The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 32


__ADS_3

Kak Raka mencabit pipiku dengan gemasnya. Mungkin karna dia terlalu rindu sudah beberapa lama tidak bertemu denganku.


"Ichhh, sakit tau" ujarku sambil mengelus elus pipiku


"Gimana sekolah lu di Indonesia?" tanya kak Raka yang tiba tiba duduk di sampingku dan merangkul badanku


"Tumben lu so care" sahutku sambil memperhatikan gerak gerik yang aneh dari kakakku satu satunya


"Hilangin tuh pikiran negatif kamu ke kakak" sahut Kak Raka


"Ishh, emang bener kalo kakak ada maunya pasti so care kayak gini" sahutku sambil menampar pelan pipi kak Raka


"Berani ya kamu nampar pipi kakak terganteng kamu" sahut kak Raka menahan tawa


"Udahlah langsung to the point aja" pintaku dengan melepaskan tangan Kak Raka yang merangkul tubuhku


"Oke, jadi gini kakak mau nyatain perasaan kakak ke seseorang" sahut kak Raka dengan serius


"What?, kak Raka, kakakku yang super duper paling ganteng sedunia, emang siapa yang mau sama kaka?" ujarku dengan tatapan yang menahan tawa


"Gini gini gue juga punya banyak follower..!" ketus kak Raka


"Banyakan gue" sahutku kembali


"Yeeyy, lu mah nggak cuman follower tapi juga netizen" ujar Kak Raka


"Yahhh tau sendirilah kalo gue sedang naik daun" ujarku


"Heemmm serah deh apa mau lu" ketus kak Raka yang tiba tiba pergi


"Ehhh, kok pergi sih" teriakku yang membuat langkahan kak Raka berhenti seketika


"Terus mau apa?" tanya kak Raka membalikkan badan


"Katanya mau nyatain perasaan ke seseorang, cerita dong" perintahku yang melempari kak Raka dengan kacang


"Jadi lu mau denger?" tanya Kak Raka kembali


"Ya iyalah, guekan adik yang baik hati" sahutku yang membuat kak Raka menggeleng gelengkan kepalanya.


Kak Raka kembali duduk di sofa, tepatnya disampingku. Dia mebghidupkan TV dengan volume yang cukup keras terdengar di telinga yang normal.


"Busettt dah, lu budek apa gimana?" tanyaku melempari kak Raka Bantal


"Maklum telinga gue abnormal" ujar Kak Raka sambil menahan tawa


"Ya sudah ayo priksa ke THT biar semuanya abnormal juga" sahutku dengan senyuman picik


"Dasar adek terlaknat" ujar Kak Raka yang melemparkan kembali bantal sofa ke arahku


"Jadi nggak ceritanya?" tanyaku


"Oh iya sampe lupa, jadi gini kakak udah cukup nyaman dengan seseorang dan menurut kakak dia orangnya baik dan asik" ujar Kak Raka dengan serius


"Jangan jangan gue lagi" decakku


"Woyyy, gue belum selesai ngomong" sahut kak Raka


"Iya iya maaf" ujarku


"Dan orang itu bernama Dara, lu pernah bertemu dengan dia waktu kita pergi ke mall" ujar Kak Raka


"Ishhh, maksut kakak nenek grandong?" tanyaku terkejut seketika


"Dia itu bidadari yang turun dari langit, bukan nenek grandong seperti kamu" sahut kak Raka


"Gue saranin ya, mending lu jauh jauh deh sama nenek grandong, dia itu cunab mau memanfaatin harta kakak doang" ujarku dengan serius


"Ya wajarlah diakan perempuan seperti halnya kamu" sahut kak Raka membela Nenek grandong itu


"Dia itu kurang ajar bukan wajar" ketusku


"Percuma gue bilang sama lu, tapi lu itu nggak tau perasaan gue seperti apa" ujar Kak Raka penuh perasaan


"Kak, gue ngasih saran yang terbaik buat lu, jangan termakan rayuan busuk dari nenek grandong deh" ujarku sebulum melangkah menjauh pergi dari kak Raka

__ADS_1


"Tapikan..." ucapan kak Raka terpotong


"Serah lu deh" teriakku sambil melambaikan tangan


******


Masih diatas kasur yang empuk mataku terpejam dengan sangat pulas. Dan menikmati beberapa mimpi yang alurnya acak acakan.


