
Aku memasuki rumah green house dan langsung menuju kamar untuk merubah diriku menjadi Siti. Aku mulai memasang karakter dari Siti. Aku keluar dari kamar dan menuju pintu keluar yang tepatnya ada di lantai bawah.
"Baby, kenapa sih kamu harus berpenampilan seperti orang kampungan seperti ini" ucap Dedi di ruang tengah lantai bawah
"Ded, jangan anggap remeh diri Katlyn sebagai seorang kampungan, Dedi juga jangan anggap orang kampungan itu rendah di mata dedi" ucapku dengan tegas
"Loh baby, dedi berkata benar kok" ketus dedi yang membuatku marah dan langsung pergi dari rumah tanpa berpamitan
Aku menaiki angkot didepan kompleks green house walaupun semua orang yang melewatiku memasang matanya dalam dalam dari atas sampai bawah hanya untuk melihat diriku.
********
Aku sampai didepan ruang inap kak Brayn dan aku mengetuk pintu ruangan itu dan langsung membuka pintu tersebut dan mulai melangkahkan kakiku.
Tok..tok..tok..
Krekk...
"Assalamualaikum" ucapku sambil membawa buah buahan untuk kak Brayn
"Ehh, siti akhirnya kamu ke sini juga" ucap mamahnya kak Brayn
"Iya tante, oh ini tante Siti mau ngasih ini buat kak Brayn" ujarku sambil memberikan parsel buah buahan kepada mamahnya kak Brayn
"Siti terimakasih ya" ucap papah kak Brayn
"Iya om tante sama sama" ujarku
"Siti" ucap kak Brayn
"Siti" ucap kak Brayn lagi
"Sit, sekarang kamu lihat sendiri kan, di bawah alam sadarnya Brayn dia memanggil manggil kamu" ujar papahnya kak Brayn
"Hah, kak Brayn manggil manggil aku? Aku nggak salah denger?,bukannya aku sama kak Brayn setiap hari slalu berantem?" Ujarku dalam hati
"Om tante, sebenarnya Siti nggak tau kenapa kak Brayn bisa manggil manggil nama Siti" ujarku dengan heran
"Loh bukannya kamu pacarnya Brayn?" Ucap mamah kak Brayn
"Nggak kok tan, Siti hanya adek kelasnya kak Brayn" ucapku
"Ya baguslah setidaknya kamu nggak seperti teman temannya Brayn yang lain" ucap papah kak Brayn
"Maksutnya?" Pikirku sedikit heran
"Jadi gini, selama Brayn di rawat di sini teman temannya belum menjenguk Brayn sama sekali, dan hanya kamu saja yang peduli sama Brayn" ujar papah kak Brayn
__ADS_1
"Pah, kita keluar yuk cari makan, biarkan Siti temenin Brayn sebentar" ujar mamah kak Brayn
"Iya om tante" ucapku
Kondisi kak Brayn masih belum ada perkembangan, kak Brayn masih belum sadarkan diri dan kak Brayn masih menutup matanya dengan raut wajah yang sangat pucat.
"Kak, kenapa sih kakak harus menanggung penyakit ini?" Ujarku sambil menggenggam tangan kiri kak Brayn
"Kak, kakakkan orang yang sangat angkuh dan sangat aktif tapi kenapa kakak bisa menderita penzmyakit ini" ujarku melihat wajah kak Brayn yang masih pucat.
Aku mulai meneteskan air mataku perlahan lahan dan seketika air mataku sudah mengalir deras di pipiku. Aku masih saja tak ingin kak Brayn menanggung penderitaan.
30 menit , kemudian...
"Siti maaf ya om sama tante lama" ujar mamahnya kak Rayhan
"Iya tante nggak papa kok, oh iya tan ini aku titip surat buat kak Brayn kalau dia sudah sadar" ujarku memberikan secarik amplop kepada mamahnya kak Brayn
"Oh iya Siti, nanti tante sampaikan" ucap mamah Kak Brayn.
