The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 21


__ADS_3

"Plis gue mohon, gue nggak selamanya bisa ngehapus air mata lu" ujar Kak Brayn


Aku masih terdiam melihat keadaan kak Brayn.


"Sit, gue nggak ingin lu nangis seperti ini" ujar Kak Brayn dengan lemas


"Siti nggak nangis kok kak" ujarku sambil menghapus air mataku


"Siti, tante mau keluar bentar dan tante minta kamu jagaain Brayn bentar ya" ujar Tante Rani


"Iya tante" sahutku


"Sit, mending lu pulang aja deh, karna ini udah malem, gue nggak papa kok disini sendiri" ujar Kak Brayn


"Kak, Siti nggak papa kok pulang agak malem" ucapku


"Tapi nanti kalo lu di jalan kenapa napa gimana?, Sit gue nggak mau lu kenapa napa" Sahut kak Brayn


"Kakak nggak usah khawatir, Sitikan bisa telfon ayah buat jemput Siti" sahutku


"Permisi, ini makanan dan obat buat Brayn Natanegara" Ujar suster yang datang


"Oh iya sus, makasih" sahutku dengan lembut


"Kak, makan ya" ujarku kepada kak Brayn


"Gue nggak laper" sahut kak Brayn


"Kalo kakak nggak makan terus kapan sembuhnya?" ucapku sambil menyiapkan makanan


"Nggak ah, gue nggak mau" ucap Kak Brayn


"Terus mau kak Brayn apa? Nggak mau makan?" ucapku yang sedikit kesal dengan kak Brayn

__ADS_1


"Iya iya deh gue makan, tapi lu yang suapin ya" sahut kak Brayn dengan terpaksa


"Ishhh manja banget" ucapku melihat kak Brayn


"Kenapa nggam mau?" sahut kak Brayn


"Kakakkan bisa makan sendiri..!" ujarku


"Ya udah kalo kamu nggak mau nyuapin, gue nggak akan makan" ucap Kak Brayn


"Okey, kali ini aku yang nyerah" sahutku mencoba untuk mengambil sesuap bubur


Kali ini aku menyuapi kak Brayn. Hatiku tercampur aduk rasanya. Entah sejak kapan aku mulai nyaman dengan keberadaan kak Brayn.


"Udah Sit" ucap kak Brayn mengehntikan sendok yang akan masuk ke mulutnya


"Kak, satu kali lagi ya" ucapku sedikit memaksa


"Hmmm" ujak Kak Brayn sembari aku menyuapkan sesuap sendok.


Aku memberikan 5 butir obat ke tangan kak Brayn yang kemudian di konsumsi olehnya.


Keadaan kak Bryn masih pucat dan lemas, namun ia menutupinya semuanya itu hanya untukku. Aku tau Kanker yang di deritanya sudah semakin parah dan dokter juga udah memperkirakan umur kak Brayn tidak akan lama lagi. Namun aku akan terus mencoba membuat hari hari kak Brayn tetap tersenyum.


Suara kak Brayn meminum obat


"Sit, gue tau kalo gue itu sakit kanker selama ini" ujar kak Brayn sambil memandangku yang membuat aktifitasku membereskan makanan dan obat obatannya kak Brayn terhenti


"Jadi kak Brayn sakit Kanker?" ucaoku pura pura tak mengetahuinya.


"Jangan belaga polos, gue tau semuanya dari nyokap gue dan lu, kenapa sih lu harus nutupin dari gue?" bentak kak Brayn


"Bukan gitu kak, Aa....ak..u" ucapku tersendat dengan perkataan kak Brayn

__ADS_1


"Kenapa? Mau nyari alesan lagi?, kenapa sih lu harus hadir di kehidupan gue?" sahut kak Brayn


Kali ini aku hanya bisa terdiam mendengarkan kata kata kak Brayn.


"Dan lu pikir, sikap gue bisa berubah ke lu gitu?" Bentak kak Brayn


"Emang gue bodoh bisa baikan sama lu?, secara lu dan gue itu beda, level lu dan level gue berbeda" bentak kak Brayn dengan keras


Kali ini aku benar benar panas, hatiku mulai tak karuan mendengar ucapan dari kak Brayn


"Dasar cupu dan bodoh...! Katanya pintar eh tau taunya malah fake..!" ujar kak Brayn yang terus memojokkan posisiku


Perasaanku semakin tak karuan, posisiku sekarang terpojok oleh kata kata kak Brayn.


"Kenapa diem?, mau nangis? Atau mau laporan sama bapak Parman?" sahut kak Brayn lagi yang membuat bibirku terdiam tanpa ada luang untuk membantah


"Ya uda, nangis aja kali nanti ngadu sama si satpam komplek" ujar kak Brayn sambil tertawa picik


"Berhenti kak, saya tau saya itu orang nggak punya, saya juga tau kalo saya orang bodoh, dan saya juga pernah mengaca kalo saya itu cupu..! Tapi saya mohon jangan pernah sekali kali kakak menginjak injak harga diri kedua orang tua saya. Bagaimanapun mereka itu orang tua saya, cukup kakak rendahin saya saja dan jangan sampai ke orang tua saya...!" bentakku yang membuat air mataku tak terbendung dan bergegas untuk meninggalkan kak Brayn.


"Dasar benalu..!" sahut kak Brayn


Aku berlari keluar pintu kamar kak Brayn, dan aku mencari tempat sepi, aku menangis meluapkan amarahku. Bagaimana tidak seorang Catlyn bisa sebodoh ini..! Dia bisa bisanya masuk ke lubang buaya yang jelas jelas dia udah tau sendiri bahwa lubang itu mematikan.


Resiko yang saya buat


Adalah kesalahan yang akan saya tanggung


Gimana gays ceritanya?


Maaf ya updatenya lama_-🙏


Jangan lupa vote dan follow akun author ya

__ADS_1


Love you😃


__ADS_2