"Tok tok tok" suara ketukan pintu membuatku kembali menarik slimut ke tubuhku yang mengadu kedinginan


"Sayang" teriak Kak Raka dari luar kamar


Aku membiarkan suara itu meskipun ku tahu aku menanggung dosa yang besar kepada kakaku:v.


"Catlyn....!!!" teriak kak Raka dari luar.


Aku menutup telingaku dengan kedua bantalku yang ku tutupkan di kedua telingaku. Slimutku menutupi sekujur tubuhku.


"Woyyy, jangan kebooo" teriak kak Raka kembali


"Ahhh berisik" decakku dalam selimut yang menutupi seluruh tubuhku


"Gue tunggu lu dibawah dan dalam 15 menit lu udah harus turun ke bawah dan bersiap untuk pergi" teriak kak Raka


"Konsekuensi apabila lu nggak ada dalam waktu 15 menit gue nggak akan pulang nemui lu dalam waktu 6 bulan" teriak kembali kak Raka


Aku bergegas membuka mataku yang masih kengket dan sungkan untuk membuka mata ini sampai terbuka. Karna menurutku kehadiran Kak Raka sangat penting dihidupku.


15 menit kemudian...


Aku menuruni satu persatu tangga sampai dititik akhir ku lihat Kak Raka sedang berbincang dengan Reynan di ruang tamu saat itu.


"Nah itu dia" ujar kak Raka dengan bola matanya yang mengarah ke arahku


Aku berjalan heran melihat tingkah Reynan dan Kak Raka yang sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku.


"Rey, kok nggak ngabari gue dulu sih kalo lu mau kesini" ujarku


"Sorry, gue kebetulan aja tadi lewat" ucap Reynan


"Kemana?" jawabku dengan Reynan secara kompak


"Udah ikut aja" ujar Kak Raka sambil berjalan keluar rumah


Dalam mobil kami hanya menbicarakan hal hal omongan kosong yang tak perlu di jelaskan ataupun di tulis dalam skenario ini:v.


20 menit, mobil kami telah sampai di salah satu Cafe yang berada di England, tak kusangka ternyata kak Raka telah memesankan kursi tersendiri bagi aku dan Reynan.


Di tempat itu aku melihat seorang wanita yang duduk dibangku dan dia juga sedang memainkan hp, dilihat dari belakang sepertinya aku kenal sama dia.


Reynan menggandeng tanganku dengan cengkraman yang sangat kuat, entah kenapa jika aku didekat Reynan terasa nyaman sekali. Kak Raka sibuk sendiri memainkan hp sampai pada saat saat wanita yang sepertinya aku kenal itu menoleh ke arahku dan dia melambaikan tangan ke arah kak Raka.


"Siapa kak?" ujarku melihat wanita itu


"Itu dara" sahut Kak Raka yang bergegas menemui kak Dara yang super duper jijay banget sih menurut gue


"Rey, gue benci tau nggak sama tuh orang" ucapku yang berjalan di belakang langkah kaki kak Raka bersama Reynan


"Kenapa?" sahut Reynan yang merasa heran


"Nggak kok nggak papa" sahutku yang memendam rahasia selama aku di Indonesia


"Ya udah, kita samperin kesana" ujar Reynan


Disana aku duduk di samping Reynan dan kak Raka duduk bersebalahan dengan Kak Dara. Malam ini bisa dibilang kita double date antara aku dan kak Raka


