan pelukan Agra.


Tidak lama setelah Jessy datang, Axcel dan Nekko pun ikut hadir dibelakangnya, mereka akhirnya sama-sama tercengang melihat suasana itu.


"Nekko kau tidak merindukanku?"


"Miauwww (Pastilah)"


Nekko berlari kearah Agra dan melompat dipangkuannya saat Agra sedang membungkukkan badannya.


"Ahahaha ... kau semakin gemuk ya bulumu juga lembut dan halus. Itu baru namanya kucing pintar mandi sendiri tanpa disuruh." Agra sambil Mengusap bulu lembutnya.


"Itu aku yang mandikan dia, dia sedikit penurut hingga aku diberi tato dikulit tanganku." Ucap Jessy.


"Apa itu benar Nekko?" Tanya Agra.


"Miauuww miauw, ghhrrrrgghh ... ( Dasar tukang mengadu)" Nekko hanya bisa menggerang kehadapan Jessy.


"Sudahlah Nekko kau harus mandiri karena aku setiap hari tidak bisa bersamamu. Dan untuk Jessy maaf kalau selama ini Nekko merepotkanmu." Ujar Agra.


"Oh tidak masalah." Jessy menjawab dengan santai.

__ADS_1


"Ohya kita sekarang berada dimana ya?" Tanya Agra.


"Kita sekarang berada dirumah baru, tepatnya di negeri Shin milik klan Loneblast." Jawab Axcel.


"Seluruh penduduk sini mengijinkan kita untuk tinggal disini. Untung saja aku adalah bagian dari klan loneblast juga. Jadi akan lebih mudah untuk mengurus surat kepindahan." Jessy memberi penjelasan kepada Agra.


"Ohiya kau juga satu klan ya?" Tanya Agra.


"Ya!" Jawab Jessy.


****


Pertemuan Para Dewan Perancang.


Pusat Organisasi Perancang Sistem Clonning.


Titik koordinat SP^12°Pertemuan para dewan perancang telah dilaksanakan. Zagas ketua dari Organisasi tersebut mengundang 30 dewan yang nantinya akan merancang para gen clonning."Ketua mereka semua sudah berkumpul, kita bisa memulai rapat ini sekarang." Lapor Velicia."Hm ... baiklah."Zagas berdiri dari meja utama rapat dan mulai membahas tujuan rapat tersebut."Ehmm ... Selamat datang para dewan-dewan sekalian kali ini langsung saja kita masuk ke inti pembahasan mengenai rencana kita yang sudah disepakati bersama.""Hm ... tuan Zagas yang terhormat, apakah kau akan memulai rencana itu kembali?" - Haru Fukushi (Dewan Perancang Klon 1)"Ya, sejak 14 tahun lalu rencana itu dibuat, namun gara-gara perempuan itu rencana kita jadi tertunda dan dia telah mengacaukan segalanya." - Zagas."Bukankah perempuan itu sudah mati, kudengar dulu dia dibunuh oleh beberapa anggota kelompok dari kita. Jadi kita tidak perlu lagi khawatir tentang kebocoran rencana ini kan?" Arnold Denwis (Dewan Perancang klon 2)"Ya, oleh karena itu aku ingin memulai kembali rencana yang sudah tertunda belasan tahun ini, lagi pula persiapanku sudah lengkap dan inti energi itu sudah kupantau selama 14 tahun terakhir. Hasilnya sangat mengejutkan energi itu berkembang sangat pesat." - Zagas."Inti energi? Aku tidak merasakan adanya energi khusus disekitar sini, sebenarnya kau tanam dimana inti energi itu?" - Yuki Bakuhatsu (Dewan Perancang Klon 3)"Aku sudah menanam inti energi itu kedalam tubuh seseorang." - Zagas."Siapa?" Tanya Haru Fukushi."Kau tidak perlu tahu, urusan itu biar aku yang menangani. Sekarang kita juga harus membagi tugas untuk membuat anggota Klon kita, semakin cepat semakin baik. Reinna bagi tugas tersebut menjadi beberapa kelompok yang sudah kuatur sebelumnya!" - Zagas."Baik ketua! Ehhmm ... baiklah mengenai pembagian kelompok disini sudah dituliskan sistem kelompoknya, untuk jumlah kelompok kita bagi menjadi tiga yang diketuai oleh Haru Fukushi di kelompok 1, Yuki Bakuhatsu di kelompok 2, Arnold Denwis di kelompok 3. Dari 30 dewan yang hadir maka pembagian jumlah anggota kelompok akan dibuat 10 orang setiap kelompoknya." - Reinna."Untuk nama-nama siapa yang akan masuk di kelompok 1, 2 dan 3 kami sudah membagi surat edaran diatas meja rapat. Disitu tertulis daftar nama anggota yang sudah ketua Zagas siapkan untuk setiap kelompoknya beserta tugas-tugasnya." - Yuan.Setelah membaca surat edaran tersebut para dewan menyepakati rancangan kinerja yang akan dilakukan saat merancang gen clonning kembali.~ Akhirnya tiba waktunya untuk mengembangkan sistem gen clonning ini. Setelah semuanya kucapai satu per satu, aku akan mengambil alih dunia clonning ini dan membangkitkan kembali kekuatan Clonning yang telah lama musnah. Aku tidak akan membiarkan dunia bersejarah ini hancur perlahan dengan orde baru mereka. Aku harus membuat mereka mengakui kekuatan para gen clonning milik organisasi yang kukelola saat ini.BERSAMBUNG


