The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 22


__ADS_3

Aku berusaha untuk tetap tegar meskipun kali ini aku sedang kacau balau.


Aku berjalan menyusuri gelapnya malam. Teringat saat saat dimana kak Brayn memulai drama untuk pertama kalinya. Tatapan mataku kosong seakan tanpa arah, kaki terus melangkah tanpa irama menyusuri jalanan yang sunyi. Kali ini malam yang benar benar sunyi. Tangisankulah kali ini yang menjadi alasan dimana diriku terlihat sangat bodoh.


Entah apa yang terjadi pada diriku kali ini. Kakiku terhenti untuk melangkah mataku terpejam dan hanya langit langit gelap yang ada.


*******


Aku mulai membuka mataku untuk saat ini namun, hal yang terjadi pada diriku sangatlah menyebalkan...! Aku tidak suka kehidupanku yang baru ini. Langit langit masih terlihat gelap meskipun aku tau bahwa posisiku kali ini sudah membuka mata. Entah apakah dunia sudah tidak di sinari oleh matahari ataukah lampu dalam ruangan telah padam.


Berulang kali aku mencoba untuk mengedipkan mataku namun hasilnya hanya usaha yang sia - sia.


"Kenapa gelap?" ucapku sambil meraba kedua mataku


Tersengar dari telingaku kali ini adalah suara rintihan dan rengekan air mata yang diam diam menyamarkannya.


"Aku dimana?" teriakku sambil meraba apapun yang ada di sekitarku


"Kenapa gelap?, Pak Parman?, Bi Ani?, kalian dimana?" ujarku berteriak


"Momi, Dadi tolongin Catlyn" teriakku dengan mata mulai membawang


"Catlyn sayang" ujar seseorang entah darimana asalnya

__ADS_1


"Kamu siapa?, kenapa dunia seakan akan gelap?" ucapku sambil mencoba untuk meraba seseorang itu


"In..i momy sayang" ucap suara itu sambil memelukku seketika


"Hah momi?, Catlyn dimana? Kenapa dunia sekarang gelap?, apakah ini masih malam?" ujarku bertubi tubi


"Enggak sayang, semua perkataanmu salah,dunia masih terang dan matahari masih bersinar" ucap Momi di pelukanku yang berusaha untuk tegar


"Lantas kenapa Catlyn bisa seperti ini? Kenapa Catlyn tidak bisa melihat momy? Catlyn buta?" teriakku seakan akan tak mempercayainya


Momy mulai melepaskan pelukannya. Entah sekarang dimana posisinya namun kali ini emosiku mengeluap aku tak ingin hidup di dalam kegelapan.


"Jadi aku buta?, aku buta???" teriakku seakan tak mempercayainya


Namun tidak ada sahutan sepatah katapun dari seseorang.


"Gue bencii..! Gue tau gue nggak butakan...! Seorang Catlyn nggak mungkin buta..!" teriakku sambil mengobrak abrik apapun yang berada di sekitarku dan mencoba untuk membuangnya


Rambutku yang terurai mulai acak acakan tak karuan.


"No, Catlyn" ujar Kak Raka yang memelukku seketika


Momi mencoba untuk menjauh dari posisinya yang sekarang. Ia merasa sangat terpukul atas apa yang aku alami ini.

__ADS_1


"Kak Raka aku nggak butakan?" ucapku di pelukan kak Raka yang membuat emosiku sedikit mereda


"No, kamu tidak buta kamu masih bisa melihat apa yang kamu biasa lihat baby" ucap kak Raka di pelukanku sambil mengelus elus rambutku


"Enggak...! Aku buta kak aku buta..!" teriakku


"Catlyn benci, Catlyn ngga mau buta kak"


Dengan kasih sayangnya kak Raka, ia masih mencoba untuk menenangkan diriku dengan pelukan hangatnya. Dan kali ini emosiku mengenai keburukan diriku mulai mereda dengan suntiknya obat bius ke tubuhku yang lama kelamaan membuatku tertidur.


Dramamu menarik


Sampai sampai bisa mematahkan prestasiku


Aku suka dramamu


Tapi aku benci dengan sekenarionya


Gimana gays ceritanya?


Baper or no?


Budayakan Vote...!

__ADS_1


Jangan lupa follow akun author..!


__ADS_2