
*******
Kali ini adalah mapel pelajaran matematika peminatan yang biasanya di ajar oleh pak Handoko guru berkumis tebal dan beraut wajah garang.
"Siang anak anak" sapa pak Handoko memasuki kelas
"Siang pak" ujar seisi kelas.
Kaki ini semua siswa mengikuti pelajaran pak Handoko karna mereka tau pak Handoko akan memberikan pengumuman memgenai olimpiadi matematika, dan pak Handoko sedamg mencari siswa yang terpilih untuk mewakili sekolah. Ditto dan Fara seorang anak yang biasanya mendapat peringkat 1 dan 2 di kelaspun juga ikut berpartisipasi di dalam kelas.
"Ini kacamata bapak nggak salahkan?" Ujar pak Handoko sedikit heran
"Mana kita tau pak" ujar sisil
"Kok kalian bisa serempak mengikuti pelajaran saya?" Ujar pak handoko dengan sangat heran
"Kami ingin mengikuti olimpiade matematika pak, jadi kami mengikuti pelajarannya bapak" ujar ditto
"Tapi sayang, bapak udah memilih anak itu dari kemarin dan untuk tesnya bapak telah adakan tes kemarin pada saat ulangan dadakan" ujar pak Handoko dengan mengelus elus kumis manjanya.
"Yah pak, nggak adil dong pak!" Teriak amel
"Kalian jugakan yang semena mena sama bapak" ucap pak Handoko dengan serius
"Kok gitu sih pak Handoko" ucap hilda
"Jangan gitu dong pak" ujar wawan, yang membuat kelas jadi gaduh dan rame.
"Diam diam, diam" teriak pak Handoko
"Ah pak kalo gini caranya males ah" ujar sisil
"Diam," teriak pak Handoko yang raut wajahnya memanas
"Jadi gini bapak nggak mau ngurusin kalian lama lama, bapak memilih Siti buat mewakili sekolah kita" ucap Pak Handoko sebelum meninggalkan kelas.
Sontak kelas menjadi hening seketika dan semua mata tertuju padaku. Akupun hanya merasa biasa saja di Englandpun aku suka mengikuti olimpiade olimpiade apa lagi matematika.
"Pak Handoko yakin?"ujar fara
"Siti memang berhaklah far" ujar ditto
"Masih berhakkan gue" sahut kembali fara
"Ternyata lu pinter juga ya" ucap Amel teman bangku sekaligus geng di kelas.
Kali itu aku hanga bisa terdiam menempis semua kata kata merek.
Aku berjalan melewati koridor demi koridor untuk menuju kantin. Aku berjalan ditemani dengan ditto teman yang slama ini mau menemaniku setiap harinya.
"Dit, apa kamu nggak malu jalan sama aku?" Ujarku
__ADS_1
"Ngapain gue harus malu jalan sama lu sit, lu kan anaknya cerdas jadi apa yang perlu di buat malu?" Ujar ditto
"Makasih ya dit, selama ini kamu yang baik sama aku dan mau berteman denganku" ucapku
"Emm, siti gue boleh nggak main ke rumah lu?" Ujar ditto yang menghentikan langkah
"Tentu saja boleh dit, tapi rumah saya nggak sebagus rumah kamu" ucapku
"Nggak papa kok sit, gue malah lebih suka kesederhanaan" ucap ditto kembali.
Langkah kami berjalan serentak menuju tujuan kami yaitu ke kantin, dan dalam perjalanan kami membicarakan hal hal lain.
"Lu mau pesan apa sit?" Ucap ditto
"Es teh aja dit" ucapku karna aku tau uang sakuku tak memenuhi kriteria harga makanan di sekolah ini.
"Lu tenang aja gue bayarin kok" ucap ditto
"Relly?" Ujarku keceplosan menggunakan bahasa asing
"Iya siti" ujar ditto sambil mencubit pipi kiriku
"Ditto sakit, gue pesen bakso saja deh sama es teh" ujarku sambil merengek mengelus elus pipi kiriku.
"Ya sorry, lu tunggu di sini dulu ya gue mau pesen dan juga bayar" sahut ditto sebelum ia memesan makanan
Aku membolak balikkan bola mataku dan melihat keramaian di sekitar kantin, namun pandanganku tertuju kepada kak Brayn dan kak Brayn pandangan matanya juga melihat ke arahku dan kali itu kita berda di satu titik mata yang sama.
Kak Brayn berjalan dengan pandangan menuju ke arahku.
