The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 28


__ADS_3

Aku diam dima mencoba untuk membuka isi dari buku itu. Namun seketika Kak Brayn datang dan membuatku terkejut.


"Woy, lu ngapain?" ujar Kak Brayn yang membuatku terkejut seketika


"Kak, hidung kakak mimisan lagi?" ucapku sambil melihat hidung Kak Brayn yang mengeluarkan darah


"Ah masa sih?" sahut kak Brayn yang kemudian memastikan bahwa keadaan itu memang benar benar.


"Duduk dulu deh kak" ucapku memoersilahkan kak Brayn duduk di kasurnya


Aku kemudian berjalan keluar kamar dan mencari obat obatan di rumah kak Brayn.


Tangan kak Brayn mencoba untuk mengelap elap darah yang terus keluar itu.


Aku kembali masuk ke kamar kak Brayn sambio membawa kotak P3k.


"Sini kak" ujarku sambil mencoba mengelap elap darah itu menggunakan kapas.


"Kepala kakak tundukkan, nih kapas buat mengelap elap hidung kakak siapa tau darahnya masih keluar" ucapkku sambil membereskan kapas yang berserakan dilantai yang sudah terkena darah.


"Kenapa lu baik banget sama gue?" ucap Kak Brayn


"Aku tau kak aku yang salah" ujarku sambil keluar kamar kak Brayn


Aku menuju dapur untuk membuatkan teh hangat buat kak Brayn dan semangkuk sup buat dimakan olehnya.


"Kak" ucapkku memasuki kamar kak Brayn.


"Gimana kak udah mendingan?" uajarku


"Udah kok" sahut kak Brayn yang masih memegangi kapas bekas darah


"Nih minum teh hangatnya dulu" ucapkku sambil membereskan kapas kapas itu


"Habis itu kakak ambil posisi seenak mungkin" sahutku


"Iya" ujar kak Brayn yang nadanya mulai melemas


"Kakak makan supnya ya" ujarku memohon kak Brayn


"Enggak ah" sahut kak Brayn


"Kak jangan kayak anak kecil deh" sahutku sambil mencoba untuk menyuapi sup itu ke kak Brayn


"Iya ya, tapi satu kali aja" sahut kak Brayn


Aku menyuapi sup itu kepada kak Brayn. Dan ku lihat wajah kak Brayn semakin memucat entah apa ini pengaruh dari kak Brayn karna ia nggak pergi kemo?.


"Kak habis ini kakak kemo ya" ucapku sambil memegang suapan


"Nggak ah" sahut kak Brayn


"Ayolah kak" sahutku meminta


"Enggak, kalo gue bilang enggak ya enggak" ketus kak Brayn


"Plis kak, buat mamah kakak" ujarku menyakinkan kembali


"Gue nggak mau..!" teriak kak Brayn


"Oke kalo kakak nggak mau, berarti sama saja kakak sudah menyakiti hati nyokap kakak secara tidak sengaja" sahutku mebiarkan sup itu mendingin


"Bodo amat" ucap kak Brayn sambil melihat ke arah jendela


Aku meletakkan sup itu kembali ke atas meja dan keluar dari kamar kak Brayn. Dengan perasaan marah aku membuka pintu kamar kak Brayn dan menutupnya kembali dengan nada keras.


BRAKKK......


Aku menuju ruang tamu. Aku meletakkan tasku di atas sofa ruang tamu dan duduk di sofa ruang tamu.


1 jam kemudiann....


Aku membaca novel yang aku suka sampai tertawa sendiri dan tanpaku sadari aku sudah hampir satu jam berada di rumah kak Brayn.

__ADS_1


"Marah sama gue?" ucap kak Brayn yang tiba tiba datang dan duduk dihadapanku


Aku hanya melirik ke arah kak Brayn tanpa merespon sedikitpun. Entah apa yang aku lakukan ini sungguh seperti anak kecil.


"Ngabek?" ujar kak Brayn kembali sambil melihat ke arahku


Aku membiarkan kak Brayn dan tidak menanggapi kak Brayn sedikitpun.


"Hmmm, ganas juga ya kalo ngambek" ucap Kak Brayn sambil merayuku


Aku masih terdiam tanpa menghiraukan ucapan dari kak Brayn.


"Oke gue ngaku kalah deh" ujar Kak Brayn sambil melihat ke arahku yang masih membaca novel.


Aku melirik ke arah kak Brayn lagi dan menutup novelku yang telah aku baca.


"Emang pertandingan??" sahutku dengan wajah ketus


"Sit, maaf deh kalo tadi gue marah marah sama lu" ucap kak Brayn dengan wajah merasa bersalah


"Aku sih mau mau aja maafin, asalkan kamu mau kemo" ketusku sambil sibuk mebalas chat tanpa menghiraukan kak Brayn


"Kemo lagi, nggak ada kata lain apa dari kemo" ketus kembali kak Brayn


"Ya sudah" ucapku dengan singkat tanpa melirik kak Brayn


Lima menit kemudian....


Diruang yang sama aku dan kak Brayn hanya terdiam dan sibuk dengan hp masing masing, tak terasa ruangan terasa sepi dan sunyi tidak ada bisikan sedikitpun.


Aku menutuo ponselku dan melihat ke arah Kak Brayn yang masih asik sibuk dengan hpnya.


"Kak, hidung kakak keluar darah tuh" ucapku yang terkejut.


