The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 38


__ADS_3

Kak Brayn memasuki area lapangan basket dengan keadaanya yang cukup lemah. Ia berusaha untuk bangkit dari kelemahannya itu.


"Brayn, gue harap lu bisa seperti semula" ujar Ditto


Aku hanya bisa terdiam duduk dengan perasaan yang cukup cemas dan khawatir melihat kondisi kak Brayn untuk kali ini.


"Pu, lo nggak usah khawatir soal keadaan Brayn, gue yakin Brayn akan baik baik aja" ujar Amel yang tiba tiba datang menghampiriku


Babak ke 2 segera dimulai Reynan dan Kak Brayn berjalan menemui sekelompok tim basketnya.


"Tuhan jaga Kak Brayn, ku mohon untuk kali ini biarkan kak Brayn bahagia dengan hobinya tersendiri meskipun ia kali ini diambang kematiannya" Pintaku dalam keresahan


Skor dari tim Basket SmaBhak mulai bertambah karena kehadiran Kak Brayn dan Reynan dalam timnya.


"Reynan Ambil" teriak kak Brayn yang mulai terengah engah


Cemasku mulai tinggi melihat keadaan kak Brayn sekarang, nafadnya tak beraturan namun ia masih tetap ingin melanjutkan pertandingan ini untyk yang terakhir kalinya.


"Brayn, kalo lo sakit mundur aja" teriak Ditto


"Gue nggak akan mundur sebelum gue kalahin tim musuh, gue nggak ingin basket kita kalah" sahut Brayn


Skor pertandingan basket di detik detik terahir ini sama, SMABhak berhasil menyusul kekalahan pointnya dibabak pertama dan dibabak ke dua ini skor dari masing masing tim sama kuatnya.


"Brayn tangkap" Teriak Reynan mengoper bola ke arah Kak Brayn


Dengan sigap Kak Brayn menangkap bola itu dan memasukkanya ke dalam ring basket sehingga menugbah kedudkan skor yang dimenangkan oleh SMABhak.


Tim lawan berusaha untuk menyerang terus dan mengeluarkan berbagai taktik dan cara bagaimana ia bisa mengalahkan basket SMABhka. Bola basket yang ada ditangannya tim lawan itupun melambung ke atas dan membentur kepala Kak Bray.


Brukk(Suara Hentaman yang cukup keras) mengenai kepala kak Brayn seketika.

__ADS_1


"Aaaa" satu tribun berteriak sangat kencang seketika melihat Kak Brayn jatuh terkapar seketika.


Aku terkejut melihat keadaan kak Brayn sekarang. Tanpa pikir panjang aku turun dari tribun menuju lapangan basket untuk melihat keadaan kak Brayn yang sekarang. Para pemain dari SMABhak menggerombol melihat keadaan Kak Brayn.


"Misi" pintaku terhadap grombolan para pemain basket dari SMABhak.


"Sit, Brayn" ujar Ditto menatapku dengan penuh kecemasan


"Kak Brayn" teriakku melihat wajah kak Brayn yang cukup pucat dan dingin sekali


******


"Siti bagainana keadaan Brayn?" ujar tante Rani didepan ruang UGD yang terlihat begitu cemas


"Belum tau tante" ujarku dengan tenang


"Kok bisa Brayn pingsan lagi" Tanya tante Rani yang duduk disampingku


"Sebenarnya Siti yang salah, Siti benar benar nggak bisa menjaga Kak Brayn tan" ujarku sambil meloloskan air mata


"Seandainya waktu dapatku putar beberapa hari sebelum hari ini, aku ingin meminta pada Tuhan agar hari ini tidak terjadi" ujarku meratapi keadaan


"Sayang, kamu nggak perlu seperti itu" ujar tante Rani yang menangkan keadaan


Aku berjalan mondar mandir didepan ruang UGD berharap akan keadaan kak Brayn yang baik baik saja untuk saat ini.


Dokter keluar dari ruang UGD dengan mimik wajah yang cukup menegangkan.


"Dokter, bagaimana keadaan kak Brayn" tanyaku yang masih khawatir


"Jadi Brayn untuk saat ini sedang mengalami masa masa kritisnya, dia koma karna kepalanya terbentur cukup keras" ujar dokter

__ADS_1


Air mataku pecah seketika, Tante Rani memeluk tubuhku dengan erat mendengar keadaan putranya yang begitu parahnya .


"Dok, apa boleh saya masuk?" ujar tante Rani


"Silahkan, tapi hanya satu orang saja" ucap dokter sambil membukakan pintu UGD


"Siti kamu duluan, tante mau ngabari seseorang" ujar Tante Rani membuatku untuk bergegas masuk di ruang UGD


Terlihat Tubuh kak Brayn sedang terkapar, selang oksigen terpasang di hidung kak Brayn, dan berbagai selang yang berpusat di tubuh kak Brayn.


Aku berjalan mendekat, tepat berada di samping kak Brayn. Melihat kak Brayn cukup lemah membuatku untuk berkali kali meloloskan air mataku.


"Kak Brayn, cepat sadar" pintaku dalam bisikan telinga kak Brayn


"Sebab ada rasa yang tak mampu aku sampaikan" bisikku dalam telinga kak Brayn


"Aku tak akan pernah berhenti untuk selalu berharap akan kesembuhanmu, dan mungkin kamu bisa hidup seribu tahun bersamaku" harapanku menatap mata kak Brayn yang terpejam


Yahh, seperti biasa air mataku lagi lagi berhasil meloloskan diri dan saat ini aku sudah tidak kuasa menyimpan rasa kepada kak Brayn.


Aku keluar dari ruang UGD. Tak pikir panjang tante Rani langsung masuk di ruang UGD untuk melihat kondisi kak Brayn yang sekarang ini.


Aku pernah bermimpi bahwa kita akan bersama hingga seribu tahun lamanya, dan aku selalu meminta pada Tuhan agar saat terahir sebelum kamu memejamkan mata yang kamu lihat hanya rasa yang terpancar dari kelopak mataku, menandakan bahwa aku begitu menyayangimu.


Gimana readers ceritanya??


Maaf baru update soalnya banyak kesibukan yang harus terselesaikan😌


Maaf ya kalo emang banyak typo, karna author nggak sempet ngerevisi✌


Terimakasih sudah menjadi bagian dari cerita "the perfect cupu"

__ADS_1


Jangan lupa vote and koment ya✨


Love you:)


__ADS_2