The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 57 (End)


__ADS_3

Langkahku berhenti seketika. Menatap ara kaca yang sedikit buram karena telah terselimuti oleh guyuran hujan. Rayhan yang memilih untuk duduk disebelahku memberikan sebungkus roti coklat kepadaku.


"Nih makan"


Aku mendiamjan Rayhan sejenak. Berfikir bahwa kembali adalah jalan yang terbaik. Tak harus menetap di Indonesia dengan menjalankan misi semata.


"Lo kenapa? "


"Ngga papa Ray"


Bus kami tiba di sebuah villa yang ada di puncak. Kamipun turun dan memasuki villa itu. Aku menggendong ranselku dan meraih totebagku.


"Sini ransel lo biar gua yang bawain"


"Nggak usah Ray, gua bisa sendiri"


Aku dan Rayhan berjalan seiringan namun kami memilih untuk sama sama diam. Setelah beberapa pengarahan diucapkan oleh Bara. Akupun memasuki salah satu kamar yang ada di villa tersebut dan meletakkan semua barang barangku.


"Lyn, lo sebenarnya suka ngga sih sama Rayhan? "


"Iya Lyn, kitakan juga ingin tahu perasaan lo itu gimana"


"Kalian bisa diem ngga sih, kenapa harus diungkit ungkit mulu"


Aku keluar dari kamar dan memilih untuk mencari ketenangan, kebetulan di belakang villa terdapat sungai yang cocok untuk menyepi. Aku memilih untuk duduk di tepi sungai, dan melempar beberapa batu ke arah sungai. Tak lama kemudian Rayhan datang menghampiriku dengan membawakan sebatang coklat untukku.


"Udah jangan badmood terus, nih coklat. Gua tau lo butuh ini"


"Rayhan, kenapa suka sama Alyn? "


"Harus ya gua jelasin lagi ke lo? "


"Rayhan pasti tau sesuatu tentang Alyn"


"Iya, gua tau lo.. Lo itu cewek terangkuh sedunia"


"Serius ah"


"Dari tadi juga udah serius"


"Rayhan, Jujur sama Alyn.. Apa hubungan Rayhan dengan Reynan? "


Rayhan membuang batu ke arah sungai dengan kencang. Ia berdiam diri sejenak. Menatap arah langit yang sangat silau.


"Lo mau tahu? "


"Dari awal Alyn juga udah sadar pasti Rayhan ada hubungannya sama Reynan"


"Maafin gua Lyn, sebenarnya gus pingin aja cari waktu yang tepat buat jelasin semuanya ke lo"


"Ya udah sekarang aja"

__ADS_1


"Oke, kalo lo mintanya sekarang"


"Rayhan harjs keluarin apa yang selama ini Rayhan umpetin dari Alyn"


"Jadi sebenarnya gua sama Reynan itu kembar. Kami terlahir sama di jam yang sama tapi di menit yang berbeda. Reynan terlahir sebagai kakak dan gua sebagai adiknya.."


"Tapi kenapa Reynan ngga pernah cerita ke gua kalo dia punya kembaran? "


"Gua belum selesai ngomong Alyn"


"Eh iya.. "


"Reynan memilih untuk mentap di Indonesia dan gua memilih menetap di Amerika karena waktu itu mamah sama papah gua cerai. Gua yang harus ikut papah gua dam Reynan yang harus ikut mamah. Kamipun tumbuh di dua sisi yang berbeda, gua lebih fokus ke jenjang pendidikan gua sedangkan Reynan ia lebih memilih untuk berkarir terlebih dahulu. Lo tau sendirikan kalo Reynan itu punya perusahaan? "


"Hemm.. "


"Setelah kami tumbuh dewasa Reynan memilih untuk pergi dari Indonesia untuk melanjutkan studynya. Ia mengejar dari titik nol sebuah pendidikan sampai ia mampu bersaing seperti kita. Reynan pernah bilang ke gua kalo dia di Indonesia punya seseorang yang istimewa, dia beda dari yang lainnya dan dia adalah sahabat kecilnya. "


Air mataku lolos seketika. Tak kuasa mendengarkan cerita yang membuatku mengenang kembali sosok Reynan.


