The Perfect Cupu

The Perfect Cupu
Part 42


__ADS_3

Perlahan aku membuka mataku. Untuk kali ini aku akan berusaha untuk tegar melihat sosok Reynan yang terahir kalinya. Tubuh Reynan kini terbujur diam tak bernafas apalagi bergerak. Aku ingin meminta kepada Tuhan agar menghidupkan kembali Reynan sekali ini aja dihadapanku.


"Catlyn Sudah siap?" Ujar kak Raka melihat diriku


Sesekali aku benar benar tidak siap dengan semua kenyataan yang harus ku hadapi untuk kesekian kalinya. Namun aku berusaha untuk menerima kenyataan itu. Sebab aku tak ingin mengecewakan Reynan di hari terahirnya sebelum dimakamkan. Reynan terlalu baik untukku. Banyak kisah yang harus aku akhiri karna kepergian Reynan yang terlalu cepat.


"Siap kak" Tubuhku melemas seketika, namun aku sesekali berusaha untuk tegar


"Lyn, lupakan Reynan. Buat kehidupan baru kamu tanpa hadirnya Reynan" Ucap Kak Raka  membuatku untuk berusaha agar menerima kenyataan ini.


Dalam perjalanan menuju ke rumah Reynan aku masih berulang kali menatap anganku tentang wajah semanis Reynan.


"Lyn, kamu harus siap menerima kepergian Reynan kakak yakin kamu akan mendapatkan teman yang lebih baik daripada Reynan" Ujar Kak Raka.


******

__ADS_1


Sesampainya dirumah Reynan bendera kuning terpancar di kelopak mataku. Secara tiba tiba mataku meneteskan air mata. Kak Raka turun mendahuluiku, sebab dia tahu bahwa aku harus benar benar kuat untuk menerima kenyataan ini. Sesekali aku menghirup nafas dengan berat. Lagi lagi aku harus siap menerima kepergian Reynan.


Aku membuka pintu mobil. Perlahan kakiku mulai melangkah, dengan tubuh yang belum siap aku harus ada disaat saat terahir Reynan. Ini bukan kali pertama aku mengikhlaskan kepergian salah seorang yang aku sayang. Aku pernah merasakan kehilangan seorang sahabat, namun kali itu ada Reynan yang berhasil membuatku tegar. Namun untuk kali ini dnegan siapa aku harus bercerita? tanpa adanya Reynan ku rasa tubuhku tidak cukup baik.


Langkahku memasuki rumah Reynan yang snagat terlihat jelas Mamah Reynan sedang menangis di samping jenazah Reynan yang tertutupi kain batik dan kain putih untuk menutupi bagian wajah Reynan.


"Reynan" Ucapku melemas seketika. Kakiku tak mampu menopang tubuhku lagi.


"Reynan" teriakku dihadapan wajah Reynan yang telah tiada.


"Catlyn" teriak Kak Raka dan juga Mamah Reynan


Tubuhku seakan mati rasa berharap semuanya akan terasa baik baik saja.


******

__ADS_1


Penciumanku menghirup aroma roma minyak angin. Dan benar mamah Reynan mengoleskan minyak angin tepat di kening kepalaku. Mataku perlahan demi perlahan membuka. Melihat langit langit yang bernuansa seperti langit dimalam hari. Yaaa tebakanku benar, kamar yang aku tempati saat ini adalah kamar Reynan. Kamar yang menjadi saksi antara persahabatanku dengan Reynan dari kecil hingga sebesar ini.


"Reynan" ucapku terbata bata


"Alyn, syukurlah kamu sudah sadar" ujar mamah Reynan


Mamah Reynan membiarkan semua orang yang berada di kamar Reynan untuk membiarkanku sendiri bersama mamah Reynan. Sampai detik ini aku masih belum bisa melupakan segala cerita dikamar Reynan ini. Dengan telliti aku menyudutkan ke segela arah dikamar Reynan termasuk di salah satu sisi dinding yang terpajang berbagai kolase foto dirinya dari kecil hingga besar, Tak lupa Reynan juga menuliskan di salah satu bagian dinding itu kata "Reylin". Di tempat itu Reynan memasang foto fotoku dengannya dari bayi hingga sebesar ini. Memang Reynan adalah salah seorang yang suka mengkoleksi foto fotoku, Mengambil gambar tanpa permisi adalah salah satu tingkah Reynan yang paling aku benci hingga saat ini.


"Alyn mau keluar mah" ujarku berusaha bangkit


"Nggak usah kamu masih sakit" jawab Mamah Reynan


"Mah, Alyn harus lihat Reynan. Dan juga mata Reynan harus melihat tubuh Reynan untuk yang terahir kalinya". ujarku memohon


"Baiklah jika itu mau kamu" sahut mamah Reynan tnpa mempertimbangkan sedikitpun.

__ADS_1


Tuhan jika ini adalah alur dari ceritamu untukku jalani, aku terima secara ikhlas. Terimakasih sudah mempertemukanku dengan salah satu mahluk ciptaanmu yang mampu mengukir cerita di berbagai kehidupanku. Jaga dia disana Tuhan. Dia baik.


__ADS_2