"Eh si cewek cupu" sapa kak Baryn yang tiba tiba duduk di sampingku
"Apa? Mau cari masalah lagi sama saya?" Ujarku yang terkejut melihat kak Brayn
"Yap, karna kamu udah ngebuat banyak masalah di hidup gue?" Ujar kak Brayn.
"Dan kamu tau saya nggak bakalan takut sama kamu" sahutku sedikit menentang kak Brayn.
"Bagusss, karna kamu adalah junior yang pemberani" ucap kak Brayn dengan santai
"Oh ya?, bagus dong karna ada seseorang yang nggak akan takut sama kamu" ucapku
"Wahhh amazing, nyali kamu hebat banget" ujar kak Brayn sambil memainkan tusuk
Seisi kantin memasang mata dalam dalam ke arah aku dan kak Brayn menurut mereka aku adalah salah satu anak yang punya nyali besar di sekolah ini.
"Dan kakak pikir saya takut dengan semua ancaman kakak?" Ujarku
"Seorang Brayn Nata Negara nggak akan melepaskan seorang Siti anak miskin dan kampungan di sekolah ini" teriak kak Brayn secara terang terangan.
"Dan seorang Siti nggak akan pernah takut dengan ancaman dari Brayn Nata Negara, dan satu lagi seorang Siti akan menaklukan kesombongan dan keangkuhan dari sosok Brayn Nata Negara" sahutku kembali dengan keras dan melirik diri kak Brayn.
__ADS_1
Dengan amarahnya kak Brayn mencari hal buat menjatuhkan namaku didepan siswa siswa lain. Mata kak Brayn tertuju pada segelas orange jus yang berada di meja sebelah. Dan dengan sengaja kak Brayn menumpahkan orange jus itu ke atas kepalaku.
"Sekarang mampuskan lu" ujar kak Brayn sambil menumpahkan orange jus ke kepalaku.
"Awas" teriak siswa yang menonton dengan serempak
Tak butuh waktu lama orange jus sudah jatuh di atas rambutku dan membahasi rambut dan wajahku.
"Anda puas?" ujarku didepan wajah kak Brayn.
"Ohh sangat puas" sahut kak Brayn dengan kesombongannya.
"Sit, kamu apa apaan sih" lari ditto dari tempat pemesanan.
"Dit gue mau bakso gue dong" ucapku sambil melihat ditto
"Nih" ucap ditto yang menyodorkan bakso di tanganku.
"Thanks dit, dan nih buat kamu makan, saya tau kamu pasti belum makan?" ujarku kepada kak Brayn.
"Tuh cupu yakin mau ngasih baksonya ke Kak Brayn bukannya kak Brayn sudah membuat tubuhnya basah?" ujar salah satu siswa yang melihat kejadian memalukan ini.
"Apa maksut lu" teriak kak Brayn keapadku
"Kak, kedua orang tua saya tidak pernah menumbuhkan rasa balas dendam kepada saya, dan kedua orang tua saya juga pernah berkata kepada saya bahwa slalu berbuat baiklah kepada seseorang meskipun orang itu berbuat buruk kepada kita seperti halnya peri bahasa air tuba di balas dengan air susu" ujarku yang sontak membuat seisi kantin ternganga.
"Satu lagi kak, makasih ya karna kakak udah membuat diri saya semakin kuat" uajarku dengan menebarkan senyum hangatku kepada kak Brayn kali itu.
"Loh sit, terus kamu mau makan apa?" ujar ditto
"Dit, saya sudah kenyang dengan semuanya" ucapku dengan lembut
(PENGUMUMAN, DIBERITAHUKAN KEPADA SISWI YANG BERNAMA SITI ARAFAH KELAS 11 IPA 2 UNTUK SEGERA KE KANTOR KARNA ADA KEPERLUAN MENGENAI OLIMPIADE MATEMATIKANYA) suara dari sumber speaker yang terpasang di kantin.
"Dit, saya ada panggilan dan saya harus ke kantor buat menyelesaikan masalah olimpiade dulu" ucapku kepada ditto
"Eh anak cupu urusan kita belum selesai" teriak kak Brayn sebelum aku meninggalkan kantin.
***Ada yang tidak mungkin
Sedikit demi sedikit aku akan
mendapatkan hatimu***
Jangan lupa vote..vote..dan vote..
Komentar,kritik dan Aspirasinya buat cerita ini..
Maaf kalo banyak typonya
Love you😘
__ADS_1