
Cringgg... (Bel pulang sekolah berbunyi)
aku menuju parkiran untuk kembali mengendarai sepeda tua pulang ke rumah namun kejadian tak mengenakkanpun datang.
"Woy PENGUMUMAN" teriak suara laki laki dengan kerasa.
Semua siswa berlarian menuju sumber suara dan berbeda dengan diriku yang masih menyibukkan berjalan di koridor kelas demi kelas dan menali tas aku yang sebelumnya aku lupa untuk menalinya.
"Dari kalian yang sekolah di sini, siapa yang naroh sepeda butut di samping mobil gue?" teriak laki laki itu dengan raut wajah yang sangat marah.
"Jawab,jangan pada bengong" teriak suara lain.
Aku berjalan heran dengan semua gerak gerik siswa yang berlarian menuju sumber suara teriakan tadi.
"Brayn tapikan kamu tau sendiri kita nggak pernah bawa sepeda butut seperti itu" ucap salah satu siswa yang lain.
"Kalau enggak kalian terus siapa?" teriak dengan marah laki laki itu.
"Mungkin itu sepeda anak baru" ketus amel
"Apa anak baru?, berani beraninya anak baru pakai sepeda butut kayak gini dan ngebuat mobil gue jadi lecet seperti ini" ucap laki laki itu makin marah.
"Ya udah kalian bubar sekarang" ucap laki laki itu.
"BUBAR" teriak lagi laki laki itu.
Aku masih berjalan dengan santai tanpa dosa seakan akan tanpa ada masalah di sekolah untuk hari ini. Aku terus berjalan tanpa beban. Dan akhirnya aku telah sampai di parkiran tempat aku naroh sepeda tua.
"Loh sepedaku dimana?"ujarku pada saat melihat sepedaku telah hilang dari tempat aku memarkirkannya.
"Lu kenapa sit?" ujar ditto teman sekelas yang kebetulan lewat.
"Ini dit, kok sepeda aku nggak ada ya? Padahalkan aku taroh disini" ujarku
"Hah masa sih?, setau gue baru kali ini ada berita kehilangan" ucap ditto
"Aku nggak bohong dit," rengekku
"Tapi anehnya kenapa sepedamu yang di ambil?, toh disini banyak mobil mobil mahal loh" ditto merasa heran
Aku dan ditto kemudian mencari sepeda tuaku sampai ke seluruh parkiran yang ada di sekolah ini, tapi hasilnya nol sepedaku masih belum di temukan, ditto masih mondari mandir ke arah aku taroh sepeda dan akhirnya ditto melihat sepedaku di atas pohon tergantung.
"Sit, itu bukan sepeda lu?" ujar ditto sambil menunjuk arah pohon
"Mana, hah itu sepeda aku dit beneran" ucapku kepada dito
"Kok bisa ya di atas pohon?" ujar ditto
"Ohh jadi kamu yang punya sepeda butut ini" teriak laki laki dari arah belakang diriku
Aku menoleh ke sumber suara dan ternyata.
"Kamu" ucap kompak aku dan laki laki itu, yang kebetulan dia adalah laki laki yang kemarin ada di UKS.
__ADS_1
"Kamu kenal sama dia Bray?" ujar salah satu teman yang ada di sampingnya.
"Kenapa sih kamu suka bikin gara gara sama aku?" ucapkku kepada laki laki itu yang bernama Brayn
"Sit udah, jangan lawan kak brayn nanti kamu akan dapat masalah" bisik ditto di telinga kananku
"Berani ya lu ngebentak gue" teriak Brayn sambil menepukkan tangannya.
"Emang kamu siapa?" ucapku tanpa takut
"Gue Baryn Nata Negara" ujar kak Brayn dengan sombongnya.
"Oh, sekarang taroh sepeda aku lagi di tempat semula, bawa sepedaku turun" ujarku kepada kak Brayn
"Enak aja lu main yuruh yuruh orang" ujar kak Brayn sambil memangkukan tangannya
"Wajar dong kalo saya menyuruh kamu, karna kamu harus bertanggung jawab dengan semua ini" ujarku
"Hah? Lu nggak takut nyuruh gue? Dan berani banget ya lu" teriak kak Brayn
"Takut? Ngapain saya takut dengan manusia?" sahutku kembali
"Sit udah, ntarkan kita bisa suruh satpam buat nurunin sepeda lu" bisik Ditto yang masih berada di sampingku
"Dit, dia harus bertanggung jawab karna dia udah gantung sepeda saya di atas pohon" ujarku tanpa takut.
"Sekarang lu bilang tanggung jawab?, apa lu nggak sadar sepeda lu udah buat lecet mobil gue, dengan alasan sepedalu jatuh" Sahut kak Brayn semakin memanas.
"Dan sekarang lu harus tanggung jawab ke mobil mahal gue...!" teriak kak Brayn kembali.
