
Masih di dalam keadaan yang sama. Aku mencoba untuk menguatkan diriku sendiri, walaupun menurutku inilah saat saat dimana Catlyn tlah meninggalkan dunia ini.
"Baby, Dadi and Momi have decided to take you home to England and you will seek treatment at one of the greatest hospitals in the world" ujar Dadi di ranjangku
"What is daddy for? Isn't that just a waste of time?" ujarku
"Daddy won't let you blind like this, where is the angel who always saved you when you were in Indonesia?" sahut Daddy menunggu kehadiran malaikat itu
"Don't ask the angel again, Dad, maybe he's gone" sahutku
Drttt..(suara hp berbunyi)
"let daddy pick up the phone first" Ujar Daddy
"Of course dad" sahutku
Aku berpikir untuk kembali mengulang saat saat dimana malaikat kecil datang di kehidupanku, kurang lebih 10 tahun silam. Aku telah di lindungi oleh malaikat itu. Meskipun aku tak mengenal dia namun dia begitu baik denganku.
Teringat 10 tahun yang lalu saat aku ingin di culik oleh pesaing bisnis bokap, kala itu aku tidak mau menyalahkan siapapun dalam tragedi 10 tahun silam, saat itu aku sedang menunggu jemputan di salah satu SD terkenal di Indonesia. Sekitar 1 jam aku jenuh menunggu aku memutuskan untuk berjalan kaki meskipun jarak yang harus aku tempuh cukuplah lama. Aku berjalan sendiri dan bernyanyi sesuka hati. Namun kali itu ada mobil yang berhenti tiba tiba dan mengeluarkan banyak muka muka yang menyeramkan. Lebih seram dari oada hantu, kali itu aku ingin berteriak sekeras kerasnya namun apalah dayaku mulutku telah di bekap oleh premas preman itu. Namun ada seorang laki laki yang mendekatiku dan preman preman itu, laki laki itu mencoba untuk mengajak bincang prema preman itu yang tanpa sadar dia telah mengkodeku untuk segera pergi pada saat laki laki itu telah melaksanakan rencananya. Aku telah berhasil untuk lari dari para preman itu tanpa mengetahui bagaimana keadaan laki laki itu.
Dalam perjalanan aku slalu melihat sepanjang jalan sekiranya agar aku bisa bertemu dengannya namun selama 10 tahun ini hasilnya cuman Nihil. Pernah lagi aku bertemu dengannya yaitu pada saat aku ingin di tabrak oleh mobil yang ugal ugalan dan untungnya lagi malaikat itu yang telah menyelamatkanku walaupun sesaat ia harus pergi dari hadapanku. Masih banyak kisah yang menceritakan malaikat kecil yang menolongku.
"Baby, Daddy harus pergi karna ada metting yang harus daddy datangi, kamu baik baik ya disini" ujar Dady yang mencium keningku sebelum ia meninggalkanku.
"Hati hati Dad" sahutku
Tok tok tok... Crekttt (suara pintu membuka)
"Catlyn how are you baby?" ujar Kak Raka
"Brother, Sister boleh minta tolong?" ucapku
"Yes" ujar Kak Raka sambil menaruh barang diatas meja
"Bawa bi Ani kesini suruh kepang aku dan jadiin aku sebagai Siti lagi" ucapku memohon
"No, dengan sikap kamu jadi Siti kamu jadi seperti ini" Bentak Kak Brayn
"Karna hanya dengan beginilah aku bisa menjadi Siti, dan seorang Catlyn tidaklah buta" sahutku
"Kak, Aku mohon" ujarku meminta
"Hmmm, nanti kakak bilangin" sahut Kak Raka dengan terpaksa
********
Di sela sela istirahat sekolah
__ADS_1
"Kok tumben sih Siti nggak masuk lama banget, emang dia sakit apa?" decak Ditto
"Eh dit, kemana si cupu? Dia sakit apa sih?" ujar Amel yang tiba tiba duduk di depan bangku Ditto
"Entah, gue juga nggak tau keberadaan Siti, tapi nanti gue coba ke rumahnya" ucap Ditto
3 jam kemudian....
Bel sekolah berbunyi, waktunya siswa siswa untuk bergegas pulang ke rumah. Namun berbeda dengan Ditto ia malah bergegas untuk segara datang ke rumahku dengan perasaan yang semakin penasaran
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu terdengar di sudut depan rumah
"Siti" ucap Ditto yang masih berada di depan rumah
"Eh nak Ditto" ujar Pak Parman membuka pintu
"Sitinya ada?" sahut Ditto sambil menerbakkan senyum hangat
"M..mm..." ujar Pak Parman gugup mengenai hal ini
"Kenapa om? Siti dimana?" sahut Ditto semakin penasaran
"Sit..i di rumah sakit" ujar pak Parman setelah berpikir dua kali
"Rumah Sakit Kartika" ujar Pak Parman
"Ya udah om makasih ya atas infonya, saya mau pergi dulu" sahut Ditto sebelum pergi
*******
Sesampainya di Rumah sakit Kartika
"Maaf Sus, saya mau cari pasien yang bernama Siti" ucap Ditto di resepsionis rumah sakit
"Bentar ya, saya cirikan" ujar Suster
Perasaan Ditto semakin tak karuan untuk mencari keberadaan Siti.
"Ditto" ucap seseorang dari arah belakang
"Tante Ani" sahut Ditto dengan senyum hangatnya
"Kamu pasti cari Siti ya?" ucap Bi Ani
"Iya te" sahut Ditto
__ADS_1
"Ya sudah mari ikut saya" sahut Bi ani sambil melangkahkan kaki terlebih dahulu.
Mereka terus melangkah. Ditto teman yang slama di sekolah hanya dia yang mau menemaniku sampai detik ini.
Crekkk...
Bi Ani membukakkan pintu kamar
"Silahkan masuk" ujar Bi Ani setelah membukakkan pintu
"Iya te" makasih ucap Ditto
Gegas Ditto langsung menghampiriku tanpa tau keadaanku
"Siti, Lu sakit apa?" ucap Dito
"Kamm..u siapa?" ucapku tanpa tau dia siapa
"Ditto Sit" ucap Ditto
"Hah Ditto?" ujarku sembari ingin meraba raba rambutku yang telah aku kepang
"Lu sakit apa sih Sit?" ucap Ditto
"Dit, lu tau gue itu sekarang buta" ucapku dengan nada yang datar
"Lu yakin sit?" sahut Ditto
"Iya dit, tapi kamu tenang aja ada orang baik yang akan menyembuhkan mataku dan dia akan membawaku teebang ke England besok" sahutku
"Baik banget ya tuh orang gue juga bersyukur Sit" ujar Ditto
"Dit, aku mohon mengenai mataku yang buta jangan ada yang tau cukup kamu saja" sahutku yang meraba mencari keberadaan tangab Ditto
"Lu tenang aja, gue janji nggak akan ada siapapun yang tau mengenai hal ini" sahut Ditto yang menggam tanganku
Aku bersyukur bisa memiliki seorang sahabat seperti Ditto meskipun ia orang kaya dan juga ganteng ia tak pernah lupa akan kalangan bawah seperti sosok Siti.
Seorang sahabat adalah ia yang akan tetap ada meskipun seorang sahabatnya sedanh mengalami kesulitan
Gimana gays ceritanya?
Maaf ya updatenya lama:)
Thanks juga buat yang udah ngasih komentarnya^^
Budayakan like dan follow akun author ya..!
__ADS_1