The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 15


__ADS_3

Tiap malam aku slalu menulis lembaran bait demi bait surat untuk aku berikan kepada Kak Brayn Nata Negara cowok songong yang mengidap penyakit radang selaput otak secara diam diam.


**********


Aku belajar memahami rumus rumus matematika didalam kamar yang berhias warna abu abu. Meskipun kamar itu tak seindah kamarku yang berada di green house. Ini merupakan H-3 aku mengikuti lomba olimpiade matematika mewakili sekolah. Aku mendengus kesal sesekali aku mencoba rumus rumus yang aku pelajari namun gagal.


Drrttt...


Suara notif dari hpku membuatku bergegas untuk membukanya karna, kali ini aku lagi badmod belajar matematika.


Dito


Semangat belajarnya siti💪


----0----


Namun aku hanya bisa mengabaikan notif dari Ditto karna aku lagi males aja chatan sama dia, karna aku takut kejadian di kantin terulang lagi meskipun sebenarnya aku masih penasaran siapa cewek itu??


Aku meletakkan hpku di samping tubuhku yang aku rebahkan dengan mematikan semua notif di hpku. Aku mulai memejamkan mataku untuk sementara dan mengingat kejadian pagi tadi, kejadian saat aku telat masuk ke sekolah bersama kak Brayn. Menurutku kak Brayn orangnya bisa baik juga ya?? Dan nggak seangkuh yang aku kira, btw kak Brayn kok bisa sekuat macan ya melewati penyakit yang bisa membunuhnya itu?? Dalam hatiku lama kelamaan mulai mengagumi sosok kak Brayn yang kuat seperti macan itu.


**********


Pagiku ku awali dengan aktifitasku di sekolah seperti biasa, namun kali ini aku berangkat lebih awal karna aku harus memberikan nasi goreng buatan bi Ani ke kak Brayn secara diam diam di lokernya dan tak lupa aku kasih sepucuk surat buat kak Brayn.


"Hai Pu, udah berangkat aja lu" ucap Fara yang aku balas dengan senyuman hangat.


Terlalu pagi sangat aku masuk ke kelas dan aku menyibukkan diriku dengan membaca novel, salah satu novel yang aku sukai adalah novel karya boy candra. Tak lama kemudian kelas terlihat sudah ramai dengan teman temanku itu tak lupa juga Ditto.


"Hy, Siti" kejut Ditto di belakangku


"Ihh ditto," ucapku secara spontan


"Serius banget baca bukunya" ujar Ditto yang melihatku membaca novel


"Eh dit, cewek yang di kantin kemarin siapa?" ujarku secara langsung to the point dan tanpa basa basi


"Ohhh dia pacar gue yang udah 4 bulan ini tanpa kabar" sahut ditto yang kemudian duduk di bangku sampingku yang kebetulan kosong


"Sorry ya Dit akku.. Nggak bermaksut buat ngerebut kamu dari dia" ujarku secara perlahan lahan


"Santai aja kali Sit, gue juga udah mutusin dia" sahut Ditto secara santai


"Why?" ujarku


"Yaaa gue nggak suka aja sama sifatnya yang posesiv kayak gitu" ucap Ditto


"Kasihan tau Dit, seorang wanita itu punya perasaan apalagi seperti dia, kalian pasti udah merajut hubungan cinta kalian lama ya" sahutku yang menbuat tanganku menutup buku novel dan langsung berbicara secara serius ke arah Ditto.


"Ngapain sih lu kasihan sama dia, dia aja udah nyiram muka lu yang bukan tanaman pake orange jus secara sengaja" sahut Ditto yang mengambil novel dari hadapanku

__ADS_1


"Tapi aku nggak permasalahkan itu, mungkin dia sedang emosi kali itu Dit makanya dia sampai seperti itu, kalo menurut aku sih wajar saja karna dia lihat lu yang statusnya masih pacaran tapi ke kantin malah berduaan sama aku" sahutku menatap ditto dengan serius


"Sit, gue itu nggak suka sama sifatnya dia itu dominan sit dia slalu aja ingin apapun yang dia mau" ujar Ditto menyakinkanku


"Okey, sorry kalo gue salah" sahutku dengan menyesal sudah kasih nasehat kepada ditto.


"Hmm" ujar Ditto


"Mel gue boleh ya duduk di samping Siti, gue duduk di bangku lu ya nanti dan lu duduk di bangku gue" sahut Ditto saat melihat Amel masuk ke kelas dan ingin duduk


"Nggak..!, gue nggak mau duduk di barisan depan" sahut Amel secara ketus


"Mel, pliss daripada lu kalo duduk di samping Siti lu bullu terus diakan kasihan" ujar Ditto dengan raut mata memohon


"Apaan sih Dit suka suka gue dong" sahut Amel yang menggebrakkan tasnya seenaknya di meja


"Oke gini aja deh mel, tuh bangku belakangkan kosong nah lu bisa duduk di bangku itu dan disitu tempatnya strategis buat lu tidur saat jam pelajaran" ujar ditto menyidir dan membuat mata Amel milhat keadaan bangku tersebut.


