
Ke esokkan harinya, di mulailah hari di mana mereka semua melakukan persiapan dan juga latihan.
Sementara untuk Kania, dia hanya bertanggung jawab menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk teman-temannya tampil di acara nanti.
Beberapa hari pun telah terlewati dan kini adalah hari di mana mereka harus tampil.
Namun di saat-saat detik menjelang naik ke atas panggung, tiba-tiba saja...
“Kan, gawat!” ucap salah seorang temannya.
“Gawat kenapa?” tanya Kania bingung.
“Gawat. Si Siska tiba-tiba saja memberikan kabar kalau dia tidak bisa datang dan kita otomatis harus segera cepat cari penggantinya,” ucap temannya itu.
“Apa?! Ya sudah. Aku akan coba tanyakan pada Pak Arya dulu,” ucap Kania.
“Iya. Buruan ya. Waktunya udah mepet,” ucap Siska.
“Hem."
Kania pun langsung mencari keberadaan Arya. Dengan berlari-lari ke sana ke mari, dia pun mengecek satu persatu ruangan. Hingga akhirnya dia pun dapat menemukannya.
“Pak Arya!” teriak Kania dengan nafas masih tersengal-sengal.
Arya yang merasa namanya dipanggil ini pun langsung menoleh ke arah sumber suara.
Sesaat setelah mengetahui siapa yang memanggil, Arya pun langsung mendekati Kania dan bertanya, “Ada apa?”
“I—itu, Pak. Salah satu anggota tim ternyata ada yang tidak bisa hadir. Kita harus cepat temukan penggantinya. Soalnya waktu pentas sudah mepet,” jelas Kania sambil berusaha mengatur nafasnya.
Arya yang melihat Kania dan mendengar ucapan Kania ini pun langsung bertanya, “Kamu tidak ingat kejadian ini, Kan?”
“Ha?! Maksud Bapak?” tanya Kania bingung.
“Sudahlah. Nanti saja kita bahas. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Sekarang tinggal kamu lakukan saja bagianmu dengan baik,” ucap Arya sambil memutar tubuh Kania dan mendorongnya ke ruang ganti.
Sesampainya di ruangan ganti, Kania tampak terlihat bingung dan kemudian bertanya, “Mas, ini maksud Mas apa ya?”
“Sudah. Ganti pakaianmu sekarang. Aku akan menjaga di sini,” ucap Arya sambil melemparkan salah satu kostum pada Kania.
Kania yang berhasil menangkap lemparan kostum tersebut pun bingung karena dia merasa kalau dalam persediaan kostum, tidak ada kostum seperti ini.
__ADS_1
“Ah sudahlah,” ucapnya yang kemudian langsung masuk dan mengganti pakaiannya.
Setelah beberapa saat kemudian, Kania pun telah selesai dengan pergantian pakaiannya.
Saat dia keluar, Arya pun tercengang dan tidak dapat bicara apa-apa saat melihat Kania sudah memakai kostum yang tadi dia berikan.
“Kan, ternyata kamu cantik juga memakai pakaian yang aku pilihkan untukmu,” gumam Arya dalam hati.
Lalu sesaat kemudian, Arya pun berkata, “Ya sudah. Ayo. Waktunya kita semua tampil. Kania, kamu tidak lupa kan dengan apa yang udah aku minta kemarin-kemarin saat mereka latihan?”
“Oh. Jadi Bapak menyuruhku seperti ini untuk menghadapi hal ini?” tanya Kania yang tiba-tiba mengerti.
Tanpa banyak bicara, Arya pun mengangguk lalu berkata, “Tampillah dengan sebaik mungkin dan percayakan semua sisanya padaku, Ok?!”
Walau tidak paham dengan maksud ucapan Arya, Kania pun tetap memberikan respons sebuah anggukan.
Saat Kania masuk ke dalam tempat persiapan tampil, teman-temannya pun bingung kenapa bisa jadi si Kania yang tampil dan kostumnya berbeda pula.
“Pak, apa ini maksudnya Kania yang akan tampil menggantikan salah satu anggota kita yang gak bisa hadir?” tanya salah seorang anggota tari.
“Iya. Saya harap kalian bisa bekerja sama untuk memberikan tampilan yang bagus ya,” ucap Arya.
