
Heningnya keadaan tak memecahkan masalah perdebatan dalam kelas. Tentang rencana liburan pada masa kakak kelas menjalani Try Out. Aku memasang headshet dengan nada suara yang cukup keras. Tak menghiraukan perdebatan yang tak kunjung sampai pada sebuah penyelesaian.
"Lyn lo milih mau kemana? " Tanya Lina
Karena headshet yang terlalu keras jadi suara Linapun yang memiliki kadar frekuensi tinggi masih saja tak ku dengar.
"Ihh.. Alyn, lo budek? " Tanya Lina sambil menatap sinis
"Lo kayak ngga tau Alyn aja Lin. Dia itu cewe badgrill terampuh sedunia" sahut Wulan
"Kebiasaanya pasang headshet kalau ngga mau pikir pusing. Hati - hati lo Lin nanti kalau singanya udah bangun lo bisa dicengkram" sahut Saras
"Woi, lo yang dibelakang bisa diem ngga? " Teriak Bara didepan kelas
Antara Saras, Lina, dan Wulan saling menatap satu sama lain. Mereka menatap ke arahku dengan memberikan isyarat ke Bara.
"Itu si Alyn kenapa?" Tanya Bara
"Tau nih Bar, tanya aja sendiri" sahut Saras
Bara melangkahkan kakinya menuju ke arahku.
"Lo kenapa Lyn? " Tanya Bara di hadapanku.
Melihat ada Bara yang tiba tiba muncul akupun mencopot headshetku dan mematikan musik yangku putar.
"Eh Bara, kenapa? "
"Lo yang kenapa? "
"Gua ngga papa"
"Jadi lo mau usul kita liburan kemana? "
"Ngikut aja Bar, toh nanti pilihannya divoting"
"Ya udah"
Bara kembali memulai rapat kelas. Setelah beberapa argumen pendapat di usulkan akhirnya sampai pada titik temu. Kami memutuskan untuk menghabiskan liburan ini di puncak. Sekalian mencari kehidupan Bumi yang sebenarnya.
*****
Kak Raka yang duduk di depan televisi membuatku menatapnya dengan serius.
"Lo kenapa sih? "
"Ini serius kak Raka? " Tanyaku sembari meraba raba wajah kak Raka
Kak Raka menghela nafas berat. Membiarkanku meraba raba wajahnya yang sedikit berminyak.
"Ya iyalah gua, lo pikir hantu? "
"Ehhhhh... Sorry"
Aku duduk disamping kak Raka
"Taruh dulu tuh tas baru duduk"
"Males ah"
"Lo kok aneh si Kak, tumben jam segini ada dirumah, lo habis kesambet apaan? "
"Justru lo yang kesambet dateng - dateng malah ngeraba raba wajah orang"
"Serius nanya"
"Lo kenapa sih? Habis kesambet apa? "
"Kalo gua sih kesambet hantu yang sering tidur di kamar lo"
"Kalo **** ngga usah kebangetan. Yang sering tidur di kamar gua itukan gua sendiri"
__ADS_1
"Ya kan berarti hantunya... "
"Eh dasar anak nggak tau diri"
Aku buru buru lari menaiki tangga menuju ke kamarku. Karena mungkin Kak Raka pasti akan mengejarku. Sampai ke depan pintu kamar.
"Woi buka"
" Apa ngga denger! " sahutku
Kak Raka terus terusan mengetuk pintu kamarku.
*****
Aku menyiapkan segala keperluanku selama di puncak, mengemas beberapa baju yang aku taruh di ransel. Beberapa snack ringan aku taruh di totebagku.
" Mau kemana lo? " ucap kak Raka yang berada di ambang pintu
"Ke puncak"
"Sama siapa? Bukannya Rayhan lagi Try Out dan UN? "
"Sama temen kelas"
"Terus ntar yang jagain lo siapa? "
"Kak, Kan temen temen Alyn banyak"
"Mau gua temenin? "
"Ngga perlu! "
"Okey, gua mau ke kamar. Kalo lo mau gua anterin samperin aja di kamar"
"Iya"
Kak Raka pergi meninggalkanku. Aku meraih ponselku yang tergeletak di kasur. Membaca beberapa pesan di whatsapp yang masuk. Dan melihat kapan terakhir Rayhan membuka Whatsapp.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 aku beranjak membawa ransel dan totebagku ke bawah. Menjemput kak Raka di kamarnya yang ternyata lagi tertidur pulas.
"Berisik"
"Ya udau kalo ngga mau nganter, biar aku naik taxi aja"
"Tunggu lima menit dibawah" ujar kak Raka masih menutup matanya
"Cepet! "
"Iya bawel"
Aku keluar dari kamar kak Raka dan menunggunya di ruang tamu. Cukup lama ku menunggu hingga akhirnya kak Rakapun datang. Ia membawakan tas ranselku dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil
Berselang beberapa menit perjalanan. Akupun tiba di sekolah, dan menyapa beberapa temanku yang sudah sampai mendahuluiku.
