The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 31


__ADS_3

"Lu yakin mau ke England sekarang?" ujar Gina yang menata pakaiannya dalam koper


"Gue yakin gin, gue udah nggak dianggap disini" ucapku sambil berberea beres


"Tapi gue masih heran, se songong apa sih Brayn itu" ujar Gina yang tiba tiba memberhentikan aktifitasnya


"Gue nggak mau ngebahas tuh cowok lagi" ucapku menutup koper yang sudah terisi penuh


"Its oke" sahut Gina


Aku dan Gina berdandan ala kita sendiri. Aku tak perlu merubah diriku menjadi Siti dan aku mulai melepaskan topeng Siti dalam tubuh gue.


Gue memakai dress warna abu abu dan celana jeans pendek. Lengkaplah sudah diri gue sebagai Catlyn, gue sungguh tak sabar bisa melepaskan beban gue di England.


Tok.. Tok.. Tok... Suara ketukan pintu dari luar kamar


"Masuk aja" teriakku sambil berkaca


"Permisi non, ada yang menunggu di bawah" ujar salah satu pembantu dirumah gue.


"Oke, nanti gue turun" sahutku sambil membenahi tatanan rambutku yang masih acak acakan.


Aku turun dari tanggan sambil merapikan rambutku yang masih acak acakan.


"Wow, cantik banget" ucap tamu itu


"Ada perlu apa?" ucapku sambil duduk di bangku sofa


"Gini bu, ini ada beberapa file yang harus ibu tanda tangani dan ada perusahaan yang akan meminta kerjasama dengan ibu" ujar tamu itu yang ternyata ia adalah salah satu karyawan marketing diperusahaan yang selama ini gue rintis dengan keringat gue sendiri.


"Apa nama perusahaan itu dan apa keunggulan yang mereka miliki?" sahutku sambil melihat berkas berkas yang berada di atas meja


"Perusahaan Nata Negara bu, dan itu memiliki keunggulan yaitu sering membawa perusahaan lain dikancah dunia dan lebih dikenal oleh masyarakat" ujar karyawan itu


"Hanya itu" sahutku


"Setau saya seperti itu bu" ucap kembali karyawan itu


"Tolong kamu cari berkas berkas yang rinci mengenai perusahaan itu dan kamu bawa profil dari perusahaan itu seperti apa, karna setau saya keluarga saya pernah menanamkan modal saham 75% di perusahaan itu, namun sayang pengelola dari perusahaan itu kurang bisa mengelola perusahaan itu dengan baik" ucapku sembari menanda tangani surat surat yang telah gue baca


"Baiklah bu, nanti saya akan carikan berkas berkasnya" ujar Karyawan itu


"Baik" sahutku


"Karna sudah tidak ada pembahasan lagi, saya pamit permisi dulu" ujar Karyawan itu, berjabat tangan denganku


******

__ADS_1


England 5 Juli 2017


Gue sampai tepat di depan rumah keluarga gue. Tak lupa aku mengupdate foto fotoku selama perjalanan di akun sosmedku sendiri.


Gue duduk di sofa ruang keluarga sambil menyemil makanan yang teoat berada dihadapan gue saat ini.


"Emmm, ini kayaknya oke" ujarku sambil melihat lihat isi dari aplikasi shope.


"Baby, udah bosen di Indonesia?" ujar Dedi yang tiba tuba duduk di sebelahku


"Gue cuman mau istirahat aja di England" ujarku


"Dari dulu kamu nggak pernah bersikap sewajarnya" sahut Dedi sambil mengacak acak rambutku


"Sewajarnya bagaimana?" ucapku tanpa memandang wajah dedi saat itu


"Seperti anak biasanya, seumuran kamu yang kerjanya ngehambur hamburin uang buat keperluan yang nggak penting" ucap Dedi yang masih mengacak acak rambutku.


"Nah tuh dedi tau, harusnya dedi itu banyak banyak bersyujur punya anak seperti Catlyn yang udah berani mengambil keputusan sendiri" ujarku dengan senyuman sinis


"Iya iya anak Dedi memang hebat" sahut Dedi sambil menggelitiki tubuhku


"Ihhh dedi ah" sahutku menahan tawa


*********


Pada saat lagi senang senangnya menari kesana kemari tiba tiba aku menatap dada seorang pria.


Brukkk...


Jatuhlah diriku di hadapan seorang pria itu. Aku mencoba menahan tawaku sendiri dan aku memberanikan tubuhku untuk berdidiri dan membersihkan bajuku yang mungkin sedikit kotor.


"Upssss" teriak teman temanku yang lain


"Sorry" ucap Pria itu


"No problem" sahutku sambil membersihkan bajuku


"Sini gue bantuin" ucap Pria itu sambil memberikan tangannya ke arahku


Gue mencoba untuk berdiri tanpa bantuan apapun, namun kakiku terasa nyeri dan mungkin kesleo untuk kali ini.


"Auu" teriakku yang mencoba untuk berdiri sendiri


"Udah jangan malu, sini gue bantuin" ucap pria itu


"Ishhhh" decakku

__ADS_1


Gue berdiri dengan dibantu oleh pria itu, yabg ternyata ia adalah Reynan.


"Rey, kamu..?" ujarku terkejut melihat pria itu di hadapanku


"Usttt, gue udah tau pertanyaan lu" sahut Reynan sambil menggendongku seketika waktu itu.


Tubuhku di cekam oleh keduan tangan Reynan, dan ia memutar mutarkan tubuhnya bersama tubuhku. Entah apa yang ia maksud untuk kali itu.


"Rey udah" teriaku menahan tawa


"So sweet" ujar Gina


"Reyy" teriakku kembali


Reynan membawaku masuk di suatu cafe yang cukup jauh dari tempat tinggalku, namun aku percaya Reynan tak akan berani bermacam macam denganku yang notabennya sahabatnya dari lahir.


"Gimana udah baikan?" ucap Reynan melirik ke arahku


"Emang gue kenapa?" sahutku


"Lah, ditanya kok balik nanya sih" ujar Reynan


"Gue baik kok Rey, oh ya btw makasih ya buat yang kemarin" ucapku


"Sante aja kali" jawab Reynan


"Rey, gue minta lu jangan pergi dari hidup gue" pintaku sambil memegang tangan Reynan yang berada di meja


"Alyn, Rey nggak akan pernah ninggalin Alyn sampai kapanpun" jawab Reynan yang memegang tanganku yang berada di atas tangan kirinya


"Rey janji?" ujarku kembali


"Janji" sahut Reynan


Dari dulu memang Reynan slalu hadir dalam kehidupan gue, dimanapun gue berada pasti disitu ada Reynan. Entah Reynan seperti halnya malaikat yang slalu hadir di hidup gue.


Kita seperti sepasang bulan dan bintang karna sampai kapanpun bintang berada bulan akan selalu menemani bintang begitupun sebaliknya.


Gimana gays ceritanya???


Maaf author kalo update lama, soalnya bulan ini author lagi sesibuk sibuknya_-


Jangan lupa vote and komen ya..!


Maafin author kalo banyak typonya_-


Love you😘...!

__ADS_1


__ADS_2