
Tubuhku seakan melemah melihat nisan yang bertuliskan nama Reynan Adirga.
"Ya Tuhan, secepat inikah Reynan pergi meninggalkanku. Kenapa Tuhan??" ujarku dalam hati dengan ferus menerus meneteskan air mata.
Aku berusaha kuat menerima semua keadaan ini, karna aku percaya Reynan akan bahagia jika aku bahagia. Rombongan para pelayat telah meninggalkan makam Reynan yang tersisa hanya ada aku, kak Raka, Mamah Reynan dan Papah Reynan. Tubuhku jatuh tepat disamping makam Reynan. Air mataku terus saja mengalir tak berhenti sedikitpun.
"Alyn, pulang yuk sayang" ujar kak raka menepuk pundakku
Disana terlihat mamah dan papah Reynan terus menerus menangis saat menatap makam yang bertuliskan nama Reynan. Aku berusaha untuk bangkit dan mengucap salam kepada Reynan sebelum aku pamit meninggalkannya di tempat peristirahatan terakhirnya.
"Rey, gue pulang dulu" ucapku sembari mengelus elus nisan Reynan.
"Mah pah, Alyn pulang dulu yaaa" ucapku mencium kedua tangan orang tua Reynan.
****
Di dalam kamar aku merebahkan tubuhku. Memutar kembali semua kegiatan yang hari ini telah aku lalui. Wajah Reynan yang teringat jelas langsung musul dalam benakku. Aku bangkit dari kasur dan melihat goresan goresan tulisan Reynan yang masih terpampang jelas diatas meja belajarku.
__ADS_1
"Tuhan secepat inikah Reynan harus meninggalkanku" decaaku
aku menatap kaca yang terpapang wajahku. Mataku langsung tertuju pada bulatan bentuk rona mata yang begitu cerah terlihat jelas. Tanganku meraba raba bagian dari mata Reynan yang begitu indahnya. Aku paham Reynan sungguh menyayangi sampai ia mau berkorban demi aku.
"Catly" Ujar seseorang diambang pintu yang tidak tertutup
"Mom" teriakku sambil memeluk erat tubuh wanita paruh baya tersebut.
"Sabar ya honey" ucap wanita itu saembari engelus rambut yang ku biarkan terurai
"Tapi mom semua yang aku sayangi perlahan satu persatu mulai hilang. Aku tak ingin ditinggalkan lagi"
"Alyn tahu mom, tapi kenapa Tuhan bersikap tidak adil pada Alyn. Apa salah Alyn? "
"Heyy.. kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri terus sayang.. Kamu tidak pernah salah semua itu kehendak Tuhan. Udah dong jangan nyerah"
Diambang pintu Kak Raka menghela nafas berat melihatku yang terus menangis meratapi kepergian Reynan yang secepat ini.
__ADS_1
"Alyn.. Kak Raka janji kakak ngga bakal ninggalin kamu"
Sahut kak Raka mencoba menenangkan ku.
Kak Raka berjalan menghampiriku dan diapun memeluk tubuhku dengan hangat. Beruntung Tuhan masih memberikan Kak Raka dihidupku.
"Sabar ya sayang... semua ini akan berlalu"
"Tapi Reynan udah pergi kak.. "
"Iya kakak tahu, tapi kamu masih punya kakak. Kamu masih milikin kakak. Kakak janji kakak akan terus nemenin kamu"
"Kak Raka beneran janji sama Alyn? "
"Iya kakak janji putri kecil kakak yang sekarang udah tumbuh menjadi wanita yang kuat"
Kak Raka melepaskan pelukannya, tanganyya menghapus air mataku yang masih jatuh membasahi pipi.
__ADS_1
Mungkin baru kali ini aku merasakan sebuah kehilangan yang sesungguhnya. Saat ini aku benar benar ingin melupakan semua kenangan tentang Reynan. Meskipun aku sadar Reynan adalah perihal yang sangat sulit untuk dilupakan.
Membiarkanmu pergi adalah salah satu caraku agar membuatmu bahagia. Pergilah dengan tenang sayang, kamu akan tetao menjadi bagian terindah dihidupku. Meskipun kini hanya bias biasmu yang hadir dikehidupan nyataku.