The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 33


__ADS_3

Aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia dengan beribu ribu kekecewaan yang telah aku dapatkan di England untuk saat ini. Kak Raka dia sudah menyatakan perasaannya kepada nenek grandong yang tak punya paras malu.


"Mom, dad, Catlyn berangkat dulu ya" sapaku duduk di ruang keluarga


"Iya, hati hati kamu" ucap Momi


"Catlyn, jangan sesekali kamu datang ke green house pakai pakaian kumuh dan cupu" ujar Dedi


"Dad, Catlyn cuman ingin ngerasain jadi orang sederhana itu gimana? Emang salah mereka itu apa sih dad sampai sampai dedi membencinya" tanyaku sedikit heran


"Mereka tidak salah hanya saja mereka terlalu bodoh untuk mengambil keputusan" sahut Dedi dengan geramnya


"Dad, mereka tidak bodoh...! Hanya saja mereka kurang berkompeten dalam mengambil keputusan seperti Dedi" sahutku


"Catlyn, kalo kamu masih mau jadi seperti itu jangan harap Dedi masih mau mengakui kamu sebagai anak dedi" bentak Dedi dengan serius


"Hanya karna itu dedi seperti ini, Dedi salah mengambil keputusan" ucapku menggelengkan kepala


Aku segera bergegas keluar runah dan menyeret koper yang ku bawa. Untuk kali ini Dedi memang benar benar keterlaluan menurutku.


*******


Jakarta, 20 November 2014


Pagi ini aku langsung bersiap siap untuk berangkat sekolah seperti biasanya dan Reynan ia memutuskan untuk pondah sekolah di SmaBhak sepertiku. Ia sengaja karna ia ingin slalu dekat denganku. Reynan juga salah satu orang yang mengetahui penyamaranku.


Didepan lorong kelas aku berjalan menundukkan diri. Siti hadir kembali namun kali ini Siti sedikit pemalu ia tak ingin membantah oerkataan siapapun keculai Reynan teman dekatnya Catlyn.


aku duduk di bangku paling belakang bersebelahan dengan Amel. Dengan mukanya yang sinis Amel melihatku dengan heran.


"Ngapain masuk, kirain lu pindah sekolah" ketus Amel


Aku menjawab pertanyaan Amel dengan senyuman dan aku menciba untuk berdiam diri.


Cringggg....(Bel masuk berbunyi)


Pak handoko guru matematika peminatan datang tepat waktu.


"Permisi, selamat pagi" sapa Pak Handoko


"Pagi pak" sahut satu kelas yang berisi cuman 6 orang seperti biasanya


"Siti, akhirnya kamu masuk juga" ujar Pak Handoko mengarah ke arahku


Aku hanya terdiam dan menunduk saja.


Pak Handoko berjalan emnghampiriku dengan wajah garangnya yang ia tampilkan.


"Siti, maafkan bapak mengenai olimpiade yang kemarin, ternyata olimpiadenya di undur 1 bulan lagi" ucap pak Handoko


"Iya pak nggak papa" sahutku dengan malu


"Baiklah anak anak, karna bapak hari ini banyak kesibukan jadi buat hari ini di mapel bapak kalian bisa bebas tapi... Kalian harus ada didalam kelas dan nggak boleh keluar kelas sampai istirahat" ujar Pak Handoko berjalan kedepan


"Makasih bapak Handoko" teriak siswa siswa yang ada didalam kelas.

__ADS_1


Aku masih duduk dan menundukkan kepalaku karna entah kenapa aku sedang ingin memulai pribadi Siti yang baru, Siti yang pendiem dan nggak banyak ngebantah seperti dulu.


"Sit, lu kemarin kemana aja?" ujar Ditto yang tiba tiba duduk disampingku


Semua siswa masuk secara bersama sama membuatku dengan Ditto heran karna tumben mereka mau masuk kelas. Ternyata ada bu Nana Kepala Sekolah SmaBhak yang datang dan masuk ke kelas.


"Permisi anak anak" teriak Bu Nana


"Dit, minggir lu" ujar Amel yang datang


"Iya mel" sahut Ditto yang kemuadian amel duduk di sebelahku.


"Jadi gini kalian akan ketambahan siswa baru disini" ujar Bu Nana


"Emang kelas kita tempat penampungan siswa baru apa" ketus amel tidak suka


"Kemarin Viola, kemarinya lagi si Cupu, terus sekarang siapa lagi??" ujar salah satu siswa


"Ibu harap kalian bisa tenang" sahut Bu Nana menenangkan keadaan yang mulai ramai di kelas


"Pu, lu nggak bawa temenkan kesini" bisik Amek ke arahku


"Engg..gak kok" sahutku pura pura tak tau


Padahal sejujurnya aku tau siapa murid baru yang akan memasuki ruang kelas ini. Dia adalah Reynan entah kenapa Reynan memilih untuk pindah sekolah dan menetap di Indonesia padahal keluarga Reynan berdomisili di England.