Tanpa kak Brayn sadar ia langsung mengusap darah yang keluar dengan tangan kosongnya.


aku bergegas pergi mencari obat P3K di sudut sudut ruangan rumah Kak Brayn.


Aku kembali di ruangan itu dengan membawa kotak P3K yang telah aku temukan.


"Makanya kakak itu kemo ya" ujarku dengan membuang kapas yang sudah terkena darah


"Jangan bawel" ucap Kak Brayn yang melemas


"Udah diem" sahutku yang membersihkan darah dari hidung kak Brayn yang masih keluar.


Jarak antara aku dengan kak Brayn kali ini sangatlah dekat, tak ada 1 meter.


aku masih sibuk membersihkan darah yang keluar dari hidung kak Brayn, sedangkan kak Brayn tiba tiba memegan tanganku seketika.


"Sit" ucap Kak Brayn, yang membuatku terkejut dan salah tingkah


"Kenapa kak?" sahutku yang melepaskan aktivitasku semula


"Oke, gue mau kemo" sahut Kak Brayn dengan hati yang terlihat terpaksa


"Hm, yakin?" ujarku yang memberesi kotak P3K setelah ku rasa darah dari hidung kak Brayn sudah berhenti keluar.


"Yakin, tapi lu nanti ikut ya" ujar Kak Brayn


"Hah? Aku ikut?" ucapku dengan terkejut


"Iya kamu ikut" sahut kak Brayn yang tenang tenang saja


"Nggal malu? Jalan sama si Cupu?" ujarku


"Tenang saja, nanti lu akan di dandani sama bibi biar keliatan cantik dan nggak norak seperti ini" ucap Kak Brayn


"Kalo malu jalan sama aku mending nggak usah ngajak ngajak aku" ketusku dengan sinis


"Ya gimana lagi??" sahut kak Brayn


"Bibi...." Teriak kak Brayn tanpa sopan santun

__ADS_1


"Kak, barusan tadi mimisan udah berani beraninya teriak" sahutku


"Bibiiii" teriak kak Brayn lagi tanpa menghiraukanku


"Ada apa den" ujar bibi


"Dandanin nih cewek, pokokknya harus jadi cantikk" ucap Kak Brayn


"Tap..pi den, bibi nggak punya baju bagus" ujar Bibi dengan ragu


"Telfon butiknya mamah nanti suruh ngirim baju seukuran dia, sekarang juga , dan nanti bilang aja aku yang suruh" sahut Kak Brayn dengan santainya


"Ba...ik den" sahut Bibi, sambil menyuruhku untuk mengikutinya


"Kak, aku sama bibi dilu ya" ujarku kepada Kak Brayn


"Awas ya lu kalo masih jelek, nanti gue jitak kepala lu" ucap Kak Brayn


"Hahahaha, nggak takut" ucapku sambil memasang wajah mengece.


Kak Braym membalsa dengan senyum tipisnya dan gelengan kepala.


Aku masuk di salah satu sudut kamar, aku duduk di depan kaca. Bibi mulai membuka kepanganku dan menata rambutku, selanjutnya bibi merias wajahku dengan penuh perasaan.


"Bi, jangan banyak banyak ya make upnya" ujarku


"Iya non, tenang saja bibi udah handal kalo masalah ginian" sahut bi Ani


Rambutku sekarang sudah tertata rapi, dan wajahku sudah diberi make up yang sempurna tanpa ada aksen kaca mata bulat non minus, sekarang tinggal menunggu baju yang akan aku kenakan datang.


"Bi" Teriak kak Brayn sambil mengetuk pintu kamar


"Iya den bentar, non bentar dulu ya" ujar Bibi yang membiarkanku masih tetap berada di posisiku saat ini


Crekkk...


Suara bibi membuka pintu.


"Nih bajunya" ucap Kak Brayn sebelum ia pergi.


"Iya den makasih" sahut bibi kemudian menutup pintu kembali


"Non, pake ya baju ini" suruh bibi


Aku memakai baju tersebut dan aku merasa ini aku adalah sosok Catlyn bukan Siti.


Aku keluar dari kamar mandi kamar.


"Ya ampun non, cantik sekali" ujar Bibi yang memuji


"Bibi apaan sih, jangan memuji gitu ah" sahutku dengan malu


Aku keluar menuju ruang tamu dengan gayaku sebagai Catlyn menurutku.


"Wowwww" ujar kak Brayn satu kata saat ia melihatku dari bawah menuju atas tubuhku


"Kenapa?, salah?" sahutku


"Aneh aja" ujar kak Brqyn sambil mengkerutkan dahinya


"Apanya yang aneh?" sahutku dengan wajah yang polos


"Nggak kok cuman bercanda aja, udah siapkan?, yaudah yuk berangkat" ujar Kak Brayn seketika berdiri


"Ahhh" ucapku dengan greget


Aku memasuki mobil jazz warna abu abu yang biasanya di kemudikan oleh kak Brayn dan kak Brayn memilih untuk menyetir sendiri ketimbang di supiri oleh supir pribadi mamahnya.


Saat ini hanya rasa yang mampu membiaskan kisah


Sebelumnya author minta maaf dulu, karna baru bisa update_-


Maaf kalo banyak typo soalnya author nggak fokus_-

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutan ceritanya yaa;)


Terimakasih:)


__ADS_2