Aku membalikkan badanku dan berpamitan pulang kepada kedua orang tuanya kak Brayn. Aku bergegas pulang dari rumah sakit dan menuju rumah sederhanaku atau rumah Siti.
Keluarga Kak Brayn pov
"Mah" ujar kak Brayn tersadar
"Baryn kamu sudah sadar sayang" ucap mamah dari kak Brayn secara terkejut
"Rumah sakit sayang," ujar mamah kak Brayn
"Ya udah mah, papah mau mamggil dokter dulu ya" ucap papah kak Brayn sebelum meninggalkan ruangan.
5 menit kemudian...
"Gimana dok keadaan anak saya" ujar papah kak Brayn kepada dokter yang mengobati kak Brayn
"Kondisi anak bapak sudah membaik dan stabil" ucap dokter
"Alhamdulilah, terimakasih dok" ucap papah kak Brayn secara senang
"Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu" ujar dokter sebelum meninggalkan ruangan
"Eh sayang, nih ada titipan surat dari temen kamu" ucap mamah kak Brayn tanpa menyebut namaku karna sudah aku beri pesan di chat
"Siapa?" Tanya kak Brayn sambil mengangkat alisnya.
"Temen sayang, nih kamu baca sendiri" ucap mamah kam Brayn sambil memberkan amplop kepada kak Brayn yang membuat kak Brayn merubah posisnya menjadi duduk sambil bersandaran bantal
__ADS_1
Kak Brayn mulai membuka amplop tersebut dan membaca satu oersatu kata dari surat itu
To ; Brayn Nata Negara
Hai, apa kabar? Cepat sembuh ya, jaga kesehatan, kalau sakit jangan dipaksain buat beraktivitas, aku tau kamu pasti kuat, yaahh kalau di bilang kuat ya kuat seperti macan, kamu nggak perlu tau siapa aku, karna itu nggak penting bagimu dan bagiku... Thanks udah baca :v)
From : Secrete Admirer :v)
"Hah, Secrete Admirer?" Ucap kak Brayn perlahan yang membuat dia heran.
"Permisi om tante, my hani sweety baby Baryn" ujar seorang wanita ya tepatnya kak Dara mantan dari kak Brayn
"Baru datang kamu?, satu minggu ini kamu kemana?" Ketus papah dari kak Brayn serasa menyindir
"Maaf om Dara sibuk" ucap kak Dara seenaknya tanpa dosa
"Sibuk, emang kamu siapa kok sok sibuk" ketus papah kak Brayn secara menyindir
"Pah, udah ini masalah anak anak" ujar mamah kak Brayn
"Bray, gimana keadaan lu?" Ucap kak Dara
"Emang sepeduli apa lu sama gue?" Ketus kak Brayn sambil menyembunyikan surat dariku ke bawah bantalnya
"Itu yang kamu sembunyiin apa Bray?" Ucap kak Dara secara penasaran
"Bukan urusan lu, eh dar kalo lu kesini cuman buat cari masalah mending lu pergi aja dari sini" usir kak Brayn secara perlahan lahan
"Sayang kamu usir gue?" Ucap kak Dara nggak terima
"Sayang, apaan sih lu dar, jangan harap gue balik lagi ke lubang buaya" ketus kak Brayn
"Dara, kondis Brayn masih belum pulih sepenuhnya, jadi kamu taukan pintu keluar" ujar papah kak Brayn menunjuk pintu keluar
"Ahh" ketus kak Dara kemudian pergi dari ruangan kak Brayn secara tidak terhormat.
Perlahan aku mulai mencintaimu
Entah dari mana sumbernya
Namun perasaan yang tumbuh ini tidak bisa di ganggu gugat
Gimana gays ceritanya??...
Jangan lupa vote..vote..dan vote..
Komen dan aspirasinya juga..
__ADS_1
Author tunggu sebagai sumber pemnyemangat author buat update
Love you😘