Pertemuan para dewan perancang telah dilaksanakan. Zagas ketua dari Organisasi tersebut mengundang 30 dewan yang nantinya akan merancang para gen clonning.


"Ketua mereka semua sudah berkumpul, kita bisa memulai rapat ini sekarang." Lapor Velicia.


"Hm ... baiklah."


Zagas berdiri dari meja utama rapat dan mulai membahas tujuan rapat tersebut.


"Ehmm ... Selamat datang para dewan-dewan sekalian kali ini langsung saja kita masuk ke inti pembahasan mengenai rencana kita yang sudah disepakati bersama."


"Hm ... tuan Zagas yang terhormat, apakah kau akan memulai rencana itu kembali?" - Haru Fukushi (Dewan Perancang Klon 1)


"Ya, sejak 14 tahun lalu rencana itu dibuat, namun gara-gara perempuan itu rencana kita jadi tertunda dan dia telah mengacaukan segalanya." - Zagas.


"Bukankah perempuan itu sudah mati, kudengar dulu dia dibunuh oleh beberapa anggota kelompok dari kita. Jadi kita tidak perlu lagi khawatir tentang kebocoran rencana ini kan?" Arnold Denwis (Dewan Perancang klon 2)


"Ya, oleh karena itu aku ingin memulai kembali rencana yang sudah tertunda belasan tahun ini, lagi pula persiapanku sudah lengkap dan inti energi itu sudah kupantau selama 14 tahun terakhir. Hasilnya sangat mengejutkan energi itu berkembang sangat pesat." - Zagas.


"Inti energi? Aku tidak merasakan adanya energi khusus disekitar sini, sebenarnya kau tanam dimana inti energi itu?" - Yuki Bakuhatsu (Dewan Perancang Klon 3)


"Aku sudah menanam inti energi itu kedalam tubuh seseorang." - Zagas.


"Siapa?" Tanya Haru Fukushi.


"Kau tidak perlu tahu, urusan itu biar aku yang menangani. Sekarang kita juga harus membagi tugas untuk membuat anggota Klon kita, semakin cepat semakin baik. Reinna bagi tugas tersebut menjadi beberapa kelompok yang sudah kuatur sebelumnya!" - Zagas.


"Baik ketua! Ehhmm ... baiklah mengenai pembagian kelompok disini sudah dituliskan sistem kelompoknya, untuk jumlah kelompok kita bagi menjadi tiga yang diketuai oleh Haru Fukushi di kelompok 1, Yuki Bakuhatsu di kelompok 2, Arnold Denwis di kelompok 3. Dari 30 dewan yang hadir maka pembagian jumlah anggota kelompok akan dibuat 10 orang setiap kelompoknya." - Reinna.


"Untuk nama-nama siapa yang akan masuk di kelompok 1, 2 dan 3 kami sudah membagi surat edaran diatas meja rapat. Disitu tertulis daftar nama anggota yang sudah ketua Zagas siapkan untuk setiap kelompoknya beserta tugas-tugasnya." - Yuan.


Setelah membaca surat edaran tersebut para dewan menyepakati rancangan kinerja yang akan dilakukan saat merancang gen clonning kembali.

__ADS_1


~ Akhirnya tiba waktunya untuk mengembangkan sistem gen clonning ini. Setelah semuanya kucapai satu per satu, aku akan mengambil alih dunia clonning ini dan membangkitkan kembali kekuatan Clonning yang telah lama musnah. Aku tidak akan membiarkan dunia bersejarah ini hancur perlahan dengan orde baru mereka. Aku harus membuat mereka mengakui kekuatan para gen clonning milik organisasi yang kukelola saat ini.


BERSAMBUNG


__ADS_2