"Lyn, itu pacar lo? " Tanya Wulan
"Bukan, itu kakak gua"
"Ganteng banget Lyn"
"Lo mah semua spesies laki laki selalu lo bilang ganteng"
"Apaan sih Lina"
Kak Raka menghampiriku dengan membawakan boneka unicorn kesayanganku.
"Nih ketinggalan"
"Makasih ya kak, jadi makin sayang deh"
"Hati - hati dijalan, kabarin kalo ada sesuatu"
__ADS_1
"Iya"
"Gua pulang dulu"
Sebelum kak Raka beeanjak pergi ia mencium keningku terlebih dahulu. Aku merasa mendapatkan kenyamanan tersendiri dari kakak kandungku yang selama ini jarang bersikap manis.
"Oke temen - temen kita langsung masuk aja ya ke dalam bis"
Aku dan beberapa temanku mulai memasuki bis. Dan kebetulan aku duduk bersebelahan dengan Lina. Dalam perjalanan kami bercengkrama. Bernyanyi dan bersorai gembira. Menghapus penat. Dan menghilangkan letih. Meskipun sesekali ada beberapa goncangan yang membuat kami terkejut.
"Sekarang gua punya game dan game ini sebenarnya konyol sih. Tapi kalo kalian kalian ngga kuat mending lambaikan tangan aja. Karena di game ini kita bakal di kupas oleh sebuah kejujuran. " ujar Bara
"Nah karena gua disini yang memimpin jadi ada kebabasan buat gua milih seseorang yang dapat bermain game ini bersama gua"
"Gua mau milih cewek terjutek sedunia dan cewek terberisik sedunia"
"Alyn sama Wulan segera menempatkan diri"
Aku terkejut mendengar namaku dipanggil oleh mahluk seperti Bara. Mau tidak mau aku harus menuruti perkataanya.
"Jadi permainannya cukup simpel kalian berdua coba ping sut dan siapa yang menang dia yang memberi pertanyaan dan yang kalan harus menjawab pertanyaan secara jujur"
Ronde pertama antara aku dan Wulan di menangkan oleh Wulan.
"Oke Alyn akhirnya gua bisa tanya langsung ke lo. Gua mau tanya sebenarnya hubungan lo sama Rayhan itu sebatas apa? "
"Jadi gini Wul, Gua sama Rayhan tidak ada hubungan apa - apa. Hubungan terspesialpun juga ngga ada. Kita cuman temen yang saling mengisi waktu luang secara bersama"
Ronde ke dua aku kalah lagi dari Wulan.
"Sebenarnya jika lo disuruh milih antara lo milih Rayhan atau lo milih Brayn? "
"Waduh menurut gua itu pilihan yang sulit. Kalo diperbolehkan gua milih kakak gua aja"
"Ngga bisa Alyn lo harus memilih salah satu diantara mereka"
Seluruh isi bispun diam seketika. Menatap tubuhku dengan teliti"
"Oke gua pilih Rayhan, karna untuk saat ini Rayhan yang masih ada buat gua"
Seketika seseorang yang membawa hoodie dengab tutup kepala itupun berdiri dan membuak tutup kepala dari hoodie tersebut. Mendangakkan kepalanya. Akupun menatap sinis seseorang itu. Sepertinya tidak asing bagiku. Dia berajaln ke arahku. Dan tepat dihadapanku. Dia membuka kacamatanya. Dan ternyata dia adalah Rayhan.
"Rayhan" ucapku
Rayhan meraih tanganku seketika. Ia memeluk tubuhku erat erat dengan hangat.
"Lo ngapain ke sini? " Ujarku
"Maaf jika gua lancang sama lo"
"Lo gila Ray? Lo itu Try Out kenapa bisa bisanya lo kesini? Bagiamana dengan hasil Try Out lo, lo lupa dengan cita cita lo? " ujarku membentakknya.
"Udah marahnya? "
"Gua Try Out cuman satu hari gua minta ke sekolah buat ngerjain TOnya selama sehari 4 mapel, dan hari ini gua udah selesai ngerjain ke empat empatnya. "
"Terus motif lo kesini buat apa Ray? "
"Gua cuman mau satu hal dari lo"
"Apa? "
"Lo mau bantu gua untuk berdiri saat gua sudah terjatuh. Terjatuh dengan seorang gadi yang spesial buat gua"
"Hah? "
"Gua harap lo mau jadi pacar gua Lyn"
"Lo serius? "
"Seriburius Alyn... Sebenarnya kemarin gua menjauh karna gua takut kalo lo bakal nolak gua"
__ADS_1
"Rayhan... Sebenarnya Alyn benci banget sama Rayhan. Alyn marah banget sama Rayhan dan sampai saat inipun jikalau Rayhan meminta maaf sama Alyn, Alyn harus berfikir seribu kali untuk memaafkan Rayhan"
Hal yang paling aku benci adalah ketika aku tidak bisa memaafkan lukaku sendiri