The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 26


__ADS_3

Tubuhku terkejap kaku saat Ditto membopongku seketika. Semua siswa yang memasang mata yang sinis.


Setibanya di UKS Ditto berusaha untuk membaringkan tubuhku diranjang UKS dan mencari obat obatan untuk kakiku yang memar lantaran dokter yang menjaga UKS sedang keluar. Ditto segera mengambip kotak P3K dan mencari obat obat yang aku perlukan. Mataku hanya bisa melihat gerak gerik Ditto yang sangat lucu sampai sampai aku menahan senyumanku sendiri.


"Dit" ujarku sambil menahan tawa


"Kenapa?" sahut Ditto yang masih sibuk mencari obat obatan


"Nggak papa kok, kamu lucu aja" ujarku yang membuat mata Ditto terpelongoh.


"Kenapa Dit?" ujarku kembali


Ditto mengobati kakiku dengan penuh perasaan. Mulai dari tahap awal hingga tahap akhir Ditto tak berkutik apapun denganku kecuali dengan kakiku yang terluka ini.


"Au, sakit tau Dit" jeritku


"Udah diem aja lu" sahut Ditto


"Pelan pelan" ujarku kembali


"Iya, ini juga udah pelan pelan kok" ucap Ditto tanpa menatap bola mataku.


"Makasih Dit" ucapku setelah Ditto selesai mengobati kakiku


"You are welcome" sahut Ditto yang membereskan obat obatan


Ditto manusia yang di ciptakan dari lembutnya pasir tanpa bara api. Ditto tak pernah merasa malu untuk berjalan denganku iapun juga tak pernah merasa ragu untuk menolongku seketika, meskipun Ditto tau Siti adalah seorang anak Cupu.


********


"Siti bangung sayang" teriak Bi Ani di luar kamar


Aku mengucek mataku yang masih lengket dan keluar menuju kamar mandi dengan keadaanku yang masih ngantuk.


Cirng....


Suara telfon berdering di meja belajarku, dengan sigap aku mengangkatnya seketika.


Dion.. Nama yang tertera di layar ponselku.


"Hay Baby, how are you" ucap Dion di telfon


"Lu ngapain sih yon, ganggu hidup gue aja" sahutku dengan sinis


"Gue kali ini ada di Jakarta sama Gina" ucap Dion


"Gina lovialika?" sahutku dengan terkejut


"Iya sahabat lu" ucap Dion


"Emmmm, oke lu kabarin aja tempat kita ketemuan" ujarku dengan berjingkrak jingkrak


"Nanti ke Cafe Young aja" ucap Dion


"Oke tunggu gue kesana, gue akan kesana sekarang" ujarku dengan cepat mematikan telefon

__ADS_1


Tanpa pikir panjang aku segera merombak tatanan rambutku dan merubah diriku menjadi Catlyn. Tanpa kacamata non minus dan rambut terkepang. Aku kali ini membawa dress berwarna abu abu.


"Mau kemana non?" ucap Bi Ani saat melihat aku kekuar dari kamar


"Ke Cafe Young bi, mau ketemu dengan temen England" sahutku dengan spontan


"Hati hati ya non" ucao Bi Ani


"Eh bi Btw gue udah cantik belum?" sahutku merasa tak percaya diri


"Udah non udah cantik banget, pokoknya perfect deh" teriak Bi Ani yang terkagum kagum


"Bi Ani bisa aja" sahutku dengan malu


Aku menuju ruang tamu dan menemui pak Parman yang sedang asyik ngopi.


"Pak Parman, Gue pergi dulu" teriakku tanoa sopan santun


"Kemana non?" ucap Pak Parman


"Tanya aja sama Bi Ani, oh ya Pak Parman minta kunci mobil satu" ujarku


"Nggak mau bapak anter?" ucap Pak Parman yang meneguk kopinya


"Nggak dulu ah pak, Catlyn mau nyetir sendiri" sahutku


"Ya udah nih" ucap Pak Parman sambil memberikan kunci mobil yang ia keluarkan dari saku seragamnya.


Dengan cepat aku keluar rumah dan menuju rumah sebelah untuk mengambil salah satu mobil di bagasi yang tertata rapi.


