The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 49


__ADS_3

Pagi ini membuat tubuhku untuk segera bangun dan beranjak keluar rumah. Seperti hari - hari libur biasanya aku membawa tubuhku untuk berlari kecil disekitaran kompleks rumah. Yang ku tahu mungkin ini hal yang jarang ku lakukan saat aku menjadi pribadi Siti.


Disalah satu rumah yang berada dikompleks ternyata pandanganku menuju ke salah satu titik. Dimana kedua mataku melihat Kak Brayn sedang berlari pagi. Wajahnya terlihat sudah lebih segar. Dan akupun mulai bersyukur kepada Tuhan karna aku bisa dipertemukan dengan Kak Brayn.


"Kak Brayn" sapaku memberanikan diri.


Kak Brayn hanya membuang muka saja tanpa mengarah ke arahku sedikitpun. Antara ia tidak dengar ataupun ia sengaja melakukan hal itu.


*****


Didepan teras kelas seperti bias aku melihat insta story diinstagram. Membuat story dengan caption


"09.45 Untuk seseorang pria yang tiba tiba menjadi dingin"


Dengan background sepatu yang aku pakai sambil menginjak tanah.


"Lo ngapain sih Lyn" Ucap ditto


"Alay banget bikin story ucapan hati, emang lo lagi suka sama siapa sih? "


"Enggak dit, gua ngga suka sama siapa siapa. Udah ah gua mau ke kantin dulu"


"Mau gua temenin? "


"Nggak usah terimakasih! "


Aku berjalan dengan langkah kaki yang sendiri. Tanpa ada seseorang yang berada disebelahku. Melihat suasana sekolah rasanya aku ingin sekali kembali menghasilkan prestasi. Namun aku takut jika notabenku sebagai Siti akan terbongkar.


"Kalo jalan itu pake mata! " Ketus Wulan teman satu genk dengan kak Brayn


"Maaf kak" Ucapku menundukkan pandangan


"Minta maaf ngga semudah itu!"


"Terus gimana maunya? " Secara langsung aku menatap mata Wulan dengan tagapan yang sinis.


"Sopan dikit dong! Lo itu adek tingkat, jangan coba coba ngga sopan sama gua! "


"Lahkan lo sendiri yang mulai!" Ketusku

__ADS_1


Semua sorot mata menyudut ke arahku dan Wulan.


"Cium kaki gua! " Teriak Wulan


"Iyuhh.., Lo pikir lo siapa? Lo Ratu? "


"Gua minta lo cium kaki gua! "


Dalam suasana yang semakin tak kondusif tiba tiba kak Brayn datang dengan wajah sinisnya. Kali ini entah dia akan membelaku atau malah dia membela Wulan.


"Lo itu bukan siapapun yang perlu gua seganin. Tuhan aja ngga pernah tuh gua cium kakinya. Eh Wulan orang yang ngga tau diri, mikir mikir dong sebelum nyuruh seseorang. Otak gua itu lebih cerdas dibanding lo" Ucapku.


"Lo jadi adek kelas bisa sopan dikit nggak? " Bentak kak Brayn


"Ya lo sendiri jadi kakak kelas bisa memperlakukan baik nggak sama adek kelas. Ngaca dulu deh sana! "


"Lo nantangin gua? "


Tanya Kak Brayn.


"Sorry dia buka level lo! Lo itu laki men bukan perempuan. Lo yakin ngajak tarung sama perempuan? "


Ujar Rayhan yang tiba tiba datang diantara kerumunan siswa.


Tanya Kak brayn. Entah apa yang harus aku lakukan lagi. Situasi semakin memanas.


"Lo sendiri siapa? Kalo dua lawan satu nggak fairlah. Apalagi dia itu adek kelas Lo! "


Ujar Rayhan. Tak pikir lama Rayhan menggeret tanganku pergi dari kerumunan siswa. Rayhan membawaku keluar dari area ini. Ia membawaku menuju ke belakang sekolah.


"Lo diem disini" Pinta Rayhan


Lima menit kemudian Rayhan membawakan aku sebotol goodmood yang ia beli dari kantin dengan rasa lemon.


"Lo ngapain sih mau cari gara gara sama mereka? "


"Dia sendiri yang mulai duluan"


"Lain kali lo harus lebih hati hati"

__ADS_1


"Iya iya. Eh btw lo kelas apa? "


"Gua sekelas sama Brayn."


"Berarti gua panggil Lo kakak dong? "


"Terderah lo, mau panggil pake embel embel kak silahkan kalo enggak ya ngga paapa gua ngga maksa lo! "


*****


Hari ini aku harus mengerjakan tugas tugas yang sudah deadline. Karena dari kemarin ngga sempet ngerjain akhirnya harus aku kerjain hari ini. Aku masih duduk didalam kelas hingga waktu menjelang sore. Masih tak terasa buatku.


"Loh, lo kok belum pulang sih? " Tanya kak Rayhan yang mengejutkanku


"Ishhh Kak Rayhan bisa nggak sih nggak usah bikin kaget!"


"Sorry, ngapain lo? "


"Nih lagi ngerjain tugas yang dikejar kejar deadline"


"Butuh bantuan? "


"Iya nih kak ada beberapa soal Matematika yang aku ngga tau rumusnya"


"Sini gua bantu"


"Emang kakak bisa? "


"Ya elah gua itu udah hafal segala rumus matematika"


"Hmzz.. Gaya"


Tak cukup lama kami mengobrol. Kak Rayhan menjelaskan secara terperinci rumus demi rumus. Dan kamipun hingga lupa waktu karen aterlalu banyak menghabiskan waktu untuk bertanya, cerita dan tertawa. Kami tahu mungkin ini adalah salah satu hal yang cukup mengasikkan bagi kami.


"Permisi, kelasnya udah mau dikunci silahkan bisa keluar" ujar pak satpan yang sudah berada diambang pintu


"Loh pak memangnya sudah malam? "


"Lihat aja jam kalo kalian ngga percaya"

__ADS_1


Secara spontan aku dan kak Rayhan melihat arah jarum jam yang menunjukkan pukul 18.45. Seketika kamipun merasa terkejut dan heran. Sesegaera mungkin kami keluar dari dalam kelas dan pergi meninggalkan sekolah.


"Kita akan bertemu dengan siapapun, sesuai takdir"


__ADS_2