"Setelah dia balik lagi di Indonesia, dia memilih untuk menemanimu karena Raka sudah menceritakan semuanya tentang kamu.  Sebelum kecelakaan itu terjadi, Reynan memintaku untuk segera ke Indonesia. Aku tak pernah mendapati firasat buruk tentang kepergian Reynan. Setelah kecelakaan itu terjadi, Reynan terbung dari komanya dan ia menyuruh mamah untuk menelfonku segera. Sampai pada akhirnya Reynan memintaku untuk menjaga kamu sosok yang menurut Reynan istimewa. Reynan ingin kamu masih tetap aman meskipun tanpanya"


"Kenapa lo ngga mau bilang dari dulu sih Ray"


"Lyn.. Gua berusaha cari waktu yang tepat. Gua ngga ingin sakitin hati lo saat gua benar benar belum mencintai lo. Jadi, lo mau tau siapa seseorang yang nyelametin lo waktu lo hampir diculik, sekitar 8 tahun yang lalu?"


"Siapa? "


"Bagaimana aku bisa lupa, Dari kecil gua udah ngerasa aman saat di deket lo Ray"


"Sekarang lo udah tau semuanya tentang gua dan Reynan. Jadi terserah lo mau anggep gua gimana? "


"Ray"


"Hm"


"Boleh peluk? "


Tanpa basa basi aku memeluk tubuh Rayhan yang masih mengenakan jaket. Aku merasa nyaman dan aman saat bersamanya meskipun sebenarnya aku mengerti bahwa rasa itu masih tetap sama. Dan dipertemukan oleh seseorang yang sama.


"Ray, gua mau tanya sama lo satu lagi"


"Apa? "


"Sekarang, lo udah cinta sama gua? "


"Dari lo bilang lo cinta sama gua, gua udah cinta sama lo Lyn"


*****


Beberapa waktu terlampaui. Rayhan telah menyelsaikan UNnya dan aku telah menyelesaikan Ulangan Akhir Semester.

__ADS_1


"Rayhan" Ujaeku dalam perjalanan.


"Apa? "


"Rayhan udah diterima di Harvard? "


"Kenapa lo ngebahas soal ini? "


"Karena Alyn takut kalo Alyn ngga bisa ketemu lagi sama Rayhan"


Sambil menghela nafas berat, Rayhan mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan memberikannya ke aku .


"Lo baca aja sendiri di kotak masuk email gua"


"Gua aja ngga berani baca"


Aku membuka layar ponselnya dan mencari kotak masuk dari emailnya Rayhan. Tertera di paling atas tertulis nama Harvard University. Mataku terpelongoh seketika. Hatiku mulai agak bimbang soal hasil yang akan didapatkan oleh Rayhan.


"Ray"


Sambil menghela nafas berat, akupun harus mengungkapkannya.


"Kenapa? "


"Selamat ya, lo diterima dk harvard"


"Sudah ku duga"


"Rayhan kalo di Harvard hati - hati ya"


"Alyn juga kalo di Indonesia hati - hati"


"Sebenernya Alyn takut. Tapi Alyn harus terima keadaan karena ini yang teebaik buat Rayhan. "


"Kalo lo ngga ngizinin gua. Gua bakal batalin kok"


"Alyn izinin kom Ray, mana mungkin sih Alyn nolak kalo pacar Alyn bisa kuliah di harvard"


"Makasih ya Lyn"


Lagi lagi aku menatap kaca. Menatap jalan di sepanjang kota. Memanguatkan hati karena kami harus berpisah. Rayhan orang yang baik. Aku yakin Rayhan akan kembali ke pelukanku nantinya.


Pergilah kasih, citamu akan menjadi penentu masa depanmu, urusan cinta biar aku yang mengurusinya. Entah nantinya akan berakhir bagaimana.


Terimakasih buat readres yang udah setia ngebaca.


Terimakasih atas semangatnya.


Terimakasih atas Likenya.


Tunggu  kisah kisah lainnya ya..

__ADS_1


See you...


__ADS_2