"Mau kemana non?" ujar salah satu penjaga


Tanpa pikir panjang penjaga itu langsung membukakan gerbang dan mempersilahkanku untuk pergi.


Tak sabar rasanya bertemu sahabat yang lama tak jumpa. Meskipun ada Dion namu Gina yang membuatku semangat untuk segera menghampirinya karena banyak yang ingin aku ceritakan padanya.


******


Sesampainya di cafe young aku mencari cari keberadaan sahabatku. Sampai aku menemukan lambaian tangan yang mengarah ke arahku dan ternyata itu adalah Gina.


"Elyn," teriak Gina sambil melambaikan tangannya


"Hay" teriakku smabil melambaikan tanganku kembali


Aku berjalan dengan cepat menuju arah mereka dan seketika memeluk Gina dengan pelukan hangat.


"Apa kabar kamu di Indonesia?" ujar Gina yang sebelumnya telah memperilahkanku untuk duduk di kursi.


"Banyak banget Gin yang musti gue ceritain" ujarku


"Catlyn kamu tambah cantik banget" ledek Dion


"Jangan harap deh, gue udah terlanjur sakit hati sama gombalan gombalan murahan lu" sahutku dengan bercanda


Kali ini aku merasa sangat senang karna aku bisa kembali menjadi diriku sendiri dengan sesuatu yang menjadi ciri khasku.

__ADS_1


"Eh btw lu di Indonesia udah punya doi belum?" sahut Gina


"Ihhh apaan sih gin, kok tiba tiba tanya gitu" sahutku dengan malu


"Yang pasti belum lah kan hatinya Catlyn cuman buat Dion saja" ujar Dion dengan pedenya


Kejutku dengan meneguk air jus seketika.


"Idihhh, ogah banget" sahutku tanpa pikir panjang


"Udah udah, ngapain sih di permasalahkan" ketus Gina


"Eh gin, nanti malem lu nginep di rumah gue ya" ucapku memohon


"Pasti deh nih anak ada maunya" ujar Gina sambil melirik ke arah Dion


"Ehhh, apaan sih, jangan Atlyn nggak usah" sahut Dion secara mengejutkan


"Ngapain sih lu, ikut ikutan aja" sahutku tak mengenakkan


"Catlyn percaya deh lu sama gue" ujar Dion


"Lu apa apaan sih, kalo lu mau ikut bilang aja nggak usah ngelerai orang macam gini" ketus Gina


"Suka suka gue dong Gin, kenapa lu nggak suka?" ucap Dion seketika


"Sudah sudah, kenapa jadi berantem seperti ini sih, kayak anak kecil" ucapku membentak


"Gue tau Gin akal busuk lu" ujar Dion


"Dion, gue minta lu pergi dari hadapan gue sekarang juga" sahutku dengan nada sangat marah


"Catlyn, gu..g..u...e" ucap Dion terpotong oleh kata kata Gina


"Lu denger nggak sih tadi Catlyn bilang apa" sahut Gina


"Di, gue mohon banget lu pergi sekarang" ucapku dengan tegas


"Oke gue pergi, Gin lu masih ada urusan dengan gue" teriak Dion sambil berjalan menjauh.


"Udahlah gin nggak usah di pikir tuh orang" sahutku


"Oke, dia juga udah basi banget" sahut Gina seketika


Perasaanku kali ini sungguh sangat membingungkan aku rasa ada yang Dion sembunyiin dadi gue mulai dari sahabag gue sendiri. Entah kali ini aku harus memihak siapa?, disisi lain Gina sahabat gue dan disisi lainya Dion adalah mantan gue yang nggak pernah berbohong pada gue sedikitpun.


Kali ini aku di ragukan oleh sahabat lamaku


Entah kenapa aku bisa meragukan sahabatku sendiri, padahal itu adalah SAHABATku


Menurut kalian siapa yang benar di antara kedunya?


Apakah Dion ataukah Gina?


Budayakan vote dan follow ya gays

__ADS_1


Authornya baik kok:v, jangan takut kalo mau komen :v


Love you


__ADS_2