
“Apa Papa bilang?”
Mama Kiran pun terkejut setelah mendengar pemberitahuan dari suaminya ini.
“Pa, kalau ini dirahasiakan, kenapa Papa bisa tahu?” tanya Mama Kiran.
“Papa dapat kabar ini dari Ayahnya Arya, Bapak Surya,” jelas Papa Aditya.
Sementara itu, Sintia yang melihat sikap aneh dari kedua orang tuanya ini pun akhirnya datang menghampiri dan kemudian bertanya, “Ada apa, Ma, Pa? Apa ada masalah?”
Mendapatkan pertanyaan seperti ini, baik Papa Aditya maupun Mama Kiran, keduanya hanya bisa saling tatap satu sama lain. Mereka berdua bingung bagaimana cara menyampaikannya pada Sintia.
Mendapati orang tuanya hanya diam, Sintia pun lagi-lagi bertanya, “Pa, Ma, sebenarnya ada apa?”
“Hmm, gak ada apa-apa sayang. Ayo kita segera selesaikan persiapan pestanya. Jangan sampai kita malu sama tamu undangan nanti,” ucap Mama Kiran yang mengalihkan topik pembicaraan dan langsung merangkul Sintia mengajaknya pergi mempersiapkan semuanya.
Sementara itu, setelah istri dan anaknya itu pergi, Papa Aditya pun bergumam, “Semoga saja malam ini tidak akan terjadi masalah apa-apa.”
***
Di perusahaan, Arya yang sudah tiba selama setengah jam ini, masih belum bisa melupakan kejadian tadi pagi bersama Kania.
Dia tersenyam-senyum jika teringat betapa lucunya ekspresi dan juga tingkah Kania saat dijahili olehnya.
'Tok.. Tok.. Tok..’
Arya pun akhirnya tersadar dari lamunannya dan kemudian menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
“Tuan, malam ini Anda mendapatkan undangan dari keluarga Aditya. Apakah ada hal yang harus saya persiapkan terlebih dahulu?” tanya Henry.
Mendengar ucapan Henry, Arya pun jadi teringat akan hal itu.
“Hmm, Hen. Siapkan aku sepasang baju pesta yang sederhana yang sesuai dengan Kania,” perintah Arya.
“Baik, Tuan,” sahut Henry yang kemudian langsung pergi.
***
Sore harinya, Arya yang telah pulang bekerja ini ketika sampai di rumah langsung mencari keberadaan Kania.
Namun tak sampai mencari lama, Arya pun sudah bisa menemukan Kania.
“Kan, ayo cepat kamu ganti pakaian yang telah aku siapkan di dalam kamar,” ucap Arya.
__ADS_1
“Ha? Emangnya kita mau ke mana Mas?” tanya Kania.
“Ke pesta. Sudah buruan,” ucap Arya yang kemudian langsung pergi.
Kania yang di tinggalkan oleh Arya ini pun bergumam, “Pesta?! Emangnya ada undangan pesta?”
Kania yang rupanya sedang menonton televisi ini pun akhirnya bangun dan pergi ke kamarnya.
Didapatinya sebuah gaun yang ada di atas tempat tidur dan Arya yang sedang mandi.
“Mas, maksudmu gaun yang ada di atas tempat tidur itu?” teriak Kania.
“Iya. Pakailah,” sahut Arya yang juga berteriak dari dalam kamar mandi.
Kania pun langsung mengambil gaun tersebut dan melihatnya.
“Wah, cantik sekali gaunnya,” ucap Kania polos dengan mata berbinar.
Ketika sedang asyik-asyiknya melihat gaun tersebut, terlintas gambaran tentang masa lalunya.
\=\=Flash back On (kehidupan sebelumnya)\=\=
Saat itu adalah pesta penyambutan kedatangan Sintia. Dalam pesta tersebut, dirinya dipaksa datang bersama Arya dan di pesta itulah sesuatu telah terjadi,...
“Tenang, sayang. Aku membawanya hanya sekedar formalitas saja. Selebihnya, biarkan saja dia. Yang penting, aku di sini hanya dekat denganmu. Bukannya kamu ingin kita mengikat hubungan?” ucap Arya sambil melirik ke arah Kania.
“Ah. Ternyata kamu bisa menebaknya,” ucap Sintia dengan nada malu-malu.
“Pasti bisa donk. Aku kan juga mengharapkan hal yang sama sepertimu,” sahut Arya.
