
Aku mulai memejamkam mataku dan tertidur dengan lelap, namun entah kenapa perasaanku ini tak karuan aku tak bisa tidur sama sekali berulang kali aku mencoba untuk memejamkan mataku kembali namun entah kenapa aku slalu terfikir oleh kejadian di kantin tadi. Wanita itu siapa? Pertanyaan yang memenuhi pikiranku.
Tok..tok..tok..
"Sit, bibi boleh masuk?" ujar bi Ani yang membuatku kembali bangkit dari tidurku dan membuka pintu kamarku.
"Kenapa bi?" ucapku
"Kamu belum tidur?" ujar bi Ani
"Belum bi, Aku nggak bisa tidur" ujarku sambil menggaruk nggaruk kepalaku
"Tuh di tungguin sama tuan dan nyonya katanya mau ketemu sama non" ujar bibi yang membuatku sontak terkejut seketika
"Momy and Dedi kesini bi?" ucapku
"Iya non, ditunggu di ruang tamu" ujar bibi yang membuatku bergegas menemui mereka
Aku berlari menuju ruang tamu dan ternyata benar di sana ada momy and dadi yang sedang duduk menungguku.
"Momy Dedi, kok kalian malam malam kesini?" ujarku duduk di samping mereka
"Baby, momy and Dedi besok mau balik ke England, kamu baik baik disini ya" ujar momy sambil mengelus elus rambutku
"Of course, terus kak Raka sekarang dimana?" ujarku
"Dia masih di green house sayang" ucap Dedi
"Mom and Dad, maafin perlakuan Katlyn kemarin ya" ucapku merasa bersalah mengingat kejadian kemarin saat aku berpenampilan sebagai Siti
"Sayang, kenapa sih kamu mau bersikap rendah seperti itu" ujar Dedi menasihatiku
"Dad, Katlyn mau mencoba menjadi kalangan rendah dan Dedi nggak perlu menganggap kalangan rendah itu kampungan Dad" ujarku
"Terserah kamulah, mom kita pulang sekarang yuk nggak baik suasana seperti ini" ketus Dedi yang membuat aku terdiam seketika
"Tapikan dad" ucap mamah yang kemudian langsung ditarik paksa oleh Dadi
Entah kenapa Dedi begitu risihnya melihatku sebagai Siti. Dia juga merendahkan orang orang kalangan rendah, dari dulu aku tak mengira bahwa dedi memiliki sifat seperti itu. Saat mereka pergi kemudian aku memasuki kamarku dan aku mencoba untuk menenangkan pikiranku.
**************
__ADS_1
Pagi ini adalah hari weekend dan aku sudah memberi pesan kepada Ditto agar hari ini dia mau mengajariku mengenai bab bab yang aku belum paham. Sembari menunggu dia datang aku mencoba untuk ke dapur dan belajar masak dengan bi Ani.
"Siti, ngapain sih kamu bantuin bibi" ujar bi Ani
"Ya pingin aja bi, oh iya bi aku mau diajarin buat Brownis dong" ucapku
"Kamu yakin Sit?" ucap bi Ani ragu
"Yakinlah bi, Siti harus bisa masak" ujarku kepada bi Ani
"Okelah kalo begitu, kamu siapkan tepung, mentega, gula, coklat cair, coklat batang,coklat bubuk, baking powder, Susu." ucap bi Ani yang membuatku untuk bergegas mencari barang barang itu di dalam area dapur
"Ahh, nih coklat cair sama coklat batangnya udah ketemu bi" ujarku keoada bibi sambil membawa cokkat cokkat tersebut
"Bahan yang lain?" uhar bi Ani yang di sibukkan mencucu piring
"Tepungg, oh ya bibi taroh tepung biasnaya dimana?" ujarku yang terus mencari bahan bahan itu
"Tuh di rak atas kamu cari sendiri ya" ujar bi Ani yang masih mencuci piring
Aku mencari tepung di rak atas namun ketinggianku tidak bisa menggapai tepung itu di rak atas ,namun aku terus menerus mencoba mengabilnya tanpa ada bantuan dari siapapun dan apapun. Aku terus meloncat dan meloncat sampai ahirnya aku mendapatkan tepung tersebut, tapi tepung tersebut jatuh dari genggamanku dan tertuang di baju aku sampai baju aku yang semula berwarna coklat sekarang berubah menjadi warna putih.
Brukk...
"Non, kalo non nggak sampaikan bisa minta bantuan bibi" ujar bi Ani yang menolongku
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu didepan rumah, tak pikir panjang pasti itu Ditto yang kemudian aku tidak memikirkan baju yang aku kenakan seperti apa aku langsung bergegas menemui Ditto dan membukakan pintu untuknya.
Krekk...
"Masuk dit" ujarku kepada ditto yang melihat tubuhku dari bawah ke atas tanpa berkedip sedikitpun
"Kenapa dit ada yang aneh?" ucapku sambil mencari keanehan dari diriku atau pakaian yang aku kenakan, namun aku lupa dengan tepung tepung yang mengotori diriku.
"Gue boleh ngakak nggak" ujar ditto sambil menahan tawa
"Ngakak kenapa sih dit ,ada yang salah sama aku?" ujarku tanpa ada masalah
"Hahahhaha, Sit lu habis main tepung kok baju lu sampai terhias oleh tepung tepung putih" ujar Ditto dengan ketawanya yang terbahak bahak
__ADS_1
"Hah," tanpa pikir panjang aku langsung membalikkan tubuhku dan berkaca di cermin lemari yang ada di ruang tengah.
"Aaaaa" teriakku saat bercermin yang membuat bi Ani, pak Parman dan Ditto terkejut dan langsung menghampiriku
"Sit lu kenapa?" ucap ditto
"Siti, kamu kenapa?" ujar pak Parman
"Nggak papa kok" ujarku sambil tersenyum malu.
"Haduh Siti kamu itu ya suka bikin panik kita" ujar bi Ani
"Hehehe maaf" ucapku tanpa dosa
"Em dit lu tunggu di ruang tamu dulu ya, aku mau mandi dulu" ujarku
"Oke" ucap ditto yang kembali ke ruang tamu
Sehabis aku mandi dan menyiram rambutku aku menutup rambutku dengan handuk .Aku memakai pakain yang biasa Ktalyn kenakan dan tanpa hiasan kacamata Aku berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Ditto dan tidak lupa aku membawa buku buku matematika
"Dit maaf ya lama" ujarku kepada Ditto yang membuat ditto ternganga melihat penampilanku
"Kenapa dit penampilanku ada yang salah?" ujarku
"Gue nggak salah lihat Sit ,gue baru pertama kali ini lihat lu pake rok mini dan baju yang terlihat mewah, sumpah lu cantik banget kalo pake ginian sit" puji ditto nggak nyangka
"Dari dulu emang aku cantik dit" ucapku
"Lu itu kalo nggak pake kacamata dan pake pakaian ginian terlihat cantik dan nggak terlihat cupu" ucao ditto
"Ya elah dit, lu jadi mau ajarin gue nggak?" ucapku kepada ditto
"Jadilah sit" sahut ditto
Aku dan ditto memulai belajar matematika bersama sampai menjelang malam. Ditto pandangan wajahnya masih sama yaitu menuju ke arahku setiap kali aku mencoba untuk memahami ditto slalu memperhatikanku.
Jangan cintai aku
Karna mencintai aku hanya mampu membuatmu tersakiti.
Jangan lupa vote..vote..dan vote..
__ADS_1
Komen dan aspirasinya juga..
Love you😘