The Possessive Perfect Teacher

The Possessive Perfect Teacher
Arya yang menghanyutkan


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian, saat Kania sedang memejamkan matanya, dengan tiba-tiba...


'Cup'


Merasa bibirnya seperti sedang dicium seseorang, spontan dia pun langsung membuka matanya dan..


“Pergi!” ucapnya sambil mendorong tubuh Arya.


Arya yang spontan tubuhnya terdorong ke belakang ini pun langsung tersenyum menyeringai dan kemudian berkata, “Kan, rupanya kamu benar-benar harus aku beri pelajaran.”


Kania yang mulanya sedang duduk bersandar di pohon kesukaannya di belakang sekolah ini pun langsung bergegas hendak berdiri. Namun lagi-lagi langsung di tahan oleh Arya dan tubuhnya pun langsung di sandarkan kembali ke pohon. Lalu setelah itu diciuminya bibirnya dengan agresif sehingga membuat Kania benar-benar kewalahan.


Walau terus menerus mendapatkan pukulan dan dorongan dipundaknya, namun saat itu pula, Arya semakin tidak ingin melepaskan Kania begitu saja.


Disela-sela aktivitasnya, Arya berbisik, “Jika kamu bisa berjanji tidak akan melakukan hal yang buat aku kesal seperti ini, maka detik ini juga aku akan melepaskanmu. Tapi jika tidak, akan ada kelanjutannya malam ini di rumah.”


Kania yang mendengar itu pun langsung 'deg'. Wajahnya pun memerah dan jantungnya pun berdegup dengan kencang sehingga membuatnya sangat tidak nyaman.


Arya yang tidak juga mendapatkan tanggapan dari Kania ini pun langsung melanjutkan kembali aktivitas menciumnya. Hingga beberapa saat kemudian Arya lagi-lagi menghentikan ciumannya dan berkata, “Ya sudah. Kalau emang itu yang kamu mau. Kita akan lanjutkan nanti malam di rumah.”


Setelah mengatakan itu, Arya pun langsung pergi dan saat itu pula Kania berteriak, “Iya iya, aku janji.”


Mendengar ucapan Kania, dengan santai Arya pun menyahut sambil berteriak, “Sudah telat!”


Mendapatkan respons seperti itu dari Arya, Kania pun langsung terduduk lemas. Entah apa yang akan terjadi padanya malam nanti dan yang pasti itu membuat Kania langsung merinding jika harus membayangkannya.


Sesaat setelah satu jam setengah kemudian, Kania pun kembali ke kelas dengan wajah murung dan agak sedikit pucat sehingga membuat orang yang melihatnya pun menjadi sangat mengkhawatirkannya.


“Lo kenapa, Kan?” tanya Gylsa sesaat melihat temannya itu duduk di kursi yang ada di depannya.


Kania pun tidak menyahuti pertanyaan Gylsa. Dia justru menelungkupkan tubuhnya dengan kepala dia sembunyikan di atas meja.


Gylsa yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Kania ini pun akhirnya hanya bisa mengangkat ke dua bahunya tanda dia tidak ingin memaksakan Kania untuk menjawab.

__ADS_1


Dan sekolah hari itu pun terasa berlalu dengan cepat. Kania yang sedari tadi masih teringat dengan ucapan Arya ini pun sangat enggan sekali melangkahkan kakinya untuk pulang.


Walau sudah di ajak pulang bersama dengan Gylsa pun tetap saja Kania tidak bergeming.


Hingga setelah seluruh kelas sudah kosong, seperti biasanya sebelum pulang, Arya selalu mengecek ke kelas Kania terlebih dahulu.


Betapa terkejutnya dia mendapati Kania sedang duduk termangu sambil menatap ke luar jendela.


“Ehm.”


Mendengar suara orang berdehem, Kania pun langsung menoleh ke arah sumber suara dan untuk saat itu juga Kania spontan langsung bergeser menjauhi Arya.


“Kenapa belum pulang? Mau bertindak seperti kemarin lagi?” tanya Arya dan Kania pun menggeleng.


“Lalu, ini kenapa belum pulang?” tanya Arya lagi.


Kania pun hanya terdiam saja dan tidak menyahut pertanyaan Arya.