Reynan melangkahkan kakinya dengan berwibawa, kelihatan bahwa Reynan anak seorang salah satu pengusaha terkenal didunia. Semua siswi berteriak melihat tingkah Reynan yang menurutku sok cool banget.


"Kamu bisa memperkenalkan diri kamu" ujar Bu Nana


"Wow, dia keluarga Renata" decak amel


"Hayy Reynan" sapa siswi siswi satu kelas yang membuat para siswa geram ngelihatnya


"Hay" sapa Reynan sok manis banget


"Reynan kamu bisa duduk disebelah" ujar Bu Nana meneliti bangku kosong


"Pu mending lu minggir, karna bangku lu buat My Prince Reynan" ketus Amel


"Nah Reynan kamu bisa duduk disebelah Ditto ya" ujar Bu Nana


"Baiklah anak anak saya harap kalian bisa menerima Reynan dan bisa menjadi bagian dari kelas kalian" ucap Bu Nana sebelum menerima telfon dan dilanjut meninggalkan kelas


"Dengan senang hati bu" ujar siswi satu kelas dengan kompak


Saat bu Nana kekuar dari kelas ini semua siswi berebutan ingin berkenalan dengan Reynan kecuali aku. Terlihat beberapa orang siswa memasang wajah cemburu melihat kehadiran Reynan di kelas ini.


"Awas ah" decak Amel


"Minggir...!!!!" teriak Amel yang membuat satu kelas hening seketika


"Rey, gue minta nomer wa lu dong" ujar Amel dihadapan Reynan


aku hanya memeperhatikan gerak gerik Reynan yang menurutku sok keren banget tuh orang. Reynan memalingkan pandangannya menuju ke arahku, Reynan melihatku sedang menulis entah apa.

__ADS_1


"Udah udah, nanti juga gue bakal masuk grup kelas jadi nggak perlu minta nomer wa, dan foto foto lagi" decak Reynan di kerumunan siswa siswa satu kelas


"Ih Reynan, udah ganteng baik lagi" ucap Sisil


Reynan berjalam menuju ke arahku sambil merapikan rambutnya yang mungkin menurut dia acak acakan.


"Hey" ujar Reynan yang tiba tiba datang menghampiriku


Aku tidak menjawabnya


"Boleh kenalan?" ujar Reynan yang membuat sisiwi satu kelas memasang wajah datar ke arahku


Aku sama sekali tidak menjawab pertanyaan Reynan sedikitpun. Namun dakam hati aku sedang menahan tawa melihat tingkah kocak dari Reynan.


"Percuma deh Rey lu deketin tuh CUPU" teriak Amel


"CUPU?" ujar Reynan ke arah amel


"Iya Cupu, udah cupu dekil lagi" sahut Amel kembali


"Dia punya nama, jadi jangan panggil dia Cupu" ketus Reynan


"Rey, namanya itu Siti" ujar Ditto yang datang menghampiriku


"Siti,,," bisik Reynan sambil memutarkan bola matanya 360°


Inginku menampok wajah Reynan namun apa hasil aku disini sebagai Siti bukan Catlyn


"Dit, emang Siti pendiem ya" ujar Reynan


"Ya iya, ya udah lu kenalan aja dulu sama Siti, gue mau keluar bentar" ucap Ditto


"Sit, gue boleh ngakak?" ujar Reynan dalam bisikan


"Ngakak aja sana" sahutku


"Ternyata nggak ada perbedaanya" sahut Reynan melihat ke arahku


"Rey, udah deh" decakku yang membuat Reynan geram sampai sampai ia mencubit pipiku.


"Rey sini" teriak Amel


Amel masih memasang wajah datar ke arahku dan lebih lebih memasang raut wajah yang garang, mungkin nanti sepulang sekolah Amel akan memarahiku seperti kemarin.


Jujur aku belum siap untuk menceritakan kata kasih, sebab didalam kehiduoanku tidak ada pemeran utama yang spesial kecuali dia yang tetap ada meskipun sedang tiada


Gimana gays ceritanya??


Maaf juga kalo banyak typonya🙏


Budayakan Vote and Follow ya🙏


Tunggu kelanjutnya ceritanya, dijamin lebih baper dari sebelum sebelumnya...!


Love you💕

__ADS_1


__ADS_2