Mereka berdua pun akhirnya tertawa lepas dan bahagia di hadapan Kania.
\=\=Flash back Off\=\=
Kania yang teringat hal itu pun langsung menutup telinganya dan memejamkan matanya dan menangis sambil berteriak, “Gak. Aku gak mau seperti ini. Gak mau.”
Arya yang kala itu sudah selesai mandi dan melihat Kania yang sedang menangis histeris ini pun langsung berlari dan memeluk Kania.
“Kan, kamu kenapa? Ada apa?” tanya Arya khawatir.
Kania yang sadar kalau dirinya sedang di peluk oleh Arya ini pun spontan langsung mendorong Arya sambil berkata, “Jangan dekati aku!”
Kania pun langsung berlari dan di saat yang bersamaan, rupanya Arya langsung sadar kalau Kania sedang teringat kejadian di masa lalu mereka.
__ADS_1
Dengan secepat mungkin Arya langsung mengejar Kania dan memeluknya dari belakang.
“Kan, tenanglah. Tenang ya. Aku mohon padamu,” bujuk Arya.
Setelah mendengar ucapan Arya, Kania pun akhirnya bisa tenang.
“Kan, aku tahu dan juga aku sadar kalau apa yang aku lakukan waktu itu sudah sangat menyakitimu. Tapi tolong. Kita sekarang kembali di masa itu dengan sebuah tujuan agar hal itu terulang lagi. Jadi aku mohon padamu, beri aku kesempatan buat mengubahnya ya,” bujuk Arya lagi.
Kania pun terdiam. Dia sangat tidak sanggup lagi jika harus bertaruh untuk sesuatu yang kemungkinan besarnya akan terjadi hal yang sama seperti dulu lagi.
Arya yang menyadari bahwa susahnya Kania memberikan kesempatan tersebut padanya, membuat Arya membalikkan tubuh Kania sehingga menghadap padanya.
“Kan, tolong. Lewat acara pesta ini, aku akan buktikan kalau aku bukanlah aku yang waktu itu. Aku yang sekarang adalah seorang laki-laki yang sudah benar-benar tidak bisa lepas darimu,...” ucap Arya, “jadi tolong, biarkan aku membuktikannya terlebih dahulu.”
Kania pun memandang lekat-lekat laki-laki yang ada di hadapannya itu lalu kemudian berkata, “Jika hal dulu terjadi lagi, maka aku mohon, lepaskan aku dan jangan pernah berusaha untuk membuatku berada di dekatmu lagi."
“Iya, Kan. Aku akan berjanji hal itu tidak akan terjadi lagi,...” ucap Arya sambil mengelus rambut Kania, “sudah. Sekarang kamu cobalah gaunnya. Aku ingin melihatmu memakainya."
Kania pun langsung menoleh ke arah gaun tersebut dan kemudian berjalan ke arahnya dan mengambilnya.
Setelah beberapa saat kemudian...
Betapa terkejutnya Arya saat melihat Kania yang sudah memakai gaun tersebut.
Dalam pandangannya, Kania terlihat sangat seksi dan juga memukau. Walau pakaian yang di kenakannya sederhana dan sopan, tapi masih tetap bisa membuat Arya tidak bisa mengendalikan hasratnya.
“Bagaimana, Mas?” tanya Kania.
Tanpa menjawab pertanyaan Kania, Arya pun langsung mendekati Kania dan menatapnya dengan tatapan penuh rasa keinginan.
Kania yang tersadar kalau tatapan laki-laki yang ada di hadapannya itu tidak wajar, dengan cepat ia pun memutuskan untuk melangkah menjauhi Arya.
Namun dengan secepat kilat juga Arya langsung meraih pergelangan tangan Kania dan menariknya hingga Kania masuk ke dalam pelukannya.
Kini mereka pun saling menatap. Arya yang sedang sulit mengendalikan dirinya sendiri ini pun langsung mencium bibir Kania dengan lembut sehingga membuat Kania pun membulatkan matanya terkejut.
Dalam keterkejutannya itu, Kania tiba-tiba tersadar dan mencoba berusaha melepaskan diri.
Mengetahui Kania bersikap seperti itu, Arya pun sejenak menghentikan ciumannya dan berkata, “Kan, aku benar-benar ingin memakanmu sampai puas.”
“Ap—ap—”
Kania tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Arya sudah terlebih dahulu menciuminya kembali hingga tidak ada sela untuk Kania melepaskan diri.
__ADS_1
Bersambung...