"Hmmm, oke lu boleh duduk di samoing CUPU sepuas lu" sahut Amel setelah memikirkan tempat duduk di belakang yang setrategis buat dirinya.


Cring....


Bel masuk kelas berbunyi yang menbuat Amel segera menempatkan tasnya ke bangku paling belakang dan begitu juga Ditto yang menempatkan tasnya ke samping bangkuku.


Suara langkahan kaki dari luar menuju dalam kelas. Tubuhnya mulai ke lihatan dan siswapun yang sedang ramai mulai terdiam, ternyata yang datang adalah Bu Novi wali kelas dari kelasku.


"Pagi anak anak" sapa bu Novi, yang membuat seisi kelas heran karna ini bukan jam pelajaran bu Novi


"Loh, bu Novi hari ini nggak ada pelajarannya" ketus Amel


"Iya bu, kenapa bu Novi ke sini?" sahut Fara yang membuat seisi kelas kembali ramai


"Diam, saya belum bicara tapi kalian bicara mulu" sahut bu Novi secara ketus


"Gue mohon kalian diem sebentar, biarkan bu Novi bicara, jangan kayak orang yang nggak berpendidikan" teriak Ditto secara ketus yang membuat seisi kelas terdiam seketika


"Terimakasih Ditto, anak anak ibu punya kabar baik buat kalian" ujar bu Novi


"Alah katanya aja baik tapi nyatanya buruk" ketus Amel lagi


"Mel lu mau bibir lu gue lakban?" sahut Ditto yang membuat amel terdiam


"Jadi kalian punya teman baru, dia pindahan dari Hongkong" ujar bu Novi setelah siesi kelas terdiam


"Alah, nantk ujung ujungnya kayak si Cupu lagi" ketus Amel lagi


"Yah kalo kayak si cupu kita nggak menerima lagi bu, cukup si Cupu satu saja" sahut Fara


"Males ah bu kalo kayak Cupu" sahut serempak satu kelas yang memojokkan diriku

__ADS_1


"Sit, sabar ya gue ada di pihak lu kok" ujar ditto secara perlahan lahan yang aku balas dengan anggukan kepala


"Diam diam diam, nah Vi silahkan masuk" ujar bu Novi ke seseorang yang berada di luar


Suara langkahan kaki masuk ke dalam kelas, dia masuk dengan wajah yang cantik, rambut terurai dan rok mini sekolah yang ia kenakan menambah kecantikan dirinya.


"Nah kalo gini, baru kabar baik" sahut Anton


"Baiklah, Viola silahkan perkenalkan diri kamu" ucap bu Novi


"Hai, nama Saya Viola Mahesa Agrania, saya pindahan dari Hongkong, dan saya biasa di panggil Viola atau Viol" Sapa Viola dengan senyum ramahnya


"Nah Viol, kamu bisa duduk di sebelah Amel yang ke betulan bangku kosong" ujar bu Novi menunjuk kearah Amel


"Okey," sapa Viola


Aku merasa pernah melihat orang itu dan wajahnya tak asing banget bagiku.


"Apa apaan sih ,kenapa coba dia pindah sekolah di sini dan sialnya dia satu kelas sama gue" ujar Ditto bicara sendiri secara perlahan lahan.


"Dit kenapa kamu?" ujarku melihat Ditto


"Lu nggak lihat, kalo dia mantan gue?" ujar Ditto


"Ohh, makanya kayaknya wajahnya nggak asing di mataku orang ternyata aku pernah bertemu denganya toh" ucapku sambil melihat Viola


"Benci banget ngelihat dia" ujar Ditto


"Dit, mungkin aja dia masih ada perasaan sama kamu" ucapku menenangkan ditto


"Bodo amat, penting gue udah move on sama tuh anying" ujar Ditto dengan malas


"Hmm, serah lu Dit" sahutku melihat keanehan dari Ditto.


Jam pelajaran kemudian di lanjutkan seperti jadwal mata pelajaran. Aku yang merasa nggak enak duudk di samping Ditto sedangkan mantanya duduk di sebelah Amel.


Dia juga punya perasaan


Lantas buat apa kau hanya bisa menyakitinya


Bukankah dulu kalian saling menjaga janji untuk saling melengkapi?


So, gimana ceritanya?


Jangan luoa vote..vote..dan vote..


Komenya juga ya jangan lupa..


Follow juga akun author...

__ADS_1


Love you😘


__ADS_2