The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 37


__ADS_3

Pagi ini Kak Brayn mulai melakukan aktivitasnya seperti semula. Ia telah berpesan padaku bahwa akhir dari kehidupannya akan dia buat sama seperti apa yang biasanya ia lakukan di hari hari biasa.


Aku mendorong kak Brayn menggunakan kursi roda, memasuki sekolah untuk pertama kalinya buat kak Brayn setelah vakum untuk beberapa saat karena sakit. Menurutnya ini berbeda dengan hari hari biasanya dikarenakan kali ini tubuh kak Brayn seperti orang tak berguna.


"Pu, gue pulang aja" ujar Kak Brayn menghentikan langkahku seketika


"Kenapa? Kakak malu ya karna jalan bareng sama aku" ucapku merasa bersalah


"Gue nggak malu deket dengan lu pu, yang gue malu adalah gue hidup seperti ini, gue sekerang lemah pu" ujar Kak Brayn menatap area lapangan basket dimana ia terbiasa bermain basket disitu.


"Kak, sebenarnya kak Brayn masih bisa main kok" ujarku berusaha mengihibur kak Brayn


Aku kembali melanjutkan perjalananku, mendorong kursi roda kak Brayn menuju kelas kak Brayn.


Tatapan mata dari siswa siswi slalu menyudut ke arahku dan kak Brayn di sepanjang jalan.


"Brayn, Lu kok...?" Ucapk Amel yang menghampiri kita


"Mel, Gue harap lu paham" sahut kak Brayn dengan nada suara yang lemah


"Pu, mending gue aja deh yang dorong kak Brayn daripada lu" Ujar Amel merebut posisiku


"Biar aku aja mel" Sahutku


"Mel, biar Siti aja" ujar Kak Brayn


Amel membiarkanku mendorong kursi roda kak Brayn sampai dimasuk di kelasnya. Semua teman teman kak Brayn tercengang seketika saat aku mendorong kursi roda Kak Brayn.


"Sini biar gue aja" Ketus Saras teman dari Kak Brayn yang inging mendorong Kak Brayn


"Sit, mending lu masuk aja deh dan biar Siaras yang dorong gue" Ucap Kak Brayn


Aku menuruti kata dari kak Brayn tanpa menjawab satu katapun. Aku pergi dari kelas kak Brayn menuju kelasku.


*******

__ADS_1


Cringgg (Bel pulang berbunyi)


Siswa siswi keluar dari kelas dan menuju rumah masing masing termasuk denganku dan Kak Brayn. Namun untuk kali ini sekolah mengadakan event basket dan sesuai dengan permintaan Kak Brayn, ia memilih untuk menonton dahulu sebelum beranjak untuk pulang.


Aku memilih tempat yang startegis untuk melihat pertandingan itu.


"Sit, doain gue ya" ujar Ditto yang tiba tiba menghampiriku dan Kak Brayn


"Iya dit" Sahutku sepatah kata


"Dit, gue percayain basket ke lu, karna gue nggak mungkin bisa main basket lagi seperti kalian" ujar Kak Brayn


"Ditto janji Ditto akan menuruti apa kata Brayn" Sahut Ditto yang kemudian menepuk bahu Kak Brayn untuk menyemangati Kak Brayn.


Pertandingan basket dimulai. Babak pertama sekolah kita tertingal 3 point dari lawan.


"Sit, gue ingin main ke situ" Ujar Kak Brayn yang memohon


"Tapi kak, kondisi kakak tidak memungkinkan" Ujarku menatap mata Kak Brayn


"Kak, sekali Siti bilang tidak ya tidak" sahutku menegaskan kembali.


Pertandingan babak 1 telah selesai. SMABhak tertinggal sangat jauh, karna lawan slalu bermain curang. Basket SMABhak selama Kak Brayn masih ikut berpartisipasi didalamnya Basketnya slalu mendapatkan point lebih unggul. Namun untuk kali ini Kak Brayn tidak bisa berkutik apa apa.


"Sit, gue mohon ijinin gue main basket untuk yang terakhir kali" pinta Kak Brayn semakin meluluhkan egoku


"Brayn" ujar Ditto dari lapangan


"Dit, gue mohon kejar ketertinggalan poin kita" Ucap kak Brayn sedikit lemah


"Ditto nggak bisa" Ucap Ditto


"Sit, ijinin gue main ya" sahut kak Brayn bertanya ke arahku


"Hey Siti, Brayn" teriak Reynan yang tuba tiba datang dihadapanku

__ADS_1


"Reynan" sapaku


"Btw tuh point kita tertinggal jauh ya??" ujar Reynan membuat Kak Brayn merenung melihat ke arah lapangan basket


"Rey kamu bisakan main basket?" ujarku


"Bisa kok" sahut Reynan


"Pliss gue mohon kamu masuk ke tim basket kita ya" pintaku


"Yayayaya" sahut Reynan


"Tapi Sit kita butuh dua orang pemain" sahut Ditto


"Sit, gue mau main dan jangan lerai gue buat kali ini" ujar Kak Brayn membuat hening


"Kak, Siti nggak ngijinin kakak" ketusku


"Dit anterin gue ke loker,gue mau ganti baju" ujar Kak Brayn yang beranjak dari kursi rodanya


"Tap..i" ujar Ditto


"Dit ayo cepet" ujar Kak Brayn


Aku semakin khawatir dengan keadaan kak Brayn kali ini apalagi ini merupakan saat saat terkahir kak Brayn, namun disisi lain aku tidak bisa secara sepihak melerai salah satu hobi dari kak Brayn.


Aku tau kamu ngotot, tapi kamu juga harus ngehargainperasaan saya.


Gimana gays ceritanya?


Semoga kalian sukak ya..!


Maaf updatenya telat_-


Budayakan vote yaaa..!

__ADS_1


Love you:)


__ADS_2