Sementara itu, Arya yang melihat Kania seperti ini pun menyipitkan matanya dan kemudian langsung menarik tangannya dan membawanya pulang.


“Kan, sekarang kamu cepatlah istirahat. Nanti malam akan menjadi malam yang panjang untuk kita berdua,” ucap Arya yang sesaat setelah itu langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri meninggalkan Kania yang sedang terdiam termangu setelah mendengar ucapan Arya itu.


***


Di dalam kamar, Kania yang sudah mengganti pakaiannya ini pun langsung menjatuhkan diri di atas tempat tidur.


Sambil melihat ke arah langit-langit kamarnya, Kania pun bergumam, “Kenapa masih belum bisa juga lepas?”


Kania pun langsung memejamkan matanya dan kembali teringat bayangan-bayangan yang sangat membuatnya menderita.


“Andaikan kamu bisa melepaskanku kali ini,...”


Kania pun tidak melanjutkan ucapannya karena dia sesaat setelah itu dia langsung tertidur pulas.

__ADS_1


Hingga sore hari pun tiba, Arya yang merasa tidak ada pergerakan apa-apa dari dalam kamar Kania ini pun dengan spontan langsung membuka pintu kamar Kania dan sesaat setelah itu,...


“Aaaaaaaargh!!” teriak Kania yang langsung melemparkan bantal ke arah pintu kamarnya.


Arya yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun langsung berkata, “Maaf.”


Setelah itu, dia pun langsung menutup kembali pintu kamar Kania.


Namun setalah beberapa saat kemudian, Arya tiba-tiba terdiam sejenak sambil bergumam, “Kenapa aku minta maaf?! Aku kan suaminya. Hal wajar kalau aku melihat tubuh istri sendiri.”


Setelah bergumam seperti itu, Arya pun kembali membuka pintu kamar Kania dan kemudian masuk.


Kania yang menyadari kehadiran Arya saat dia sedang memakai pakaian ini pun langsung bertanya, “Ka—kamu! Mau ngapain kamu ke sini hah?! Keluar! Aku mau pakai pakaianku dulu.”


Walau sudah mendapatkan respons seperti itu dari Kania, Arya pun masih tetap bersikeras mendekati Kania dan bahkan langsung memeluk tubuh Kania sambil berkata, “Kalau mau pakai, ya pakai saja. Apa perlu aku bantu? Atau... Apa kita gak usah melakukannya nanti malam. Kita lakuin itunya sekarang aja bagaimana? Mumpung kamu belum memakai semua pakaianmu.”


Mendengar ucapan Arya, tampak terlihat jelas di mata Arya kalau wajah Kania tiba-tiba berubah menjadi merah seperti stroberi dan itu artinya ada sedikit peluang untuk Kania bisa mencintainya lagi.


“Dasar gila. Lepasin aku dan keluar dari kamarku ini!” Bentak Kania sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Arya.


“Kalau aku gak mau, gimana?! Bukannya tawaranku tadi sangat menggiurkan?” goda Arya.


Kania yang semakin lama semakin kesal dan juga tidak nyaman dengan ucapan Arya ini pun dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Arya.


Namun sayangnya usaha Kania ini pun tidak berhasil. Justru Arya yang memeluk tubuh Kania kencang ini membuat Kania ikut terjatuh ke atas tempat tidur.


Sambil menunjukkan senyuman penuh dengan maksud, Arya pun berkata, “Baik. Jika itu maumu. Kita akan melakukannya sekarang juga.”


Arya pun langsung mengganti posisi yang semula dia berada di bawah, kini terbalik. Dia sekarang berada di atas dan dengan posisi tersebut, Arya dapat dengan leluasa menciumi Kania.


Walau tidak melakukan apa-apa selain berciuman, namun itu juga bisa membuat Kania benar-benar kewalahan. Dia benar-benar bingung kenapa Arya bisa sampai seperti ini terhadapnya.


“Sudah. Aku mohon hentikan,” pinta Kania lirih.

__ADS_1


Arya yang mendengar ini pun langsung berkata, “Kenapa? Apa kamu tidak penasaran dengan apa yang akan terjadi setelah ini?”


Bersambung...


__ADS_2