"Buat kalian semua yang ada disini saya mau kalian BUBAR dari sini boarkan gue nyelesain urusan gue dengan cewek sok kutu buku dan kampungan ini" perintah kak Brayn yang membuat semua siswa dan temannya berlarian pergi dari sana tak terkecuali juga ditto.
Sekarang di parkiran hanya ada aku dan kak Brayn laki laki menyebalkan dan angkuh yang pernah aku temuin, tubuhku merasa ingin memberontak namun aku tau dan sadae aku siapa?.
"Jadi lu harus ganti rugi mobil gue sebanyak 15 juta" teriak kak Brayn.
"Apa 15 juta cuman buat ganti rugi mobil jamu, sama saja gue buang bunag uang saya cuman untuk kamu"sahutku
"Oh ya, gue lupa lukan anak miskin di sini, jadi mana mungkin lu punya uang sebanyak 15 juta buat ngeganti rugi mobil gue" sahut kembali kak Brayn yang makin menyombongkan dirinya.
"Iya saya memang terlahir dari keluarga sederhana dan kamu boleh ngehina saya sepuas hati kamu, dan saya juga tau kamu adalah anak terpandang di sekolah ini" ucapku dengan lembut
"Iya emang gue bisa ngelakuin apapun buat lu, dan menurut gue..." ucapan kak Brayn terpotong
"Au kepala gue pusing" teriak kak Brayn sontal memegangi kepalanya
"Jangan buat kebohongan didepan saya" teriakku sambil melihat tingkah kak Brayn
Brukk...
Tubuh kak Brayn terjatuh, dan mata Brayn tertutup seketika, susana heningpun terjadi sesaat.
"Kak Brayn, kamu kenapa?" ujarku dengan panik
__ADS_1
Aku membopong tubuh kakBrayn menuju UKS dan tanpa aku sadar semua siswa di sekolah ini sudah pulang hanya tersisa aku dan kak Brayn saja
"Dok tolongin kak Brayn ya" ujarku kepada dokter UKS yang kebetulan masih berada di UKS.
"Baiklah, tapi kamu harus keluar dulu" ujar dokter tersebut.
Aku keluar dan menunggu kak Brayn di koridor depan UKS. Aku membolak balikkan diriku ke kanan dan ke kiri aku terus mengulang ulang langkah itu.
Tik tok tik tok (suara dentuman jam di jam tanganku)
15 menit berlalu
1 jam berlalu
"Dok gimana keadaan kak Brayn?" ujarku dengan khawatir.
"Diagnosa saya Brayn mengalami penyakit radang selaput otak" ujar dokter tersebut
"Hah, mana mungkin anak se aktif itu mengalami penyakit seperti itu?" uajrku sedikit heran.
"Itu hanya diagnosa saya saja, kamu bisa membawa Brayn ke rumah sakit buat menyatakan yang sebenarnya" ujar dokter tersebut.
Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke UKS dan melihat kondisi kak Brayn yang sebenarnya. Aku melihat diirnya yang sombong,angkuh,dan keras kepala saat itu telah hilang tubuhnya terkapar di kasur UKS dan bibirnya terlihat sangat pucat.
"Saya mohon diagnosa saya hanya kamu yang tau" ujar dokter itu
"Baiklah dok" aku mengangguk siap untuk menjaga rahasia itu.
Jam diding menunjukkan pukul 5 sore dan Brayn masih belum tersadar. Aku mencoba untuk memberi dia minum dan mengompres tubuhnya.
"Gue dimana?" Brayn membuka matanya seketika
"Kamu ada di UKS kamu tadi pingsan, dan untung ada saya yang mau berbaik hati sama kamu" ujarku dengan pelan
"Ehh urusan kita belum selesai dan kamu pikir dengan kamu membawa saya ke UKS saya akan memaafkan kesalahan kamu? Sayangnya anggapan fikiran lu salah besar" ujar kak Brayn dengan sombong
"Ya sudah terserah kamu, saya minta maaf kalo saya punya salah dan urusan mobil licet kamu saya udah nyuruh montir buat kesini" ujarku dengan kak Brayn
"Jangan sok sokan kamu, emang kamu punya uang dari mana buat ngedatangin montir?" Ujar kak Brayn kembali angkuh.
Upsss, mukutku keceplosan saat mengucap montir tanpa sengaja.
"Oh montir itu temen aku dan kebetulan dia mau menolongku" ujarku dengan polos
"Saya mau pulang takutnya kedua orang tua saya khwatir karna saya belum pulang, dan buat kamu saya tadi pinjem hp kamu yang jatuh dan saya sudah mengechat mamah sama papah kamu suruh kamu jemput disini dan dia sudah OTW " ujarku sebelum aku pergi meninggalkan Brayn dan ruang UKS.
Bolehkah aku mencitamu??
Namun aku takut..
Terus vote..vote..dan vote ya..
Komentar dan sarannya juga jangan lupa...
__ADS_1
Saya butuh inspirasi kalian buat menyelesaikan cerita ini..
Love you 😘