Sementara itu, Novi yang melihat ini pun langsung dalam hatinya bergumam, “Nasib baik memang ada di pihakku. Ternyata yang menggantikan Siska ternyata Kania. Berarti aku bisa melanjutkan rencanaku yang itu.”
Dan beberapa saat kemudian, tibalah kelas mereka untuk tampil
Namun di saat yang bersamaan, entah mengapa secara tiba-tiba lampu di dalam ruangan pentas pun mati. Hal ini membuat seluruh Siswa dan guru pun merasa panik. Walau di minta tetap tenang, namun tetap saja mereka panik.
Sementara itu di saat yang bersamaan, dengan diam-diam di bantu oleh Henry, Arya pun langsung memeluk tubuh Kania dan berbisik, “Kamu tetap tenang diam di sini dan jangan pergi ke mana pun.”
Kania pun menuruti apa yang dikatakan oleh Arya hingga akhirnya Arya mendapatkan kabar kalau Henry sudah menyelesaikan semuanya dan lampu sebentar lagi akan dia nyalakan.
Dengan segera, Arya pun turun dari panggung. Tapi sebelum dia turun dia terlebih dulu mencium mesra bibir Kania dan kemudian berkata, “Aku ingin sekali memakanmu saat ini.”
“Hah?”
Tanpa menghiraukan tanggapan Kania, Arya pun langsung pergi sambil memberikan perintah pada Henry agar menyalakan lampunya.
Sesaat setelah itu, lampu pun menyala dan pertunjukan pun di lanjutkan kembali.
“Sial! Bagaimana bisa tidak terjadi apa-apa pada Kania?!” gumam Novi kesal.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian, acara pun akhirnya selesai dan semua peserta serta tim mereka masing-masing pun akhirnya bisa bernafas lega.
“Akhirnya selesai juga,” celetuk salah seorang siswa.
Sementara itu, Kania pun langsung ditarik tangannya oleh Arya ke sebuah ruangan kosong.
Dalam ruangan tersebut, Arya benar-benar sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk memakan Kania.
“Mas, ini di sekolah. Hayolah. Tahan dirimu,” ucap Kania sambil berusaha menghindari setiap serangan Arya.
“Udah gak bisa tahan lagi, Kan. Aku benar-benar ingin sekali melakukannya,” ucap Arya yang tanpa aba-aba langsung mencium bibir Kania sehingga membuat Kania pun kewalahan.
Namun walau begitu, Kania pun tetap berusaha mengerem tindakan Arya ini dengan berbisik, “Baik. Bagaimana kalau kita lakuin ini satu Minggu lagi ya. Sekarang aku benar-benar gak bisa.”
“Kenapa gak bisa dan kenapa juga harus nunggu satu Minggu?” protes Arya.
“Hehehe.. aku sedang datang bulan, Mas. Jadi gak mungkin buat melakukan hal seperti itu,” jelas Kania.
Arya yang mendengar ucapan Kania ini pun langsung lemas.
“Ya sudah. Cium aja kalau begitu,” ucap Arya yang tanpa menunggu tanggapan dari Kania, dia sudah menciumi bibir Kania hingga beberapa saat lamanya.
***
Malam harinya setelah mereka sedang duduk santai sambil menonton televisi..
Kania tiba-tiba saja teringat kalau Arya sepertinya tadi ingin menjelaskan sesuatu padanya sehingga membuat Kania akhirnya bertanya, “Mas, tadi alasan Mas menyuruhku untuk menggantikan Siska itu apa?”
Arya yang tadinya fokus dengan aktivitas menontonnya ini pun tiba-tiba menengok ke arah Kania dan bertanya, “Kan, apa tadi kamu gak ingat dengan kejadian di kehidupanmu sebelumnya?”
Kania pun menggelengkan kepalanya lalu menjawab, “Gak, Mas. Memang udah beberapa kali aku gak bisa mengingat kejadian kehidupanku yang dulu. Aku sendiri gak tahu kenapa bisa begitu. Emangnya kenapa, Mas?”
“Benarkah?” tanya Arya heran dan Kania pun mengangguk.
“Emangnya ada apa?” tanya Kania lagi.
Arya pun terdiam sejenak lalu berkata, “Oh. Gak ada apa-apa, Kan. Yang penting sekarang kamu baik-baik saja, itu udah lebih dari cukup."
“Ha?!”
Bersambung...
__ADS_1