"Hey Raka" sapa Kak Dara yang sok manis


"Hey" sahut Kak Raka


"Ohhh ini adek kamu ya" ujar Kak Dara yang sok belaga baik didepanku


"Iya gue adeknya kenapa?" sahutku dengan nada yang agak tinggi


"Pantesan cantik" puji Kak Dara

__ADS_1


"Dari lahir juga gue cantik" sahutku sinis


"Catlyn" ujar kak Raka mengingatkanku


"Kamu sekolah dimana?" ujar Kak Dara yang membuatku males menjawabnya


"Indonesia" sahutku satu kata


"Oh ya. Kalo gitu kakak bisa dong main ke rumah kamu, soalnya kebetulan kakak itu tinggal di Indonesia" ujar kak Dara


"Lu mantannya Braynkan?" ketusku secara langsung


"Brayn siapa?," tanya Kak Dara belaga tak tau


"Brayn Natanegara" sahutku


"Nggak, gue nggak kenal sama dia, kamu bisa aja sih Catlyn" sahut Kak Dara dengan senyuman palsunya


"Udah tau pacarnya sakit kok malah sibuk cari yang lain" ujarku menyindir nenek lampir itu


"Pacar? Maksut kamu siapa?" ujar Kak Dara yang mungkin tersinggung


"Ehmm, dar sorry ya adek gue emang nyebelin dan perilakunya juga seperti itu, jadi gue mohon banget lu jangan ambil hati ya" ujar Kak Raka merasa tidak enak hati


"Baru dateng udah bikin panas" decakku


"Catlyn, kamu bisa diem" bentak kak Raka


"Oh jadi maksut kakak bawa aku kesini cuman mau malu maluin aku didepan dia?" bentakku mengarah ke nenek lampir atau kak Dara


"Hey, Alyn udah" bujuk Reyna yang menyuruhku untuk tenang.


"Kesini cuman bikin badmood aja" ucapku bergegas untuk meninggalkan tempat itu


"Catlyn, jaga sopan santun kamu" teriak kak Raka yang membuatku terkejut


"Kak, Alyn benci sama kakak" ujarku sampai sampai air mataku lolos jatuh dengan deras


"Sayang,kakak nggak bermaksut seperti itu" bujuk Kak Raka


Tanpa pikir panjang aku pergi menjauh dari tempat yang penuh ekspetasi itu. Aku melangkahkan kakiku dengan cepat dan sesekali mengusap air mataku yang lagi lagi lolos dari bendungan kelopak mata.


"Alyn" teriak Reynan dari arah belakang


aku lebih cepat melangkahkan kakiku agar Reynan tak melangkahkan kakinya sejajar denganku.


"Lyn udah jangan kayak anak kecil" ucap Reynan yang tepatnya sudah ada dipan tubuhku


"Jadi lu mau membela mereka?, ya udah sana bela aja mereka dan nggak usah kejar gue" bentakku dalam kesunyian jalan


"Udah?" tanya Reynan yang masih ebrada dihadapanku


"Gue tau Lyn, siapa itu Dara dia juga mantan gebetan gue" ucap Reynan sambil memegang jari jemariku yang sangat halus


"Gue nggak mau lu kayak gini cuman gara gara wanita bodoh seperti Dara" ujar kembali Reynan yang mendekapku dengan pelukan hangat seketika.


"Pliss gue mohon, lu jangan suka ngambek kayak anak kecil" pinta Reynan


"Udah cukup Rey, nggak usah sok baik didepan gue" bentakku sambil melepaskan dekapan itu


Aku meninggalkan Reynan dan menyetop taxi yang kebetulan lewat. Aku memasuki taxi tersebut sedangkan Reynan dia mencoba untuk meleraiku namun pintu taxi sudah ku tutup dan taxi sudah berjalan jadi usaha yang Reynan lakukan percuma atau hanya sia sia saja.


Jika nama kamu masih dalam goresan tinta hitam di buku diaryku, maka ku mohon jangan menambah masalah dihidupku dan jangan menjadi fake freind di alur ceritaku.


Gimana readers ceritanya??


Maaf ya kalo updatenya lama🙏


Maaf juga kalo banyak typo:v


Maaf lagi kalo mungkin di part ini kurang menarik🙏


Soalnya author lagi dibulan sesibuk sibujnya author dan pikiran author harus terkuras


Jadi sekali lagi maafin author ya readers:v🙏

__ADS_1


Love you...!


__ADS_2